<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Vara Jambak</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 14:34:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>vjambak@varajambak.com ()</managingEditor>
		<webMaster>vjambak@varajambak.com()</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>vjambak@varajambak.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Vara Jambak</title>
			<link>http://www.varajambak.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Muhammad Ibrahim Ilyas rang Chaniago: Alam Takambang Jadi Ngilu, 2</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/07/28/muhammad-ibrahim-ilyas-rang-chaniago-alam-takambang-jadi-ngilu-2/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/07/28/muhammad-ibrahim-ilyas-rang-chaniago-alam-takambang-jadi-ngilu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 13:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1806</guid>
		<description><![CDATA[


Begitu panjang deretan pertemuan dengan berbagai tingkatan: kongres, seminar, lokakarya, dan sarasehan mengenai Minangkabau. Paling tidak sudah tercatat sejak 1910. Ada berapa banyak hasil dan rekomendasinya yang bisa dimplementasikan dan diterima sebagai sesuatu yang harus dilaksanakan &#8220;untuk dan demi kebudayaan Minangkabau?&#8221; Ada berapa banyak yang hanya berakhir pada ujung pertemuan itu saja? Hasil-hasil pertemuan itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;margin: 12px;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4808480940768749";
/* 468x60, created 4/9/09 */
google_ad_slot = "2872038909";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></div><p style="text-align: justify;">Begitu panjang deretan pertemuan dengan berbagai tingkatan: kongres, seminar, lokakarya, dan sarasehan mengenai <em><span style="color:#ff0000;">Minangkabau</span></em>. Paling tidak sudah tercatat sejak 1910. Ada berapa banyak hasil dan rekomendasinya yang bisa dimplementasikan dan diterima sebagai sesuatu yang harus dilaksanakan &#8220;<em><span style="color:#0000ff;">untuk dan demi kebudayaan Minangkabau?</span></em>&#8221; Ada berapa banyak yang hanya berakhir pada ujung pertemuan itu saja? Hasil-hasil pertemuan itu bahkan tak terdokumentasi dengan baik, tinggal tertumpuk sebagai bagian dari laporan pertanggung-jawaban keuangan (karena sudah memakai uang <em><span style="color:#ff0000;">APBN</span></em> atau <em><span style="color:#ff0000;">APBD</span></em>), terletak berdebu di laci organisasi penyelenggaranya dan kemudian dilupakan, jadi bahan skripsi yang kemudian juga tak terbaca setelah wisuda, dan ada sedikit sekali yang berhasil dicetak jadi buku (buku yang dicetak dengan jumlah terbatas pula).</p>
<p style="text-align: justify;">Masih adanya keinginan untuk melaksanakan agenda sejenis bisa menyiratkan beberapa hal. Pertama, kesadaran bahwa memang ada hal-hal yang perlu dituntaskan &#8220;untuk dan demi kebudayaan Minangkabau&#8221;, artinya belum ada pembicaraan menyeluruh mengenai hal itu pada pertemuan sebelumnya. Dengan alasan ini, mestinya ada pertemuan pendahuluan untuk menyepakati hal-hal yang perlu dituntaskan itu. Kedua, sangat kompleksnya masalah yang dihadapi <span style="color:#ff0000;"><em>kebudayaan Minangkabau</em></span>, terutama menyangkut eksistensi dan masa depannya, yang membuat (sebagian)<span style="color:#ff0000;"> <em>orang Minang</em></span> merasa perlu membuat rumusan-rumusan (semacam <span style="color:#0000ff;">undang-undang tertuli</span><em><span style="color:#0000ff;">s</span></em>) standar yang akan dipakai oleh <em><span style="color:#ff0000;">etnik Minangkabau</span></em> di masa depan. Persoalannya di sini adalah bagaimana sebagian orang Minang tersebut membagi persoalan ini dengan orang Minang yang lain. Ketiga, ini hanya keinginan sedikit orang Minang (asumsi sebagian orang Minang lain) yang memposisikan diri sebagai orang atau lembaga (satu-satunya) yang bertanggung jawab terhadap kebudayaan Minang. </p>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya, memang banyak hal yang harus kita persamakan. Sebelumnya, tentu harus menyamakan persepsi dulu. Banyak masalah yang menjadi pertanyaan harian yang ada dalam diri setiap <em><span style="color:#ff0000;">orang Minang</span></em> (atau yang merasa jadi orang Minang atau yang ingin menjadi orang Minang). Ada lagi hal-hal di luar itu. Kita sebut saja misalnya <em><span style="color:#ff0000;">globalisasi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Minangkabau</span></em> atau <em><span style="color:#ff0000;">Sumatera Barat</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Minangkabau</span></em> atau <em><span style="color:#ff0000;">Pagaruyung</span></em>, <em><span style="color:#0000ff;">adat salingka nagari</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Gebu Minang</span></em>, <em><span style="color:#0000ff;">ranah jo rantau</span></em><span style="color:#ff00ff;">*</span>, <em><span style="color:#0000ff;">dikambang saleba alam dilipek sagadang kuku</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">LKAAM</span></em>, <em><span style="color:#0000ff;">alam takambang jadi guru</span></em>, <em><span style="color:#0000ff;">bandara Minangkabau</span></em>,<em><span style="color:#ff0000;"> perda nagari</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">baliak ka nagari</span></em>,<em><span style="color:#ff0000;"> baliak ka surau</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">RPJM</span></em> (<em><span style="color:#0000ff;">Rencana Pembangunan Jangka Menengah</span></em>), <em><span style="color:#ff0000;">RPJP </span></em>(<em><span style="color:#0000ff;">Rencana Induk Pembangunan Jangka Panjang</span></em>), lebih 300.000 ha <em><span style="color:#ff0000;">tanah ulayat</span></em> yang akan jadi tanah negara (informasi dari beberapa sumber), <span style="color:#ff0000;"><em>koperasi suku</em></span> atau <em><span style="color:#ff0000;">pemekaran nagari</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#0000ff;">Bagaimana masa depan kebudayaan Minangkabau?</span></em><br />
Inilah pokok masalah yang harus dipikirkan oleh orang Minang. Berhentilah bernostalgia, lepaskan diri dari romantisme masa lalu. Toh kita semua tau bahwa yang bersifat material dalam kebudayaan Minangkabau telah bergeser banyak atau sudah tidak ada sama sekali. <em><span style="color:#ff0000;">Tanah ulayat</span></em>,<em><span style="color:#ff0000;"> tapian mandi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">balairung</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">bungo pasia jo bungo kayu</span></em><span style="color:#ff00ff;">**</span>, <em><span style="color:#ff0000;">surau</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">sasaran</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">galanggang</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">datuk</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">ninik mamak</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">adat bakobaki</span></em>, perkawinan (sudah lazim resepsi di gedung dan menyewa <em><span style="color:#ff0000;">pasambahan</span></em>), <em><span style="color:#ff0000;">kerapatan panghulu</span></em>, dan seterusnya; apakah kita masih mempunyainya atau masih berfungsikah menurut kebanggaan kita? Saya membayangkan, suatu kali nanti, ketika saya tanya cucu saya, apakah Minangkabau itu? Dengan santai cucu saya langsung menjawab: nama bandara dekat <em><span style="color:#ff0000;">Padang</span></em>, ibukota Sumatera Barat. Nah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan pertemuan kita selama ini hanya bicara tentang bagaimana Minangkabau di masa lalu, bagaimana kebanggaan-kebanggaan semu kita terhadap itu semua, dan nyaris tak bicara bagaimana nilai dan kebanggaan itu bisa tetap kita pakai di masa depan.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#0000ff;">Globalisasi</span></em><br />
Globalisasi mencemaskan banyak orang, yang tidak kuat akan terlindas dan larut hilang. Globalisasi menjadi gelombang tsunami menakutkan yang siap menyapu semua. Tidakkah globalisasi juga membuka peluang penguatan bagi semua <span style="color:#ff0000;"><em>kelompok kebudayaan</em></span>. Ketika globalisasi tiba, semua orang memerlukan jati diri dan bangga dengan identitasnya. Sebagai kebudayaan yang sangat dinamis dan terbuka, Minangkabau justru akan semakin kuat dengan adanya globalisasi, mengingat makin pentingnya nilai yang mampu memberikan perbedaan spesifik dan berakar. <em><span style="color:#ff0000;">Matrilini</span></em> adalah pilihan berbeda di tengah <em><span style="color:#ff0000;">budaya patrilini</span></em> yang mendunia, dan pilihan berbeda tentu saja mengakibatkan tekanan dari semua arah, termasuk dari dalam diri sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#0000ff;">Minangkabau atau Sumatera Barat</span></em><br />
Dua hal ini berbeda tapi banyak dicampur aduk-kan. Minangkabau adalah <span style="color:#ff0000;"><em>w</em><em>ilayah kebudayaan</em></span>. Tak ada <em><span style="color:#0000ff;">batas geografisnya</span></em> seperti ungkapan<em><span style="color:#0000ff;"> dikambang saleba alam</span></em><span style="color:#ff00ff;">***</span>. Sumatera Barat hanyalah wilayah adiministratif dalam wilayah republik Indonesia, yang orang Minang terlibat aktif dan memberikan kontribusi dalam pembentukannya. Mengingat hal ini, menjadi sangat tak masuk akal adanya gagasan <em><span style="color:#ff0000;">Provinsi Minangkabau</span></em>, sebagaimana dilansir beberapa pihak. Dalam banyak masalah, kita sering mencampuradukkan kedua batasan ini. <em><span style="color:#ff0000;">Pekan Budaya Sumatera Barat</span></em> misalnya, bagaimana menuntutnya sama dengan <em><span style="color:#ff0000;">Pekan Budaya Minangkabau</span></em>? Dalam provinsi Sumatera Barat ada etnis lain, yang hidup berdampingan dan berkulturasi dengan orang Minang. Bagaimana memahami wayang berbahasa Minang di <em><span style="color:#ff0000;">Darmasyraya</span></em> atau <em><span style="color:#ff0000;">tari ronggeng</span></em> di<em><span style="color:#ff0000;"> Pasaman Barat</span></em>?</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#0000ff;">Minangkabau atau Pagaruyung</span></em><br />
Ini juga dua hal yang belum dapat dijelaskan dengan baik. Banyak orang Minang yang mengira bahwa <span style="color:#ff0000;"><em>P</em><em>agaruyung</em></span> sama dengan <em><span style="color:#ff0000;">kerajaan Minangkabau</span></em> atau paling tidak wilayahnya adalah Minangkabau. Apakah kerajaan Pagaruyung itu sama format dan bentuknya dengan <em><span style="color:#ff0000;">kerajaan Mataram</span></em> atau <em><span style="color:#ff0000;">kerajaan Kutai</span></em>? Tidak sama, kata seorang teman. Bagaimana perbedaannya. Banyak yang belum bisa menjernihkannya. <em><span style="color:#ff0000;">Istana Paguruyung</span></em> seolah menjadi <em><span style="color:#ff0000;">keraton kerajaan orang Minangkabau</span></em> yang sama pengertiannya dengan istana kerajaan lain. Bahwa Minangkabau dan Pagaruyung itu berhubungan timbal balik dan tidak dapat dilepaskan satu sama lainnya, itu benar. Perlu penjelasan tentang bagaimana hubungan itu tidak berlangsung sama dengan di tempat lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#0000ff;">Gebu Minang, adat salingka nagari</span></em><br />
Banyak orang yang sependapat bahwa<span style="color:#ff0000;"> <em>Gebu Minang</em></span> belum mampu menyelesaikan banyak hal yang diinginkan atau dibayangkan orang ketika lembaga ini didirikan. <em><span style="color:#ff0000;">Gerakan Seribu Minang</span></em> artinya ketika didirikan, sudah disempurnakan menjadi <em><span style="color:#ff0000;">Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau</span></em>. Program awalnya, termasuk kegiatan ekonomi seperti <em><span style="color:#ff0000;">BPR Gebu Minan</span></em>g, tidak banyak diketahui umum keberadaannya sekarang. Makin lama makin terasa kekuatannya melemah termasuk akibat situasi politik yang berubah. Yang jadi masalah utama adalah lembaga ini memakai nama Minangkabau dan kemudian beroperasi terutama di Sumatera Barat. Bagaimana dengan orang Minangkabau di luar Sumatera Barat? Beberapa kantong perantau memang coba dilibatkan, tapi bagaimana dengan<em><span style="color:#ff0000;"> wilayah kebudayaan Minangkabau</span></em> di luar <em><span style="color:#ff0000;">Sumatera Barat</span></em>? Lagipula, persatuan lebih kuat di tingkat yang lebih kecil. <em><span style="color:#0000ff;">Tagak nagari mamaga nagari</span></em><span style="color:#ff00ff;">****</span>.<em><span style="color:#ff0000;"> Ikatan perantau nagari</span></em> malah jauh lebih kuat dan berdaya nyata.</p>
<p>***</p>
<p style="text-align: justify;">
<address><span style="color:#ff00ff;">*</span> Ranah dan rantau.</address>
<address><span style="color:#ff00ff;">**</span> Bunga pasir dan bunga kayu</address>
<address><span style="color:#ff00ff;">***</span> Dikembang selebar alam</address>
<address><span style="color:#ff00ff;">****</span> Tegak negeri memagar negri</address>
<address>
</address>
<address>***<br />
</address>
</p>
<p style="text-align: justify;">
<address><em><span style="color:#ff0000;">LKAAM </span></em>adalah singkatan dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau</address>
