<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Vara Jambak &#187; KPK</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/tag/kpk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 14:34:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>vjambak@varajambak.com ()</managingEditor>
		<webMaster>vjambak@varajambak.com()</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>vjambak@varajambak.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Vara Jambak</title>
			<link>http://www.varajambak.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>PKS &#8212; Partai Kasihan Sekali</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 11:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[anti-korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[blok Cepu]]></category>
		<category><![CDATA[cicak vs buaya]]></category>
		<category><![CDATA[DPP PKS]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Exxon]]></category>
		<category><![CDATA[F-PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[fraksi PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Hilman Rosyad Syihab]]></category>
		<category><![CDATA[Islam fundamentalis]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[keberpihakan kepada kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan dan keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[orang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[paedofilia]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[


Perilaku politik dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan &#8220;kesejahteraan dan keadilan&#8220;, &#8220;bersih dan santun&#8220;, &#8220;anti-korupsi&#8221; dan lain sebagainya, telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia.  Ini terlihat dari banyaknya istilah yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan dari singkatan nama partai yang bisa ditemukan di dunia maya. Berikut beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;margin: 12px;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4808480940768749";
/* 468x60, created 4/9/09 */
google_ad_slot = "2872038909";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></div><p style="text-align: justify;">Perilaku politik dari <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em> (<span style="color: #0000ff;"><em>Partai Keadilan Sejahtera</em></span>) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kesejahteraan dan keadilan</em></span>&#8220;, &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>bersih dan santun</em></span>&#8220;, &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>anti-korupsi</em></span>&#8221; dan lain sebagainya, telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia.  Ini terlihat dari banyaknya istilah yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan dari singkatan nama partai yang bisa ditemukan di dunia maya. Berikut beberapa  alasan yang menjadi pemicunya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em><span style="color:#ff0000;">Poligami</span></em> kader-kader dan petinggi partainya dan sikap PKS sendiri mengenai poligami</li>
<li>Syahwat kekuasaannya yang ditunjukkan dengan dukungan membabi-buta terhadap kepemimpinan <em><span style="color:#ff0000;">SBY-Boediono</span></em></li>
<li>Pemberian penghargaan kepada <em><span style="color:#ff0000;">Tutut</span></em>, anak perempuan <span style="color:#ff0000;">Suharto</span></li>
<li>Penyebutan Suharto sebagai pahlawan</li>
<li>Komentar dari anggota <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> dari PKS <em><span style="color:#ff0000;">Fahri Hamzah</span></em> di masa perseteruan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Cicak</span></em>&#8221; melawan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Buaya</span></em>&#8221; yang telah menyulut kegeraman banyak orang dan bahkan menghasilkan satu grup di jejaring sosial facebook seperti &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Desak DPP PKS/F-PKS PAW-kan Fahri Hamzah, politikus oportunis pembela koruptor!!!</em></span>&#8221; dan grup-grup senada lainnya</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sikap anggota DPS dari fraksi PKS mengenai pemberian <span style="color: #0000ff;"><em>blok Cepu</em></span> kepada <em><span style="color:#ff0000;">Exxon</span></em></li>
<li>Sikap dari petinggi PKS seperti <em><span style="color:#ff0000;">Hilman Rosyad Syihab</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Tifatul Sembiring </span></em>yang malahan mendukung kasus <em><span style="color:#ff0000;">paedofilia</span></em> dari<em> <span style="color:#ff0000;">Syech Puji</span></em></li>
<li>Gerakan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring yang mengusahakan<em><span style="color:#ff0000;"> PP</span></em> mengenai penyadapan untuk melemahkan kinerja <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em></li>
<li>Gerakan men-&#8221;jenggotkan&#8221; kaum laki-laki muslim Indonesia dan men-&#8221;jilbabkan&#8221; kepala perempuan muslim Indonesia</li>
<li style="text-align: justify;">Diterimanya mobil baru untuk mentri PKS seperti Tifatul Sembiring yang menyiratkan suap terselubung dari pemerintah kepada para mentri dan para pejabat negara lainnya dan ketidakpekaan terhadap keadaan masyarakat banyak</li>
</ul>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">PARTAI KEMUNAFIKAN SEJAHTERA<br />
Partai Kelamin Sekali<br />
Pejuang Kesejahteraan Syahwat<br />
Partai Kebanyakan Spanduk<br />
Partai Kotor Sekali<br />
Punya Kesan Sombong<br />
Partai Klaim Sekali<br />
Partai Kasian Sekali<br />
Partai Makan Kenyang Sekali [sehari? seminggu? sebulan?]<br />
Partai Kebingungan Sekali<br />
PARTAI KAMBINGERS &amp; JILBABERS SEJAHTERA<br />
Partai Kontroversial Sekali<br />
PARTAI KAFIR SEKALI (banyak kader PKS yang hafal Al qur&#8217;an tapi punya pimpinan kaya SETAN)<br />
Partai Kebanyakan Singkatan<br />
Poligami yuk Ketimbang Selingkuh<br />
PARTAI KETERLALUAN SEKALI (Elitenya suka jilat ludah sendiri)<br />
PARTAI KEENAKAN SLALU (selalu nunut menang)<br />
Partai Komunis Sekali<br />
Partai Kejar jabatan dan Sejahtera<br />
Partai Kasep Sekali<br />
Partai Komunis Sosialis<br />
Partai Kesatuan Setan (Benarkah PKS pro rakyat Indonesia?)<br />
Partai Koleng Sementara (Koleng=Linglung; kenapa Sementara? Karena Kader PKS masih berharap banyak utk partai ini)<br />
Partai Keluarga Soeharto<br />
Partai Kesen sekali<br />
Partai Kampungan sekali<br />
Partai Konyol Sekali</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Dari istilah-istilah di atas bisa terlihat pandangan masyarakat luas mengenai PKS. Tampaknya PKS perlu merubah strategi politiknya jika masih ingin hidup dalam percaturan politik di Indonesia. Selayaknyalah PKS menghentikan perilaku-perilaku yang meresahkan masyarakat  seperti poligami dan perilaku-perilaku yang pro kekuasaan seperti mendesakkan PP mengenai penyadapan dan hal-hal lain yang tersirat dalam kepanjangan istilah PKS di atas. Hal ini selayaknya juga diikuti dengan mulai melakukan apa yang selama ini menjadi jargon-jargon yang dikumandangkan oleh PKS sendiri yaitu &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kesejahteraan</em></span>&#8221; dan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>keadilan</em></span>&#8220;. Mulai menerima semua golongan dalam masyarakat Indonesia bisa menjadi pilihan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerak-gerik PKS mengenai <em><span style="color:#ff0000;">poligami</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">paedofilia</span></em>, kebencian yang teramat sangat kepada tubuh perempuan dan kekuatan perempuan untuk menghasilkan dan memperanakkan manusia baru a(baik laki-laki maupun perempuan), kan tetapi bersikap mendua terhadap bahkan mendukung ataupun mengedepankan perilaku homoseksualitas di kalangan laki-laki, <span style="color: #0000ff;"><em>kekuasaan</em></span>, <em><span style="color: #0000ff;"><em>keberpihakan kepada</em> kaum penguasa</span></em> dan lainnya,  mencerminkan nilai-nilai dari <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat patriarkat</span></em> yang tetap bertahan hidup di tengah-tengah <span style="color:#ff0000;"> </span><em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Islam</span></em>. Nilai-nilai patriarkat dalam Islam inilah yang selama ini dikenal sebagai &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Islam Fundamentalis</span></em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Islam</span></em>, sebagaimana istilah-istilah lainnya yang melambangkan pandangan hidup masyarakat lainnya, tidak lepas dari penterjemahan para penganutnya yang disebut sebagai <em><span style="color:#ff0000;">orang Islam</span></em>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=PKS%20%26%238212%3B%20Partai%20Kasihan%20Sekali&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F01%2F28%2Fpks-partai-kasihan-sekali%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Restianrick Bachsjirun Chaniago: SKANDAL BANK CENTURY DAN KEMUNGKINAN PEMAKZULAN PRESIDEN-WAKIL PRESIDEN</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/01/25/restianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/01/25/restianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 14:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bailout Bank Century Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[bailout Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Perwakilan Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Irman Gusman]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPD]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MK]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR]]></category>
		<category><![CDATA[Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KSSK]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Permusyawaratn Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Marzuki Alie]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minagkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Century]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 7A]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 7B]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 7C]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 8]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat publik]]></category>
		<category><![CDATA[pemakzulan]]></category>
		<category><![CDATA[penghianatan terhadap negara]]></category>
		<category><![CDATA[penyuapan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan lembaga tinggi negara]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan tertinggi pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[presiden SBY]]></category>
		<category><![CDATA[sidang paripurna]]></category>
		<category><![CDATA[Taufik Kiemas]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan pidana berat]]></category>
		<category><![CDATA[UUD tahun 1945]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1641</guid>
