<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Vara Jambak &#187; Bank Century</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/tag/bank-century/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 20:30:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.5.3" -->
	<copyright>2006-2007 </copyright>
	<managingEditor>vjambak@varajambak.com (Vara Jambak)</managingEditor>
	<webMaster>vjambak@varajambak.com (Vara Jambak)</webMaster>
	<category>posts</category>
	<image>
		<url>http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>Vara Jambak &#187; Bank Century</title>
		<link>http://www.varajambak.com</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Society &amp; Culture" />
	<itunes:author>Vara Jambak</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>Vara Jambak</itunes:name>
		<itunes:email>vjambak@varajambak.com</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<item>
		<title>Mengapa Buya Syafii Maarif Tolak Bertemu SBY?</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 01:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[tokoh Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Arief]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Syafii]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[inisiator Pansus]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua PP Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[L/C fiktif Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[lengser keprabon]]></category>
		<category><![CDATA[letter of credit]]></category>
		<category><![CDATA[M Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Centruy]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pembaharuan Pemikiran Islam]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan Magsaysay]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PPI]]></category>
		<category><![CDATA[presiden SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden World Conference on Religion for Peace]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Nurcholish Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Staf Khusus Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[staf khusus SBY]]></category>
		<category><![CDATA[the Maarif Institute]]></category>
		<category><![CDATA[WCRP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1708</guid>
		<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. Cendekiawan muslim dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu Presiden SBY soal Bank Century. Mengapa? Buya Syafii menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://inilah.com/news/read/politik/2010/02/25/367011/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/"><em><span style="color:#ff00ff;">INILAH.COM</span></em></a>, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. <span style="color:#ff0000;"><em>Cendekiawan muslim</em></span> dan mantan <em><span style="color:#ff0000;">Ketua PP Muhammadiyah</span></em> Buya <em><span style="color:#ff0000;">Ahmad Syafii Maarif</span></em>, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Presiden SBY</span></em> soal <em><span style="color:#ff0000;">Bank Century</span></em>. Mengapa?</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Buya Syafii</span></em> menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita kepada <em><span style="color:#ff0000;">Presiden Soeharto</span></em> yang meminta bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Prof Nurcholish Madjid</span></em>, cendekiawna Muslim, menjelang <span style="color: #0000ff;"><em>lengser keprabon</em></span> dari istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Staf khusus<em><span style="color:#ff0000;"> SBY</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Andi Arief</span></em>, mendekati Buya Syafii dengan mengajaknya bertemu di sebuah hotel. &#8220;Dia bilang Presiden SBY mau ketemu, saya bilang nggaklah. Sebagai warga negara saya mau bertemu, tapi kalau terkait <em><span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span></em> saya nggak mau,&#8221; tegas Buya Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Buya menambahkan, dengan bertanya apa tujuan <em><span style="color:#ff0000;">Istana</span></em> mengundangnya terkait Pansus Century, Andi pun mengatakan, &#8216;SBY ingin meminta nasihat dari Buya&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa yang dinasihati? Dia (SBY) itu kan lebih tahu dari saya. Pansus itu harus dituntaskan. Century harus kita bongkar penuh. Kalau <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> masih punya hati nurani, hasil paripurna nanti akan sesuai harapan rakyat,&#8221; kata Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Syafii mengatakan sikapnya sudah kukuh terkait dengan kasus Bank Century. Kasus ini harus diungkap habis. Bila bersedia bertemu SBY, sikap Syafii bisa ditafsirkan sebagai inkonsistensi.