<address><em><span style="color:#ff0000;">APBN </span></em>adalah singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara</address>
<address><em><span style="color:#ff0000;">APBD </span></em>adalah singkatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah</address>
<p>***</p>
<p style="text-align: justify;">
<address style="text-align: justify;"><em><span style="color: #ff0000;">Muhammad Ibrahim Ilyas</span></em> yang <em><span style="color: #ff0000;">orang Chaniago</span></em> (<em><span style="color: #ff0000;">Bram Chaniago</span></em>) berasal dari daerah bernama <em><span style="color: #ff0000;">Lubuak Buayo</span></em> (Lubuk Buaya) di <em><span style="color: #ff0000;">Padang</span></em>, Sumatra Barat. Lahir di Padang pada tahun 1963, laki-laki yang dipanggil Bram ini adalah seorang pekerja teater yang juga seorang penulis puisi, esai, cerpen dan  naskah drama. Pernah terlibat dalam berbagai media massa, kini ia bergiat sebagai Sekretaris <span style="color: #0000ff;"><em>Dewan Kesenian Sumatra Barat</em></span> (<em><span style="color: #ff0000;">DKSB</span></em>).  Sebagaimana layaknya orang-orang pekerja seni lainnya di ranah dan rantau, Bram juga adalah seorang <em><span style="color: #0000ff;">pengamat kebudayaan Minangkabau</span></em>. Pemaparan dari Bram Chaniago di atas memberikan gambaran mengenai <em><span style="color: #0000ff;">permasalahan-permasalahan kebudayaan</span></em> -yang juga berhubungan dengan <em><span style="color: #0000ff;">permasalahan ekonomi</span></em>- yang lebih layak untuk dibahas oleh seluruh masyarakat Minangkabau.</address>
<address style="text-align: justify;"> </address>
<address style="text-align: justify;"> </address>
<address style="text-align: justify;"> </address>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<address style="text-align: justify;">Bram Chaniago adalah salah seorang pendiri daripada grup<em><span style="color: #ff0000;"> Debu Minang</span></em> (yang merupakan plesetan dari Gebu Minang) di facebook dalam rangka penolakan terhadap diselenggarakannya <span style="color: #0000ff;"><em>Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010</em></span> yang secara sepihak diprakarsai oleh <em><span style="color: #ff0000;">B</span><span style="color: #ff0000;">rigjen (Purn.) Saafroedin Bahar</span></em> bersama <em><span style="color: #ff0000;">Mochtar Naim</span></em> lewat lembaga bernama <em><span style="color: #ff0000;">Gebu Minang</span></em> dengan mengatasnamakan seluruh <em><span style="color: #ff0000;">masyarakat Minangkabau</span></em>.</address>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Muhammad%20Ibrahim%20Ilyas%20rang%20Chaniago%3A%20Alam%20Takambang%20Jadi%20Ngilu%2C%202&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F07%2F28%2Fmuhammad-ibrahim-ilyas-rang-chaniago-alam-takambang-jadi-ngilu-2%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/07/28/muhammad-ibrahim-ilyas-rang-chaniago-alam-takambang-jadi-ngilu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muhammad Ibrahim Ilyas rang Chaniago: Alam Takambang Jadi Ngilu, 1</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/07/26/muhammad-ibrahim-ilyas-rang-chaniago-alam-takambang-jadi-ngilu-1/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/07/26/muhammad-ibrahim-ilyas-rang-chaniago-alam-takambang-jadi-ngilu-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 00:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1802</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari belakangan ini bertumpuk masalah dan kejadian di sekeliling kita yang membuat dada sesak, pikiran mampet, hingga ingin berteriak, bacaruik*, atau bahkan muntah. Mari lihat beberapa di antaranya. Peterporn, TDL* naik, 48% pemilih tidak memberikan suara untuk pilkada gubernur sumbar, tabung gas meledak di mana-mana, gubernur baru akan dilantik (?), ada pilkada dua putaran di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari-hari belakangan ini bertumpuk masalah dan kejadian di sekeliling kita yang membuat dada sesak, pikiran mampet, hingga ingin berteriak, bacaruik*, atau bahkan muntah. Mari lihat beberapa di antaranya. <em><span style="color:#ff0000;">Peterporn</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">TDL</span></em><span style="color:#ff00ff;">*</span> naik, 48% pemilih tidak memberikan suara untuk <em><span style="color:#0000ff;">pilkada gubernur sumbar</span></em>, tabung gas meledak di mana-mana, gubernur baru akan dilantik (?), ada pilkada dua putaran di dua kabupaten, pasar kota semrawut, <em><span style="color:#0000ff;">lembaga-lembaga masyarakat</span></em> sakit, piala dunia dimenangkan oleh <em><span style="color:#ff0000;">Paul Gurita</span></em>, harga cabe naik dan seorang mentri menyarankan agar berhenti makan cabe, harga barang kebutuhan pokok dan tidak pokok melonjak, siaran tv dilarang, peluncuran buku dibubarkan polisi dan ini:<em><span style="color:#ff0000;"> Kongres Kebudayaan Minangkabau I 2010</span></em>.</p>
<p>Entah apa maksud pencantuman angka satu rumawi itu. Sepanjang pengetahuan saya, sangat panjang deretan aktivitas yang dapat dikatakan sejenis ini. Membentang sejak tahun 1960-an, jejeran aktivitas yang diberi nama kongres, seminar, lokakarya, rundiangan atau apa pun namanya, nyaris tak terhitung. Peristiwa itu pun diselenggarakan oleh lembaga yang sangat beragam: Pemda, Dinas tertentu, lembaga masyarakat, ikatan perantau, mahasiswa, sanggar, nagari dan seterusnya. Kegiatan itu juga berlangsung di banyak tempat: <em><span style="color:#ff0000;">Padang</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Batusangkar</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Bukittinggi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Jakarta</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Medan</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Bandung</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Yogya</span></em> dan entah di mana lagi. Saya tak tau apakah ada yang punya catatan dan dokumentasi lengkap tentang ini. Saking banyaknya, saya pernah mengatakan pada <em><span style="color:#ff0000;">Pak Mahyeldi Ansharullah</span></em> (sekarang <em><span style="color:#0000ff;">wakil walikota Padang</span></em>) dan <em><span style="color:#ff0000;">Dr. Nusyirwan Effendi</span></em> (waktu itu saya dan Nusyirwan terlibat sebagai panitia kongres tahun 2006 bersama <em><span style="color:#ff0000;">Wisran Hadi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Darman Moenir</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Yulizal Yunus</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Ivan Adilla</span></em>): sudah patut dan perlu diselenggarakan sebuah kongres atau seminar untuk membahas <em><span style="color:#ff0000;">kongres dan seminar-seminar Minangkabau</span></em> yang pernah dilaksanakan. Dengan begitu dapat dievaluasi apa yang sudah kita capai untuk dan demi <em><span style="color:#ff0000;">kebudayaan Minangkaba</span></em>u itu.</p>
<p>Kini tiba-tiba kita membaca kalimat <span style="color:#0000ff;"><em>Kongres Kebudayaan Minangkabau I</em></span>. Paling tidak, ini menyiratkan dua hal. Inilah <span style="color:#0000ff;"><em>kongres kebudayaan Minangkabau</em></span> yang pertama kali diselenggarakan. Sebelum ini tak ada yang setara atau lebih baik dari ini. Hal lain, ini menjadi pertanda akan ada kongres ke II dan seterusnya. Mau ditempatkan di mana catatan panjang yang telah terjadi? Bagaimana dengan pengulangan tema dan topik yang hampir selalu terjadi pada peristiwa semacam itu? Ini romantisme masa lalu, nostalgia, atau&#8230;? Apalagi ada beberapa tokoh kita yang menjadi langganan pembicara dan topik yang diusungnya nyaris merupakan perulangan-perulangan.</p>
<p>Saya setuju dan sepakat bahwa kita perlu membicarakan kebudayaan Minangkabau. Namun kita harus lebih dulu menyepakati apa yang perlu dibicarakan. Ada beberapa <em><span style="color:#ff0000;">FGD</span></em> (<em><span style="color:#0000ff;">focus group discussion</span></em>)yang saya tau dilaksanakan untuk persiapan kongres ini, sayang sekali saya tak berkesempatan menghadirinya, demikian juga beberapa kawan lain. Saya kuatir, ini akan menjadi sesuatu yang menitik dari atas. <em><span style="color:#ff0000;">Alam takambang jadi ngilu.</span></em>..</p>
<p>***</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">*</span><em><span style="color:#ff0000;"> TDL</span></em>: Tarif Dasar Listrik</p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Muhammad Ibrahim Ilyas</span></em> yang <em><span style="color:#ff0000;">orang Chaniago</span></em> (<em><span style="color:#ff0000;">Bram Chaniago</span></em>) berasal dari daerah bernama <em><span style="color:#ff0000;">Lubuak Buayo</span></em> (Lubuk Buaya) di <em><span style="color:#ff0000;">Padang</span></em>, Sumatra Barat. Lahir di Padang pada tahun 1963, laki-laki yang dipanggil Bram oleh rekan-rekannya ini adalah seorang pekerja teater yang juga seorang penulis puisi, esai, cerpen dan  naskah drama. Pernah terlibat dalam berbagai media massa, kini ia bergiat sebagai Sekretaris <span style="color:#0000ff;"><em>Dewan Kesenian Sumatra Barat</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">DKSB</span></em>).  Sebagaimana layaknya orang-orang pekerja seni lainnya di ranah dan rantau, Bram juga adalah seorang <em><span style="color:#0000ff;">pengamat kebudayaan Minangkabau</span></em>.</p>
<p>Bram Chaniago adalah salah seorang pendiri daripada grup<em><span style="color:#ff0000;"> Debu Minang</span></em> (yang merupakan &#8220;plesetan&#8221; dari Gebu Minang) di facebook dalam rangka penolakan terhadap diselenggarakannya <span style="color:#0000ff;"><em>Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010</em></span> yang secara sepihak diprakarsai oleh <em><span style="color:#ff0000;">B</span><span style="color:#ff0000;">rigjen (Purn.) Saafroedin Bahar</span></em> bersama <em><span style="color:#ff0000;">Mochtar Naim</span></em> lewat lembaga bernama <em><span style="color:#ff0000;">Gebu Minang</span></em> dengan mengatasnamakan seluruh <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Minangkabau</span></em>.</p>
<p>Pemaparan dari Bram Chaniago di atas memberikan gambaran mengenai  kongres-kongres dan seminar-seminar mengenai ke-Minangkabau-an dan hubungannya  dengan<em><span style="color:#ff0000;"> Kongres Kebudayaan Minangkabau I 2010</span></em>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Muhammad%20Ibrahim%20Ilyas%20rang%20Chaniago%3A%20Alam%20Takambang%20Jadi%20Ngilu%2C%201&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F07%2F26%2Fmuhammad-ibrahim-ilyas-rang-chaniago-alam-takambang-jadi-ngilu-1%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/07/26/muhammad-ibrahim-ilyas-rang-chaniago-alam-takambang-jadi-ngilu-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Patriarch Jawa dan Upacara Ngabekten &#8211; Bagian 1</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/07/23/sang-patriarch-jawa-dan-upacara-ngabekten-bagian-1/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/07/23/sang-patriarch-jawa-dan-upacara-ngabekten-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 17:44:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patriarchaat]]></category>
		<category><![CDATA[patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[abdi dalem laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[abdi dalem perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Bangsal Kencono]]></category>
		<category><![CDATA[bapak penguasa Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[bapak-bapak penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[bapak-bapak penguasa dalam masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Gedong Pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[GKR Hemas]]></category>
		<category><![CDATA[GKR Pembayun]]></category>
		<category><![CDATA[GRAy Condro Kirono]]></category>
		<category><![CDATA[GRAy Nur Kamnari Dewi]]></category>
		<category><![CDATA[GRAy Nurabra Juwita]]></category>
		<category><![CDATA[GRAy Nurwijareni]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton Yogya]]></category>
		<category><![CDATA[KKM 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres Kebudayaan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[kursi kebesaran]]></category>
		<category><![CDATA[laku dhodhok]]></category>
		<category><![CDATA[Ngabekten]]></category>
		<category><![CDATA[para patriarch]]></category>
		<category><![CDATA[patriarchat]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi DIY]]></category>
		<category><![CDATA[sang patriarch Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hamengku Buwono X]]></category>
		<category><![CDATA[Takwa]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi Ngabekten]]></category>
		<category><![CDATA[Tratag Proboyekso]]></category>
		<category><![CDATA[upacara Ngabekten]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1798</guid>
		<description><![CDATA[Tradisi &#8220;Ngabekten&#8221;, Ratu Hemas Cium Lutut Sultan
TEMPO Interaktif, Yogyakarta &#8211; Keraton Yogya menggelar acara tradisi Ngabekten, khusus untuk abdi dalem perempuan di Tratag Proboyekso, Selasa (22/9). Acara diawali oleh GKR Hemas dengan cara mencium lutut Sultan Hamengku Buwono X sebagai tanda berbakti kepada raja sekaligus meminta maaf berkait dengan hari raya Idul Fitri.
