Rosihan Anwar: Rangkayo Rasuna Said Ditahan

Membaca sumber-sumber dokumen Belanda dahulu niscaya menambah pengetahuan kita mengenai sejarah. Misalnya surat Jaksa Agung Verheijen kepada Gubernur Jendral De Jonge, dari Medan, tanggal 23 Juli 1933. Dalam surat itu Verheijen mengatakan, ia bersikukuh pada pendirian agar larangan mengadakan rapat (vergader verbod) dilaksanakan di Sumatra Barat. Apa alasannya? Karena di Sumatra Barat telah begitu [...]

Share

Hubungan Cinta Antara Laki-laki dan Perempuan Dalam Masyarakat Minangkabau

Saudara Adhiguna Mahendra yang orang Jawa dan yang bekerja di negara Perancis sebagai Insinyur, mengajukan pertanyaan berikut kepada saya. Saudara Adhiguna ini juga yang pernah mengajukan pertanyaan mengenai apakah Eropa itu berbudaya patriarkat atau matriarkat.

Berikut pertanyaannya:

Hello mbak Vara,

Saya yang dulu tanya mengenai matriarki di Eropa. Anda memang [...]

Share

Hanifah Damanhuri Oayobada: Lapau Maya

Sajak ado lapau maya — Sejak ada lapau/warung maya
Sajak awak jadi anggota — Sejak saya jadi anggota
Awak barubah jadi paota — Saya berubah jadi tukang ngobrol

Namono paota — Yang namanya tukang ngobrol
Ado sajo bahan ota – Ada saja bahan obrolannya
Tema ota — Tema obrolan
Tagantuang jo sia ma ota — Tergantung kepada siapa yang mengobrol
Atau [...]

Share

Meiy Piliang: Negeri Nurani Mati

Kututup mata, kutulikan telinga,
pada berita-berita sengsara di media
tak kubaca berita-berita hangat
yang katanya hebat
yang dijual di mana saja!

aku tak mau muntah
muak!
Bah!

Namun
zaman bablas informasi ini
mereka datang sendiri
memaksaku

Membuka surel, berita sensasi bertebaran

Aku melengos
televisi tetangga berbunyi
berita selebriti, mencari sensasi
ramai-ramai orang menonton sambil ngerumpi
Ada yang bangga, membuka aurat, menjual aib, demi popularitas

Naik kendaraan umum
radio berbunyi
berita [...]

Share

Acehnese people of northern Sumatra are matriarchal

The Acehnese people of northern Sumatra, Indonesia is a matriarchal society. This was stated by some foreign journalists and foreigners involved with the people of Aceh after the Tsunami. It goes without saying that they did not claim that the people of Aceh is “matriarchal” but rather “matrilineal“, as the term matriarchal itself is [...]

Share

Masyarakat Aceh ternyata matriarkal

Masyarakat Aceh ternyata adalah masyarakat matriarkat. Hal ini dinyatakan oleh para wartawan asing atau orang-orang asing yang terlibat dengan masyarakat Aceh pasca Tsunami. Tentu saja mereka tidak menyatakan bahwa masyarakat Aceh adalah masyarakat matriarkat melainkan masyarakat “matrilineal“, dikarenakan istilah matriarkat memang masih sering disalahartikan dan masih menemui perlawanan di dunia Barat. Sebaliknya, istilah [...]

Share

Orang Batak, Orang Minang, Orang Jawa

Saudara AOP yang orang Batak memberi tanggapan berikut ini mengenai tulisan-tulisan saya di blog ini.

Kepada Yang Terhormat Uni Vara Jambak,

Saya orang batak toba, protestan, lahir di Pulau Jawa. Saya sungguh salut pada kemampuan menulis Anda!

Setelah membaca artikel anda, saya jadi ingin berbagi [...]

Share

Minangkabau Tidak Sendirian

Banyak orang menyangka, termasuk orang Minangkabau sendiri, bahwa hanya orang Minangkabaulah yang berbudaya matriarkat. Sehingga banyak orang beranggapan bahwa sudah selayaknya budaya itu dihapuskan sama sekali dari kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau, baik di ranah Bundo Kanduang ataupun di rantau. Maksud itu diutarakan tidak saja dari kalangan bukan Minangkabau, akan tetapi bahkan dari tengah-tengah masyarakat [...]

Share