		<description><![CDATA[Isu kriminalisasi KPK sukses membebaskan Bibit dan Chandra dari tuntutan hukum dan mengembalikan keduanya ke kursi pimpinan KPK. Sekarang isu kriminalisasi digunakan kembali oleh Faisal Basri ketika di undang oleh Pansus Century dalam kapasitas sebagai ahli ekonomi – Faisal Basri menggunakan isu kriminalisasi dalam konteks bailout Bank Century Tbk. Kebijakan yang berpotensi merugikan Negara Rp. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Isu kriminalisasi <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em> sukses membebaskan <em><span style="color:#ff0000;">Bibit</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Chandra</span></em> dari tuntutan hukum dan mengembalikan keduanya ke kursi pimpinan KPK. Sekarang isu kriminalisasi digunakan kembali oleh <em><span style="color:#ff0000;">Faisal Basri</span></em> ketika di undang oleh <span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span> dalam kapasitas sebagai ahli ekonomi – Faisal Basri menggunakan isu kriminalisasi dalam konteks <span style="color: #3366ff;"><em>bailout Bank Century Tbk</em></span>. Kebijakan yang berpotensi merugikan Negara Rp. 6,7 triliun itu, tidak bisa dipersalahkan karena hal itu adalah kebijakan yang melekat pada pejabat Negara. Akankah isu kriminalisasi kebijakan Century mampu meyakinkan masyarakat? Mahasiswa dan kelas menengah Indonesia umumnya berpendapat bahwa ada yang keliru dan salah dalam kebijakan <span style="color: #3366ff;"><em>bailout Century</em></span>. Kebijakan itu harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya oleh <em><span style="color:#ff0000;">Menkeu</span></em> selaku ketua <em><span style="color:#ff0000;">KSSK</span></em>, melainkan juga <span style="color:#ff0000;"><em>Presiden</em></span> sebagai pimpinan tertinggi pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Isu kriminalisasi kebijakan ini yang juga dikemukakan<em><span style="color:#ff0000;"> Presiden SBY</span></em> pada pertemuan dengan tujuh <span style="color: #3366ff;"><em>pimpinan lembaga tinggi Negara</em></span> di Bogor, Kamis (21/1). Mereka antara lain <span style="color: #3366ff;"><em>Ketua MPR</em> </span><em><span style="color:#ff0000;">Taufik Kiemas</span></em>,<span style="color: #3366ff;"> <em>Ketua MK</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Mahfud MD</span></em>, <span style="color: #3366ff;"><em>Ketua DPR</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Marzuki Alie</span></em> dan <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #3366ff;">Ketua DPD</span> </span><span style="color:#ff0000;">Irman Gusman</span></em> .</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color: #3366ff;"><em>Berbagai bukti, menunjukkan bahwa Century bangkrut atau gagal operasi karena dirampok oleh pemiliknya</em></span>. Kegagalan Century sama sekali tidak berdampak sistemik. Century terlalu kecil untuk membuat efek domino yang dahsyat. Penyelamatan Century lebih didasari kepentingan tertentu, yang kini tengah diselidiki <em><span style="color:#ff0000;">Pansus</span></em> dan KPK. Psikologi Pasar yang dijadikan alasan utama bailout Century sulit diterima karena ketika dana penyelamatan digelontorkan, tidak ada antrean nasabah yang menarik dananya. Dana bailout Century justru ditarik oleh sejumlah nasabah besar dan untuk menyiasati aturan, dananya dipecah ke rekening yang lebih kecil, sampai-sampai seorang sopir taksi memperoleh Rp. 200 miliar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar saksi dan ahli yang diundang Pansus menyatakan, Century tidak layak diselamatkan. Ada pelanggaran hukum serius dalam bailout Century. Pada 21 November 2008, angka bailout sebesar Rp. 6,7 triliun sesungguhnya sudah diketahui <em><span style="color:#ff0000;">BI</span></em> dan para petinggi KSSK. Dari kesimpulan sementara ini, sebagian anggota <em><span style="color:#ff0000;">Dewan</span></em> merencanakan untuk meminta pertanggungjawaban langsung dari Presiden SBY. Ada anggota Dewan dan sebagian pengamat yang melihat peluang pemakzulan atau mosi tidak percaya kepada pimpinan tertinggi pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">JIKA TERBUKTI MELANGGAR HUKUM</span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika pada akhirnya bailout Century terbukti melanggar hukum dan <span style="color:#ff0000;"><em>K</em><em>onstitusi</em></span>, dan itu melibatkan <span style="color: #3366ff;"><em>pimpinan tertinggi pemerintahan</em></span> maka hal ini memungkinkan untuk dilakukan <em><span style="color:#ff0000;">pemakzulan</span></em> atas mereka sebagaimana telah diatur dalam <em><span style="color:#ff0000;">UUD Tahun 1945</span></em> sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 7A</span></em>:<br />
Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatnnya oleh <span style="color: #3366ff;"><em>Majelis Permusyawaratan Rakyat</em></span> atas usul <span style="color: #3366ff;"><em>Dewan Perwakilan Rakyat</em></span>, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa <span style="color: #3366ff;"><em>pengkhianatan terhadap Negara</em></span>, <span style="color: #3366ff;"><em>korupsi</em></span>, <span style="color: #3366ff;"><em>penyuapan</em></span>, <span style="color: #3366ff;"><em>tindak pidana berat</em></span> lainnya, atau <span style="color: #3366ff;"><em>perbuatan tercela</em></span> maupun apabila <span style="color: #3366ff;"><em>terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden</em></span>***).</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 7B</span></em>:</p>
<p style="text-align:justify;">(1) Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada <em><span style="color:#ff0000;">Mahkamah Konstitusi</span></em> untuk memeriksa, mengadili, dan memutus Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(2) Pendapat <em><span style="color:#ff0000;">Dewan Perwakilan Rakyat</span></em> bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(3) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam <span style="color: #3366ff;"><em>sidang paripurna</em></span> yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(4) Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan seadil-adilnya terhadap Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan puluh hari setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(5) Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat.*** )</p>
<p style="text-align:justify;">(6) Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut. ***)</p>
<p style="text-align:justify;">(7) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir, setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat.***)</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 7C</span></em>:</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat.*** )</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 8</span></em>:</p>
<p style="text-align:justify;">(1) Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya.*** )<br />
(2) Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden.*** )</p>
<p style="text-align:justify;">(3) Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksanaan tugas Kepresidenan adalah <em><span style="color:#ff0000;">Menteri Luar Negeri</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Menteri Dalam Negeri</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Menteri Pertahanan</span></em> secara bersama-sama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya, sampai berakhir masa jabatannya.****)</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai anak bangsa tentu kita setuju dengan semangat yang sedang bergelora dalam tubuh <em><span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span></em> untuk membongkar secara tuntas skandal tersebut. Kebijakan yang salah, yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan, harus dikenakan tindakan hukum. Bukan kriminalisasi kebijakan, tapi memberikan pelajaran kepada <span style="color: #3366ff;"><em>pejabat publik</em></span> untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan. Proses pengambilan keputusan harus transparan dan tidak melanggar hukum yang berlaku. Nah akhirnya, apakah Pansus Century dapat menuntaskan skandal yang telah jelas fakta-faktanya ini sesuai dengan UUD Tahun 1945 atau malah Pansus Century ikut-ikutan melanggar UUD Tahun 1945? Mari kita semua tunggu?!</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Restianrick%20Bachsjirun%20Chaniago%3A%20SKANDAL%20BANK%20CENTURY%20DAN%20KEMUNGKINAN%20PEMAKZULAN%20PRESIDEN-WAKIL%20PRESIDEN&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F01%2F25%2Frestianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/01/25/restianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RIZAL RAMLI: Ini Perampokan Bank Difasilitasi BI dan Menkeu</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/21/rizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/21/rizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 11:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anggodo]]></category>
		<category><![CDATA[audit investigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Pohan]]></category>
		<category><![CDATA[B.J. Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[BPK]]></category>
		<category><![CDATA[Burhanuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Century]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fox Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur bank sentral]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur BI]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[impeachment]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bank Bali]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Century]]></category>
		<category><![CDATA[KBI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Komite Indonesia Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KSSK]]></category>
		<category><![CDATA[Komite Indonesia Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Menko Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[Mentri Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan bank]]></category>
		<category><![CDATA[PPATK]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[proses bail out]]></category>
		<category><![CDATA[Rizal Ramli]]></category>
		<category><![CDATA[sanksi pidana]]></category>
		<category><![CDATA[skandal Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[skandal keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[tim kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[tindak kriminal pidana]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>
		<category><![CDATA[UU Antikorupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1606</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; Ibarat main catur, kalau Presiden tidak mau mengorbankan ster atau menteri, maka raja yang akan kena.
MANTAN Menko Perekonomian Rizal Ramli membandingkan skandal Bank Century dengan kasus Bulog yang menjatuhkan Presiden Gus Dur dan kasus Bank Bali yang meruntuhkan pemerintahan Habibie. Menurutnya, kasus Century lebih dahsyat dan menyeramkan dibanding dua kasus itu. “Ini perampokan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>&#8212; Ibarat main catur, kalau Presiden tidak mau mengorbankan ster atau menteri, maka raja yang akan kena.</em></p>
<p style="text-align:justify;">MANTAN <span style="color: #0000ff;"><em>Menko Perekonomian</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Rizal Ramli</span></em> membandingkan <span style="color: #0000ff;"><em>skandal Bank Century</em></span> dengan <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bulog</em></span> yang menjatuhkan <em><span style="color:#ff0000;">Presiden Gus Dur</span></em> dan <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bank Bali</em></span> yang meruntuhkan pemerintahan <em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em>. Menurutnya, <em>kasus Century</em> lebih dahsyat dan menyeramkan dibanding dua kasus itu. “<span style="color: #0000ff;"><em>Ini perampokan yang difasilitasi BI dan Menteri Keuangan</em></span>,” ujar Rizal Ramli kepada Sri Widodo dari <a href="http://www.indonesia-monitor.com/main/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3787&amp;Itemid=33"><em><span style="color:#ff00ff;">Indonesia Monitor</span></em></a>, Selasa (24/11). Berikut ini petikan wawancara dengan <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Komite Bangkit Indonesia</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">KBI</span></em>) itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Bagaimana Anda melihat hasil <span style="color: #0000ff;"><em>audit investigasi</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">BPK</span></em>?</p>