Setiap hari raya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;">Tradisi &#8220;Ngabekten&#8221;, Ratu Hemas Cium Lutut Sultan</span></p>
<p><a href="http://memobisnis.tempointeraktif.com/hg/sungkem_09/2009/09/22/brk,20090922-199025,id.html"><em><span style="color:#0000ff;">TEMPO Interaktif, Yogyakarta</span></em></a> &#8211; <em><span style="color:#ff0000;">Keraton Yogya</span></em> menggelar acara tradisi <em><span style="color:#ff0000;">Ngabekten</span></em>, khusus untuk <em><span style="color:#0000ff;">abdi dalem perempuan</span></em> di <em><span style="color:#ff0000;">Tratag Proboyekso</span></em>, Selasa (22/9). Acara diawali oleh <em><span style="color:#ff0000;">GKR Hemas </span></em>dengan cara <em><span style="color:#0000ff;">mencium lutut Sultan Hamengku Buwono X</span></em> sebagai tanda berbakti kepada raja sekaligus meminta maaf berkait dengan hari raya Idul Fitri.</p>
<p>Setiap hari raya Idul Fitri, keraton Yogya selalu menggelar dua kali acara tradisi Ngabekten, yakni untuk <em><span style="color:#0000ff;">abdi dalem laki-laki</span></em> dan kemudian untuk <em><span style="color:#0000ff;">abdi dalem prempuan</span></em>. Ngabekten untuk abdi dalem laki-laki digelar di <em><span style="color:#ff0000;">Bangsal Kencono</span></em>, Senin (21/9). Sedangkan Ngabekten untuk abdi dalem perempuan dilaksanakan di Tratag Proboyekso (sebuah bangunan yang terletak antara Bangsal Kencono dan<em><span style="color:#ff0000;"> Gedong Pusaka</span></em>), Selasa (22/9).</p>
<p>Acara Ngabekten untuk abdi dalem perempuan ini dimulai seitar pukul 10.00, ditandai dengan kehadiran <em><span style="color:#ff0000;">Sultan Hamengku Buwono X</span></em> di kursi kebesaran yang telah di siapkan di Tratag Proboyekso. “Maju.” kata Sultan Hamengku Buwono X, sekaligus sebagai <em><span style="color:#0000ff;">perintah dimulainya acara Ngabekten</span></em>.</p>
<p>GKR Hemas mengawali acara Ngabekten, dengan cara “<em><span style="color:#ff0000;">laku dhodhok</span></em>” (berjalan dalam posisi jongkok) menuju Sultan Hamengku Buwono X yang duduk di <em><span style="color:#0000ff;">kursi kebesarannya</span></em>. Setelah menghaturkan sembah, GKR Hemas kemudian mencium lutut Sultan Hamengku Buwono X, dan kemudian kembali ke tempat duduk dengan cara “laku dhodhok” juga.</p>
<p>Usai GKR Hemas, kemudian diikuti kelima putri Sultan yakni <em><span style="color:#ff0000;">GKR Pembayun</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">GRAy Condro Kirono</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">GRAy Nur Kamnari Dewi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">GRAj Nurabra Juwita</span></em> dan G<em><span style="color:#ff0000;">RAj Nurwijareni</span></em>.<em><span style="color:#0000ff;"> Setelah GKR Hemas dan kelima putrinya, kemudian diikuti para abdi dalem perempuan, termasuk istri walikota dan bupati di wilayah Provinsi DIY.</span></em></p>
<p>Acara Ngabekten ini berlangsung dalam suasana hening. Tak ada suara gamelan atau <em><span style="color:#0000ff;">gendhing-gendhing Jawa</span></em>. Hanya suara kicauan burung yang terdengar selama acara Ngabekten. Karena bersifat acara tradisi, semua peserta mengenakan pakaian tradisional Jawa. Sultan Hamengku Buwono X mengenakan busana <em><span style="color:#ff0000;">Takwa</span></em> (surjan bermotif bunga, kain dan blangkon), sementara para abdi dalem perempuan mengenakan kain, kebaya, rambut gelung tekuk dan tanpa mengenakan alas kaki.</p>
<p>Juga tidak ada acara pidato pada acara Ngabekten ini. Hanya ada dua kata yang keluar dari mulut Sultan Hamengku Buwono X, yakni “maju” untuk menandai dimulainya Ngabekten, dan kata “mundur” untuk mengakhiri acara Ngabekten.</p>
<p>***</p>
<p>Tulisan ini adalah tulisan pertama dari rangkaian tulisan yang membahas tentang <em><span style="color:#ff0000;">para patriarch</span></em> (<span style="color:#0000ff;">Bapak-bapak penguasa masyarakat</span>) dan polemik yang sedang terjadi dalam <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Minangkabau</span></em> sekarang yaitu penyelenggaraan<em><span style="color:#ff0000;"> Kongres Kebudayaan Minangkabau 2010</span></em> atau yang lebih dikenal dengan <em><span style="color:#ff0000;">KKM 2010</span></em>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Sang%20Patriarch%20Jawa%20dan%20Upacara%20Ngabekten%20%26%238211%3B%20Bagian%201&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F07%2F23%2Fsang-patriarch-jawa-dan-upacara-ngabekten-bagian-1%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/07/23/sang-patriarch-jawa-dan-upacara-ngabekten-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merantau The Movie</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/04/12/merantau-the-movie/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/04/12/merantau-the-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 17:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[clan chief]]></category>
		<category><![CDATA[Datuak]]></category>
		<category><![CDATA[datuk]]></category>
		<category><![CDATA[Edwel Datuk Rajo Gampo Alam]]></category>
		<category><![CDATA[European Human Trafficking Ring]]></category>
		<category><![CDATA[Fantastic Fest]]></category>
		<category><![CDATA[Gampo Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Gareth Evans]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[gender separation]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Silek]]></category>
		<category><![CDATA[Hawaii International Film Festival]]></category>
		<category><![CDATA[INAFFF]]></category>
		<category><![CDATA[Inyiak]]></category>
		<category><![CDATA[JIFFEST]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja Netpac 4th Asian Film Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Marche DU FILM]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[merantau tradition]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau culture]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau literature]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau martial arts]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau realm]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau Silek]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau world]]></category>
		<category><![CDATA[mother-child relationships]]></category>
		<category><![CDATA[mother-son relationships]]></category>
		<category><![CDATA[motherland]]></category>
		<category><![CDATA[patriarchal world]]></category>
		<category><![CDATA[penghulu]]></category>
		<category><![CDATA[Puchon International Fantastic Film Festival]]></category>
		<category><![CDATA[rantau]]></category>
		<category><![CDATA[Samurai]]></category>
		<category><![CDATA[Shoguns]]></category>
		<category><![CDATA[Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Silek]]></category>
		<category><![CDATA[Silek movements]]></category>
		<category><![CDATA[Sinanok valley]]></category>
		<category><![CDATA[Sitges Film Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatran tigers]]></category>
		<category><![CDATA[Tan Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[the Palm Springs International Film Festival]]></category>
		<category><![CDATA[the ruling class]]></category>
		<category><![CDATA[the warrior class]]></category>
		<category><![CDATA[the world's oppressed people]]></category>
		<category><![CDATA[West Sumatra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1737</guid>
		<description><![CDATA[
Merantau is one of many Minangkabau deep-rooted traditions which are still carried out to this day. Its main objective is for young people to seek experience outside the motherland. Because as they are young, they cannot yet be useful for  the society at home. Merantau tradition is often misunderstood as a tradition just for boys, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"><em>Merantau </em></span>is one of many Minangkabau deep-rooted traditions which are still carried out to this day. Its main objective is for young people to seek experience outside the <em><span style="color: #ff0000;">motherland</span></em>. Because as they are young, they cannot yet be useful for  the society at home. <em><span style="color: #ff0000;">Merantau tradition</span></em> is often misunderstood as a tradition just for boys, because it seems to be popular only among boys and young men. But <em><span style="color: #ff0000;">Minangkabau culture </span></em>is not  based on <em><span style="color: #ff0000;">gender</span></em> or <span style="color: #ff0000;"><em>gender separation</em></span>. Therefore, there is no activity or work which is intended only for men or only for women. Just like <em><span style="color: #ff0000;">Silek</span></em> martial arts and cooking, this tradition is carried out by Minangkabau women as well as by the Minangkabau men.</p>
<p style="text-align: justify;">Merantau the movie is a action movie that takes the <span style="color: #0000ff;"><em>Minangkabau  cultural background</em></span> as the main theme, especially Silek (Minangkabau martial arts) and Minangkabau merantau tradition. This movie also pictures another common theme in the Minangkabau literature, the role of the mother in the life of every Minangkabau men and the relationship between a mother and her son. <em><span style="color: #ff0000;">Silek</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">merantau </span></em>and <em><span style="color: #ff0000;">mother-child relationships</span></em> (especially <em><span style="color: #ff0000;">mother-son relationship</span><span style="color: #ff0000;">s</span></em>) are common themes in the <span style="color: #000000;">Minangkabau literature.</span></p>
<p style="text-align: justify;">This movie is clearly different from other action movies like those about <em><span style="color: #ff0000;">Samurai</span></em> with emphasis on themes such as the killings and the arts of killing people, on <em><span style="color: #ff0000;">the </span><span style="color: #ff0000;">warrior caste</span></em> or <em><span style="color: #ff0000;">class </span></em>working for <em><span style="color: #ff0000;">the ruling class</span></em> or <em><span style="color: #ff0000;">caste </span></em>in the society and the quest to be the best killer (in the Japanese context, it would be the Samurai working for the <em><span style="color: #ff0000;">Shoguns</span></em>)  and on the cult of the culture of violence. It has a totally different emphasis.That is, martial arts as pure self-defense, as pure self-defense is the core of <em><span style="color: #ff0000;">Minangkabau Silek</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">The video from youtube below is the trailer of Merantau. It portrays a life of a Minangkabau boy. Yuda, the main character in this movie, is a young man living in a village in the picturesque and peaceful Minangkabau realm. With the permission of his mother, he left his village and went to <em><span style="color: #ff0000;">rantau </span></em>(the area outside the motherland), to Jakarta, to a place described as  full of and filled with violence. Accidentally, in his attempts to rescue a woman from a group of men who treated her badly, he came into contact with and had to deal with <span style="color: #0000ff;"><em>the European human trafficking ring</em></span> which cost him his death.</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/X0riDmDY4ak&amp;hl=de_DE&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/X0riDmDY4ak&amp;hl=de_DE&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Yuda&#8217;s story, is the story of many Minangkabau boys and girls who went merantau. A story of leaving a world of peace and love which is <em><span style="color: #ff0000;">the  Minangkabau realm</span></em>, going into the savage and cruel world which is <em><span style="color: #ff0000;">the patriarchal world</span></em>, running into the oppressed people, defending them and by doing it,  eventually meeting their end in <em><span style="color: #ff0000;">rantau</span></em>. <em><span style="color: #ff0000;">Tan Malaka</span></em>, the founder of the Republic of Indonesia, is one example of a Minangkabau man who suffered the same fate  as Yuda as the defender of <em><span style="color: #0000ff;">the world&#8217;s oppressed people</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">The writer and director of this movie, an Englishman named <em><span style="color: #ff0000;">Gareth Evans</span></em>, took an  interest in making a movie about <em><span style="color: #ff0000;">Silek </span></em>and the Minangkabau merantau  tradition at the time of the making of a documentary movie <em>about <span style="color: #ff0000;">Silat </span></em>in  Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Silek, Minangkabau martial arts, has a lot of styles and schools.  