Add to Technorati Favorites Add to My AOL Digg! Google Reader or HomepageAdd to My Yahoo! Subscribe with Bloglines Subscribe in NewsGator Online Subscribe with Pluck RSS reader Solosub Eskobo Add to Technorati Favorites! Add to netvibes Subscribe in myEarthlink Add to your phone

PKS — Partai Kasihan Sekali

Perilaku politik dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan “kesejahteraan dan keadilan“, “bersih dan santun“, “anti-korupsi” dan lain sebagainya telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia. Ini terlihat dari banyaknya istilah yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan dari singkatan nama partai yang bisa ditemukan di dunia maya. Berikut beberapa alasan yang menjadi pemicunya:

  • Poligami kadek-kader dan petinggi partainya dan sikap PKS sendiri mengenai poligami
  • Syahwat kekuasaannya yang ditunjukkan dengan dukungan membabi-buta terhadap kepemimpinan SBY-Boediono
  • Pemberian penghargaan kepada Tutut, anak perempuan Suharto
  • Penyebutan Suharto sebagai pahlawan
  • Komentar dari anggota DPR dari PKS Fahri Hamzah di masa perseteruan “Cicak” melawan “Buaya” yang telah menyulut kegeraman banyak orang dan bahkan menghasilkan satu grup di jejaring sosial facebook seperti “Desak DPP PKS/F-PKS PAW-kan Fahri Hamzah, politikus oportunis pembela koruptor!!!” dan grup-grup senada lainnya
  • Sikap anggota DPS dari fraksi PKS mengenai pemberian blok Cepu kepada Exxon
  • Sikap dari petinggi PKS seperti Hilman Rosyad Syihab dan Tifatul Sembiring yang malahan mendukung kasus paedofilia dari Syech Puji
  • Gerakan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring yang mengusahakan PP mengenai penyadapan untuk melemahkan kinerja KPK
  • Gerakan men-”jenggotkan” kaum laki-laki muslim Indonesia dan men-”jilbabkan” kepala perempuan muslim Indonesia
  • Diterimanya mobil baru untuk mentri PKS seperti Tifatul Sembiring yang menyiratkan suap terselubung dari pemerintah kepada para mentri dan para pejabat negara lainnya dan ketidakpekaan terhadap keadaan masyarakat banyak

***

PARTAI KEMUNAFIKAN SEJAHTERA
Partai Kelamin Sekali
Pejuang Kesejahteraan Syahwat
Partai Kebanyakan Spanduk
Partai Kotor Sekali
Punya Kesan Sombong
Partai Klaim Sekali
Partai Kasian Sekali
Partai Makan Kenyang Sekali [sehari? seminggu? sebulan?]
Partai Kebingungan Sekali
PARTAI KAMBINGERS & JILBABERS SEJAHTERA
Partai Kontroversial Sekali
PARTAI KAFIR SEKALI (banyak kader PKS yang hafal Al qur’an tapi punya pimpinan kaya SETAN)
Partai Kebanyakan Singkatan
Poligami yuk Ketimbang Selingkuh
PARTAI KETERLALUAN SEKALI (Elitenya suka jilat ludah sendiri)
PARTAI KEENAKAN SLALU (selalu nunut menang)
Partai Komunis Sekali
Partai Kejar jabatan dan Sejahtera
Partai Kasep Sekali
Partai Komunis Sosialis
Partai Kesatuan Setan (Benarkah PKS pro rakyat Indonesia?)
Partai Koleng Sementara (Koleng=Linglung; kenapa Sementara? Karena Kader PKS masih berharap banyak utk partai ini)
Partai Keluarga Soeharto
Partai Kesen sekali
Partai Kampungan sekali
Partai Konyol Sekali

***

Dari istilah-istilah di atas bisa terlihat pandangan masyarakat luas mengenai PKS. Tampaknya PKS perlu merubah strategi politiknya jika masih ingin hidup dalam percaturan politik di Indonesia. Selayaknyalah PKS menghentikan perilaku-perilaku yang meresahkan masyarakat seperti poligami dan perilaku-perilaku pro kekuasaan seperti mendesakkan PP mengenai penyadapan dan hal-hal lain yang tersiratz dalam kepanjangan istilah PKS di atas. Hal ini selayaknya juga diikuti dengan mulai melakukan apa yang selama ini menjadi jargon-jargon yang dikumandangkan oleh PKS sendiri yaitu “Kesejahteraan” dan “Keadilan“. Mulai menerima semua golongan dalam masyarakat Indonesia bisa menjadi pilihan lainnya.

Gerak-gerik PKS mengenai poligami, paedofilia, keberpihakan kepada kekuasaan dan lainnya, mencerminkan nilai-nilai ekstrim dari masyarakat patriarkat yang hidup di tengah-tengah masyarakat Islam. Nilai-nilai patriarkat dalam Islam inilah yang selama ini dikenal sebagai “Islam Fundamentalis“. Islam, sebagaimana istilah-istilah lainnya yang melambangkan pandangan hidup masyarakat lainnya, tidak lepas dari penterjemahan para penganutnya yang disebut sebagai orang Islam.

Share/Save/Bookmark