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief, Selasa malam, membenarkan melakukan pertemuan dengan Syafii. Andi mengaku mengungkapkan data soal<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">L/C fiktif Bank Century</span></span></em> yang salah satunya menyeret nama <span style="color: #0000ff;"><em>inisiator Pansus</em> </span><em><span style="color:#ff0000;">M Misbakhun</span></em>. Syafii, kata Andi, kaget dengan data-data terkait Misbakhun yang disodorkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu kecewa dan kesal terhadap<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Staf Khusus Presiden</span></span></em> Andi Arief. Pasalnya, Andi Arief menyatakan bahwa Buya Syafii terkejut setelah mengetahui kasus <span style="color: #0000ff;"><em>letter of credit</em></span> politisi <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em> <em><span style="color:#ff0000;">Muhammad Misbakhun</span></em> di Bank Century yang mengalami gagal bayar.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ini tidak sehat, anak ini (Andi Arief-red) menyalahgunakan. Saya nggak ngerti soal itu,” kata Syafii kepada pers.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya itu, Buya Syafii, panggilan akrabnya, juga mengatakan Andi Arief tidak bermoral. “<span style="color: #0000ff;"><em>Ini tidak sehat, anak ini tidak bermoral</em></span>,” kesalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya, Buya Syafii merasa dijadikan tumbal oleh Andi Arief untuk menekan PKS. Sehingga Buya menilai sosok Andi Arief ini tidak bermoral.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief merupakan staf khusus SBY yang melobi ke sejumlah elite parpol, termasuk <em><span style="color:#ff0000;">PDIP</span></em>. &#8220;Namun cara dan kelakuan Andi tidak simpatik sehingga menimbulkan sinisme publik,&#8221; kata seorang pengamat politik.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Prof. Dr. Syafii Maarif </span></em>adalah seorang <em><span style="color:#ff0000;">c</span><span style="color:#ff0000;">endekiawan Muslim Minangkabau</span></em> yang pernah menjabat sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah</em></span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>Presiden World Conference on Religion for Peace</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">WCRP</span></em>). Syafii Ma&#8217;rif, penerima <em><span style="color:#ff0000;">penghargaan Magsaysay</span></em> pada tahun 2008,  mendirikan the Maarif Institute pada tahun 2002 sebagai bagian daripada jaringan gerakan <span style="color: #0000ff;"><em>Pembaruan Pemikiran Islam</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">PPI</span></em>). Lebih lanjut mengenai Prof. Syafii Maarif bisa dibaca di situs web dari <a href="http://www.maarifinstitute.org/"><em><span style="color:#ff00ff;">the Maarif Institute</span></em></a>.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Restianrick Bachsjirun Chaniago: SKANDAL BANK CENTURY DAN KEMUNGKINAN PEMAKZULAN PRESIDEN-WAKIL PRESIDEN</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/01/25/restianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/01/25/restianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 14:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bailout Bank Century Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[bailout Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Perwakilan Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Irman Gusman]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPD]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MK]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR]]></category>
		<category><![CDATA[Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KSSK]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Permusyawaratn Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Marzuki Alie]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minagkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Century]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 7A]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 7B]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 7C]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 8]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat publik]]></category>
		<category><![CDATA[pemakzulan]]></category>
		<category><![CDATA[penghianatan terhadap negara]]></category>
		<category><![CDATA[penyuapan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan lembaga tinggi negara]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan tertinggi pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[presiden SBY]]></category>
		<category><![CDATA[sidang paripurna]]></category>