Merantau is based on the style called <em><span style="color: #ff0000;">Harimau Silek.</span></em> <em><span style="color: #ff0000;">Harimau </span></em>means tiger  and as its name already reveals, the movements of Harimau Silek are  based on the movements of the <em><span style="color: #ff0000;">Sumatran tigers.</span></em> For their role as  teachers in this style of Silek, Minang people often refer to the  Sumatran tigers with the honorary title or the call of honor <em><span style="color: #ff0000;">Inyiak</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">The video from youtube below is one of the videos taken during the  making of Merantau. It shows the choreography of  the movements of  Harimau Silek used in the movie. <em><span style="color: #ff0000;">Edwel Datuk Rajo Gampo Alam</span></em> is the choreographer of the <em><span style="color: #0000ff;">Silek movements </span></em>used in <em><span style="color: #ff0000;">Merantau</span></em>. <em><span style="color: #ff0000;">Datuak Rajo Gampo  Alam</span></em> is his title as Minangkabau <em><span style="color: #ff0000;">panghulu</span></em> which is often  misinterpreted as &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">clan chie</span><span style="color: #ff0000;">f</span></em>&#8220;. <em><span style="color: #ff0000;">Datuak </span></em>or <em><span style="color: #ff0000;">Datuk </span></em>is a nickname given to  someone who becomes penghulu in the Minangkabau world. <em><span style="color: #ff0000;">Gampo Alam</span></em> is the real  title of this Harimau Silek coach as he was appointed as a panghulu. <em><span style="color: #ff0000;"> </span></em>In  the Minangkabau  language, the word &#8216;<em></em><em><span style="color: #ff0000;">alam</span></em>&#8216; can mean many things such as <em><span style="color: #ff0000;">nature</span></em>, <em> </em><em><span style="color: #ff0000;">earth</span></em>, <em> </em><em><span style="color: #ff0000;">world </span></em>and  also <em><span style="color: #ff0000;">universe</span></em>. <em><span style="color: #ff0000;">Gampo  Alam</span></em> in this case means earthquake.</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="640" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/J1S8oa46MTY&amp;hl=de_DE&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="640" height="385" src="http://www.youtube.com/v/J1S8oa46MTY&amp;hl=de_DE&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;">Merantau has been screened at various festivals such as at the <span style="color: #0000ff;"><em><span style="color: #000000;"><span style="color: #0000ff;">Palm Springs   International Film Festiva</span>l</span></em> </span>(USA), <em><span style="color: #0000ff;">JIFFEST</span></em> &#8216;09 (Jakarta, INDONESIA),<span style="color: #000000;"> <span style="color: #0000ff;"><em>INAFFF</em></span> </span>&#8216;09 (Jakarta, INDONESIA), Singapore (as Merantau WARRRIOR), American Film Market (USA), <span style="color: #0000ff;"><em>Hawaii   International Film Festival</em></span> (USA), <span style="color: #0000ff;"><em>Kaohsiung Film Festiva</em>l</span> (Taiwan),<em> <span style="color: #0000ff;"> Sitges Film Festival</span></em> (Spain), <span style="color: #0000ff;"><em>Fantastic Fest</em></span> (USA), <span style="color: #0000ff;"><em>Jogja Netpac 4th Asian Film Festival</em></span> (Indonesia), PiFan 2009 &#8211; <span style="color: #0000ff;"><em>Puchon   International Fantastic Film Festival</em></span> (South Korea), and at the <em><span style="color: #0000ff;">Marche   DU FILM</span></em> (Cannes, France) in 2009.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">For those interested in action movies in  general and Minangkabau Silek in   particular, and wish to know more  about this movie, there are more videos and pictures on  the official website of <a href="http://www.merantau-movie.com/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Merantau</em></span></a>, on the   <em><span style="color: #0000ff;">Merantau Production Blog</span></em> on <a href="http://www.youtube.com/watch?v=4_LtdDB2AqY&amp;feature=PlayList&amp;p=6D141D6A3D682F56&amp;playnext_from=PL&amp;index=0&amp;playnext=1"><em><span style="color: #ff00ff;">youtube</span></em></a>,    on <a href="http://www.imdb.com/title/tt1368116/news?year%20=%202009"><span style="color: #ff00ff;"><em>imdb</em></span></a> or on <a href="http://vimeo.com/user745762"><em><span style="color: #ff00ff;">vimeo</span></em></a>. For those with an account on  facebook, a visit to <em><span style="color: #0000ff;">the Merantau fan group</span></em> <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=22990598002"><span style="color: #ff00ff;"><em>here</em></span></a> is worth a try.</p>
<p style="text-align: justify;">Brief reviews on Merantau can also be  read <a href="http://www.kungfucinema.com/full-trailer-for-silat-actioner-merantau-6887"><em><span style="color: #ff00ff;">here </span></em></a><em>and<a href="http://www.blacktrianglesilat.com/features/34-articles/72-silat-in-focus-merantau-film-review"><em><span style="color: #ff00ff;"> here </span></em></a>.</em></p>
<p style="text-align: justify;">The movie is shoot at the picturesque <em><span style="color: #ff0000;">Sianok valley</span></em> in <em><span style="color: #ff0000;">Bukit Tinggi</span></em>, West Sumatra and in Jakarta.<em><br />
</em></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Merantau%20The%20Movie&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F04%2F12%2Fmerantau-the-movie%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/04/12/merantau-the-movie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obama, Penghargaan Nobel Perdamaian, dan Penghinaan Terhadap Kata Perdamaian Itu Sendiri</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/03/31/obama-penghargaan-nobel-perdamaian-dan-penghinaan-terhadap-kata-perdamaian-itu-sendiri/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/03/31/obama-penghargaan-nobel-perdamaian-dan-penghinaan-terhadap-kata-perdamaian-itu-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 12:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Afrika]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[animis]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[atheis]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa Arab]]></category>
		<category><![CDATA[bapak-bapak penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[Barat]]></category>
		<category><![CDATA[budaya kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Budha]]></category>
		<category><![CDATA[Civilian National Security Force]]></category>
		<category><![CDATA[Damiyo]]></category>
		<category><![CDATA[diktator]]></category>
		<category><![CDATA[dunia Barat]]></category>
		<category><![CDATA[dunia patriarchal]]></category>
		<category><![CDATA[dunia-dunia patriarchal]]></category>
		<category><![CDATA[fasis]]></category>
		<category><![CDATA[fundamentalis Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[george Bush]]></category>
		<category><![CDATA[Hillary]]></category>
		<category><![CDATA[Hillary Clinton]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[hirarki masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar-kaisar Romawi]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar-kaisra Cina]]></category>
		<category><![CDATA[kasta tukang perang]]></category>
		<category><![CDATA[kelas tukang perang]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok fasis]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok fasis pencinta kekerasan dan perang]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok tukang perang]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan Minang]]></category>
		<category><![CDATA[kesultanan Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[komunis]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga-lembaga pemberi penghargaan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat egaliter]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat matriarchat]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat matrilineal]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat yang tidak mengenal kekerasan dan perang]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat-masyarakat pencinta kedamaian yang sesungguhnya]]></category>
		<category><![CDATA[Obama]]></category>
		<category><![CDATA[panitia pemberi penghargaan Nobel]]></category>
		<category><![CDATA[para Daimyo dan Shogun Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[para diktator masa kini]]></category>
		<category><![CDATA[para patriarch]]></category>
		<category><![CDATA[para Tsar rusia]]></category>
		<category><![CDATA[patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[pencinta kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[pencinta kekerasan dan perang]]></category>
		<category><![CDATA[pencinta perang]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan Nobel]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan Nobel perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[raja]]></category>
		<category><![CDATA[raja-raja Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[raja-raja India]]></category>
		<category><![CDATA[raja-raja Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Shogun]]></category>
		<category><![CDATA[Suharto]]></category>
		<category><![CDATA[Sukarno]]></category>
		<category><![CDATA[sultan]]></category>
		<category><![CDATA[sultan-sultan Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Tsar]]></category>
		<category><![CDATA[ultra-kekerasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1726</guid>
		<description><![CDATA[Obama mania dan kemenangan Obama yang menyusul sesudahnya, didorong salah satunya oleh harapan untuk melihat dunia yang lebih baik, dunia tanpa perang, dan dunia tanpa hiruk pikuk kekerasan. Dan ini banyak sedikitnya didorong oleh warna kulit hitam dari Obama. Banyak orang berharap bahwa dengan terpilihnya orang berkulit hitam, maka Amerika Serikat akan mengubah arah politiknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Obama mania</span></em> dan kemenangan Obama yang menyusul sesudahnya, didorong salah satunya oleh harapan untuk melihat dunia yang lebih baik, dunia tanpa perang, dan dunia tanpa hiruk pikuk kekerasan. Dan ini banyak sedikitnya didorong oleh warna kulit hitam dari Obama. Banyak orang berharap bahwa dengan terpilihnya orang berkulit hitam, maka <em><span style="color:#ff0000;">Amerika Serikat</span></em> akan mengubah arah politiknya yang penuh dengan kekerasan dan perang, menjadi sebaliknya, sehingga perdamaian akan tercipta. Apakah itulah yang akan terjadi di dunia? Video dari youtube yang berjudul &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Civilian National Security Force</span></em>&#8221; di bawah ini memperlihatkan siapa sebenarnya Obama.</p>
<p style="text-align:center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/AdF5TQIv1fU&amp;hl=de_DE&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/AdF5TQIv1fU&amp;hl=de_DE&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam video ini Obama mengatakan hal berikut ini:</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">We cannot continue to rely only on our military in order to achieve the national security objectives that we&#8217;ve set. We got to have a civilian national security force that&#8217;s just as powerful, just as strong, just as well-funded.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Dan berikut terjemahan bebas dari saya:</p>
