<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Vara Jambak &#187; Minangkabau</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/tag/minangkabau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 14:34:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>vjambak@varajambak.com ()</managingEditor>
		<webMaster>vjambak@varajambak.com()</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>vjambak@varajambak.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Vara Jambak</title>
			<link>http://www.varajambak.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Mengapa Buya Syafii Maarif Tolak Bertemu SBY?</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 01:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[tokoh Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Arief]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Syafii]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[inisiator Pansus]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua PP Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[L/C fiktif Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[lengser keprabon]]></category>
		<category><![CDATA[letter of credit]]></category>
		<category><![CDATA[M Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Centruy]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pembaharuan Pemikiran Islam]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan Magsaysay]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PPI]]></category>
		<category><![CDATA[presiden SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden World Conference on Religion for Peace]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Nurcholish Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Staf Khusus Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[staf khusus SBY]]></category>
		<category><![CDATA[the Maarif Institute]]></category>
		<category><![CDATA[WCRP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1708</guid>
		<description><![CDATA[


INILAH.COM, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. Cendekiawan muslim dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu Presiden SBY soal Bank Century. Mengapa?
Buya Syafii menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;margin: 12px;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4808480940768749";
/* 468x60, created 4/9/09 */
google_ad_slot = "2872038909";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></div><p style="text-align:justify;"><a href="http://inilah.com/news/read/politik/2010/02/25/367011/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/"><em><span style="color:#ff00ff;">INILAH.COM</span></em></a>, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. <span style="color:#ff0000;"><em>Cendekiawan muslim</em></span> dan mantan <em><span style="color:#ff0000;">Ketua PP Muhammadiyah</span></em> Buya <em><span style="color:#ff0000;">Ahmad Syafii Maarif</span></em>, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Presiden SBY</span></em> soal <em><span style="color:#ff0000;">Bank Century</span></em>. Mengapa?</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Buya Syafii</span></em> menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita kepada <em><span style="color:#ff0000;">Presiden Soeharto</span></em> yang meminta bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Prof Nurcholish Madjid</span></em>, cendekiawna Muslim, menjelang <span style="color: #0000ff;"><em>lengser keprabon</em></span> dari istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Staf khusus<em><span style="color:#ff0000;"> SBY</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Andi Arief</span></em>, mendekati Buya Syafii dengan mengajaknya bertemu di sebuah hotel. &#8220;Dia bilang Presiden SBY mau ketemu, saya bilang nggaklah. Sebagai warga negara saya mau bertemu, tapi kalau terkait <em><span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span></em> saya nggak mau,&#8221; tegas Buya Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Buya menambahkan, dengan bertanya apa tujuan <em><span style="color:#ff0000;">Istana</span></em> mengundangnya terkait Pansus Century, Andi pun mengatakan, &#8216;SBY ingin meminta nasihat dari Buya&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa yang dinasihati? Dia (SBY) itu kan lebih tahu dari saya. Pansus itu harus dituntaskan. Century harus kita bongkar penuh. Kalau <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> masih punya hati nurani, hasil paripurna nanti akan sesuai harapan rakyat,&#8221; kata Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Syafii mengatakan sikapnya sudah kukuh terkait dengan kasus Bank Century. Kasus ini harus diungkap habis. Bila bersedia bertemu SBY, sikap Syafii bisa ditafsirkan sebagai inkonsistensi.