<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Minangkabau Tidak Sendirian</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=minangkabau-tidak-sendirian</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Aug 2011 17:34:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Vara</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/comment-page-1/#comment-8</link>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 08:50:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/#comment-8</guid>
		<description>@iwan piliang

soal kutip-mengutip dipersilahkan. Agar membantu menyebarkan informasi ini supaya orang-orang yang ingin menghancurkan budaya Minangkabau ini tidak mempunyai alasan lagi untuk itu.

Perlu juga diingat Minangkabau mempunyai pepatah yang menyatakan adaik Minangkabau akan bertahan apapun yang terjadi:

Adaik indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan
Adat tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan (Bahasa Indonesia)

@Ichal
mudah-mudahan informasi di blog ini bisa berguna

@putirenobaiak.
tidak. nyambung kok .Memang para peneliti dan ilmuwan dalam bidang zoologi mengatkan hal yang sama. Gajah menganut sistem matriarchat. Dengan gaya hidup kommunal dan kekeluargaan yang &quot;dipimpin&quot; oleh nenek/niniak.

Manusia juga sama. Matriarchat adalah hal yang alamiah. Karena itualh usaha untuk merubah tatanan kekeluargaan dan kemasyarakatan matriarkal ini membutuhkan proses kekerasan yang maha dahsyat yang berlangsung selama beribu-ribu tahun. Pada masyarakat Minangkabau dan masyarakat matriarkal dunia lainnya, proses ini masih terus berlangsung dalam banyak bentuk.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@iwan piliang</p>
<p>soal kutip-mengutip dipersilahkan. Agar membantu menyebarkan informasi ini supaya orang-orang yang ingin menghancurkan budaya Minangkabau ini tidak mempunyai alasan lagi untuk itu.</p>
<p>Perlu juga diingat Minangkabau mempunyai pepatah yang menyatakan adaik Minangkabau akan bertahan apapun yang terjadi:</p>
<p>Adaik indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan<br />
Adat tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan (Bahasa Indonesia)</p>
<p>@Ichal<br />
mudah-mudahan informasi di blog ini bisa berguna</p>
<p>@putirenobaiak.<br />
tidak. nyambung kok .Memang para peneliti dan ilmuwan dalam bidang zoologi mengatkan hal yang sama. Gajah menganut sistem matriarchat. Dengan gaya hidup kommunal dan kekeluargaan yang &#8220;dipimpin&#8221; oleh nenek/niniak.</p>
<p>Manusia juga sama. Matriarchat adalah hal yang alamiah. Karena itualh usaha untuk merubah tatanan kekeluargaan dan kemasyarakatan matriarkal ini membutuhkan proses kekerasan yang maha dahsyat yang berlangsung selama beribu-ribu tahun. Pada masyarakat Minangkabau dan masyarakat matriarkal dunia lainnya, proses ini masih terus berlangsung dalam banyak bentuk.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: putirenobaiak</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/comment-page-1/#comment-7</link>
		<dc:creator>putirenobaiak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 07:03:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/#comment-7</guid>
		<description>hidup matriachat! walau agak gak nyambung, tapi dikehidupan sosial fauna, gajah adalah kelompok matriachat juga hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hidup matriachat! walau agak gak nyambung, tapi dikehidupan sosial fauna, gajah adalah kelompok matriachat juga hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ichal</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/comment-page-1/#comment-6</link>
		<dc:creator>ichal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 12:42:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/#comment-6</guid>
		<description>alahmdulillh dapek info semacam ko!

am not alone</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alahmdulillh dapek info semacam ko!</p>
<p>am not alone</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iwan piliang</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/comment-page-1/#comment-5</link>
		<dc:creator>iwan piliang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 01:24:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/#comment-5</guid>
		<description>Luar bisa sebenarnya ya, Vara, Mingakabau menjadi budaya matriarchat terbesar di dunia.... belum diungkap hal ini. nanti kalau aku menulis soal ini, boleh kutip darimu ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Luar bisa sebenarnya ya, Vara, Mingakabau menjadi budaya matriarchat terbesar di dunia&#8230;. belum diungkap hal ini. nanti kalau aku menulis soal ini, boleh kutip darimu ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vara</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/comment-page-1/#comment-4</link>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 18:08:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/#comment-4</guid>
		<description>@Uni Hyvny

iyo tampilannyo samo. Waktu ambo memilih thema ko, ambo alun mancaliek blog Uni. Ambo satuju soal kesamaan pemikiran kita. Ambo se lah manulih tentang nagari dan reduksi peran padusi Minang hanya dalam peran &quot;Bundo Kanduang&quot; sajo tapi indak di peran sebagai &quot;cadiak pandai&quot; dll.