		<category><![CDATA[Taufik Kiemas]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan pidana berat]]></category>
		<category><![CDATA[UUD tahun 1945]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1641</guid>
		<description><![CDATA[Isu kriminalisasi KPK sukses membebaskan Bibit dan Chandra dari tuntutan hukum dan mengembalikan keduanya ke kursi pimpinan KPK. Sekarang isu kriminalisasi digunakan kembali oleh Faisal Basri ketika di undang oleh Pansus Century dalam kapasitas sebagai ahli ekonomi – Faisal Basri menggunakan isu kriminalisasi dalam konteks bailout Bank Century Tbk. Kebijakan yang berpotensi merugikan Negara Rp. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Isu kriminalisasi <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em> sukses membebaskan <em><span style="color:#ff0000;">Bibit</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Chandra</span></em> dari tuntutan hukum dan mengembalikan keduanya ke kursi pimpinan KPK. Sekarang isu kriminalisasi digunakan kembali oleh <em><span style="color:#ff0000;">Faisal Basri</span></em> ketika di undang oleh <span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span> dalam kapasitas sebagai ahli ekonomi – Faisal Basri menggunakan isu kriminalisasi dalam konteks <span style="color: #3366ff;"><em>bailout Bank Century Tbk</em></span>. Kebijakan yang berpotensi merugikan Negara Rp. 6,7 triliun itu, tidak bisa dipersalahkan karena hal itu adalah kebijakan yang melekat pada pejabat Negara. Akankah isu kriminalisasi kebijakan Century mampu meyakinkan masyarakat? Mahasiswa dan kelas menengah Indonesia umumnya berpendapat bahwa ada yang keliru dan salah dalam kebijakan <span style="color: #3366ff;"><em>bailout Century</em></span>. Kebijakan itu harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya oleh <em><span style="color:#ff0000;">Menkeu</span></em> selaku ketua <em><span style="color:#ff0000;">KSSK</span></em>, melainkan juga <span style="color:#ff0000;"><em>Presiden</em></span> sebagai pimpinan tertinggi pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Isu kriminalisasi kebijakan ini yang juga dikemukakan<em><span style="color:#ff0000;"> Presiden SBY</span></em> pada pertemuan dengan tujuh <span style="color: #3366ff;"><em>pimpinan lembaga tinggi Negara</em></span> di Bogor, Kamis (21/1). Mereka antara lain <span style="color: #3366ff;"><em>Ketua MPR</em> </span><em><span style="color:#ff0000;">Taufik Kiemas</span></em>,<span style="color: #3366ff;"> <em>Ketua MK</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Mahfud MD</span></em>, <span style="color: #3366ff;"><em>Ketua DPR</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Marzuki Alie</span></em> dan <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #3366ff;">Ketua DPD</span> </span><span style="color:#ff0000;">Irman Gusman</span></em> .</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color: #3366ff;"><em>Berbagai bukti, menunjukkan bahwa Century bangkrut atau gagal operasi karena dirampok oleh pemiliknya</em></span>. Kegagalan Century sama sekali tidak berdampak sistemik. Century terlalu kecil untuk membuat efek domino yang dahsyat. Penyelamatan Century lebih didasari kepentingan tertentu, yang kini tengah diselidiki <em><span style="color:#ff0000;">Pansus</span></em> dan KPK. Psikologi Pasar yang dijadikan alasan utama bailout Century sulit diterima karena ketika dana penyelamatan digelontorkan, tidak ada antrean nasabah yang menarik dananya. Dana bailout Century justru ditarik oleh sejumlah nasabah besar dan untuk menyiasati aturan, dananya dipecah ke rekening yang lebih kecil, sampai-sampai seorang sopir taksi memperoleh Rp. 200 miliar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar saksi dan ahli yang diundang Pansus menyatakan, Century tidak layak diselamatkan. Ada pelanggaran hukum serius dalam bailout Century. Pada 21 November 2008, angka bailout sebesar Rp. 6,7 triliun sesungguhnya sudah diketahui <em><span style="color:#ff0000;">BI</span></em> dan para petinggi KSSK. Dari kesimpulan sementara ini, sebagian anggota <em><span style="color:#ff0000;">Dewan</span></em> merencanakan untuk meminta pertanggungjawaban langsung dari Presiden SBY. Ada anggota Dewan dan sebagian pengamat yang melihat peluang pemakzulan atau mosi tidak percaya kepada pimpinan tertinggi pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">JIKA TERBUKTI MELANGGAR HUKUM</span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika pada akhirnya bailout Century terbukti melanggar hukum dan <span style="color:#ff0000;"><em>K</em><em>onstitusi</em></span>, dan itu melibatkan <span style="color: #3366ff;"><em>pimpinan tertinggi pemerintahan</em></span> maka hal ini memungkinkan untuk dilakukan <em><span style="color:#ff0000;">pemakzulan</span></em> atas mereka sebagaimana telah diatur dalam <em><span style="color:#ff0000;">UUD Tahun 1945</span></em> sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 7A</span></em>:<br />
Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatnnya oleh <span style="color: #3366ff;"><em>Majelis Permusyawaratan Rakyat</em></span> atas usul <span style="color: #3366ff;"><em>Dewan Perwakilan Rakyat</em></span>, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa <span style="color: #3366ff;"><em>pengkhianatan terhadap Negara</em></span>, <span style="color: #3366ff;"><em>korupsi</em></span>, <span style="color: #3366ff;"><em>penyuapan</em></span>, <span style="color: #3366ff;"><em>tindak pidana berat</em></span> lainnya, atau <span style="color: #3366ff;"><em>perbuatan tercela</em></span> maupun apabila <span style="color: #3366ff;"><em>terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden</em></span>***).</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 7B</span></em>:</p>
<p style="text-align:justify;">(1) Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada <em><span style="color:#ff0000;">Mahkamah Konstitusi</span></em> untuk memeriksa, mengadili, dan memutus Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(2) Pendapat <em><span style="color:#ff0000;">Dewan Perwakilan Rakyat</span></em> bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(3) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam <span style="color: #3366ff;"><em>sidang paripurna</em></span> yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(4) Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan seadil-adilnya terhadap Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan puluh hari setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(5) Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat.*** )</p>
<p style="text-align:justify;">(6) Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut. ***)</p>
<p style="text-align:justify;">(7) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir, setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat.***)</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 7C</span></em>:</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat.*** )</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 8</span></em>:</p>
<p style="text-align:justify;">(1) Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya.*** )<br />
(2) Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden.*** )</p>
<p style="text-align:justify;">(3) Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksanaan tugas Kepresidenan adalah <em><span style="color:#ff0000;">Menteri Luar Negeri</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Menteri Dalam Negeri</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Menteri Pertahanan</span></em> secara bersama-sama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya, sampai berakhir masa jabatannya.****)</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai anak bangsa tentu kita setuju dengan semangat yang sedang bergelora dalam tubuh <em><span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span></em> untuk membongkar secara tuntas skandal tersebut. Kebijakan yang salah, yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan, harus dikenakan tindakan hukum. Bukan kriminalisasi kebijakan, tapi memberikan pelajaran kepada <span style="color: #3366ff;"><em>pejabat publik</em></span> untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan. Proses pengambilan keputusan harus transparan dan tidak melanggar hukum yang berlaku. Nah akhirnya, apakah Pansus Century dapat menuntaskan skandal yang telah jelas fakta-faktanya ini sesuai dengan UUD Tahun 1945 atau malah Pansus Century ikut-ikutan melanggar UUD Tahun 1945? Mari kita semua tunggu?!</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/01/25/restianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RIZAL RAMLI: Ini Perampokan Bank Difasilitasi BI dan Menkeu</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/21/rizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/21/rizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 11:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anggodo]]></category>
		<category><![CDATA[audit investigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Pohan]]></category>
		<category><![CDATA[B.J. Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[BPK]]></category>
		<category><![CDATA[Burhanuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Century]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fox Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur bank sentral]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur BI]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[impeachment]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bank Bali]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Century]]></category>