<p style="text-align:justify;">Agak mengecewakan karena tidak ada aliran dana. Padahal, harusnya ada laporan audit sampai lima lapis seperti halnya <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bank Bali</em></span>. Dari situ bisa ketahuan siapa saja yang menarik manfaat dari skandal yang sangat besar ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jadi, menurut Anda betul ada rekayasa?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita baca hasil laporan BPK, sulit untuk membantah bahwa <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Sri Mulyani </span></em>telah melakukan<span style="color: #0000ff;"><em> tindak kriminal pidana</em></span> yang memperkaya orang lain dan melanggar berbagai aturan dan <em><span style="color:#ff0000;">UU</span></em> yang berlaku. Dalam banyak kesempatan,<em><span style="color:#ff0000;"> Sri Mulyani</span></em> selalu berkelit.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Siapa yang paling bertanggung jawab?</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak bisa dihindarkan, <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> sebagai <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">gubernur bank sentral</span> </span></em>dan <em><span style="color:#ff0000;">Sri Mulyani</span></em> sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>menteri keuangan</em></span>. Saya yakin Boediono tidak terima uang, tapi dalam berbagai <span style="color: #0000ff;"><em>skandal keuangan</em></span> biasanya ada motif lain, terutama kekuasaaan. Dulu waktu kasus Bank Bali, gubernur yang kena pidana waktu itu tidak terima uang sepeser pun, tapi ia dibujuk oleh tim sukses, diiming-imingi bahwa kalau <em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em> terpilih, ia akan ditunjuk kembali sebagai <em><span style="color:#ff0000;">Gubernur BI </span></em>selama lima tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jadi, motifnya apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Motifnya kekuasaan, bukan uang. Sama juga dengan <em><span style="color:#ff0000;">Burhanuddin</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Aulia Pohan</span></em>, mereka tidak terima uang satu rupiah pun, tapi mereka ingin mengamankan kekuasaan <em><span style="color:#ff0000;">BI</span></em> dalam <span style="color: #0000ff;"><em>pengawasan bank</em></span>. Apa yang dilakukan Boediono dan Sri Mulyani adalah mengamankan beberapa orang yang terkait dengan kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Sri Mulyani berkali-kali mengatakan bahwa <span style="color: #0000ff;"><em>proses bail out</em></span> sudah sesuai prosedur?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini jawaban tipikal birokrat, berkilah telah sesuai prosedur. Pertanyaan saya prosedur yang mana, wong jelas-jelas <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> hanya menyetujui Rp 1,3 triliun, tidak ada UU atau kesepakatan dengan DPR untuk mengajukan lebih lanjut, dan mereka lakukan ini secara sembunyi-sembunyi, baru ketahuan oleh publik setelah beberapa bulan kemudian. Padahal, kalau betul sesuai prosedur, ngapain disembunyikan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Apakah kasus ini hanya akan mentok kepada Boediono dan Sri Mulyani?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya kira ada beberapa pejabat level di bawahnya yang juga bisa menghadapi <span style="color: #0000ff;"><em>sanksi pidana</em></span>, karena dalam <em><span style="color:#ff0000;">UU Antikorupsi</span></em> tidak perlu memperkaya diri sendiri, tapi membantu memperkaya orang lain dan merugikan negara, bisa kena.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Apakah Presiden tidak tahu dengan keputusan yang diambil Boediono dan Sri Mulyani?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak bisa membuktikan, karena harus ada verifikasi. Tapi dalam hal seperti ini, Menteri Keuangan apalagi sekaligus sebagai <em><span style="color:#ff0000;">Ketua KSSK</span></em>, sepenuhnya sering mengambil keputusan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Mungkinkah<span style="color: #0000ff;"> <em>kasus Century</em></span> terungkap tuntas?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita baca laporan <em><span style="color:#ff0000;">BPK</span></em>, memang bahasanya teknis. Tapi kalau dijelaskan dalam bahasa sederhana kepada rakyat biasa, ini jauh lebih dahsyat dari kasus <em><span style="color:#ff0000;">Anggodo</span></em>. Anggodo kan Cuma sekitar Rp 5 miliar, kalau <em><span style="color:#ff0000;">Century</span></em> kan Rp 6,7 triliun. Kalau dijelaskan bagaimana perampokan dilakukan bank tersebut, baik oleh manajemen, pemilik, dan <span style="color: #0000ff;"><em>difasilitasi oleh BI dan Menteri Keuangan</em></span>, saya rasa rakyat akan lebih kaget lagi. Saya menyarankan agar kasus ini ditangani oleh <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Bagaimana kasus ini jika dibandingkan dengan skandal yang menjatuhkan <em><span style="color:#ff0000;">Gus Dur</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em>?</p>
<p style="text-align:justify;">Gus Dur dituduh dalam kasus Bulog. Ternyata yang nimpe itu tukang pijatnya, senilai Rp 35 miliar. Saya waktu itu <em><span style="color:#ff0000;">Ketua Bulog</span></em>. Waktu saya tangkap ternyata tukang pijatnya punya mobil Ford dan Mercedes beberapa buah. Meski tuduhan tidak benar, tapi Gus Dur jatuh. <em><span style="color:#ff0000;">Bank Bali</span></em> cuma Rp 900 miliar pemerintahan Habibie jatuh. Jadi, kasus ini kalau dibandingkan dengan dua kasus yang menyangkut kekuasaan, kasus ini jauh lebih dahsyat, jauh lebih berat, dan jauh lebih menyeramkan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jadi, apa yang harus dilakukan Presiden?</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden bisa meminta <em><span style="color:#ff0000;">PPATK</span></em> melakukan <span style="color: #0000ff;"><em>audit finansial</em></span> sebanyak lima lapis. Kalau Presiden sungguh-sungguh, tolong juga diaudit <span style="color:#ff0000;"><em>Fox Indonesia</em></span>,<span style="color: #0000ff;"> <em>tim kampanye</em></span>, dan <span style="color: #0000ff;"><em>yayasan-yayasan</em></span>, dari situ semua akan ketahuan apakah ada aliran dana yang masuk.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jika kasus ini terbongkar, apakah bisa berdampak kepada<span style="color: #0000ff;"> <em>impeachment</em></span> terhadap Presiden?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini ibarat main catur, kalau presiden tidak mau mengorbankan ster atau menteri, maka raja yang akan terkena.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Rizal Ramli adalah <em><span style="color:#ff0000;">orang Minangkabau</span></em> kelahiran <em><span style="color:#ff0000;">Padang</span></em> yang pernah menjabat sebagai<span style="color: #0000ff;"> <em>Menko Perekonomian</em></span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>Mentri Keuangan</em></span>. Pada pilpres lalu Rizal Ramli mencalonkan diri menjadi presiden lewat jalut independen dan kini memimpin <em><span style="color:#ff0000;">Komite Indonesia Bangkit</span></em>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=RIZAL%20RAMLI%3A%20Ini%20Perampokan%20Bank%20Difasilitasi%20BI%20dan%20Menkeu&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F12%2F21%2Frizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/21/rizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahmat Wartira: Beri KPK Hak Istimewa dalam Penyadapan</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/16/rahmat-wartira-beri-kpk-hak-istimewa-dalam-penyadapan/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/16/rahmat-wartira-beri-kpk-hak-istimewa-dalam-penyadapan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 09:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[extra ordinary crime]]></category>
		<category><![CDATA[hak-hak yang extraordinary]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[LBH]]></category>
		<category><![CDATA[LBH Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[penyadapan]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat Wartira]]></category>
		<category><![CDATA[Rancangan Peraturan Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[RPP]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan pidana korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1592</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 14 Desember 2009 &#124; 21:01 WIB
PADANG, KOMPAS.com — Praktisi hukum senior asal Sumbar, Rahmat Wartira, mengharapkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK diberi hak istimewa dalam penyadapan.
&#8220;Kalau KPK tidak diberi hak istimewa, sementara pekerjaannya istimewa, berarti kita tidak mendukung pembentukan KPK untuk memberantas korupsi,&#8221; kata Rahmat di Padang, Senin (14/12/2009).
Pendiri LBH Padang itu mengatakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin, 14 Desember 2009 | 21:01 WIB</p>
<p>PADANG, <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/14/21014544/beri.kpk.hak.istimewa.dalam.penyadapan"><em><span style="color:#ff00ff;">KOMPAS.com</span></em></a> — Praktisi hukum senior asal <span style="color: #0000ff;"><em>Sumbar</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">Rahmat Wartira</span></em>, mengharapkan agar<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Komisi Pemberantasan Korupsi</span></span></em> atau <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em> diberi hak istimewa dalam penyadapan.</p>
<p>&#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Kalau KPK tidak diberi hak istimewa, sementara pekerjaannya istimewa, berarti kita tidak mendukung pembentukan KPK untuk memberantas korupsi</em>,</span>&#8221; kata Rahmat di <span style="color: #0000ff;"><em>Padang</em></span>, Senin (14/12/2009).</p>
<p>Pendiri <span style="color: #0000ff;"><em>LBH Padang</em></span> itu mengatakan, apabila KPK dalam melakukan penyadapan disamaratakan dengan lembaga lain, hal itu jelas-jelas bertentangan dengan niat mendirikan KPK.</p>
<p>Artinya, bila KPK termasuk lembaga yang harus minta izin dalam melakukan penyadapan sebagaimana diatur dalam<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Rancangan Peraturan Pemerintah</span></span></em> (<em><span style="color:#ff0000;">RPP</span></em>) soal Penyadapan, itu berarti niat membangun KPK dihalangi oleh RPP.</p>
<p>Menurut dia, KPK dibolehkan melakukan penyadapan karena kasus korupsi yang dikerjakan KPK sudah dinyatakan sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>extra ordinary crime</em></span>.</p>
<p>Oleh karena itu, KPK harus mendapatkan <span style="color: #0000ff;"><em>hak-hak yang extra ordinary</em></span> pula. Ia berpendapat, boleh-boleh saja pemerintah membuat RPP tentang penyadapan, tetapi di dalamnya tidak termasuk mengatur kewenangan KPK dalam menyadap.</p>
<p>&#8220;KPK tidak sembarangan dalam melakukan penyadapan. KPK menyadap karena ada dugaan <em><span style="color: #0000ff;">tindakan pidana korupsi</span></em>,&#8221; kata dia.</p>
<p>Rahmat menganalogikan kewenangan menyadap bagi KPK seperti legitimasi hukuman mati oleh negara terhadap pelaku tindak pidana tertentu.</p>
<p>&#8220;Tidak ada salah satu komunitas atau agama pun yang membolehkan membunuh orang. Tapi karena kepentingan umum, negara membolehkan membunuh orang melalui putusan hukuman mati di pengadilan dengan syarat-syarat yang jelas,&#8221; kata dia.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Rahmat%20Wartira%3A%20Beri%20KPK%20Hak%20Istimewa%20dalam%20Penyadapan&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F12%2F16%2Frahmat-wartira-beri-kpk-hak-istimewa-dalam-penyadapan%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/16/rahmat-wartira-beri-kpk-hak-istimewa-dalam-penyadapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prof Dr Elfindri: KPK Tidak Perlu Minta Izin Melakukan Penyadapan</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/14/prof-dr-elfindri-kpk-tidak-perlu-minta-izin-melakukan-penyadapan/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/14/prof-dr-elfindri-kpk-tidak-perlu-minta-izin-melakukan-penyadapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 01:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Intelijen Negara]]></category>
		<category><![CDATA[BIN]]></category>
		<category><![CDATA[Departemen ICT]]></category>
		<category><![CDATA[Deppkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bibit-Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepolisian]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Menkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[pakar perundang-undangan]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[PP]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Dr Elfindri]]></category>
		<category><![CDATA[RPP]]></category>
		<category><![CDATA[RPP tentang Penyadapan]]></category>
		<category><![CDATA[Tifatul Sembiring]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 10 Desember 2009 &#124; 22:30 WIB
PADANG, KOMPAS.com — Pakar perundang-undangan Universitas Andalas Padang, Prof Dr Elfindri, berpendapat, sebagai lembaga yang mempunyai kewenangan lebih, KPK tidak perlu izin dalam melakukan penyadapan.
&#8220;Kalau KPK minta izin lagi ke lembaga lain, penyadapan diyakini akan gagal dilaksanakan,&#8221; kata Elfindri di Padang, Kamis (10/12/2009).