<p style="text-align: justify; padding-left: 30px;"><span style="color: #0000ff;"><em>Kita tidak bisa terus-menerus hanya mengandalkan pada angkatan bersenjata  (baca: tukang perang dan pembunuh) kita untuk mencapai tujuan-tujuan dalam bidang keamanan yang telah kita tetapkan. Kita harus memiliki angkatan bersenjata nasional untuk bidang keamanan yang diangkat dari orang-orang sipil yang sama berkuasanya, sama kuatnya dan sama pembiayaannya.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pendapat bahwa &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Obama adalah lebih baik dari George Bush</em></span>&#8221; adalah suatu pendapat yang sangat keliru. Terpilihnya Obama hanya membuktikan keengganan tatanan politik dari Amerika Serikat yang sangat seksis untuk bisa menerima presiden perempuan (<em><span style="color:#ff0000;">Hillary Clinton</span></em>) sebagai pemimpin mereka. Kemenangan Obama terhadap Hillary juga hanya membuktikan kenyataan rendahnya posisi perempuan di Amerika Serikat dan bahwa tempat posisi perempuan tetaplah  berada di bawah laki-laki. Perempuan kulit putih tetaplah berada di bawah laki-laki; apakah itu laki-laki berkulit hitam sekalipun.  Dan tempat bagi perempuan kulit hitam dan latin berada di bagian paling bawah dalam <em><span style="color:#ff0000;">hirarki masyarakat</span></em> di <em><span style="color:#ff0000;">AS</span></em>. Lagipula, Obama tidaklah sepenuhnya keturunan daripada orang kulit hitam belaka, melainkan adalah anak seorang perempuan kulit putih.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketertindasan masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat tidak berarti bahwa orang kulit hitam itu pencinta kedamaian dan bahwa orang kulit hitam akan bisa membawa perdamaian. Orang kulit hitam sendiri ikut bermain dalam ketertindasan orang kulit hitam di AS dan Amerika pada umunya. Orang kulit hitam ikut membantu orang-orang kulit putih Eropa dalam menangkapi orang-orang kulit hitam di <em><span style="color:#ff0000;">Afrika</span></em> untuk dibawa ke benua <em><span style="color:#ff0000;">Amerika</span></em> dan dijadikan budak. Banyak orang-orang kulit hitam yang mempunyai posisi yang tinggi dalam hirarki kekuasaan di Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan untuk menindas orang-orang kulit hitam sendiri. Banyak pula orang-orang kulit putih yang berjuang untuk perdamaian dan perbaikan nasib orang-orang kulit hitam.</p>
<p style="text-align:justify;">Perdamaian tidak mempunyai warna kulit. Perdamaian tidak berwarna hitam. Perdamaian tidak pula berwarna putih. Perdamaian hanya berarti perdamaian. Apakah yang menyuarakannya berwarna hitam ataupun putih. Apakah yang menyuarakannya diberi label <em><span style="color:#ff0000;">Islam</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Kristen</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Hindu</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Budha</span></em>, <span style="color: #ff0000;"><em>Yahudi</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">komunis</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">ateis</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">animis</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">kiri</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">kanan</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Barat</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Timur</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Utara</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Selatan</span></em>,  dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketertindasan, tidak pernah berarti perdamaian. Hanya karena seseorang atau suatu masyarakat tertentu tertindas, tidak berarti bahwa mereka adalah orang baik atau orang-orang pencinta kedamaian. Orang-orang tertindas di seluruh dunia, yang tidak bisa melawan ketertindasannya, cenderung untuk mengadopsi budaya daripada orang, kelompok ataupun masyarakat yang menindasnya. Itulah yang selalu terjadi di seluruh dunia. <em><span style="color:#ff0000;">Masyarakat Jawa</span></em> yang ditindas oleh tukang-tukang perang dari daerah yang disebut <em><span style="color:#ff0000;">India</span></em> sekarang ini, mengadopsi budaya penindasnya dan mengulang-ngulang cerita-cerita raja-raja dan cerita-cerita perang bangsa penindasnya, <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Jerman</span></em> yang ditindas oleh <em><span style="color:#ff0000;">kekaisaran Romawi</span></em> mengulang-ngulang dan membangga-banggakan cerita-cerita &#8220;kebesaran&#8221;, cerita-cerita perang dan cerita-cerita para kaisar daripada kekaisaran Romawi, <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Minang</span></em> yang ditindas oleh <em><span style="color:#ff0000;">kesultanan Aceh </span></em>mengelu-ngelukan Aceh dan selalu ingin seperti Aceh dalam hal ke-Islam-an, masyarakat Minang yang ditindas masyarakat Jawa dengan <em><span style="color:#ff0000;">budaya kerajaan</span></em>-nya, mengelu-ngelukan <em><span style="color:#ff0000;">budaya raja-raja Jawa </span></em>dan berusaha untuk juga membesar-besarkan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">kerajaan Minang</span></em>&#8221; yang &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">tidak kalah dengan kerajaan Jawa</span></em>&#8220;, masyarakat Minang yang ditindas oleh para <em><span style="color:#ff0000;">f</span><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff0000;">un</span>damentalis Wahabi</span></em>, mengelu-elukan cerita-cerita perang <em><span style="color:#ff0000;">bangsa Arab</span></em> dan hal-hal yang berbau <em><span style="color:#ff0000;">Arab Saudi</span></em>. Ini hanyalah sebagian contoh saja daripada masyarakat-masyarakat tertindas di dunia ini. Banyak lagi contoh-contoh lainnya dari seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemberian <span style="color: #0000ff;"><em>penghargaan Nobel perdamaian</em></span> kepada Obama membuktikan bahwa <em><span style="color:#ff0000;">dunia Barat</span></em> tidak mengerti mengenai kata perdamaian. Sekalipun mengerti, maka kata perdamaian inti dijungkirbalikkan artinya menjadi dalam arti perang. Kebijakan Obama yang bahkan membangun kekuatan perang dari masyarakat sipil, membuktikan Obama dan orang-orang yang ada di belakangnya adalah <span style="color: #0000ff;"><em>kelompok fasis pencinta kekerasan dan perang</em></span>. Hanya kelompok fasislah yang membangun <em><span style="color:#ff0000;">kelompok tukang perang</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">kasta tukang perang</span></em> ataupun <em><span style="color:#ff0000;">kelas tukang perang</span></em>. Entah itu bernama <em><span style="color:#ff0000;">kaisar-kaisar Romawi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">raja-raja India</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">raja-raja Eropa</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">sultan-sultan Arab</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">kaisar-kaisar Cina</span></em>,<em><span style="color:#ff0000;"> para Tsar Rusia</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">para Daimyo, Shogun dan kaisar Jepang</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">para diktator masa kini</span></em> (baik kiri maupun kanan), <em><span style="color: #ff0000;">p</span><span style="color: #ff0000;">ara penguasa agama</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">para penguasa ekonomi dan keuangan</span></em>, <span style="color: #ff0000;"><em>raja-raja Jawa</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">Sukarno</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Suharto</span></em> maupun <em><span style="color:#ff0000;">Susilo Bambang Yudhoyono </span></em><span style="color:#ff0000;"><span style="color: #000000;">(</span></span><em><span style="color:#ff0000;">SBY</span>)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia Barat tampaknya perlu belajar mengenai arti kata perdamaian dan perlu banyak belajar pada <span style="color: #0000ff;"><em>masyarakat-masyarakat pencinta kedamaian yang sesungguhnya</em></span> ataupun<span style="color: #0000ff;"> <em>masyarakat-masyarakat yang tidak mengenal kekerasan dan perang</em></span>. Obama, <span style="color: #0000ff;"><em>panitia pemberi penghargaan Nobel</em></span> &#8220;perdamaian&#8221; dan dunia Barat harus belajar lagi mengenai arti kata perdamaian dan cara-cara memperdamaikan masyarakat kepada masyarakat-masyarakat dunia yang dikenal sebagai<em> <span style="color:#ff0000;">masyarakat egaliter</span></em>,<em><span style="color:#ff0000;"> masyarakat matrilinear</span></em> ataupun <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat matriarchal</span></em>. Dunia Barat bisa belajar kepada masyarakat-masyarakat  matriarchal yang bahkan kata membunuh saja mereka tidak punya, karena membunuh tidak pernah menjadi bagian daripada budaya mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia Barat bisa belajar kepada <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Minangkabau</span></em> mengenai cara-cara penyelesaian konflik dan cara-cara untuk menyusun dan merangkai kata-kata untuk menyelesaikan masalah. Dunia Barat bisa belajar kepada masyarakat Minangkabau, bahwa perdamaian bisa dicapai ketika anak laki-laki utamanya diajari dan dilatih untuk menyusun kata-kata  dalam bentuk entah berpantun,  berbalas pantun, bersilat lidah dan lain sebagainya, <span style="color: #0000ff;"><em>bukannya melatih mereka untuk tidak menggunakan lidahnya dan otaknya untuk merangkai kata-kata dalam kehidupan bermasyarakat dan malahan melatih mereka untuk menggunakan ototnya dan senjata untuk membunuh, membantai, merampok, menyiksa dan memperkosa</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemberian penghargaan Nobel perdamaian kepada Obama membuktikan penghinaan terhadap kata perdamaian itu sendiri oleh lembaga pemberi penghargaan Nobel pada khususnya dan oleh dunia Barat pada umumnya. Hal ini juga membuktikan bahwa <span style="color: #0000ff;"><em>lembaga-lembaga pemberi penghargaan Barat</em></span> tidak layak dipercaya dan bahwa<em><span style="color: #ff0000;"> dunia Barat</span></em>, sama halnya dengan <em><span style="color: #ff0000;">dunia-dunia patriarchal</span></em> lainnya, tetaplah dunia yang penuh dengan budaya ultra-kekerasan dan perang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebijakan Obama dan orang-orang yang berperan penting dibelakangnya, membuktikan bahwa Obama bahkan lebih fasis daripada seorang <em><span style="color:#ff0000;">George Bush </span></em>yang berkulit putih. Anak laki-laki siapakah yang akan dikorbankannya untuk mati di medan perang dan daerah-daerah konflik buatan lainnya? Anak laki-laki berkulit hitamkah? Keturunan  Amerika Latin-kah? Atau keturunan orang-orang Eropa Timur-kah? Dan negara-negara atau daerah-daerah manakah yang akan menjadi sasaran serbuan dari kelompok-kelompok tukang perang (pembunuh dan pembantai) baru buatan Obama dan <em><span style="color:#ff0000;">para patriarch</span></em> (<span style="color: #0000ff;"><em>Bapak-bapak penguasa</em></span>) Amerika Serikat ini? Indonesia-kah? Afrika-kah? Asia-kah? atau bahkan Amerika Serikat?</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Obama%2C%20Penghargaan%20Nobel%20Perdamaian%2C%20dan%20Penghinaan%20Terhadap%20Kata%20Perdamaian%20Itu%20Sendiri&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F03%2F31%2Fobama-penghargaan-nobel-perdamaian-dan-penghinaan-terhadap-kata-perdamaian-itu-sendiri%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/03/31/obama-penghargaan-nobel-perdamaian-dan-penghinaan-terhadap-kata-perdamaian-itu-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SBY, Dadaaaahhhh&#8230;.</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/03/03/sby-dadaaaahhhh/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/03/03/sby-dadaaaahhhh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 22:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1715</guid>
		<description><![CDATA[Sengsara Banget Yak!
Si BuaYa
$by
Sontoloyo Banget Yah
SUPAYA BISA YAHUD
sILEbAy
Suka bimbang ya..
Susilowati Bembi Youdonadoni
Susislow Bimbang Youdontknow
Semok Bohai Yahud
Siapa bau ya..
Suka Bakpaw Yank
SUSAH BAYAR YA
Sial Beckham orang Yahudi
Sayang Bugil Yuk!!! ^^
Susu BuaYa..
Sapi Bertatto Yahud
Saya Bingung Yah
Siapa Berani nYenggol????
Suaminya Bu Yudhoyono
Selesai Beol Yankk&#8230;
SUKA BENCANA YAAAA???
Sun Bentar Yank
Si BuaYa
Suka Bercanda Ya
Si Butet Yogya
Sate Bu Yati
Sate Bang Yayat
eSBeYe
Sang Buaya Ya?