		<category><![CDATA[KBI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Komite Indonesia Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KSSK]]></category>
		<category><![CDATA[Komite Indonesia Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Menko Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[Mentri Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan bank]]></category>
		<category><![CDATA[PPATK]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[proses bail out]]></category>
		<category><![CDATA[Rizal Ramli]]></category>
		<category><![CDATA[sanksi pidana]]></category>
		<category><![CDATA[skandal Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[skandal keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[tim kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[tindak kriminal pidana]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>
		<category><![CDATA[UU Antikorupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1606</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; Ibarat main catur, kalau Presiden tidak mau mengorbankan ster atau menteri, maka raja yang akan kena. MANTAN Menko Perekonomian Rizal Ramli membandingkan skandal Bank Century dengan kasus Bulog yang menjatuhkan Presiden Gus Dur dan kasus Bank Bali yang meruntuhkan pemerintahan Habibie. Menurutnya, kasus Century lebih dahsyat dan menyeramkan dibanding dua kasus itu. “Ini perampokan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>&#8212; Ibarat main catur, kalau Presiden tidak mau mengorbankan ster atau menteri, maka raja yang akan kena.</em></p>
<p style="text-align:justify;">MANTAN <span style="color: #0000ff;"><em>Menko Perekonomian</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Rizal Ramli</span></em> membandingkan <span style="color: #0000ff;"><em>skandal Bank Century</em></span> dengan <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bulog</em></span> yang menjatuhkan <em><span style="color:#ff0000;">Presiden Gus Dur</span></em> dan <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bank Bali</em></span> yang meruntuhkan pemerintahan <em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em>. Menurutnya, <em>kasus Century</em> lebih dahsyat dan menyeramkan dibanding dua kasus itu. “<span style="color: #0000ff;"><em>Ini perampokan yang difasilitasi BI dan Menteri Keuangan</em></span>,” ujar Rizal Ramli kepada Sri Widodo dari <a href="http://www.indonesia-monitor.com/main/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3787&amp;Itemid=33"><em><span style="color:#ff00ff;">Indonesia Monitor</span></em></a>, Selasa (24/11). Berikut ini petikan wawancara dengan <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Komite Bangkit Indonesia</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">KBI</span></em>) itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Bagaimana Anda melihat hasil <span style="color: #0000ff;"><em>audit investigasi</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">BPK</span></em>?</p>
<p style="text-align:justify;">Agak mengecewakan karena tidak ada aliran dana. Padahal, harusnya ada laporan audit sampai lima lapis seperti halnya <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bank Bali</em></span>. Dari situ bisa ketahuan siapa saja yang menarik manfaat dari skandal yang sangat besar ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jadi, menurut Anda betul ada rekayasa?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita baca hasil laporan BPK, sulit untuk membantah bahwa <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Sri Mulyani </span></em>telah melakukan<span style="color: #0000ff;"><em> tindak kriminal pidana</em></span> yang memperkaya orang lain dan melanggar berbagai aturan dan <em><span style="color:#ff0000;">UU</span></em> yang berlaku. Dalam banyak kesempatan,<em><span style="color:#ff0000;"> Sri Mulyani</span></em> selalu berkelit.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Siapa yang paling bertanggung jawab?</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak bisa dihindarkan, <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> sebagai <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">gubernur bank sentral</span> </span></em>dan <em><span style="color:#ff0000;">Sri Mulyani</span></em> sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>menteri keuangan</em></span>. Saya yakin Boediono tidak terima uang, tapi dalam berbagai <span style="color: #0000ff;"><em>skandal keuangan</em></span> biasanya ada motif lain, terutama kekuasaaan. Dulu waktu kasus Bank Bali, gubernur yang kena pidana waktu itu tidak terima uang sepeser pun, tapi ia dibujuk oleh tim sukses, diiming-imingi bahwa kalau <em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em> terpilih, ia akan ditunjuk kembali sebagai <em><span style="color:#ff0000;">Gubernur