Elfindri mengatakan, kalau masih ada prosedural penyadapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 10 Desember 2009 | 22:30 WIB</p>
<p>PADANG,<a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/12/10/22304717/KPK.Tidak.Perlu.Minta.Izin.Melakukan.Penyadapan"><em><span style="color:#ff00ff;"> KOMPAS.com</span></em></a> — <span style="color: #0000ff;"><em>Pakar perundang-undangan Universitas Andalas Padang</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">Prof Dr Elfindri</span></em>, berpendapat, sebagai lembaga yang mempunyai kewenangan lebih, <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em> tidak perlu izin dalam melakukan penyadapan.</p>
<p>&#8220;Kalau KPK minta izin lagi ke lembaga lain, penyadapan diyakini akan gagal dilaksanakan,&#8221; kata Elfindri di Padang, Kamis (10/12/2009).</p>
<p>Elfindri mengatakan, kalau masih ada prosedural penyadapan yang dilakukan KPK, sesuai diatur dalam <em><span style="color:#ff0000;">RPP</span></em>, maka penyadapan bakal tidak berfungsi.</p>
<p>&#8220;Bayangkan kalau KPK minta izin menyadap seseorang. Sebelum izin keluar, bisa jadi orang mengubah atau mengganti alat komunikasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Oleh karena itu, penyadapan mesti menjadi wewenang penuh KPK. Sebab, tugas KPK adalah untuk menyelamatkan bangsa.</p>
<p>Ia menyarankan, bila pemerintah ingin membuat <span style="color: #0000ff;"><em>RPP tentang Penyadapan</em></span>, yang diatur semestinya apa yang boleh dan tidak boleh disadap, bukan harus minta izin.</p>
<p>Pada Rabu, pimpinan KPK menolak RPP tentang Penyadapan. Mereka menyatakan akan menyurati <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Menkominfo</span> </span><span style="color:#ff0000;">Tifatul Sembiring</span></em>.</p>
<p>Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan, pengaturan penyadapan penting karena sekarang ditengarai patut dicurigai antara instansi saling melakukan penyadapan.</p>
<p>&#8220;Sekarang yang berwenang melakukan penyadapan ada dua lembaga penegak hukum, yakni KPK dan<em><span style="color:#ff0000;"> Polri</span></em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara kejaksaan punya izin untuk melakukan penyadapan, tetapi tak ada alatnya. Sedangkan <span style="color: #0000ff;"><em>Badan Intelijen Negara</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">BIN</span></em>) mempunyai alat sadap tetapi tak punya hak melakukan penyadapan.</p>
<p>&#8220;Inilah yang harus diatur dalam <em><span style="color:#ff0000;">PP</span></em>, tapi ini semua bukan berkaitan dengan <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bibit-Chandra</em></span>. Tapi sejak 2008 telah dirintis untuk menyusun RPP teknis penyadapan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menkominfo membandingkan, di negara lain seperti Australia, Korea, dan Jepang, penyadapan itu di bawah kendali <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Departemen ICT</span> </span></em>seperti <span style="color: #0000ff;"><em>Depkominfo</em></span>, kalau di Indonesia, untuk menanganinya.</p>
<p>Jadi, hasil sadapan tersebut dilakukan order oleh KPK, BIN, <em><span style="color: #0000ff;">kejaksaan</span></em> atau <em><span style="color: #0000ff;">kepolisian</span></em> sesuai dengan izin pengadilan.</p>
<p>&#8220;Ini bukan sadap karet, tapi menyadap orang yang berbicara. Kalau ada dua orang yang sedang berbicara dan disadap, tentu pelanggaran terhadap<em><span style="color:#ff0000;"> H</span></em><span style="color:#ff0000;"><em><span style="color:#ff0000;">A</span></em>M</span>,&#8221; katanya.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Prof%20Dr%20Elfindri%3A%20KPK%20Tidak%20Perlu%20Minta%20Izin%20Melakukan%20Penyadapan&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F12%2F14%2Fprof-dr-elfindri-kpk-tidak-perlu-minta-izin-melakukan-penyadapan%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/14/prof-dr-elfindri-kpk-tidak-perlu-minta-izin-melakukan-penyadapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KPK Jalin Kesepakatan dengan Universitas Bung Hatta, UNP dan UNES Padang</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/21/kpk-jalin-kesepakatan-dengan-universitas-bung-hatta-unp-dan-unes-padang/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/21/kpk-jalin-kesepakatan-dengan-universitas-bung-hatta-unp-dan-unes-padang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 21:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Mustari Pide]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari Azhar]]></category>
		<category><![CDATA[antikorupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit S Rianto]]></category>
		<category><![CDATA[cerdik pandai]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra M Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[darurat hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Sjahruddin Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[good governance]]></category>
		<category><![CDATA[IAIN Antasari]]></category>
		<category><![CDATA[IAIN Ar-Rainy Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye antikorupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Kepolisian]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga super body]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga tinggi negara]]></category>
		<category><![CDATA[mantan Wakil Ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[materi pendidikan antikorupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Nota Kesepahaman]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[Pejabat Penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan SBY Jilid I]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan antikorupsi]]></category>
		<category><![CDATA[pengkajian dan riset]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku antikorupsi]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku-perilaku koruptif]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Azyumardi Azra]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNES]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Universitas Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNP]]></category>
		<category><![CDATA[Ruhut Sitompul]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[SH]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi dan pencegahan tindak pidana korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[STAN]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola pemerintahan yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[UBH]]></category>
		<category><![CDATA[UNES]]></category>
		<category><![CDATA[Unika]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Ekasakti]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Islam Sumatra Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Kristen Soegiapranata]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Lambung Mangkurat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Riau Kepulauan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Udayana]]></category>
		<category><![CDATA[UNNES]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<category><![CDATA[UNSYIAH]]></category>
		<category><![CDATA[usaha-usaha pengebirian KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Yunazar Majang]]></category>
		<category><![CDATA[Z Mawardi Effendi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1525</guid>
		<description><![CDATA[Berikut berita mengenai kerja sama yang dilakukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dengan Universitas Bung Hatta (UBH), Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Ekasakti (UNES) di Sumatra Barat. Sumatra Barat merupakan daerah yang paling serius dalam menangani korupsi di Indonesia. Sumatra Barat juga merupakan propinsi dengan jumlah universitas terbanyak yang telah menjalin kerja sama dengan KPK.
Universitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berikut berita mengenai kerja sama yang dilakukan <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em> (<em><span style="color: #0000ff;">Komisi Pemberantasan Korupsi</span></em>) dengan <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Bung Hatta</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">UBH</span></em>), <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Negeri Padang</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">UNP</span></em>) dan <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Ekasakti</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">UNES</span></em>) di Sumatra Barat.<span style="color: #0000ff;"> <em>Sumatra Barat</em></span> merupakan daerah yang paling serius dalam menangani korupsi di Indonesia. Sumatra Barat juga merupakan propinsi dengan jumlah universitas terbanyak yang telah menjalin kerja sama dengan KPK.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Andalas</em></span> adalah merupakan universitas pertama di Sumatra Barat yang menjalin kerja sama (baca: kerja sama intelektual) dengan KPK. Universitas Andalas, UBH, UNP, UNES bersama dengan <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta</em></span>, yang dipimpin oleh orang Minangkabau cendekiawan Islam Indonesia yaitu <em><span style="color:#ff0000;">Prof. Dr. Azyumardi Azra</span></em>, termasuk ke dalam lima universitas di Indonesia yang juga sudah menjalin kerjasama dengan KPK. Hal ini menunjukkan seriusnya komitmen orang-orang Minangkabau terutama kelompok cerdik pandainya demi tercapainya Indonesia yang bebas korupsi. Usaha kerja sama ini, juga menunjukkan keseriusan KPK dalam melakukan tugasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Usaha-usaha kerjasama  yang dilakukan oleh para <span style="color: #0000ff;"><em>cerdik pandai</em></span> dari pihak KPK maupun pihak universitas ataupun kelompok-kelompok lainnya di Indonesia seperti ini layak didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. Dukungan dari orang banyak terhadap <span style="color: #0000ff;"><em>mantan Wakil Ketua KPK</em></span> seperti orang Minangkabau dari <span style="color: #0000ff;"><em>Payakumbuh</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Chandra M. Hamzah</span></em> serta <em><span style="color:#ff0000;">Bibit S Rianto</span></em> juga sangat penting dalam keadaan<span style="color: #0000ff;"> <em>darurat keadilan</em></span> maupun <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">darurat huku</span><span style="color: #0000ff;">m</span></span></em> yang kini sedang berlangsung di Indonesia. Pengawasan dari masyarakat ataupun orang banyak terhadap kinerja daripada lembaga-lembaga tinggi negara seperti <span style="color:#ff0000;">KPK</span>, <span style="color:#ff0000;"><em>Kepolisisan</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">Kejaksaan Ag<span style="color:#ff0000;">un</span></span><span style="color:#ff0000;">g</span></em> dan lain-lainnnya lembaga tinggi, perlu dilakukan secara terus-menerus.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti telah banyak diketahui oleh orang banyak, <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">usaha-usaha pengebirian KP</span><span style="color: #0000ff;">K</span></span></em> telah mulai dilakukan sejak periode pemerintahan <em><span style="color:#ff0000;">SBY</span></em> Jilid I lalu. Gerakan pengebirian ini kemudian diperkuat lagi dengan langkah-langkah kirminalisasi KPK lewat penangkapan <em><span style="color:#ff0000;">Antasari Azhar</span></em>, yang dilanjutkan dengan pernyataan SBY mengenai KPK sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>lembaga superbody</em></span>, lewat pernyataan <em><span style="color:#ff0000;">Ruhut Sitompul</span></em> di media mengenai penangkapan <em><span style="color:#ff0000;">Chandra M. Hamzah </span></em>serta <em><span style="color:#ff0000;">B</span><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff0000;">ibi</span>t S Rianto</span></em> yang berujung pada meruaknya kemurkaan rakyat Indonesia yang telah begitu lelah dengan korupsi dan manipulasi dari segala penjuru yang telah memasuki relung-relung kehidupan masyarakat Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">***<br />
Dalam rangka meningkatkan efektifitas pencegahan korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sepakat menjalin kerjasama melalui penandatanganan <span style="color: #0000ff;"><em>Nota Kesepahaman</em></span>. Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh <span style="color: #0000ff;"><em>Wakil Ketua KPK</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">DR. Sjahruddin Rasul, SH</span></em> dan <span style="color: #0000ff;"><em>Rektor Universitas Bung Hatta</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">Yunazar Manjang</span></em>, <span style="color: #0000ff;"><em>Rektor UNP</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">Z. Mawardi Effendi</span></em>, <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Rektor UN<span style="color: #0000ff;">E</span></span><span style="color: #0000ff;">S</span></span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Andi Mustari Pid</span><span style="color:#ff0000;">e</span></em> tersebut diselenggarakan di kampus <em><span style="color:#ff0000;">UBH</span></em>, pada Rabu, 24 januari 2007.</p>
<p style="text-align:justify;">Nota Kesepahaman ini bertujuan mewujudkan kerjasama dan koordinasi antara KPK dan UBH dalam upaya <span style="color: #0000ff;"><em>sosialisasi dan pencegahan tindak pidana korupsi</em></span>. Ruang lingkup kerjasama antara kedua institusi mencakup tiga hal. Pertama, <span style="color: #0000ff;"><em>pendidikan antikorupsi</em></span>. Kedua, <span style="color: #0000ff;"><em>kampanye antikorupsi</em></span>. Dan ketiga, <span style="color: #0000ff;"><em>pengkajian dan riset</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal kerjasama pendidikan antikorupsi, kedua pihak menyepakati untuk mengembangkan<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">materi pendidikan</span></span></em><span style="color: #0000ff;"> <em>antikorupsi</em></span>. Dalam kaitan itu, KPK dan UBH sepakat untuk mempromosikan, mengembangkan, dan memfasilitasi pendidikan dan pelatihan antikorupsi kepada anak-anak, para remaja, dan orang dewasa.</p>
<p>Pada butir selanjutnya, terkait kampanye antikorupsi, disebutkan kedua belah pihak dapat melakukan kegiatan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perilaku antikorupsi, melalui kampanye publik. Sarana yang dipakai dapat melalui pelbagai kegiatan, seperti lomba kreatif dan diseminasi (penyebaran) informasi lewat media massa cetak maupun elektronik.</p>
<p>Kemudian, dalam hal pengkajian dan riset, kedua pihak secara bersama akan melakukan kajian dan riset tentang <span style="color: #0000ff;"><em>good governance</em></span> (<span style="color: #0000ff;"><em>tata kelola pemerintahan yang baik</em></span>), etika, dan <span style="color: #0000ff;"><em>perilaku antikorupsi</em></span> di Indonesia. Guna mendukung kegiatan riset tersebut, baik KPK maupun UBH juga dimungkinkan saling tukar informasi dan data.</p>
<p>Nota Kesepahaman ini menyebutkan pula kemungkinan kerjasama lain di luar yang telah diatur. Untuk mengejawantahkan Nota Kesepahaman, kedua institusi sepakat menunjuk sekurangnya dua orang <span style="color: #0000ff;"><em>Pejabat Penghubung</em></span> yang akan berperan sebagai contact person, di masing-masing institusi.</p>
<p>KPK memandang kerjasama dengan UBH ini bersifat stratejik dan sinergis, mengingat kedua belah pihak memiliki kapasitas dan kredibilitas di bidangnya masing-masing. Karena itu, yang ditempuh tidak hanya perjuangan penegakan hukum, melainkan juga upaya pendidikan generasi penerus bangsa, dalam konteks pencegahan tindak pidana korupsi jangka panjang.</p>
<p>Menurut Wakil Ketua KPK, DR. Sjahruddin Rasul, upaya macam ini ke depannya akan diperluas ke universitas-universitas lain. Sebelumnya KPK juga telah menjalin kerjasama dengan <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Kristen</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">Unika</span></em>) Soegiapranata Semarang, <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Udayana</em></span> Bali, <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Andalas</em></span> padang, <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Riau</em></span>, <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Islam Riau</em></span>, <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta</em></span>, <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Islam Sumatera Utara</em></span> Medan, <span style="color: #0000ff;"><em>UNNES</em></span> Semarang, STAN,<span style="color: #0000ff;"> <em>Universitas Lambung Mangkurat</em></span> Banjarmasin, <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Riau Kepulauan</em></span>,<span style="color: #0000ff;"> <em>IAIN Antasari</em></span> Banjarmasin, <span style="color: #0000ff;"><em>UNSYIAH</em></span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>IAIN Ar-Raniry</em></span> Banda Aceh.</p>
<p>Kerjasama dengan pelbagai universitas baik negeri maupun swasta, diharapkan mampu menular kepada masyarakat sekitar kampus. Pada akhirnya masyarakat ikut tergerak untuk melawan korupsi, paling tidak dengan pengetahuan yang dimiliki, mereka akan secara sadar meninggalkan <span style="color: #0000ff;"><em>perilaku-perilaku koruptif</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Dari website <a href="http://bung-hatta.info/berita_207.ubh"><em><span style="color:#ff00ff;">Bung Hatta</span></em></a></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=KPK%20Jalin%20Kesepakatan%20dengan%20Universitas%20Bung%20Hatta%2C%20UNP%20dan%20UNES%20Padang&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F21%2Fkpk-jalin-kesepakatan-dengan-universitas-bung-hatta-unp-dan-unes-padang%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/21/kpk-jalin-kesepakatan-dengan-universitas-bung-hatta-unp-dan-unes-padang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Manja itu, Disiapkan Jadi Datuk</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/11/anak-manja-itu-disiapkan-jadi-datuk/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/11/anak-manja-itu-disiapkan-jadi-datuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 14:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Nur]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra M Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Datuk Pado]]></category>
		<category><![CDATA[etek]]></category>
		<category><![CDATA[kaum]]></category>
		<category><![CDATA[kaum Bendang]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultan Hak Kekayaan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultan Hukum Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultan Hukum Pasar Modal]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Nagari Koto Nan Ompek]]></category>
		<category><![CDATA[Nurcholis Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Padangtinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[suku]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Loyola]]></category>
		<category><![CDATA[YLBHI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1513</guid>
		<description><![CDATA[Berikut laporan dari kampung Chandra M Hamzah di Payakumbuh yang dimuat di Padang Today.  Di website dari Padang Today ini, bisa dilihat juga foto rumah keluarga Chandra M Hamzah yang sangat sederhana dan hanya beratapkan asbes.