Ambo caliek, Uni lah manulih tentang masalh ko.

Ambo bisa ambik tulisan Uni sebagai referensi.

Iyo, ambo bisa tampilkan artikel Uni tu.... samo bana pikiran awak...

blog Uni lah ambo link dengan namo: &quot;Bundo Kanduang&quot; di bawah label &quot;minangkabau&quot;

salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Uni Hyvny</p>
<p>iyo tampilannyo samo. Waktu ambo memilih thema ko, ambo alun mancaliek blog Uni. Ambo satuju soal kesamaan pemikiran kita. Ambo se lah manulih tentang nagari dan reduksi peran padusi Minang hanya dalam peran &#8220;Bundo Kanduang&#8221; sajo tapi indak di peran sebagai &#8220;cadiak pandai&#8221; dll.</p>
<p>Ambo caliek, Uni lah manulih tentang masalh ko.</p>
<p>Ambo bisa ambik tulisan Uni sebagai referensi.</p>
<p>Iyo, ambo bisa tampilkan artikel Uni tu&#8230;. samo bana pikiran awak&#8230;</p>
<p>blog Uni lah ambo link dengan namo: &#8220;Bundo Kanduang&#8221; di bawah label &#8220;minangkabau&#8221;</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ~padusi~</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/comment-page-1/#comment-3</link>
		<dc:creator>~padusi~</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 04:16:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/#comment-3</guid>
		<description>Ass.wr.wb Vara. Uni dah mancigok blog vara iko. Tampilannya sama dengan blog bundokanduang. bagus juga kerjasama kita, karena pemikiran bundokanduang berada di hulu, sedang pemikiran Vara Jambak berada dihilir. Kedua menjadi sinergi ditengah realitas kemajuan berpikir, dimana sebagian lelaki minang mulai menganggap berpedoman kepada ajaran islam lebih utama dibandingkan mempertahankan adat. Padahal kedudukan wanita menurut adat minang berbeda kedudukannya dalam islam. Oleh karena itulah diblog bundokanduang, uni ada menulis artikel ini dalam judul &quot; wanita minang dan pria minang saling komplementer. Silahkan vara masukkan artikel itu dalam blog Vara ini. Email uni adalah hyvny@yahoo.com. terima kasih atas kerjasamanya. Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.wr.wb Vara. Uni dah mancigok blog vara iko. Tampilannya sama dengan blog bundokanduang. bagus juga kerjasama kita, karena pemikiran bundokanduang berada di hulu, sedang pemikiran Vara Jambak berada dihilir. Kedua menjadi sinergi ditengah realitas kemajuan berpikir, dimana sebagian lelaki minang mulai menganggap berpedoman kepada ajaran islam lebih utama dibandingkan mempertahankan adat. Padahal kedudukan wanita menurut adat minang berbeda kedudukannya dalam islam. Oleh karena itulah diblog bundokanduang, uni ada menulis artikel ini dalam judul &#8221; wanita minang dan pria minang saling komplementer. Silahkan vara masukkan artikel itu dalam blog Vara ini. Email uni adalah <a href="mailto:hyvny@yahoo.com">hyvny@yahoo.com</a>. terima kasih atas kerjasamanya. Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Catra</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/comment-page-1/#comment-2</link>
		<dc:creator>Catra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 07:14:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/2008/01/13/minangkabau-tidak-sendirian/#comment-2</guid>
		<description>awak suko baco blog iko... berpikiran maju</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>awak suko baco blog iko&#8230; berpikiran maju</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