BI </span></em>selama lima tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jadi, motifnya apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Motifnya kekuasaan, bukan uang. Sama juga dengan <em><span style="color:#ff0000;">Burhanuddin</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Aulia Pohan</span></em>, mereka tidak terima uang satu rupiah pun, tapi mereka ingin mengamankan kekuasaan <em><span style="color:#ff0000;">BI</span></em> dalam <span style="color: #0000ff;"><em>pengawasan bank</em></span>. Apa yang dilakukan Boediono dan Sri Mulyani adalah mengamankan beberapa orang yang terkait dengan kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Sri Mulyani berkali-kali mengatakan bahwa <span style="color: #0000ff;"><em>proses bail out</em></span> sudah sesuai prosedur?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini jawaban tipikal birokrat, berkilah telah sesuai prosedur. Pertanyaan saya prosedur yang mana, wong jelas-jelas <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> hanya menyetujui Rp 1,3 triliun, tidak ada UU atau kesepakatan dengan DPR untuk mengajukan lebih lanjut, dan mereka lakukan ini secara sembunyi-sembunyi, baru ketahuan oleh publik setelah beberapa bulan kemudian. Padahal, kalau betul sesuai prosedur, ngapain disembunyikan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Apakah kasus ini hanya akan mentok kepada Boediono dan Sri Mulyani?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya kira ada beberapa pejabat level di bawahnya yang juga bisa menghadapi <span style="color: #0000ff;"><em>sanksi pidana</em></span>, karena dalam <em><span style="color:#ff0000;">UU Antikorupsi</span></em> tidak perlu memperkaya diri sendiri, tapi membantu memperkaya orang lain dan merugikan negara, bisa kena.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Apakah Presiden tidak tahu dengan keputusan yang diambil Boediono dan Sri Mulyani?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak bisa membuktikan, karena harus ada verifikasi. Tapi dalam hal seperti ini, Menteri Keuangan apalagi sekaligus sebagai <em><span style="color:#ff0000;">Ketua KSSK</span></em>, sepenuhnya sering mengambil keputusan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Mungkinkah<span style="color: #0000ff;"> <em>kasus Century</em></span> terungkap tuntas?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita baca laporan <em><span style="color:#ff0000;">BPK</span></em>, memang bahasanya teknis. Tapi kalau dijelaskan dalam bahasa sederhana kepada rakyat biasa, ini jauh lebih dahsyat dari kasus <em><span style="color:#ff0000;">Anggodo</span></em>. Anggodo kan Cuma sekitar Rp 5 miliar, kalau <em><span style="color:#ff0000;">Century</span></em> kan Rp 6,7 triliun. Kalau dijelaskan bagaimana perampokan dilakukan bank tersebut, baik oleh manajemen, pemilik, dan <span style="color: #0000ff;"><em>difasilitasi oleh BI dan Menteri Keuangan</em></span>, saya rasa rakyat akan lebih kaget lagi. Saya menyarankan agar kasus ini ditangani oleh <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Bagaimana kasus ini jika dibandingkan dengan skandal yang menjatuhkan <em><span style="color:#ff0000;">Gus Dur</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em>?</p>
<p style="text-align:justify;">Gus Dur dituduh dalam kasus Bulog. Ternyata yang nimpe itu tukang pijatnya, senilai Rp 35 miliar. Saya waktu itu <em><span style="color:#ff0000;">Ketua Bulog</span></em>. Waktu saya tangkap ternyata tukang pijatnya punya mobil Ford dan Mercedes beberapa buah. Meski tuduhan tidak benar, tapi Gus Dur jatuh. <em><span style="color:#ff0000;">Bank Bali</span></em> cuma Rp 900 miliar pemerintahan Habibie jatuh. Jadi, kasus ini kalau dibandingkan dengan dua kasus yang menyangkut kekuasaan, kasus ini jauh lebih dahsyat, jauh lebih berat, dan jauh lebih menyeramkan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jadi, apa yang harus dilakukan Presiden?</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden bisa meminta <em><span style="color:#ff0000;">PPATK</span></em> melakukan <span style="color: #0000ff;"><em>audit finansial</em></span> sebanyak lima lapis. Kalau Presiden sungguh-sungguh, tolong juga diaudit <span style="color:#ff0000;"><em>Fox Indonesia</em></span>,<span style="color: #0000ff;"> <em>tim kampanye</em></span>, dan <span style="color: #0000ff;"><em>yayasan-yayasan</em></span>, dari situ semua akan ketahuan apakah ada aliran dana yang masuk.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jika kasus ini terbongkar, apakah bisa berdampak kepada<span style="color: #0000ff;"> <em>impeachment</em></span> terhadap Presiden?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini ibarat main catur, kalau presiden tidak mau mengorbankan ster atau menteri, maka raja yang akan terkena.