***
PENANGGUHAN penahanan anggota KPK non aktif, Chandra M Hamzah (42) oleh pihak kepolisian. Membuat &#8216;dunsanak&#8217; alias kerabatnya yang tinggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berikut laporan dari kampung <em><span style="color:#ff0000;">Chandra M Hamzah</span></em> di<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Payakumbuh</span></span></em> yang dimuat di <em><span style="color:#ff00ff;"><a href="http://padang-today.com/?today=feature&amp;id=289">Padang Today</a></span></em>.  Di website dari Padang Today ini, bisa dilihat juga foto rumah keluarga<em><span style="color:#ff0000;"> Chandra M Hamzah</span></em> yang sangat sederhana dan hanya beratapkan asbes.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">PENANGGUHAN penahanan anggota <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em> non aktif,<em><span style="color:#ff0000;"> Chandra M Hamzah</span></em> (42) oleh pihak kepolisian. Membuat &#8216;dunsanak&#8217; alias kerabatnya yang tinggal di Kelurahan <em><span style="color:#ff0000;">Padangtinggi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Nagari Koto Nan Ompek</span></em>,<em><span style="color:#ff0000;"> Payakumbuh</span></em>,<em><span style="color:#ff0000;"> Sumbar</span></em>, bersyukur sekali. Bagaimana sosok Chandra di mata mereka?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>***</strong></p>
<p style="text-align:justify;">HUJAN turun dari langit. Percikan airnya, membasahi teras sebuah rumah kayu yang berdiri kokoh di <span style="color: #0000ff;"><em>Kelurahan Padangtinggi, Nagari Koto Nan Ompek, Kecamatan Payakumbuh Barat</em></span> (sekitar 1,5 Kilometer dari pusat kota Payakumbuh), Kamis (5/11) siang.</p>
<p style="text-align:justify;">Rumah kayu bercat kuning gading, yang berada di samping Mushalla Al-Marhamah itu, sebenarnya adalah peninggalan dari pasangan suami-istri (Alm) <em><span style="color:#ff0000;">Darwis</span></em> dan<em><span style="color:#ff0000;"> Zaidati</span></em>. Namun, sejak mereka tutup usia, rumah yang berdekatan dengan kantor Lurah Padangtinggi tersebut, hanya dihuni oleh  anak-anak mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sembilan anak yang  dihasilkan pasangan Darwis dan Zaidati.  Masing-masing bernama (Alm) <em><span style="color:#ff0000;">Darusad</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Kamsidar</span></em> alias <em><span style="color:#ff0000;">Mido</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Syofniyar</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Yulia</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Damirus</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Aswinar</span></em>, <span style="color:#ff0000;"><em>Daswa</em>r</span>, <em><span style="color:#ff0000;">Hj Lir Yanedi</span></em>, dan <em><span style="color:#ff0000;">Nurzeli</span></em>. Adapun yang bernama Kamsidar alias Mido, adalah ibu kandung dari Chandra M Hamzah, anggota KPK non aktif.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Chandra itu adalah anak Kak Mido. Kalau pulang kampung dari Jakarta, bersama ibu atau ayahnya, Chandra pasti nginap di rumah ini. Tapi tidak lama. Paling-paling hanya 3 sampai 4 hari,&#8221;kata Yulia, 57, <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">etek</span> </span></em>(tante) kandung Chandra, yang kini menjadi penghuni rumah bernomor 15, Lingkungan I Padangtinggi tadi, ketika ditemui Padang Ekspres.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Yulia, biasanya Chandra M Hamzah, pulang kampung bersama ibunya Kamsidar dan ayahnya <em><span style="color:#ff0000;">Jamhir Hamzah SH</span></em> yang masih berasal dari Payakumbuh, yakni dari<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Padangtangah, Koto Nan Ompek</span></span></em>. Mereka, biasa pulang saat akan memasuki Hari Raya Idul Fitri.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tapi sekarang, sudah lama sekali keponakan, kakak, dan ipar saya itu tidak pulang. Walaupun begitu, kami masih sering berkirim kabar. Sekurang-kurangnya melalui telepon,&#8221;imbuh Yulia yang tak ingat lagi, terakhir Chandra pulang kampung.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini juga diungkapkan Syofidar Darwis, yang merupakan kakak dari Yulia, sekaligus adik dari Kasmidar. &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Lah lamo, kamanakan ambo tu ndak pulang-pulang. Ndak takona dek kami lai, bilo inyo pulang pangabisan</em></span> (Memang sudah lama, keponakan saya itu tidak pulang-pulang. Kami tidak ingat lagi, kapan dia pulang terakhir)&#8221;ujar Syofidar, dengan logat kental Payakumbuh.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff00ff;"><strong>Anak Manja</strong></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Walau tidak ingat, kapan Chandra terakhir kali menginjakkan ranah Payakumbuh. Namun, Yulia dan Syofidar, tahu betul bagaimana masa kecil pria yang kini tercata memegang lisensi <span style="color: #0000ff;"><em>Konsultan Hak Kekayaan Intelektual</em></span>, lisensi <span style="color: #0000ff;"><em>Konsultan Hukum Pajak</em></span>, lisensi <span style="color: #0000ff;"><em>Konsultan Hukum Pasar Modal</em></span>, dan lisensi<span style="color: #0000ff;"> <em>Pengacara/Penasihat Hukum/Advokat</em></span> tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau masa kecil Chandra, saya tahu betul. Saya pernah tinggal bersama mereka. Dulu, kami tinggal di Jakarta, tepatnya di Jalan Menteng Payakumbuh. Sekarang, mereka memang sudah pindah ke Jalan Menteng Granik Nomor 16,&#8221;ujar Yulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Ditambahkan Yulia, Chandra adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya, bernama Ir Kartika, sekarang menjadi pegawai negeri sipil di Kota Padang. Adiknya, bernama Martha, sekarang tinggal di Amerika.&#8221;Jadi, ketiga anak Kak Mido dan Uda Jamhir, adalah laki-laki semua. Saya ikut mengasuh mereka waktu masih kecil-kecil,&#8221;cerita Yulia yang mengaku biasa dipanggil Tante Lis oleh Chandra.</p>
<p>pdiv style=&#8221;text-align:justify;&#8221;&gt;Menurut Yulia, waktu kecil, Chandra Hamzah, memang sedikit berbeda dengan bocah-bocah seusianya. Dia betul-betul mendapat perhatian dari kedua orangtuanya, terutama dari ayahnya Jamhir.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kakak Ipar saya itu, sangat sayang kepada Chandra. Begitupula kepada anak-anaknya yang lain. Pokoknya, Kartika, Chandra, dan Martha, selalu diperhatikan,&#8221;kata Yulia.</p>
<div style="text-align:justify;">Saking perhatian terhadap Chandra, menurut Yulia, pernah Jamhir marah-marah kepada Kasmidar, karena melihat tubuh Chandra merah-merah digigit Nyamuk.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Begitupula, ketika suatu hari ada lendir dalam kotorang Chandra. Ayahnya,  cemas sekali. Kakak saya langsung ditanya ini, dikasih makan apa Chandra, koq beol-nya bisa berlendir? Pokoknya, <em><span style="color:#ff0000;">Uda Jamhir</span></em>. memang sangat memanjakan anak-anaknya,&#8221;kenang Yulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak cuma itu, menurut Yulia, setiap pulang kerja. Jamhir yang berprofesi sebagai pengacara di Jakarta, juga menumpahkan perhatian kepada anak-anaknya, dengan selalu membawakan baju baru atau makanan enak.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Uda Jamhir ayah yang begitu memperhatikan anak. Dia selalu memantau ketiga anaknya. Misalnya saja terhadap Chandra. Mulai dari bayi, anak-anak, jadi remaja, lalu menikah dengan anak almarhum<em><span style="color:#ff0000;"> Cak Nur</span></em> (<em><span style="color:#ff0000;">Nurcolis Majid</span></em>), selalu diperhatikan. Begitupula saat Chandra jadi pengacara dan anggota anggota<em><span style="color:#ff0000;"> KPK</span></em> sekarang,&#8221;kata Yulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Lantaran itupula, Yulia sempat memikirkan kondisi Jamhir atapunya Kakaknya Mido, saat mengetahui Chandra ditahan polisi beberapa hari waktu lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Saya khawatir saja, terjadi apa-apa terhadap Uda Jamhir, saat mengetahui anaknya ditahan polisi. Sebab, dia sangat sayang dan terus memantau kegiatan Chandra,&#8221;ucap Yulia.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff00ff;"><strong>&#8220;Buatkan&#8221; PR Kakak</strong></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Masih mengenai masih kecil Chandra. Yulia mengaku, sering mengantar bekas asisten pembela umum<em><span style="color:#ff0000;"> YLBHI</span></em> itu ke tempat dia bersekola, yakni <span style="color: #0000ff;"><em>Yayasan Pendidikan Loyola</em></span> di <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Jalan Menteng Sukabumi</span>,</span></em> Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau saya tidak lupa, mulai TK sampai SMP, Chandra sekolah di Yayasan Loyola Jalan Menteng Sukabumi. Waktu dia sekolah, saya sering mengantar atau menjemputnya,&#8221;aku Yulia.</p>
</div>
<div style="text-align:justify;">Ditambahkan Yulia, kalau pagi hari Chandra diantar ke sekolah oleh Jamhir. Maka pulang sekolah, dia sendirilah yang akan menjemput bocah manja tersebut. Begitupun sebaliknya, kalau yang mengantar Chandra adalah Yulia, maka pulangnya dijemput Jamhir.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sedangkan ibunya, waktu itu, selain sibuk dengan usaha sampingan pembuatan jaket berbahan wol, juga sibuk mrngutud kuliah. Sebab, ibu Chandra itu kan seorang guru. Bahkan sampai kini, masih menjadi guru bahasa Inggris,&#8221;imbuh Yulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu lagi yang masih dikenang Yulia tentang Chandra kecil adalah kepintaran dan kecerdasannya. &#8220;Chandra itu, walau anak manja dan sering dimanja, tapi sangat cerdas.  Bahkan, pekerjaan rumah kakaknya Kartika, pernah dia selesaikan sendiri,&#8221;kata Yulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Diceritakan Yulia, pernah suatu ketika, guru di Loyola bertanya kepadanya, &#8220;kok bisa pekerjaan rumah Chandra dan Kartika, mirip dan betulu jawabannya, lalu sama pula tulisanya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mendengar pertanyaan itu, saya tentuhanya diam. Namun dalam hati, saya berfikir, Chandra ternyata memang sangat pintar. Terlalu cerdas sekali,&#8221;imbuh Yulia yang sejak Chandra ditahan, tak pernah absen di depam layar kaca.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff00ff;"><strong>Disiapkan Jadi Datuk</strong></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Menyoal masa remaja Chandra Hamzah yang dijuliki &#8220;<span style="color:#ff0000;"><em>Pance</em></span>&#8221; oleh kawan-kawan semasa kuliahnya di <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Indonesia</em></span>. Yulia mengaku, tidak begitu tahu lagi. Sebab, waktu Chandra memasuki usia remaja, dia sudah tidak serumah dengan keluarga kakaknya yang sangat harmonis, karena harus ikut dengan suaminya Abidin.