Saya Bau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sengsara Banget Yak!</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Si BuaYa</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">$by</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sontoloyo Banget Yah</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">SUPAYA BISA YAHUD</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">sILEbAy</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka bimbang ya..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Susilowati Bembi Youdonadoni</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Susislow Bimbang Youdontknow</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Semok Bohai Yahud</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Siapa bau ya..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka Bakpaw Yank</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">SUSAH BAYAR YA</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sial Beckham orang Yahudi</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sayang Bugil Yuk!!! ^^</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Susu BuaYa..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sapi Bertatto Yahud</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya Bingung Yah</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Siapa Berani nYenggol????</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suaminya Bu Yudhoyono</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Selesai Beol Yankk&#8230;</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">SUKA BENCANA YAAAA???</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sun Bentar Yank</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Si BuaYa</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka Bercanda Ya</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Si Butet Yogya</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sate Bu Yati</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sate Bang Yayat</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">eSBeYe</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sang Buaya Ya?</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya Bau Yaaaa &#8230;..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Soslow Beembang Youdontknow</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Susah Bersama Yudhoyono</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Si Bodoh Yang malang&#8230;</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Semua Betul Yoi&#8230;&#8230;&#8230;!!!!!!!</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka Birokrasi Yooooww..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Selalu Belain Yahudi</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya Belom Yakin</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Susilo Bambang nYudo nyowo</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Selalu Bencana Yah..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Slow Banget You..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">&#8220;S&#8221;iluman &#8220;B&#8221;abi &#8220;Y&#8221;ou know????</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Seneng Buah ( </span><span style="color:#ff0000;">duren</span> <span style="color: #0000ff;">) Yuliana<span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;">(</span><span style="color:#ff0000;">ong</span><span style="color: #0000ff;">)</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Santai Bareng Yuuuk..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya Baik Yah&#8230;<span style="color: #ff0000;">LANUTKAN</span>!</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya Banci&#8230;.Yuuuuuukkk</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya Bingung Ya</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya Bimbang Ya</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya B Ya</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">SANTAP BARENG YUKZZ</span> <span style="color:#ff0000;">marrreeee</span>!</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Salah Besan Saya&#8230;</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">SUKA BOHONGIN YAKYAT</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sial Bener Ya</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Silit Bauk Yaaaaaa</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka <span style="color: #ff0000;">yang</span> Besar Ya <span style="color: #ff0000;">non</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sarang Bua Ya</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Soeharto Baru Ya&#8230;.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">SI BUDAK YAHUDI&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka Bo&#8217;ong Yaa</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Si Bambang lebaY</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Slow,, Bloon,, Ya..!!!</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Susah Banget Ya&#8230;..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya Benci You&#8230;.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sayadi Ba Yar.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Susilo Buat Yeti (</span><span style="color:#ff0000;">sejenis primata</span><span style="color: #0000ff;">)</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Siapa Bilang Yeeee&#8230;.</span><span style="color:#ff0000;"> siapa bilang saya baik, gituuu..</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Selalu Bicara Yg <span style="color: #ff0000;">normatif</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Sem Ba Yangan&#8230;. (</span><span style="color:#ff0000;">maklum orang cadel</span><span style="color: #0000ff;">)</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Singgah Bali Yukss&#8230;&#8230;.</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sok Bener Ya..</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sentury Bener2 Yahoet&#8230;</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Sponsor Bagi Yang</span> <span style="color:#ff0000;">tdk tegas</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka Bikin Ysu</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Si Banci Yudhoyono</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color:#ff0000;">eh</span> <span style="color: #0000ff;">Sontoloyo Baru Yaaaaaaaaaaaa&#8230;.</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sombong Banget Ya?!</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka Bullshit Yo</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Susah Bangat Yeaaaah!!!</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Saya Bukan Yang&#8230; (</span><span style="color:#ff0000;">memilih</span> <span style="color: #0000ff;">SBY)</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Srigala&#8230; Berbulu&#8230; Ya..</span>.<span style="color:#ff0000;">domba</span><span style="color: #0000ff;">, Ya&#8230;</span><span style="color:#ff0000;">ayam</span>.</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Simpanse, Bekantan, <span style="color: #ff0000;">atau</span> Yeti<span style="color: #0000ff;">?</span></span><span style="color: #0000ff;"> (</span><span style="color:#ff0000;">ha ha ha&#8230;semuanya prim<span style="color:#ff0000;">ata</span></span><span style="color:#ff0000;">!</span><span style="color: #0000ff;">)</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Semakin Bobrok Yndonesia</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka Boong Yah</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Saya Berusaha Yakin</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Semoga benar Ya&#8230;</span> <span style="color:#ff0000;">walau kamu boong. ha&#8230; ha&#8230; ha&#8230;!</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color:#ff0000;">ya</span> <span style="color: #0000ff;">Saya Bantu You&#8230;.</span> <span style="color:#ff0000;">eh tapi&#8230;</span> <span style="color: #0000ff;">Saya Bukan You&#8230;</span>. <span style="color:#ff0000;">h&#8230; jadi..</span><span style="color: #0000ff;">. Saya Biarkan Yu&#8230;</span> <span style="color:#ff0000;">ha..ha..ha&#8230;</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">&#8220;Semua Bilang Yel&#8230; yel&#8230;&#8221;</span> <span style="color:#ff0000;">ada ada yg berkata</span><span style="color: #0000ff;"> &#8221; Saya Brekar Ya&#8221;</span> <span style="color:#ff0000;">tapi membuat</span><span style="color: #0000ff;"> &#8220;Semua Bingung Yaowh&#8221;</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Susahlo Bambang nYudonyowo..</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Sahur Bareng Yuk&#8230;..</span><span style="color:#ff0000;">hi.ihihih..hi.ih&#8230;ih..hi&#8230;ki.ki..ki</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color:#ff0000;">Hey&#8230;! mana&#8230;</span> <span style="color: #0000ff;">Stok Bahasan You???</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Si leBaY</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">S..elalu</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">B..encana</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Y..a</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sableng&#8230;Bocor&#8230;Ya&#8230;</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Suka BuaYa</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Suka Bohong Yaa</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Susah</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Banget</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Ya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</span>.<span style="color:#ff0000;">hidup ini</span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color:#ff0000;">What do you expect from Jendral Manohara</span><span style="color: #0000ff;"> Si BuaYa</span>, <span style="color:#ff0000;">president of Republik Endomie?</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">s = sangat</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">b = bahaya</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">y = yaa. . </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">.Susno Buaya daYat&#8230;</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sering Bolot Ye</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Sambil Buka Yukkk</span> <span style="color:#ff0000;">atau ga</span> <span style="color: #0000ff;">Sahur Bareng Yukkk</span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">SUSNO BUAYA YA ????</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Slow Bangat You</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Sibeye</span></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=SBY%2C%20Dadaaaahhhh%26%238230%3B.&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F03%2F03%2Fsby-dadaaaahhhh%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/03/03/sby-dadaaaahhhh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Buya Syafii Maarif Tolak Bertemu SBY?</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 01:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[tokoh Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Arief]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Syafii]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[inisiator Pansus]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua PP Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[L/C fiktif Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[lengser keprabon]]></category>
		<category><![CDATA[letter of credit]]></category>
		<category><![CDATA[M Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Centruy]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pembaharuan Pemikiran Islam]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan Magsaysay]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PPI]]></category>
		<category><![CDATA[presiden SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden World Conference on Religion for Peace]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Nurcholish Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Staf Khusus Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[staf khusus SBY]]></category>
		<category><![CDATA[the Maarif Institute]]></category>
		<category><![CDATA[WCRP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1708</guid>
		<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. Cendekiawan muslim dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu Presiden SBY soal Bank Century. Mengapa?
Buya Syafii menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://inilah.com/news/read/politik/2010/02/25/367011/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/"><em><span style="color:#ff00ff;">INILAH.COM</span></em></a>, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. <span style="color:#ff0000;"><em>Cendekiawan muslim</em></span> dan mantan <em><span style="color:#ff0000;">Ketua PP Muhammadiyah</span></em> Buya <em><span style="color:#ff0000;">Ahmad Syafii Maarif</span></em>, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Presiden SBY</span></em> soal <em><span style="color:#ff0000;">Bank Century</span></em>. Mengapa?</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Buya Syafii</span></em> menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita kepada <em><span style="color:#ff0000;">Presiden Soeharto</span></em> yang meminta bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Prof Nurcholish Madjid</span></em>, cendekiawna Muslim, menjelang <span style="color: #0000ff;"><em>lengser keprabon</em></span> dari istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Staf khusus<em><span style="color:#ff0000;"> SBY</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Andi Arief</span></em>, mendekati Buya Syafii dengan mengajaknya bertemu di sebuah hotel. &#8220;Dia bilang Presiden SBY mau ketemu, saya bilang nggaklah. Sebagai warga negara saya mau bertemu, tapi kalau terkait <em><span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span></em> saya nggak mau,&#8221; tegas Buya Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Buya menambahkan, dengan bertanya apa tujuan <em><span style="color:#ff0000;">Istana</span></em> mengundangnya terkait Pansus Century, Andi pun mengatakan, &#8216;SBY ingin meminta nasihat dari Buya&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa yang dinasihati? Dia (SBY) itu kan lebih tahu dari saya. Pansus itu harus dituntaskan. Century harus kita bongkar penuh. Kalau <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> masih punya hati nurani, hasil paripurna nanti akan sesuai harapan rakyat,&#8221; kata Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Syafii mengatakan sikapnya sudah kukuh terkait dengan kasus Bank Century. Kasus ini harus diungkap habis. Bila bersedia bertemu SBY, sikap Syafii bisa ditafsirkan sebagai inkonsistensi.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief, Selasa malam, membenarkan melakukan pertemuan dengan Syafii. Andi mengaku mengungkapkan data soal<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">L/C fiktif Bank Century</span></span></em> yang salah satunya menyeret nama <span style="color: #0000ff;"><em>inisiator Pansus</em> </span><em><span style="color:#ff0000;">M Misbakhun</span></em>. Syafii, kata Andi, kaget dengan data-data terkait Misbakhun yang disodorkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu kecewa dan kesal terhadap<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Staf Khusus Presiden</span></span></em> Andi Arief. Pasalnya, Andi Arief menyatakan bahwa Buya Syafii terkejut setelah mengetahui kasus <span style="color: #0000ff;"><em>letter of credit</em></span> politisi <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em> <em><span style="color:#ff0000;">Muhammad Misbakhun</span></em> di Bank Century yang mengalami gagal bayar.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ini tidak sehat, anak ini (Andi Arief-red) menyalahgunakan. Saya nggak ngerti soal itu,” kata Syafii kepada pers.