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Rizal Ramli adalah <em><span style="color:#ff0000;">orang Minangkabau</span></em> kelahiran <em><span style="color:#ff0000;">Padang</span></em> yang pernah menjabat sebagai<span style="color: #0000ff;"> <em>Menko Perekonomian</em></span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>Mentri Keuangan</em></span>. Pada pilpres lalu Rizal Ramli mencalonkan diri menjadi presiden lewat jalut independen dan kini memimpin <em><span style="color:#ff0000;">Komite Indonesia Bangkit</span></em>.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/21/rizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fadli Zon: Jangan Berharap Banyak dari Angket Century</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/19/fadli-zon-jangan-berharap-banyak-dari-angket-century/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/19/fadli-zon-jangan-berharap-banyak-dari-angket-century/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 05:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[audit investigatif]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Pemeriksa Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[BPK]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[GERINDRA]]></category>
		<category><![CDATA[HKTI]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme vs Neoliberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minang]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Panitia Khusus Hak Angket Century]]></category>
		<category><![CDATA[pansus angket BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerakan Indonesia Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Umum Tim Kampanye Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1601</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 30 November 2009 &#124; 17:17 WIB JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menilai Panitia Khusus Hak Angket Century tidak akan mampu mengungkap kasus Bank Century. Menurutnya, Hak Angket ini hanya bersifat mengawal agar kasus yang meyedot uang negara hingga Rp 6,7 triliun ini, dapat terurai nantinya. &#8220;Kita jangan terlalu berharap banyak dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Senin, 30 November 2009 | 17:17 WIB</p>
<p style="text-align:justify;">JAKARTA, <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/30/17173228/Fadli.Zon.Jangan.Berharap.Banyak.dari.Angket.Century"><em><span style="color:#ff00ff;">KOMPAS.com</span></em></a> &#8211; Politisi <span style="color: #0000ff;"><em>Partai Gerindra</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Fadli Zon</span></em> menilai <span style="color: #0000ff;"><em>Panitia Khusus Hak Angket Century</em></span> tidak akan mampu mengungkap<span style="color: #0000ff;"> <em>kasus Bank Century</em></span>. Menurutnya, Hak Angket ini hanya bersifat mengawal agar kasus yang meyedot uang negara hingga Rp 6,7 triliun ini, dapat terurai nantinya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita jangan terlalu berharap banyak dari pansus. Dulu ada <span style="color: #0000ff;"><em>pansus angket BBM</em></span> tetapi tidak jelas kan kemana hasilnya. Pansus itu tetap diperlukan sebagai mekanisme tetapi sifatnya mengawal,&#8221; ujarnya, saat diskusi &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Nasionalisme vs Neoliberalisme</em></span>&#8221; di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (30/11).</p>
<p style="text-align:justify;">Fadli mengatakan <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> seharusnya fokus untuk menindaklanjuti hasil <span style="color: #0000ff;"><em>audit investigatif</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Bank Century</span></em> yang telah dilakukan oleh <span style="color: #0000ff;"><em>Badan Pemeriksa Keuangan</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">BPK</span></em>). Sebab, dalam hasil auditnya BPK jelas mengungkapkan bahwa terdapat indikasi tindak pidana dalam pengucuran dana talangan ke bank yang kini telah berganti nama menjadi <em><span style="color:#ff0000;">Bank Mutiara</span></em> ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Laporan BPK itu sangat penting dan menjadi fokus utama. Karena disitu jelas ada dugaan rekayasa dan disinyalir ada pelanggaran hukum sehingga laporan BPK ini harus di follow-up,&#8221; tandasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Fadli Zon adalah <em><span style="color:#ff0000;">orang Minangkaba</span><span style="color:#ff0000;">u</span></em> asal <em><span style="color:#ff0000;">Payakumbuh</span></em> yang kini menjabat sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">GERINDRA</span></em>) serta <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">HKTI</span></em>). Pada Pilpres lalu Fadli Zon memegang jabatan <span style="color: #0000ff;"><em><em>Sekretaris</em> Umum Tim <em>Kampanye</em> Nasional</em></span> <em><span style="color:#ff0000;"><em>Mega</em>-</span></em><em><span style="color:#ff0000;">Prabowo</span></em>. Lebih lanjut mengenai Fadli Zon bisa dibaca <a href="http://fadlizon.com/index.php?page=profil.html"><em><span style="color:#ff00ff;">di website pribadinya</span></em></a>.