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Waktu Chandra remaja, saya tidak tahu lagi. Kalaupun tahu, tidak banyak yang diketahui seperti saat ia kecil,&#8221;ucap Yulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun begitu, komunikasi antara mereka tetap dibangun. Bahkan, belakang ada niat dari kaumnnya, yakni suku <em><span style="color:#ff0000;">Bendang</span></em>, untuk mengangkat Chandra menjadi seorang penghulu atau datuk di kampung mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Karena<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">gelar Datuk Pado</span></span></em>, milik kaum kami sudah terlipat atau telah lama tak dipakai. Ada rencana, menjadikan Chandra sebagai penghulu yang memimpin <span style="color: #0000ff;"><em>anak-kemenakan</em></span>. Namun, karena kesibukannya menjadi anggota KPK, sampai sekarang rencana belum sempat  disampaikan,&#8221;kata Yulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Walau begitu, Yulia tetap bertekad, kalau Chandra sudah bebas dari persoalan. Niat keluarga untuk mengamanahkan gelar Datuk Pado, akan disampaikan kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyinggung soal masalah yang sedang menerpa Chandra. Yulia bersama <span style="color: #0000ff;"><em>anak-kemenakan kaum Bendang</em></span>, <span style="color: #0000ff;"><em>Kelurahan Padangtinggi, Nagari Koto Nan Ompek, Kecamatan Payakumbuh Barat</em></span>, yakin seyakin-yakinnya, anggota KPK non aktif, Chandra M Hamzah, bukanlah seorang pemeras, sebagaimana disangkakan pihak kepolisian.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kami tidak percaya, Chandra itu memeras tersangka korupsi. Kami yakin, Chandra orang benar. Rekaman yang diputar di televisi, juga sudah membuktikan. Tapi karena kami orang kecil, tentu hanya bisa berdo&#8217;a dalam hati, mudah-mudahan kebenaran datang,&#8221;ujar Yulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal senada dikatakan Syofidar, etek (tante) kandung Chandra yang lainnya. Dengan logat Payakumbuh, ia mengatakan, tidak percaya terhadap segala sangkaan yang dialamatkan kepada keponakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Kami indak picayo, Chandra tuh bantuak nan disangko urang dalam tipi. Sabab, bapak-mandehnyo urang ta&#8217;at. Urang baugamo. Chandra tuh, ta&#8217;at pulo</em></span> (Kami tidak percaya, sangka&#8217;ann terhadap Chandra yang ditayangkan di televisi. Sebab, ibu-bapaknya orang ta&#8217;at. Orang beragama. Chandra juga ta&#8217;at)&#8221; kata Syofidar, dengan logat asli Pikumbuah.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, baik Yulia maupun Syofidar, tetap berharap Chandra tegar dalam menegakkan kebenaran dan membasmi korupsi di Indonesia. Nah, untuk harapan ini, tentu <span style="color:#ff0000;"><em>Chandra &#8220;Pance&#8221; M Hamzah</em></span>, tak perlu diragukan lagi. Sebab dia pernah bilang, tidak ada kata jera dalam perjuangan. <span style="color: #0000ff;"><em>Hidup Chandra! Hidup KPK!</em></span> (***)</p>
</div>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Anak%20Manja%20itu%2C%20Disiapkan%20Jadi%20Datuk&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F11%2Fanak-manja-itu-disiapkan-jadi-datuk%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/11/anak-manja-itu-disiapkan-jadi-datuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chandra M Hamzah: Tiada Kata Jera Dalam Perjuangan!!!</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/06/chandra-m-hamzah-tiada-kata-jera-dalam-perjuangan/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/06/chandra-m-hamzah-tiada-kata-jera-dalam-perjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 13:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Adnan Buyung Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Anthasari Azhar]]></category>
		<category><![CDATA[B.J. Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Widjojanto]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Likuiditas Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit Samad Rianto]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Nur]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra M Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Mahasiswa Tentang Tinggal Landas]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Eep Saefulloh Fatah]]></category>
		<category><![CDATA[Erry Riyana Hardjapamengkas]]></category>
		<category><![CDATA[failed state]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ilmu Keperawatan UI]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran UI]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Sastra UI]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP UI]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Indonesia Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Gang Kober]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung MPR-DPR]]></category>
		<category><![CDATA[HAri Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Senat Mahasiswa UI]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan Mahasiswa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[HMI]]></category>
		<category><![CDATA[Indra J Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[Kahlil Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[KBUI]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga besar UI]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab UU Hukum Perdata]]></category>
		<category><![CDATA[KKB]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Konstitusi Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga swadaya masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Mabes Polri]]></category>
		<category><![CDATA[MPR]]></category>
		<category><![CDATA[Nadia Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[negar gagal]]></category>
		<category><![CDATA[Nurcholis Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Kemahasiswaan UI]]></category>
		<category><![CDATA[Pance]]></category>
		<category><![CDATA[PHSK]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Studi Hukum dan Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Resimen Mahasiswa UI]]></category>
		<category><![CDATA[Ruhut Sitompul]]></category>
		<category><![CDATA[Simposium Nasional Angkatan Muda]]></category>
		<category><![CDATA[SMUI.Fakultas Hukum UI]]></category>
		<category><![CDATA[teloh]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Paramadina]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>
		<category><![CDATA[UU 1945]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1508</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Indra J Piliang
Mantan Aktivis Organisasi Kemahasiswaan UI 1990-an
Kemaren, tanggal 29 Oktober 2009, tepat sehari setelah Hari Sumpah Pemuda, Chandra M Hamzah dan Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto ditahan di Mabes Polri. Keduanya dikenakan tuduhan telah menyalahgunakan wewenang sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagi saya, ini adalah masalah hukum yang pelik dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh:<em><span style="color:#ff0000;"> Indra J Piliang</span></em><br />
Mantan Aktivis<span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;"><em>Organisasi Kemahasiswaan UI</em></span></span> 1990-an</p>
<p style="text-align:justify;">Kemaren, tanggal 29 Oktober 2009, tepat sehari setelah Hari Sumpah Pemuda, Chandra M Hamzah dan Chandra M Hamzah dan <em><span style="color:#ff0000;">Bibit Samad Rianto</span></em> ditahan di<span style="color: #0000ff;"> <em>Mabes Polri</em></span>. Keduanya dikenakan tuduhan telah menyalahgunakan wewenang sebagai pimpinan <span style="color: #0000ff;"><em>Komisi Pemberantasan Korupsi</em> </span>(<em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em>). Bagi saya, ini adalah masalah hukum yang pelik dan rumit. Dan saya merasa tidak tahu apa-apa tentang itu, selain hanya membaca perdebatan hukum di media dan bertanya lewat para ahlinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ingin saya tulis adalah Chandra M Hamzah. Kami menyebutnya dengan nama <em><span style="color:#ff0000;">Pance</span></em>. Dulu, ketika masuk UI tahun 1991, dia adalah Ketua<span style="color: #0000ff;"> <em>Harian Senat Mahasiswa UI</em></span>. Dalam balairung besar <em><span style="color:#ff0000;">UI</span></em>, Pance bersuara lantang menyambut para mahasiswa UI yang berjumlah ribuan. Slogan yang dipakai oleh <em>SMUI<span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Tiada Kata Jera dalam Perjuangan</span></span></em> waktu itu adalah . Chandra juga Komandan <span style="color: #0000ff;"><em>Resimen Mahasiswa UI</em></span> yang bermarkas di pintu masuk UI, dekat para mahasiswa menunggu bis kuning.</p>
<p style="text-align:justify;">Pance kuliah di <span style="color: #0000ff;"><em>Fakultas Hukum UI</em></span>. Dia berhasil menjadikan Menwa sebagai organisasi yang tidak sesangar di kampus lain. Hubungannya begitu dekat dengan kelompok atau organisasi mahasiswa lain. Begitu juga dengan SMUI, Pance berhasil menjadikan sebagai organisasi yang padu, ketika berhadapan dengan aturan organisasi mahasiswa yang berubah-ubah. Pance menggantikan <em><span style="color:#ff0000;">Eep Saefullah Fatah</span></em> (<em>FISIP UI</em>) sebagai Ketua Harian SMUI. Di kemudian hari, <em><span style="color:#ff0000;">Bagus Hendraning</span></em> menggantikan Pance. Proses pemilihan waktu itu dilakukan oleh Ketua-ketua Senat Mahasiswa Pakultas. Setelah itu, baru diadakan pemilihan raya (pemira) dengan ketua terpilih Zulkiefliemansyah (FEUI). Baru berturut-turut Komaruddin (FISIP UI), Selamat Nurdin (FISIP UI) dan Rama Pratama (FEUI). Saya pernah maju jadi Ketua SMUI tahun 1995, namun kalah dari Komaruddin.</p>
<p style="text-align:justify;">Pance adalah organisatoris yang baik. Dia juga aktif di<span style="color: #0000ff;"> <em>Himpunan Mahasiswa Islam</em> </span>(<em><span style="color:#ff0000;">HMI</span></em>). Saya masih mengingat bagaimana dia mendekati para yunior satu demi satu, lalu memberikan pemahaman tentang kemahasiswaan. Seingat saya – ada dalam catatan harian saya &#8211;, Pance menilai saya sebagai yunior yang susah berbicara. Kalau berbicara, sulit dimengerti. Mungkin karena logat atau memang karena sejak kecil saya “<em><span style="color:#ff0000;">teloh</span></em>” (bahasa Minang) alias gagap berbicara. Aktivitas di UI memang membuat saya mulai membiasakan diri, pertama lewat catatan di buku sebelum berbicara, lalu pelan-pelan mulai mengandalkan ingatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Pance menjadi Ketua Harian SMUI, kami sempat mengadakan kegiatan nasional dengan tajuk <span style="color: #0000ff;"><em>Diskusi Mahasiswa Tentang Tinggal Landas</em> </span>(DMTL). Waktu itu saya kebagian sebagai seksi acara. <em><span style="color:#ff0000;">BJ Habibie</span></em> hadir waktu itu, juga pimpinan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sebagian dari pimpinan mahasiswa itu kini menjadi pemimpin dalam dunianya masing-masing, terutama di bidang pendidikan,<span style="color: #0000ff;"> </span><em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">lembaga swadaya masyaraka</span>t</span></em>, kaum profesional, intelektual dan lain-lain. Terlalu banyak nama untuk disebutkan. Pada tahun berikutnya, di masa kepemimpinan Bagus Hendraning, diadakan juga <span style="color: #0000ff;"><em>Simposium Nasional Angkatan Muda</em></span> 1990-an: Menjawab Tantangan Abad 21. Kebetulan saya sendiri yang menjadi Ketua Panitia Pelaksana. Eep dan Pance menjadi narasumber dalam kegiatan kemahasiswaan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga hadir ketika Pance menikah dengan istri pertamanya: <em><span style="color:#ff0000;">Nadia Madjid</span></em>. Mbak Nadia adalah mahasiswa <span style="color: #0000ff;"><em>Fakultas Sastra UI</em></span> jurusan Bahasa Inggris dan putri <em><span style="color:#ff0000;">Nurcholis Madjid.