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya itu, Buya Syafii, panggilan akrabnya, juga mengatakan Andi Arief tidak bermoral. “<span style="color: #0000ff;"><em>Ini tidak sehat, anak ini tidak bermoral</em></span>,” kesalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya, Buya Syafii merasa dijadikan tumbal oleh Andi Arief untuk menekan PKS. Sehingga Buya menilai sosok Andi Arief ini tidak bermoral.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief merupakan staf khusus SBY yang melobi ke sejumlah elite parpol, termasuk <em><span style="color:#ff0000;">PDIP</span></em>. &#8220;Namun cara dan kelakuan Andi tidak simpatik sehingga menimbulkan sinisme publik,&#8221; kata seorang pengamat politik.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Prof. Dr. Syafii Maarif </span></em>adalah seorang <em><span style="color:#ff0000;">c</span><span style="color:#ff0000;">endekiawan Muslim Minangkabau</span></em> yang pernah menjabat sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah</em></span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>Presiden World Conference on Religion for Peace</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">WCRP</span></em>). Syafii Ma&#8217;rif, penerima <em><span style="color:#ff0000;">penghargaan Magsaysay</span></em> pada tahun 2008,  mendirikan the Maarif Institute pada tahun 2002 sebagai bagian daripada jaringan gerakan <span style="color: #0000ff;"><em>Pembaruan Pemikiran Islam</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">PPI</span></em>). Lebih lanjut mengenai Prof. Syafii Maarif bisa dibaca di situs web dari <a href="http://www.maarifinstitute.org/"><em><span style="color:#ff00ff;">the Maarif Institute</span></em></a>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Mengapa%20Buya%20Syafii%20Maarif%20Tolak%20Bertemu%20SBY%3F&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F02%2F28%2Fmengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puti Reno Oesman&#8211;Mantan Diplomat Wanita Siap Pimpin Sumbar</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/16/puti-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/16/puti-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 13:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang-Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[calon gubernur Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Departemen Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Deplu]]></category>
		<category><![CDATA[H. Soetan Oesman]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[M. Yamin]]></category>
		<category><![CDATA[Minister Counsellor]]></category>
		<category><![CDATA[Moscow]]></category>
		<category><![CDATA[Muhamad Yamin]]></category>
		<category><![CDATA[One]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[para Bundo Kanduang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggungjawab Bidang Pensosbud KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan-perempuan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamator]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Reno Usman]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmah El Yunusiyah]]></category>
		<category><![CDATA[raja perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[ranah Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar pascagempa]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1663</guid>
		<description><![CDATA[

Setelah menjadi seorang diplomat dan mengembara diberbagai negara karena ditugaskan pemerintah pusat, Puti Reno Oesman pulang untuk membangun Ranah Minang. Puti Reno Oesman yang akrab dipanggil &#8220;One&#8221; adalah diplomat senior di Depertemen Luar Negeri (Deplu) yang telah memiliki pengalaman selama 31 tahun. Ia merupakan Bundo Kanduang yang dilahirkan di Padang, tahun 1947  lalu. Putri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div style="margin: 2px 5px 3px 3px; float: left; width: 300px;"><a href="http://www.varajambak.com/wp-content/uploads/2010/02/thumb_puti-reno-usman.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1558" title="thumb_Puti Reno Usman" src="http://www.varajambak.com/wp-content/uploads/2010/02/thumb_puti-reno-usman.jpg" alt="" width="279" height="219" /></a></div>
<div style="padding-left: 120px; text-align: justify; margin: 2px 5px 3px 3px;">Setelah menjadi seorang diplomat dan mengembara diberbagai negara karena ditugaskan pemerintah pusat, <em><span style="color: #ff0000;">Puti Reno Oesman</span></em> pulang untuk membangun <em><span style="color: #ff0000;">Ranah Minang</span></em>. Puti Reno Oesman yang akrab dipanggil &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">One</span></em>&#8221; adalah diplomat senior di <span style="color: #0000ff;"><em>Depertemen Luar Negeri</em></span> (<em><span style="color: #ff0000;">Deplu</span></em>) yang telah memiliki pengalaman selama 31 tahun. Ia merupakan <em><span style="color: #ff0000;">Bundo Kanduang</span></em> yang dilahirkan di <em><span style="color: #ff0000;">Padang</span></em>, tahun 1947  lalu. Putri dari <em><span style="color: #ff0000;">H. Soetan Oesman</span></em> (alm) ini telah membulatkan tekad akan ikut bertarung dalam <em><span style="color: #ff0000;">Pilkada Sumbar</span></em> pada Juni 2010 ini.</div>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya pulang dan ingin membangun kembali Ranah Minang. <span style="color: #0000ff;"><em>Saatnya Minangkabau merasakan sentuhan tangan perempuan dalam memimpin</em></span>, ungkapnya. Dikatakannya, sudah cukup lama dorongan untuk ia maju sebagai gubernur di <em><span style="color: #ff0000;">Sumbar</span></em>, namun <em><span style="color: #ff0000;">Minister Counsellor</span></em> ini masih memilih menyelesaikan tugas di Deplu. Terakhir One adalah <span style="color: #0000ff;"><em>Penanggungjawab Bidang Pensosbud KBRI</em></span> <em><span style="color: #ff0000;">Moscow</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Rusia</span></em>. Sebelumnya ia pernah ditugaskan di <em><span style="color: #ff0000;">Thailand</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Jerman</span></em>, dan <em><span style="color: #ff0000;">Australia</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Melihat langsung kondisi Sumbar pascagempa, saya bertekad harus membangun kembali berbagai sarana yang rusak, memulihkan mental masyarakat agar mereka tetap semangat menjalani hidup. Kini saya sudah pensiun dari Deplu dan ingin fokus membangun kampung halaman</em></span>, &#8220;ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakannya, dulu <em><span style="color: #ff0000;">Minangkabau</span></em> pernah memiliki<em><span style="color: #ff0000;"> raja perempuan</span></em>.<em><span style="color: #ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Seorang Bundo Kanduang dengan segala potensi yang dimiliki dan perasaan yang halus akan bisa memberikan ketentraman bagi masyarakat</span></span></em>. Hingga saat ini Minangkabau menjadi terkenal di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya telah berkeliling dunia dalam melaksanakan tugas kenegaraan, orang di luar tahu kalau Minangkabau adalah suku bangsa yang unik dan sangat menghargai perempuan. Kini saatnya Minangkabau mengembalikan itu semua, &#8220;ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan One, Minangkabau juga terkenal melahirkan banyak tokoh nasional yang berjuang untuk bangsa. Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran besar orang Minangkabau, sebut <em><span style="color: #ff0000;">Bung Hatta</span></em> sebagai <em><span style="color: #ff0000;">Proklamator</span></em>. Lahirnya <em><span style="color: #ff0000;">Pancasila</span></em> dari pemikiran <em><span style="color: #ff0000;">M Yamin</span></em>. <em><span style="color: #ff0000;">Perempuan Minangkabau</span></em> juga telah memberikan kontribusi besar dalam perjuangan dan pendidikan, seperti <em><span style="color: #ff0000;">Rahmah El Yunusiah</span></em> di <em><span style="color: #ff0000;">Padang Panjang</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya yakin kalau kita komit dalam membangun kembali Minangkabau ini, kita akan jauh lebih baik dari kondisi yang ada sekarang. Apalagi kalau sumberdaya manusia  kita digali dengan bijak,  &#8220;katanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://padang-today.com/?today=news&amp;id=12745"><span style="color: #ff00ff;">Foto dan tulisan dari Padang Today</span></a></em></p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya peruntukkan untuk <em><span style="color: #ff0000;">para Bundo Kanduang Minangkabau</span></em> yang telah berjasa dalam membangun kebudayaan, dalam mendidik anak-anak menjadi orang yang berjiwa merdeka dan peduli terhadap masyarakat, serta yang telah membangun hubungan dalam rumah gadang dan kaum.</p>
<p>Tulisan ini juga ditujukan untuk para <em><span style="color: #ff0000;">Bundo Kanduang-Bundo Kanduang</span></em> lain di Indonesia dan seluruh dunia yang dipanggil dengan sebutan <em><span style="color: #ff0000;">Inang</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Bunda</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Ibu</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Buk’e</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Simbok</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Umi</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mama</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Omak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mande</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mandeh</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mother</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amma</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amai</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mamak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mami</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mamih</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Induak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Induah</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mutter</span></em>,<em> <span style="color: #ff0000;">Mutti</span>, <span style="color: #ff0000;">Ande</span>, <span style="color: #ff0000;">Madre</span>, <span style="color: #ff0000;">Maika</span></em><em>,</em><em> <span style="color: #ff0000;">Maman</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mom</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mère</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mommy</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Um</span></em> dan <em><span style="color: #ff0000;">Mata</span></em>. Ini hanyalah sebagian saja dari nama-nama yang dipakai untuk menyebut perempuan yang telah mengandung dan melahirkan seluruh manusia yang ada di dunia ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #ff0000;">Puti Reno Oesman</span></em>, sebagaimana banyak <em><span style="color: #ff0000;">perempuan Minangkabau </span></em>lainnya, menunjukkan kepedulian kepada masyarakat, kemampuan dan kemauan perempuan Minangkabau pada umumnya dalam memimpin keluarga dan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan mengenai Bundo Kanduang <em><span style="color: #ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">calon gubernur Sumbar</span> </span></em>ini adalah salah satu dari rangkaian tulisan yang khusus menampilkan <em><span style="color: #ff0000;">perempuan-perempuan Minangkabau</span></em> beserta karya-karya mereka ataupun kiprah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Baca juga tulisan-tulisan berikut ini mengenai <em>perempuan Minangkabau</em>:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/21/saya-bangga-jadi-perempuan-minangkabau/"><em><span style="color:#ff00ff;">Saya Bangga Jadi Perempuan Minangkabau</span></em></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/25/emakku-hj-nurma-abubakar-piliang-perempuan-minang-tulen/"><em><span style="color:#ff00ff;">Emakku Hj. Nurma Abubakar Piliang-Perempuan Minang Tulen</span></em></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2010/01/20/meiy-piliang-negeri-nurani-mati/"><em><span style="color:#ff00ff;">Meiy Piliang: Negeri Nurani Mati</span></em></a></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2010/02/11/hanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya/"><em><span style="color: #ff00ff;">Hanifah Damanhuri Oayobada: Lapau Maya</span></em></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/04/21/daftar-politikus-berpoligami-dan-pendukung-poligami/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Daftar Politikus Berpoligami dan Pendukung Poligami</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://moendg07.wordpress.com/2009/10/16/poligami-bagian-4/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Poligami-Bagian 4</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Perempuan Minangkabau sebagai Mamak dan Penghulu</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/06/17/hanifah-damanhuri-oayobada-bersatulah-perempuan-minang/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Hanifah Damanhuri Oayobada: Bersatulah Perempuan Minang</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/01/20/mamak-mamak-tidak-tahu-diuntung-bagian-1/"><em><span style="color: #ff00ff;">Mamak-mamak tidak tahu diuntung-Bagian 1</span></em></a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Puti%20Reno%20Oesman%26%238211%3BMantan%20Diplomat%20Wanita%20Siap%20Pimpin%20Sumbar&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F02%2F16%2Fputi-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/16/puti-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hanifah Damanhuri Oayobada: Lapau Maya</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/11/hanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/11/hanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 17:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[pantun/puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang-Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Hanifah Damanhuri]]></category>
		<category><![CDATA[Hanifah Damanhuri Oayobada]]></category>
		<category><![CDATA[Hanifah Oayobada]]></category>
		<category><![CDATA[Hj. Nurma Abu Bakar Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[lapau maya]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat matriarkal Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[matriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[Meiy Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Oayobada]]></category>
		<category><![CDATA[pantun]]></category>
		<category><![CDATA[para Bundo Kanduang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan-perempuan Minangkababau]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Uni Hanifah Oayobada]]></category>
		<category><![CDATA[warung maya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1655</guid>
		<description><![CDATA[Sajak ado lapau maya &#8212; Sejak ada lapau/warung maya
Sajak awak jadi anggota &#8212; Sejak saya jadi anggota
Awak barubah jadi paota &#8212; Saya berubah jadi tukang ngobrol
Namono paota &#8212; Yang namanya tukang ngobrol
Ado sajo bahan ota &#8211; Ada saja bahan obrolannya
Tema ota &#8212; Tema obrolan
Tagantuang jo sia ma ota &#8212; Tergantung kepada siapa yang mengobrol
Atau tagantuang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Sajak ado lapau maya &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sejak ada lapau/warung maya</span><br />
Sajak awak jadi anggota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sejak saya jadi anggota</span><br />
Awak barubah jadi paota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Saya berubah jadi tukang ngobrol</span></p>
<p style="text-align:center;">Namono paota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Yang namanya tukang ngobrol</span><br />