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief, Selasa malam, membenarkan melakukan pertemuan dengan Syafii. Andi mengaku mengungkapkan data soal<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">L/C fiktif Bank Century</span></span></em> yang salah satunya menyeret nama <span style="color: #0000ff;"><em>inisiator Pansus</em> </span><em><span style="color:#ff0000;">M Misbakhun</span></em>. Syafii, kata Andi, kaget dengan data-data terkait Misbakhun yang disodorkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu kecewa dan kesal terhadap<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Staf Khusus Presiden</span></span></em> Andi Arief. Pasalnya, Andi Arief menyatakan bahwa Buya Syafii terkejut setelah mengetahui kasus <span style="color: #0000ff;"><em>letter of credit</em></span> politisi <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em> <em><span style="color:#ff0000;">Muhammad Misbakhun</span></em> di Bank Century yang mengalami gagal bayar.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ini tidak sehat, anak ini (Andi Arief-red) menyalahgunakan. Saya nggak ngerti soal itu,” kata Syafii kepada pers.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya itu, Buya Syafii, panggilan akrabnya, juga mengatakan Andi Arief tidak bermoral. “<span style="color: #0000ff;"><em>Ini tidak sehat, anak ini tidak bermoral</em></span>,” kesalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya, Buya Syafii merasa dijadikan tumbal oleh Andi Arief untuk menekan PKS. Sehingga Buya menilai sosok Andi Arief ini tidak bermoral.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief merupakan staf khusus SBY yang melobi ke sejumlah elite parpol, termasuk <em><span style="color:#ff0000;">PDIP</span></em>. &#8220;Namun cara dan kelakuan Andi tidak simpatik sehingga menimbulkan sinisme publik,&#8221; kata seorang pengamat politik.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Prof. Dr. Syafii Maarif </span></em>adalah seorang <em><span style="color:#ff0000;">c</span><span style="color:#ff0000;">endekiawan Muslim Minangkabau</span></em> yang pernah menjabat sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah</em></span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>Presiden World Conference on Religion for Peace</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">WCRP</span></em>). Syafii Ma&#8217;rif, penerima <em><span style="color:#ff0000;">penghargaan Magsaysay</span></em> pada tahun 2008,  mendirikan the Maarif Institute pada tahun 2002 sebagai bagian daripada jaringan gerakan <span style="color: #0000ff;"><em>Pembaruan Pemikiran Islam</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">PPI</span></em>). Lebih lanjut mengenai Prof. Syafii Maarif bisa dibaca di situs web dari <a href="http://www.maarifinstitute.org/"><em><span style="color:#ff00ff;">the Maarif Institute</span></em></a>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Mengapa%20Buya%20Syafii%20Maarif%20Tolak%20Bertemu%20SBY%3F&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F02%2F28%2Fmengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puti Reno Oesman&#8211;Mantan Diplomat Wanita Siap Pimpin Sumbar</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/16/puti-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/16/puti-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 13:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang-Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[calon gubernur Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Departemen Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Deplu]]></category>
		<category><![CDATA[H. Soetan Oesman]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[M. Yamin]]></category>
		<category><![CDATA[Minister Counsellor]]></category>
		<category><![CDATA[Moscow]]></category>
		<category><![CDATA[Muhamad Yamin]]></category>
		<category><![CDATA[One]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[para Bundo Kanduang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggungjawab Bidang Pensosbud KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan-perempuan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamator]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Reno Usman]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmah El Yunusiyah]]></category>
		<category><![CDATA[raja perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[ranah Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar pascagempa]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1663</guid>
		<description><![CDATA[