</span></em> Masih ada foto perkawinan itu, ketika setiap orang ingin berdiri berdekatan dengan <em><span style="color:#ff0000;">Cak Nur</span></em>. Selama periode itu, kami beberapa kali bertemu, terutama dalam forum-forum diskusi mahasiswa. Dibandingkan dengan Eep Saefullah Fatah, tentu saya lebih banyak bertemu dengan Eep, baik sebagai nutulis, moderator, sampai kemudian sebagai pembicara pendamping dan pembicara pengganti tentang gerakan mahasiswa. Skripsi saya juga tentang gerakan mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika aksi-aksi mahasiswa 1998 meledak, saya ketemu Pance di pagar halaman kampus UI Salemba. Waktu itu tanggal 2 Mei 1998. Keluarga Besar UI mengerahkan massanya waktu itu, ketika senat-senat mahasiswa justru tidak bergerak. Di kampus terpasang penguruman dari Ketua-Ketua Senat Mahasiswa <span style="color: #0000ff;"><em>Fakultas Kedokteran UI</em></span>, <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Fakultas Ilmu Keperawatan UI</span> </span></em>dan <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Fakultas Kedokteran Gigi U</span>I</span></em> bahwa mereka tidak bertanggungjawab atas aksi mahasiswa hari itu. Saya lihat beberapa tokoh luar kampus hadir di panggung orasi, seperti <em><span style="color:#ff0000;">Ali Sadikin</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Adnan Buyung Nasution</span></em>, dan <em><span style="color:#ff0000;">Rohut Sitompul</span></em>. Saya sempat mengusir Rohut Sitompul dari atas mimbar.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebetulan, para mahasiswa dari luar kampus bergerak di jalanan Salemba dan ingin agar mahasiswa UI ikut turun ke jalan. Para mahasiswa UI sedikit terpancing, tetapi ditahan oleh aparat keamanan bersenjata lengkap di pagar kampus. Saya dan Pance ada di tengah-tengah aparat dan mahasiswa UI itu, mencegah agar mahasiswa tidak keluar kampus dan juga menghalangi aparat yang mendekat langkah demi langkah mendekati mahasiswa. Memang sempat terjadi aksi dorong-dorongan, tetapi tidak sampai menjadi bentrokan. Kepada saya Pance mengatakan bahwa Ia mendapatkan informasi betapa mahasiswa UI akan dikorbankan. Dia mewanti-wanti agar saya menghubungi pimpinan aksi mahasiswa untuk tidak membuat massa mahasiswa UI turun ke jalan. Saya menyampaikan informasi itu di posko yang kami buat di <span style="color: #0000ff;"><em>Gang Kober</em></span> (Kuburan), Depok. Pimpinan <em><span style="color:#ff0000;">KBUI </span></em>memang berkumpul di sana dan kini sebagian sudah mendapatkan gelar doktor dan masih banyak yang mengambil gelar doktor di luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika menduduki <em><span style="color:#ff0000;">Gedung MPR-DPR</span></em>, Pance juga terlihat di luar pagar. Menurut informasi yang saya dapat, dia berusaha mencegah kalau terjadi penyerbuan atas mahasiswa yang menduduki gedung itu. Pance menyediakan sejumlah bis untuk evakuasi, kalau tiba-tiba terjadi penyerbuan. Isu penyerbuan itu menyebabkan kami tidak bisa tidur. Pada dini hari, pukul 03.00, kami sempat terbangun dan berlari sekencang-kencangnya menuju halaman belakang, karena ada info sweeping dan penyerbuat dari pasukan militer di luar gedung. Gedung DPR-MPR itu tidak jadi diserbu, justru dimasuki oleh banyak sekali tokoh yang kemudian disekanal sebagai tokoh-tokoh reformasi. Peran Pance yang paling besar menurut saya adalah dalam berhubungan dengan ayah mertuanya, Cak Nur.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah semuanya berakhir, Pance saya dengar lebih banyak aktif di law-firm yang dia pimpin. Kebetulan saya juga kenal para tetua di sana yang dikenal sebagai genk <em><span style="color:#ff0000;">Erry Riyana Hardjapamengkas</span></em>. Dia juga berinisiatif membentuk lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang advokasi hukum. Salah satunya adalah <span style="color: #0000ff;"><em>Pusat Studi Hukum dan Kebijakan</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">PSHK</span></em>). Ada beberapa teman yang aktif disana. Ketika konflik horizontal meledak di banyak daerah, seperti di <em><span style="color:#ff0000;">Ambon</span></em>, kelompok itu juga aktif mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat yang kemudian membentuk <span style="color: #0000ff;"><em>Forum Indonesia Damai</em></span>. Saya juga aktid di kelompok itu dan beberapa kali ikut rapat di kawasan Kebayoran Baru. Belakangan, kelompok inilah yang menjadi salah satu pihak yang aktif dalam amandemen Konstitusi, paling tidak dalam mendorong dari belakang. Saya juga terlibat menjadi anggota dari <span style="color: #0000ff;"><em>Koalisi Konstitusi Baru</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">KKB</span></em>). Adegan paling heroik adalah ketika <em><span style="color:#ff0000;">Bambang Widjojanto</span></em> merobek naskah pembentukan Komisi Konstitusi versi <em><span style="color:#ff0000;">MPR</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Para pengacara lain setahu saya sibuk dengan menjadi pengacara bagi para tersangka <span style="color: #0000ff;"><em>Bantuan Likuiditas Bank Indonesia</em></span>, terutama yang perusahaannya masuk ke dalam <span style="color:#ff0000;"><em>BPPN</em></span>. BPPN waktu itu memiliki aset ratusan trilyun rupiah. Rata-rata mereka kemudian menjadi kaya raya. BLBI, kita tahu, telah menghabiskan uang negara sebanyak lebih dari <em><span style="color:#ff0000;">Rp. 600 Trilyun</span></em>, hampir 100 kali lipat skandal <em>Bank Century</em>. Tetapi tidak ada artinya dibandingkan dengan dana tanggap darurat yang hanya Rp 100 Milyar untuk gempa di Sumatera Barat. Butuh lebih dari 60 gempa bumi lagi berkekuatan 7,9 scala richer agar dana turun Rp. 6 Trilyun. Atau butuh 600 gempa bumi lagi berkekuatan 7,9 scala richer agar dana turun Rp. 600 Trilyun.</p>
<p style="text-align:justify;">Nama Chandra muncul lagi sebagai kandidat pimpinan KPK yang diseleksi di <em><span style="color:#ff0000;">DPR RI</span></em>. Saya sendiri gagal lolos ke DPR RI sebagai calon anggota <em><span style="color:#ff0000;">KPU</span></em>. Suara yang diperoleh Chandra berada di urutan atas. Tapi dalam pemilihan Ketua <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em>, dia kalah dari <em><span style="color:#ff0000;">Anthasari Azhar</span></em>. Saya beberapa kali saja mengirimkan sms kepada Chandra atau Pance ini. Sms terakhir saya kirimkan menjelang deklarasi saya sebagai politisi di <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Paramadina</em></span>, Jakarta, tanggal 6 Agustus 2008. Chandra datang dan memberikan kesaksian (lihat di <a href="http://www.indrapiliang.com"><em><span style="color:#ff00ff;">www.indrapiliang.com</span></em></a> bagian testimony):</p>
<p style="text-align:justify;">“Terima kasih. Pada dasarnya Saya kenal Indra ini 15 tahun yang lalu. Jadi kebetulan waktu itu saya Ketua Senat Mahasiswa UI dan kemudian Beliau ini masuk dalam seksi kepengurusan. Sejak pertama saya kenal yang namanya Indra itu memang tukang kritik, tukang ribut, apapun dipertanyakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehubungan dengan niat Indra untuk masuk ke DPR, jadi kami di KPK memang menganggap ada korupsi di pengadaan badan dan jasa, ada korupsi di beberapa sektor lain. Tetapi satu hal yang paling sukses adalah korupsi dalam pembuatan peraturan perundang-undangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai saat ini katakanlah <em><span style="color:#ff0000;">UU</span></em> kita <em><span style="color:#ff0000;">UUD 1945</span></em>, itu umurnya sebelum di amandemen masih berlaku sampai tahun 1999. 55 tahun UUD 1945 itu berlaku dan yang membuat sudah meninggal. Berarti kita dikuasai oleh orang-orang mati. <span style="color: #0000ff;"><em>Kitab UU Hukum Perdata</em></span> di Indonesia itu itu dibuat pada tahun 1930 dan sekarang sudah 2008, berarti sudah 78 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi seandainya proses pembuatan legislasi undang-undang ini diwarnai dengan nuansa korupsi, maka bisa dibayangkan generasi ke depan akan di kekang atau hidup dalam suasana yang korup. Jadi korupsi yang ada di pengadilan hanya satu orang, satu keluarga atau sekelompok orang, tetapi korupsi yang ada di legislatif menjadi kolektif. Itu adalah sumber permasalahan kenapa bangsa ini menjadi demikian terpuruk. Dan hadirnya Indra mudah-mudahan tidak larut, karena ada beberapa asumsi, mudah-mudahan tidak benar kalau kita masuk ke sarang penyamun, jadi penyamun juga. Terima kasih.</p>
<p style="text-align:justify;">(<em><span style="color:#ff0000;">Chandra M Hamzah</span></em>, Wakil Ketua, <span style="color: #0000ff;"><em>Komisi Pemberantasan Korupsi</em></span>)”</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir jumpa Chandra saya lupa, barangkali dalam suatu malam di sebuah cafe di TIM ketika sejumlah teman bertemu. Tapi yang jelas, Chandra alias Pance ini adalah <span style="color: #0000ff;"><em>produk murni dari reformasi</em></span>. Almarhum Cak Nur mengatakan bahwa yang dibutuhkan dalam zaman reformasi ini adalah kaum reformis yang otentik. Saya bersaksi bahwa Chandra alias Pance ini adalah produk dari<span style="color: #0000ff;"> <em>kaum reformis yang otentik</em></span> itu. Apakah karena itu ia ditahan? Apakah karena itu ia diperiksa? Atau adakah drama-drama lain yang terlihat semakin hebat dipertontonkan dalam produk kemasan seperti sekarang ini? Indonesia jelas berada di tubir jurang <em><span style="color:#ff0000;">negara gagal</span></em> (<span style="color: #0000ff;"><em>failed state</em></span>). Apakah penahanan Chandra bagian dari sangkakala kematian sebuah bangsa itu, seperti yang pernah ditangisi oleh <em><span style="color:#ff0000;">Kahlil Gibran</span></em>?</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jelas, seperti Chandra yang berucap di hadapan ribuan mahasiswa UI tahun 1991 lalu itu, saya hanya bisa katakan: <em><span style="color:#ff0000;">TIADA KATA JERA DALAM PERJUANGAN</span></em>!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta, 30 Oktober 2009.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Chandra%20M%20Hamzah%3A%20Tiada%20Kata%20Jera%20Dalam%20Perjuangan%21%21%21&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F06%2Fchandra-m-hamzah-tiada-kata-jera-dalam-perjuangan%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/06/chandra-m-hamzah-tiada-kata-jera-dalam-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saldi Isra: Wacana Kurangi Kewenangan KPK Bertentangan Harapan Rakyat</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/04/saldi-isra-wacana-kurangi-kewenangan-kpk-bertentangan-harapan-rakyat/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/04/saldi-isra-wacana-kurangi-kewenangan-kpk-bertentangan-harapan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muzzammil Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Legislasi DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang]]></category>
		<category><![CDATA[FPKS]]></category>
		<category><![CDATA[Fraksi Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Tata Negara]]></category>
		<category><![CDATA[instansi pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[institusi penegak hukum]]></category>
		<category><![CDATA[keadillan]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[parlemen]]></category>
		<category><![CDATA[PUSaKO]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Studi Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Saldi Isra]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>
		<category><![CDATA[UU KPK]]></category>
		<category><![CDATA[UU tentang Informasi dan Traansaksi Elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1502</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ulasan dari pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas (Unand) di Sumatra Barat yaitu Saldi Isra yang dimuat oleh kantor berita Antara tertanggal Sabtu, 19 April 2008 21:17 WIB (sekitar satu setengah tahun yang lalu) mengenai usaha pengurangan kewenangan KPK.
