Berikut adalah lagu-lagu menarik yang saya pilihkan dari budaya Bulgaria dari Desi Slava, Anelia, Sofi Marinova dan Valia Balkanska.
Valia Balkanska – Izlel e Delio Haidutin
Bulgaria adalah negara kecil yang indah di wilayah Balkan di Eropa Timur yang berpenduduk hanya 7,8 juta jiwa. Meskipun begitu mereka tidaklah termasuk negara miskin. Dengan letak negaranya yang strategis di Laut Hitam, Bulgaria mendapat pemasukan yang besar dari sektor pariwisatanya yang menawarkan tempat-tempat liburan yang beraneka ragam mulai dari pantai-pantai indah sepanjang laut hitam, daerah pegunungan seperti pegunungan Rila, Rodopen dan pegunungan Balkan, sungai-sungai maupun danau serta tempat-tempat untuk olahraga musim dingin seperti ski.
Aneliq – Vsichko vodi kim teb
Bulgaria merupakan pusat daripada budaya matriarkal Eropa Kuno sebelum datangnya berlapis-lapis penyerangan bangsa-bangsa patriarkal dari berbagai masa. Bulgaria berada di bawah kekuasaan kekhalifahan Usmaniah selama kurang lebih 500 tahun. Kekhalifahan Usmaniah dibangga-banggakan oleh orang-orang Islam dunia sebagai “masa keemasan Islam”. Entah apa yang dimaksud dengan “keemasan” itu tampaknya harus diperjelas. “Zaman Keemasan” untuk siapa dan “zaman keemasan” seperti apakah yang dimaksud?
Kekhalifahan dalam bahasa Arab adalah bentuk kekuasaan yang sama dengan istilah-istilah lainnya seperti kekaisaran, imperium, kerajaan dan lainnya. Kekuasaan ini ditopang oleh perbuatan-perbuatan biadab dan tidak manusiawi seperti pembunuhan, pembantaian, peperangan, pemerkosaan, penghancuran, pemaksaan pandangan hidup dan lain-lain, yang sekali lagi adalah merupakan perilaku daripada budaya patriarkal apapun namanya dan bangsa manapun yang melakukannya. Kalau kita mendengarkan orang Bulgaria berbicara akan terlihat kebencian daripada orang-orang ini terhadap orang-orang Turki yang telah menjajah tanah Bulgaria selama 500 tahun, memperkosai perempuan-perempuan Bulgaria, dan lain-lain perbuatan biadab.
Desi Slava — Prosto Zabravi
Bulgaria sebagai sebuah satuan budaya tidaklah benar-benar tercerabut dari warisan budaya matriarkalnya yang berasal dari budaya matriarkal Eropa kuno. Jejak-jejak kekuasaan yang datang silih berganti ke tanah Bulgaria memang terlihat bercampurnya budaya patriarkal dari banyak bangsa di Eurasia yang bercampur dengan jejak-jejak budaya matriarkal Eropa kuno ini. Sofia, ibukota Bulgaria, diberi nama berdasarkan nama Dewi Sofia, yaitu Dewi Ilmu Pengetahuan dalam budaya Eropa yang juga dikenal sebagai nenek (niniak) daripada Jehovah atau Jahwe yang dikenal oleh banyak orang sebagai Tuhan daripada orang Yahudi.
Di pusat kota Sofia dapat dilihat patung Dewi Sofia yang menjadi lambang negara ini.
Sofi Marinova – Buryta v Sirceto Mi
Para Diva Bulgaria di atas adalah dewi-dewi modern di mata saya, yang melambangkan dewi kecantikan, dewi keindahan maupun dewi cinta. Dewi-dewi bersuara emas dari dua generasi dan dua jenis musik, tradisional dan modern. Chalga adalah jenis musik di Bulgaria serupa dengan dangdut yang merupakan musik pop tradisional yang terasa pengaruh Turkinya dan oleh karenanya pengaruh Arabnya. Pengaruh budaya Arab di Bulgaria masuk lewat penjajahan Turki. Akan tetapi Bulgaria sebagai satuan budaya berdiri sendiri dan tidak berusaha menjiplak budaya Turki tidak seperti segelintir orang Indonesia yang menunduk-nunduk dan membungkuk-bungkuk di depan budaya Arab dan orang Arab.


Tidak hanya bulgaria, tapi juga negara2 balkan, hingga siprus dan sebagian negara pecahan sovyet yang mempunyai pengaruh turki Usmani. Sekarang sisa2 ISlam disana terkena imbasnya balas dendam penduduk lokal, seperti peristiwa Bosnia,
“zaman keemasan” seperti apakah yang dimaksud?