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/19/fadli-zon-jangan-berharap-banyak-dari-angket-century/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arbi Sanit Ragukan Kinerja Panitia Angket Century</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/17/arbi-sanit-ragukan-kinerja-panitia-angket-century/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/17/arbi-sanit-ragukan-kinerja-panitia-angket-century/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 13:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Arbi Sanit]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ilmu Sosial & Politik Universitas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Idrus Marham]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Painan]]></category>
		<category><![CDATA[Panitia Angket Kasus Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Partai GOLKAR]]></category>
		<category><![CDATA[pengamat politik]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1597</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 6 Desember 2009 14:34 WIB Jakarta (ANTARA News) &#8211; Pengamat politik dari Universitas Indonesia Arbi Sanit meragukan kinerja Panitia Angket Kasus Bank Century bisa efektif dan memberikan hasil optimal. &#8220;Saya ragu pada kinerja Panitia Angket Bank Century bisa berjalan efektif karena ketuanya berasal dari partai yang menandatangani kontrak politik sebagai partai pendukung pemerintah,&#8221; kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Minggu, 6 Desember 2009 14:34 WIB</p>
<p style="text-align: justify;">Jakarta (<a href="http://www.antara.co.id/berita/1260084870/arbi-sanit-ragukan-kinerja-panitia-angket-century"><em><span style="color:#ff00ff;">ANTARA News</span></em></a>) &#8211; Pengamat politik dari <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Indonesia</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Arbi Sanit</span></em> meragukan kinerja <span style="color: #0000ff;"><em>Panitia Angket Kasus Bank Century</em></span> bisa efektif dan memberikan hasil optimal.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Saya ragu pada kinerja Panitia Angket Bank Century bisa berjalan efektif karena ketuanya berasal dari partai yang menandatangani kontrak politik sebagai partai pendukung pemerintah</em></span>,&#8221; kata Arbi Sanit ketika dihubungi, Minggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua Panitia Angket Kasus Bank Century adalah <em><span style="color:#ff0000;">Muhammad Idrus Marham</span></em> dari <span style="color: #0000ff;"><em>Partai Golkar</em></span> yang terpilih pada rapat pemilihan pimpinan panitia angket di Gedung <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em>, Jakarta, Jumat (4/12) malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan Arbi, Partai Golkar dan beberapa partai lainnya telah menandatangani kesepakatan kontrak politik sebagai pendukung pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sebagai pengurus partai yang telah terikat kontrak, meskipun ada perbedaan pendapat tapi tidak akan berbeda sikap dengan pemerintah,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Arbi juga memperkirakan pada hasil akhir dari panitia angket kasus <em><span style="color:#ff0000;">Bank Century</span></em> bila dilakukan melalui mekanisme voting, maka suara partai pendukung pemerintah akan condong membela pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika penetapan hasil akhirnya seperti ini, kata dia, maka harapan masyarakat pada panitia angket untuk mengungkap persoalan Bank Century yang sesungguhnya akan sulit terwujud,&#8221; kata Arbi.(*)</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Catatan:</em></span></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;">Arbi Sanit adalah <em><span style="color:#ff0000;">orang Minang</span></em> asal <em><span style="color:#ff0000;">Painan</span></em> yang bekerja sebagai pengamat politik dan dosen <span style="color: #0000ff;"><em>Ilmu Politik</em> </span>dari <span style="color: #0000ff;"><em>Fakultas Ilmu Sosial &amp;        Politik Universitas Indonesia</em></span>. Lebih lanjut mengenai Arbi Sanit bisa dibaca di <a href="http://tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/arbi-sanit/index.shtml"><em><span style="color:#ff00ff;">tokohindonesia.com</span></em></a></p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/17/arbi-sanit-ragukan-kinerja-panitia-angket-century/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