***
Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Saldi Isra, menilai, mengapungnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ulasan dari pengamat<span style="color: #0000ff;"> <em>Hukum Tata Negara</em></span> dari<span style="color: #0000ff;"> <em>Universitas Andalas</em></span> (<span style="color:#ff0000;"><em>Unand</em></span>) di <span style="color: #0000ff;"><em>Sumatra Barat</em></span> yaitu <em><span style="color:#ff0000;">Saldi Isra</span></em> yang dimuat oleh kantor berita <a href="http://www.antara.co.id/view/?i=1208614665&amp;c=NAS&amp;s="><em><span style="color:#ff00ff;">Antara</span></em></a> tertanggal Sabtu, 19 April 2008 21:17 WIB (sekitar satu setengah tahun yang lalu) mengenai usaha pengurangan kewenangan <span style="color:#ff0000;"><em>KPK</em></span>.</p>
<p>***</p>
<p>Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Saldi Isra, menilai, mengapungnya wacana untuk mengurangi kewenangan <span style="color: #0000ff;"><em>Komisi Pemberantasan Korupsi</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em>) sangat bertentangan dengan keinginan dan harapan rakyat dalam perang melawan korupsi di negeri ini.</p>
<p>&#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Kewenangan KPK tak mesti dikurangi, tetapi gerakannya dalam membongkar kasus korupsi yang harus didorong semua pihak, guna membersihkan instansi pemerintah dari praktek yang merugikan keuangan negara itu</em></span>,&#8221; kata Saldi Isra, ketika diminta tanggapannya di<em><span style="color:#ff0000;"> Padang</span></em>, Sabtu, terkait wacana untuk mengurangi kewenangan KPK.</p>
<p>Menurut dia, jika ada keinginan parlemen untuk mengurangi kewenangan KPK dengan membuat ketentuan hukumnya, satu bentuk tidak komit dengan program pemberantasan korupsi.</p>
<p>Selain itu, wacana mengurangi kewenangan KPK, juga satu indikasi kekhawatiran anggota parlemen atau kelompok tertentu dengan gencarnya KPK mengungkap tindak pidana korupsi.</p>
<p>Saldi Isra juga<span style="color: #0000ff;"> <em>Direktur Pusat Studi Konstitusi</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">PUSaKO</span></em>), <span style="color: #0000ff;"><em>Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang</em></span>, mengatakan, kewenangan KPK sudah diatur dalam <em><span style="color:#ff0000;">UU</span></em> dan tak perlu diubah lagi.</p>
<p>Kendati berkaitan dengan akses KPK dalam membongkar kasus-kasus suap melalui penggunaan penyadapan komunikasi dan penjebakan, sudah umum diterapkan negara-negara yang maju penegakan hukumnya.</p>
<p>Jika akses KPK tak memadai, dia menilai, tentu sulit mengungkap kasus-kasus suap pada tingkat<span style="color: #0000ff;"> <em>parlemen</em></span> dan<span style="color: #0000ff;"><em> instansi pemerintahan</em></span>, karena sistem tindakan korupsi yang selama ini cukup rapi.</p>
<p>&#8220;Masyarakat cukup menumpangkan harapan terhadap KPK dalam pemberantasan korupsi di negeri ini,&#8221; kata Saldi.</p>
<p>Sebelumnya, <span style="color: #0000ff;"><em>Fraksi Partai Keadilan Sejahtera</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">FPKS</span></em>)<em><span style="color:#ff0000;"> DPR RI</span></em> menilai, munculnya wacana untuk mengurangi kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan langkah yang kontra produktif.</p>
<p>Anggota FPKS DPR RI <em><span style="color:#ff0000;">Al Muzzammil Yusuf</span></em> di Jakarta, Sabtu (19/4), mengaku heran dengan adanya wacana untuk mengurangi kewenangan KPK.</p>
<p>&#8220;FPKS khawatir, wacana tersebut akan kontra produktif dengan program dan kampanye anti korupsi yang sudah kita lakukan sejak Reformasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Muzzammil yang juga <span style="color: #0000ff;"><em>Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI</em></span> itu mengatakan, keberhasilan KPK membongkar kasus-kasus suap melalui penyadapan komunikasi dan penjebakan, sudah umum diterapkan di berbagai negara yang lebih maju penegakan hukumnya.</p>
<p>Hal tersebut, kata Muzzammil, sebenarnya sebagian sudah ada dalam <span style="color: #0000ff;"><em>UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik</em></span>, dengan hanya memberi wewenang penyadapan kepada Polisi, Jaksa, dan <span style="color: #0000ff;"><em>institusi penegak hukum</em></span>.</p>
<p>&#8220;Di luar tiga instansi tersebut dikenakan ancaman sanksi maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp800 juta. Mungkin hal semacam ini bisa diatur lebih spesifik di revisi <em><span style="color:#ff0000;">UU KPK</span></em>,&#8221; katanya.(*)</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Saldi%20Isra%3A%20Wacana%20Kurangi%20Kewenangan%20KPK%20Bertentangan%20Harapan%20Rakyat&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F04%2Fsaldi-isra-wacana-kurangi-kewenangan-kpk-bertentangan-harapan-rakyat%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/04/saldi-isra-wacana-kurangi-kewenangan-kpk-bertentangan-harapan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cicak Padang Kibarkan Bendera Setengah Tiang</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/03/cicak-padang-kibarkan-bendera-setengah-tiang/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/03/cicak-padang-kibarkan-bendera-setengah-tiang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 11:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[Cicak]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[LSM]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Roni Syahputra]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<category><![CDATA[TII]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1491</guid>
		<description><![CDATA[Aksi mendukung dua pimpinan non aktif KPK terus bergulir. Tidak hanya di Jakarta, di Padang Sumatera Barat, hari ini Senin 2 Oktober 2009, Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) akan menggelar pengibaran bendera setengah tiang.
Aksi akan dilaksanakan di sejumlah kampus di Padang, salah satunya Universitas Andalas. &#8220;Langkah awal kami akan deklarasi dulu di masing-masing kampus,&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aksi mendukung dua pimpinan non aktif <em><span style="color: #ff0000;">KPK</span></em> terus bergulir. Tidak hanya di Jakarta, di <em><span style="color: #0000ff;">Padang</span></em> <em><span style="color: #0000ff;">Sumatera Barat</span></em>, hari ini Senin 2 Oktober 2009, <span style="color: #0000ff;">Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK</span> (<em><span style="color: #ff0000;">Cicak</span></em>) akan menggelar pengibaran bendera setengah tiang.</p>
<p>Aksi akan dilaksanakan di sejumlah kampus di Padang, salah satunya <em><span style="color: #ff0000;">Universitas Andalas</span></em>. &#8220;Langkah awal kami akan deklarasi dulu di masing-masing kampus,&#8221; ujar aktivis Cicak <em><span style="color: #ff0000;">Roni Syahputra</span></em> saat dihubungi VIVAnews.</p>
<p><span style="color: #000000;">Setelah deklarasi yang bernama &#8216;<em><span style="color: #ff0000;">Darurat Keadilan</span></em>&#8216; di kampus-kampus, secara serentak aktivis korupsi di Kota Padang akan turun ke jalan. &#8220;Rencananya kami akan turun hari rabu (4/11) mengikuti langkah Jakarta,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain membagi-bagikan pita hitam, para mahasiswa pun akan menggelar aksi penuruan bendera setengah tiang, sebagai bentuk bela sungkawa matinya keadilan di  negeri ini, tambah Roni.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sementara di Jakarta aksi akan digelar di Bundaran Hotel siang ini pukul 13.00 Wib. ratusan mahasiswa dan sejumlah <em><span style="color: #ff0000;">LSM</span></em> yang berada di Jakarta akan turun ke jalan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut <em><span style="color: #ff0000;">Teten Masduki</span></em>, <em><span style="color: #0000ff;">Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia</span></em> (<em><span style="color: #ff0000;">TII</span></em>), aksi yang digelar dengan membagi-bagikan pita hitam ini, tidak semata-mata bentuk dukungan terhadap <em><span style="color: #ff0000;">Bibit</span></em> dan<em><span style="color: #ff0000;"> Chandra</span></em>, tetapi juga untuk menyelematkan <em><span style="color: #ff0000;">Komisi Pemberantasan Korupsi</span></em> (<em><span style="color: #ff0000;">KPK</span></em>) yang khawatir ada upaya penghancuran.</span></p>
<p>&#8220;Kami membuka mata hati presiden karena khawatir ada upaya menghancurkan KPK,&#8221; ujar Teten.</p>
<p>Karena itu, aksi tersebut bisa ditiru oleh siapa saja yang hatinya tergerak untuk menyelamatkan KPK yang dilanda ketidak adilan dan kondisnya terancam.</p>
<p>***</p>
<p>Tulisan ini bisa dibaca langsung di websie <a href="http://korupsi.vivanews.com/news/read/101723-cicak_padang_kibarkan_bendera_setengah_tiang"><em><span style="color: #ff00ff;">vivanews</span></em></a>. Baca juga berita mengenai <em><span style="color: #ff0000;">Cicak Padang</span></em> berikut dari <a href="http://infokorupsi.com/id/korupsi.php?ac=2912&amp;l=cicak-padang-harap-pemberantasan-korupsi-makin-nyata"><em><span style="color: #ff00ff;">infokorupsi.com</span></em></a>. <a href="http://infokorupsi.com/id/"><em><span style="color: #ff00ff;">Infokorupsi.com</span></em></a> juga memuat berita-berita lainnya mengenai korupsi di Indonesia.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Cicak%20Padang%20Kibarkan%20Bendera%20Setengah%20Tiang&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F03%2Fcicak-padang-kibarkan-bendera-setengah-tiang%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/03/cicak-padang-kibarkan-bendera-setengah-tiang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
