<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Perempuan Minangkabau sebagai Mamak dan Penghulu</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Aug 2011 17:34:39 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: ~padusi~</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/comment-page-1/#comment-144</link>
		<dc:creator>~padusi~</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 15:14:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/?p=646#comment-144</guid>
		<description>Assalamualaikum, Wr. Wb

Mendudukan peran wanita  di Ranah Minang dan di Kancah Nasional, kita memang harus menilai secara obyektif, apa sebenarnya dan bagaimana sesuangguhnya peran wanita minang. Walaupun dulu ada &quot; Kaba &quot; sekali &quot; kaba &quot; atau hikayat yang menempatkan bahwa ada wanita minang yang memiliki posisi yang dimuliakan sehingga ia dianggap sebagai pemimpin, seperti riwayat Bundokanduang dalam Kaba Cindua Mato. Sesudah itu data - citera wanita Minang sebagai pemimpin sesungguhnya sangatlah minim sekali.

Akan tetapi dalam ranah domestik - sistem kekerabatan - berkeluarga - maka benar-benar wanita Minang ditempatkan sebagai &quot; Limpapeh rumah nan gadang, umbun puro pegangan kunci&quot;. Artinya setiap kesepakatan didalam kekerabatan - hidup antar keluarga - wanita lah yang didahulukan selangkah. Disinilah kaum wanita minang berperan sebagai Mamak dan Penghulu Kaum. Kaum pria ada supporting atas kesepakatan yang dibuat.

Bagi wanita yang berkarir - menjadi tokoh di lingkungan masyarakat - nasional - internasional, mustahil sekali dia menjadi wanita sempurna - karena ada kodrat wanita yang menghalangi kiprahnya. Sudah dipastikan ia akan menjadi &quot; wonder woman &quot; yang secara hakikinya akan meninggalkan kewajiban- kewajibannya sebagai wanita sejati.

Bagi saya - kedudukan, peran dan posisi wanita minang adalah sebagai komplementer. Melengkapi peran dan posisi pria, sehingga ia akan berjalan berdampingan.

&quot; janganlah engkau berjalan didepan pria, engkau tak sanggup mengarahkan biduk kehidupan ini sebaiknya.
&quot; janganlah engkau berjalan di belakang pria, karena engkau tak akan sanggup mengikuti tujuan hidupnya.
&quot; Berjalanlah engkau disisi pria, maka engkau akan bersama mencapai suatu tujuan dengannya.

Wassalam,

~ Padusi Minang ~</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr. Wb</p>
<p>Mendudukan peran wanita  di Ranah Minang dan di Kancah Nasional, kita memang harus menilai secara obyektif, apa sebenarnya dan bagaimana sesuangguhnya peran wanita minang. Walaupun dulu ada &#8221; Kaba &#8221; sekali &#8221; kaba &#8221; atau hikayat yang menempatkan bahwa ada wanita minang yang memiliki posisi yang dimuliakan sehingga ia dianggap sebagai pemimpin, seperti riwayat Bundokanduang dalam Kaba Cindua Mato. Sesudah itu data &#8211; citera wanita Minang sebagai pemimpin sesungguhnya sangatlah minim sekali.</p>
<p>Akan tetapi dalam ranah domestik &#8211; sistem kekerabatan &#8211; berkeluarga &#8211; maka benar-benar wanita Minang ditempatkan sebagai &#8221; Limpapeh rumah nan gadang, umbun puro pegangan kunci&#8221;. Artinya setiap kesepakatan didalam kekerabatan &#8211; hidup antar keluarga &#8211; wanita lah yang didahulukan selangkah. Disinilah kaum wanita minang berperan sebagai Mamak dan Penghulu Kaum. Kaum pria ada supporting atas kesepakatan yang dibuat.</p>
<p>Bagi wanita yang berkarir &#8211; menjadi tokoh di lingkungan masyarakat &#8211; nasional &#8211; internasional, mustahil sekali dia menjadi wanita sempurna &#8211; karena ada kodrat wanita yang menghalangi kiprahnya. Sudah dipastikan ia akan menjadi &#8221; wonder woman &#8221; yang secara hakikinya akan meninggalkan kewajiban- kewajibannya sebagai wanita sejati.</p>
<p>Bagi saya &#8211; kedudukan, peran dan posisi wanita minang adalah sebagai komplementer. Melengkapi peran dan posisi pria, sehingga ia akan berjalan berdampingan.</p>
<p>&#8221; janganlah engkau berjalan didepan pria, engkau tak sanggup mengarahkan biduk kehidupan ini sebaiknya.<br />
&#8221; janganlah engkau berjalan di belakang pria, karena engkau tak akan sanggup mengikuti tujuan hidupnya.<br />
&#8221; Berjalanlah engkau disisi pria, maka engkau akan bersama mencapai suatu tujuan dengannya.</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>~ Padusi Minang ~</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Restianrick Bachsjirun</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/comment-page-1/#comment-143</link>
		<dc:creator>Restianrick Bachsjirun</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 00:43:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/?p=646#comment-143</guid>
		<description>Memang sejarah menuliskan baitu, bahwa perempuan minang telah lama mengenal poltik dan berkecimpung di dalamnya. Tetapi fakta dewasa ini menunjukkan peran dan fungsi politik perempuan minang itu sangat minim sekali, hal ini misalnya terlihat dari sedikitnya perempuan minang yang tertarik dicalonkan atau mencalonkan dirinya menjadi calon legislatif (caleg), bahkan banyak partai yang eksis di ranah minang mengaku sangat kesulitan untuk memenuhi kuota 30% keterwaklan perempuan dalam daftar Calegnya. Terpaksa mereka akhirnya mencalonkan istri, anak dan keponakan mereka untuk memenuhi kuato tersebut. Ini kan ironis sekali jika menurut artikel tersebut di atas bahwa perempuan minang cukup dominan dalam perpolitikan. 