Ado sajo bahan ota &#8211;<span style="color:#ff0000;"> Ada saja bahan obrolannya</span><br />
Tema ota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Tema obrolan</span><br />
Tagantuang jo sia ma ota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Tergantung kepada siapa yang mengobrol</span><br />
Atau tagantuang apo nan takana &#8212; <span style="color:#ff0000;">Atau tergantung apa yang teringat</span></p>
<p style="text-align:center;">Kampuang takana &#8212; <span style="color:#ff0000;">Kampung teringat</span><br />
Kampuang jadi ota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Kampung jadi bahan obrolan</span><br />
Rantau tampek tingga &#8212; <span style="color:#ff0000;">Rantau tempat tinggal</span><br />
Indak luput dari ota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Tidak luput dari obrolan</span></p>
<p style="text-align:center;">Sambia maota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sambil ngobrol</span><br />
Sambia baraja &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sambil belajar</span><br />
Sambia basuo jo saudara &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sambil bersua dengan saudara</span><br />
Namono lapau maya &#8212; <span style="color:#ff0000;">Namanya lapau/warung maya</span><br />
Kok ado nan babeda &#8212; <span style="color:#ff0000;">Kalau ada yang berbeda</span><br />
Ah itu kan biasa &#8212; <span style="color:#ff0000;">Ah itu kan biasa</span></p>
<p style="text-align:center;">Lapau maya &#8212; <span style="color:#ff0000;">Lapau/warung maya</span><br />
Indak tampek maota saja &#8212; <span style="color:#ff0000;">Bukan tempat mengobrol saja</span><br />
Jadi tampek manyusun rencana &#8212; <span style="color:#ff0000;">Jadi tempat menyusun rencana</span><br />
Sia nan kajadi apa &#8212; <span style="color:#ff0000;">Siapa yang akan jadi apa</span><br />
Apa untuk siapa<br />
Dimana dibangun apa<br />
Darimana dana untuk apa<br />
Apa rencana kerja<br />
Boleh-boleh aja<br />
Untuk yang bisa dan suka</p>
<p style="text-align:center;">Bagiku lapau maya<br />
Lebih banyak untuk pelipur lara<br />
Bagiku lapau maya<br />
Lebih banyak untuk baraja (belajar)</p>
<p style="text-align:center;">Siapa tau suatu masa<br />
Berkat rajin baraja (belajar)<br />
Tulisanku beredar dimana-mana<br />
Rantaunet pasti bangga</p>
<p style="text-align:center;">Bengkulu, 11 Desember 2009</p>
<p style="text-align:center;">Hanifah</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang penulis : <em><span style="color:#ff0000;">Hanifah Damanhuri Oayobada</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Hanifah Damanhuri</span></em> yang <em><span style="color:#ff0000;">orang Oayobada</span></em> ini adalah <em><span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang Minangkabau</span></em> yang selain mempunyai kesibukan membesarkan anak, juga bekerja sebagai dosen Matematika di salah satu universitas di <em><span style="color:#ff0000;">Bengkulu</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Sumatra</span></em>. Menulis pantun dan merangkai kata-kata adalah salah satu hobi dari <em><span style="color:#ff0000;">Uni Hanifah Oayobada</span></em> disamping berjalan-jalan, membaca dan memasak.</p>
<p style="text-align:justify;">Pantun Uni Hanifah Oayobada ini sangat rancak menggambarkan pandangan <em><span style="color:#ff0000;">orang Minangkabau</span></em> mengenai <em><span style="color:#ff0000;">warung-warung maya</span><span style="color:#ff0000;"> </span></em> seperti <span style="color:#ff0000;"><em>facebook</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini saya peruntukkan untuk <em><span style="color:#ff0000;">para Bundo Kanduang Minangkabau</span></em> yang telah berjasa dalam membangun kebudayaan, dalam mendidik anak-anak menjadi orang yang berjiwa merdeka dan peduli terhadap masyarakat, serta yang telah membangun hubungan dalam rumah gadang dan kaum.</p>
<p>Tulisan ini juga ditujukan untuk para <em><span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang</span></em>-<em><span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang</span></em> lain di Indonesia dan seluruh dunia yang dipanggil dengan <em><span style="color:#ff0000;">Inang</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Bunda</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Ibu</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Buk’e</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Simbok</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Umi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mama</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Omak</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mande</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mandeh</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mother</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Amma</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Amai</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Amak</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mamak</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mami</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mamih</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Induak</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Induah</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mutter</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Maman</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mom</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;" lang="fr">Mère</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mommy</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Um</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Mata</span></em>. Ini hanyalah sebagian saja dari nama-nama yang dipakai untuk menyebut perempuan yang telah mengandung dan melahirkan seluruh manusia yang ada di dunia ini.</p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Hanifah Oayobada</span></em>, sebagaimana yang dilakukan oleh banyak <em><span style="color:#ff0000;">orang Minangkabau</span></em> lainnya, adalah salah seorang perempuan Minangkabau yang ditengah kesibukannya yang bertimbun, masih tetap bersibuk diri dengan apa yang menjadi kekuatan <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat matriarkal Minangkabau</span></em>; bukan senjata, otot ataupun perang melainkan <span style="color: #0000ff;"><em>kepandaian merangkai kata-kata</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pantun</span></em> ini adalah tulisan kedua dari rangkaian tulisan yang khusus menampilkan <em><span style="color:#ff0000;">perempuan-perempuan Minangkabau </span></em>beserta karya-karya mereka ataupun kiprah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Baca juga:</p>
<p style="padding-left:30px;"><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/21/saya-bangga-jadi-perempuan-minangkabau/"><em><span style="color:#ff00ff;">Saya Bangga Jadi Perempuan Minangkabau</span></em></a></p>
<p style="padding-left:30px;"><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/25/emakku-hj-nurma-abubakar-piliang-perempuan-minang-tulen/"><em><span style="color:#ff00ff;">Emakku Hj. Nurma Abubakar Piliang-Perempuan Minang Tulen</span></em></a></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><a href="http://www.varajambak.com/2010/01/20/meiy-piliang-negeri-nurani-mati/"><em><span style="color:#ff00ff;">Meiy Piliang: Negeri Nurani Mati</span></em></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Hanifah%20Damanhuri%20Oayobada%3A%20Lapau%20Maya&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F02%2F11%2Fhanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/11/hanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKS &#8212; Partai Kasihan Sekali</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 11:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[anti-korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[blok Cepu]]></category>
		<category><![CDATA[cicak vs buaya]]></category>
		<category><![CDATA[DPP PKS]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Exxon]]></category>
		<category><![CDATA[F-PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[fraksi PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Hilman Rosyad Syihab]]></category>
		<category><![CDATA[Islam fundamentalis]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[keberpihakan kepada kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan dan keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[orang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[paedofilia]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Perilaku politik dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan &#8220;kesejahteraan dan keadilan&#8220;, &#8220;bersih dan santun&#8220;, &#8220;anti-korupsi&#8221; dan lain sebagainya, telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia.  Ini terlihat dari banyaknya istilah yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan dari singkatan nama partai yang bisa ditemukan di dunia maya. Berikut beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perilaku politik dari <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em> (<span style="color: #0000ff;"><em>Partai Keadilan Sejahtera</em></span>) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kesejahteraan dan keadilan</em></span>&#8220;, &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>bersih dan santun</em></span>&#8220;, &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>anti-korupsi</em></span>&#8221; dan lain sebagainya, telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia.  Ini terlihat dari banyaknya istilah yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan dari singkatan nama partai yang bisa ditemukan di dunia maya. Berikut beberapa  alasan yang menjadi pemicunya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em><span style="color:#ff0000;">Poligami</span></em> kader-kader dan petinggi partainya dan sikap PKS sendiri mengenai poligami</li>
<li>Syahwat kekuasaannya yang ditunjukkan dengan dukungan membabi-buta terhadap kepemimpinan <em><span style="color:#ff0000;">SBY-Boediono</span></em></li>
<li>Pemberian penghargaan kepada <em><span style="color:#ff0000;">Tutut</span></em>, anak perempuan <span style="color:#ff0000;">Suharto</span></li>
<li>Penyebutan Suharto sebagai pahlawan</li>
<li>Komentar dari anggota <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> dari PKS <em><span style="color:#ff0000;">Fahri Hamzah</span></em> di masa perseteruan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Cicak</span></em>&#8221; melawan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Buaya</span></em>&#8221; yang telah menyulut kegeraman banyak orang dan bahkan menghasilkan satu grup di jejaring sosial facebook seperti &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Desak DPP PKS/F-PKS PAW-kan Fahri Hamzah, politikus oportunis pembela koruptor!!!</em></span>&#8221; dan grup-grup senada lainnya</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sikap anggota DPS dari fraksi PKS mengenai pemberian <span style="color: #0000ff;"><em>blok Cepu</em></span> kepada <em><span style="color:#ff0000;">Exxon</span></em></li>
<li>Sikap dari petinggi PKS seperti <em><span style="color:#ff0000;">Hilman Rosyad Syihab</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Tifatul Sembiring </span></em>yang malahan mendukung kasus <em><span style="color:#ff0000;">paedofilia</span></em> dari<em> <span style="color:#ff0000;">Syech Puji</span></em></li>
<li>Gerakan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring yang mengusahakan<em><span style="color:#ff0000;"> PP</span></em> mengenai penyadapan untuk melemahkan kinerja <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em></li>
<li>Gerakan men-&#8221;jenggotkan&#8221; kaum laki-laki muslim Indonesia dan men-&#8221;jilbabkan&#8221; kepala perempuan muslim Indonesia</li>
<li style="text-align: justify;">Diterimanya mobil baru untuk mentri PKS seperti Tifatul Sembiring yang menyiratkan suap terselubung dari pemerintah kepada para mentri dan para pejabat negara lainnya dan ketidakpekaan terhadap keadaan masyarakat banyak</li>
</ul>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">PARTAI KEMUNAFIKAN SEJAHTERA<br />
Partai Kelamin Sekali<br />
Pejuang Kesejahteraan Syahwat<br />
Partai Kebanyakan Spanduk<br />
Partai Kotor Sekali<br />
Punya Kesan Sombong<br />
Partai Klaim Sekali<br />
Partai Kasian Sekali<br />
Partai Makan Kenyang Sekali [sehari? seminggu? sebulan?]<br />
Partai Kebingungan Sekali<br />
PARTAI KAMBINGERS &amp; JILBABERS SEJAHTERA<br />
Partai Kontroversial Sekali<br />
PARTAI KAFIR SEKALI (banyak kader PKS yang hafal Al qur&#8217;an tapi punya pimpinan kaya SETAN)<br />
Partai Kebanyakan Singkatan<br />
Poligami yuk Ketimbang Selingkuh<br />
PARTAI KETERLALUAN SEKALI (Elitenya suka jilat ludah sendiri)<br />
PARTAI KEENAKAN SLALU (selalu nunut menang)<br />
Partai Komunis Sekali<br />
Partai Kejar jabatan dan Sejahtera<br />
Partai Kasep Sekali<br />
Partai Komunis Sosialis<br />
Partai Kesatuan Setan (Benarkah PKS pro rakyat Indonesia?)<br />
Partai Koleng Sementara (Koleng=Linglung; kenapa Sementara? Karena Kader PKS masih berharap banyak utk partai ini)<br />
Partai Keluarga Soeharto<br />
Partai Kesen sekali<br />
Partai Kampungan sekali<br />
Partai Konyol Sekali</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Dari istilah-istilah di atas bisa terlihat pandangan masyarakat luas mengenai PKS. Tampaknya PKS perlu merubah strategi politiknya jika masih ingin hidup dalam percaturan politik di Indonesia. Selayaknyalah PKS menghentikan perilaku-perilaku yang meresahkan masyarakat  seperti poligami dan perilaku-perilaku yang pro kekuasaan seperti mendesakkan PP mengenai penyadapan dan hal-hal lain yang tersirat dalam kepanjangan istilah PKS di atas. Hal ini selayaknya juga diikuti dengan mulai melakukan apa yang selama ini menjadi jargon-jargon yang dikumandangkan oleh PKS sendiri yaitu &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kesejahteraan</em></span>&#8221; dan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>keadilan</em></span>&#8220;. Mulai menerima semua golongan dalam masyarakat Indonesia bisa menjadi pilihan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerak-gerik PKS mengenai <em><span style="color:#ff0000;">poligami</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">paedofilia</span></em>, kebencian yang teramat sangat kepada tubuh perempuan dan kekuatan perempuan untuk menghasilkan dan memperanakkan manusia baru a(baik laki-laki maupun perempuan), kan tetapi bersikap mendua terhadap bahkan mendukung ataupun mengedepankan perilaku homoseksualitas di kalangan laki-laki, <span style="color: #0000ff;"><em>kekuasaan</em></span>, <em><span style="color: #0000ff;"><em>keberpihakan kepada</em> kaum penguasa</span></em> dan lainnya,  mencerminkan nilai-nilai dari <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat patriarkat</span></em> yang tetap bertahan hidup di tengah-tengah <span style="color:#ff0000;"> </span><em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Islam</span></em>. Nilai-nilai patriarkat dalam Islam inilah yang selama ini dikenal sebagai &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Islam Fundamentalis</span></em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Islam</span></em>, sebagaimana istilah-istilah lainnya yang melambangkan pandangan hidup masyarakat lainnya, tidak lepas dari penterjemahan para penganutnya yang disebut sebagai <em><span style="color:#ff0000;">orang Islam</span></em>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=PKS%20%26%238212%3B%20Partai%20Kasihan%20Sekali&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F01%2F28%2Fpks-partai-kasihan-sekali%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