Bahkan bagaimana kita dapat menjelaskan jika saat ini, terutama setelah Sumbar menerapkan sistem sistem pemerintahan nagari, tidak satu pun perempuan minang saat ini yang menjadi Bupati, Walikota, dan kepala nagari. Baitupun dalam Pilkada jarang kita mendengar ado perempuan minang yang maju bertarung memperebutkan posisi2 penting tersebut. Apalagi di level nasional.... Jangan2 fungsi dan peran perempuan minang seperti yang dituliskan artikel tersebut di atas hanyo ado dalam kaba sajo. Atau jangan2   kaba nyo, sedang terjadi kemunduran yang hebat pada diri perempuan minang saat ini.

Wassalam
Restianrick Bachsjirun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang sejarah menuliskan baitu, bahwa perempuan minang telah lama mengenal poltik dan berkecimpung di dalamnya. Tetapi fakta dewasa ini menunjukkan peran dan fungsi politik perempuan minang itu sangat minim sekali, hal ini misalnya terlihat dari sedikitnya perempuan minang yang tertarik dicalonkan atau mencalonkan dirinya menjadi calon legislatif (caleg), bahkan banyak partai yang eksis di ranah minang mengaku sangat kesulitan untuk memenuhi kuota 30% keterwaklan perempuan dalam daftar Calegnya. Terpaksa mereka akhirnya mencalonkan istri, anak dan keponakan mereka untuk memenuhi kuato tersebut. Ini kan ironis sekali jika menurut artikel tersebut di atas bahwa perempuan minang cukup dominan dalam perpolitikan. </p>
<p>Bahkan bagaimana kita dapat menjelaskan jika saat ini, terutama setelah Sumbar menerapkan sistem sistem pemerintahan nagari, tidak satu pun perempuan minang saat ini yang menjadi Bupati, Walikota, dan kepala nagari. Baitupun dalam Pilkada jarang kita mendengar ado perempuan minang yang maju bertarung memperebutkan posisi2 penting tersebut. Apalagi di level nasional&#8230;. Jangan2 fungsi dan peran perempuan minang seperti yang dituliskan artikel tersebut di atas hanyo ado dalam kaba sajo. Atau jangan2   kaba nyo, sedang terjadi kemunduran yang hebat pada diri perempuan minang saat ini.</p>
<p>Wassalam<br />
Restianrick Bachsjirun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: putirenobaiak</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/comment-page-1/#comment-142</link>
		<dc:creator>putirenobaiak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2008 06:43:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/?p=646#comment-142</guid>
		<description>vote for women :)\par
\par
aku selalu merasa beruntung jaid padusi minang yg memiliki kebebasan sama seperti lelaki</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>vote for women <img src='http://www.varajambak.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> \par<br />
\par<br />
aku selalu merasa beruntung jaid padusi minang yg memiliki kebebasan sama seperti lelaki</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ichal</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/comment-page-1/#comment-141</link>
		<dc:creator>ichal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 06:33:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/?p=646#comment-141</guid>
		<description>wah,,wah, memang sangat mengagungngkan perempuan nampaknya!\par
\par
aku setuju2 aja sih bu, tapi apakah di mingkabau sebagai mamak itu bisa di flexiblekan artinya?\par
mungkin fungsinya bisa di ambil alih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah,,wah, memang sangat mengagungngkan perempuan nampaknya!\par<br />
\par<br />
aku setuju2 aja sih bu, tapi apakah di mingkabau sebagai mamak itu bisa di flexiblekan artinya?\par<br />
mungkin fungsinya bisa di ambil alih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: catra</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/comment-page-1/#comment-140</link>
		<dc:creator>catra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 08:14:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/?p=646#comment-140</guid>
		<description>semoga saja nagari bisa dipimpin oleh perempuan\par
presiden aja pernah, kok nagari gak bisa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga saja nagari bisa dipimpin oleh perempuan\par<br />
presiden aja pernah, kok nagari gak bisa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