Setelah menjadi seorang diplomat dan mengembara diberbagai negara karena ditugaskan pemerintah pusat, Puti Reno Oesman pulang untuk membangun Ranah Minang. Puti Reno Oesman yang akrab dipanggil &#8220;One&#8221; adalah diplomat senior di Depertemen Luar Negeri (Deplu) yang telah memiliki pengalaman selama 31 tahun. Ia merupakan Bundo Kanduang yang dilahirkan di Padang, tahun 1947  lalu. Putri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div style="margin: 2px 5px 3px 3px; float: left; width: 300px;"><a href="http://www.varajambak.com/wp-content/uploads/2010/02/thumb_puti-reno-usman.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1558" title="thumb_Puti Reno Usman" src="http://www.varajambak.com/wp-content/uploads/2010/02/thumb_puti-reno-usman.jpg" alt="" width="279" height="219" /></a></div>
<div style="padding-left: 120px; text-align: justify; margin: 2px 5px 3px 3px;">Setelah menjadi seorang diplomat dan mengembara diberbagai negara karena ditugaskan pemerintah pusat, <em><span style="color: #ff0000;">Puti Reno Oesman</span></em> pulang untuk membangun <em><span style="color: #ff0000;">Ranah Minang</span></em>. Puti Reno Oesman yang akrab dipanggil &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">One</span></em>&#8221; adalah diplomat senior di <span style="color: #0000ff;"><em>Depertemen Luar Negeri</em></span> (<em><span style="color: #ff0000;">Deplu</span></em>) yang telah memiliki pengalaman selama 31 tahun. Ia merupakan <em><span style="color: #ff0000;">Bundo Kanduang</span></em> yang dilahirkan di <em><span style="color: #ff0000;">Padang</span></em>, tahun 1947  lalu. Putri dari <em><span style="color: #ff0000;">H. Soetan Oesman</span></em> (alm) ini telah membulatkan tekad akan ikut bertarung dalam <em><span style="color: #ff0000;">Pilkada Sumbar</span></em> pada Juni 2010 ini.</div>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya pulang dan ingin membangun kembali Ranah Minang. <span style="color: #0000ff;"><em>Saatnya Minangkabau merasakan sentuhan tangan perempuan dalam memimpin</em></span>, ungkapnya. Dikatakannya, sudah cukup lama dorongan untuk ia maju sebagai gubernur di <em><span style="color: #ff0000;">Sumbar</span></em>, namun <em><span style="color: #ff0000;">Minister Counsellor</span></em> ini masih memilih menyelesaikan tugas di Deplu. Terakhir One adalah <span style="color: #0000ff;"><em>Penanggungjawab Bidang Pensosbud KBRI</em></span> <em><span style="color: #ff0000;">Moscow</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Rusia</span></em>. Sebelumnya ia pernah ditugaskan di <em><span style="color: #ff0000;">Thailand</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Jerman</span></em>, dan <em><span style="color: #ff0000;">Australia</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Melihat langsung kondisi Sumbar pascagempa, saya bertekad harus membangun kembali berbagai sarana yang rusak, memulihkan mental masyarakat agar mereka tetap semangat menjalani hidup. Kini saya sudah pensiun dari Deplu dan ingin fokus membangun kampung halaman</em></span>, &#8220;ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakannya, dulu <em><span style="color: #ff0000;">Minangkabau</span></em> pernah memiliki<em><span style="color: #ff0000;"> raja perempuan</span></em>.<em><span style="color: #ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Seorang Bundo Kanduang dengan segala potensi yang dimiliki dan perasaan yang halus akan bisa memberikan ketentraman bagi masyarakat</span></span></em>. Hingga saat ini Minangkabau menjadi terkenal di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya telah berkeliling dunia dalam melaksanakan tugas kenegaraan, orang di luar tahu kalau Minangkabau adalah suku bangsa yang unik dan sangat menghargai perempuan. Kini saatnya Minangkabau mengembalikan itu semua, &#8220;ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan One, Minangkabau juga terkenal melahirkan banyak tokoh nasional yang berjuang untuk bangsa. Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran besar orang Minangkabau, sebut <em><span style="color: #ff0000;">Bung Hatta</span></em> sebagai <em><span style="color: #ff0000;">Proklamator</span></em>. Lahirnya <em><span style="color: #ff0000;">Pancasila</span></em> dari pemikiran <em><span style="color: #ff0000;">M Yamin</span></em>. <em><span style="color: #ff0000;">Perempuan Minangkabau</span></em> juga telah memberikan kontribusi besar dalam perjuangan dan pendidikan, seperti <em><span style="color: #ff0000;">Rahmah El Yunusiah</span></em> di <em><span style="color: #ff0000;">Padang Panjang</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya yakin kalau kita komit dalam membangun kembali Minangkabau ini, kita akan jauh lebih baik dari kondisi yang ada sekarang. Apalagi kalau sumberdaya manusia  kita digali dengan bijak,  &#8220;katanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://padang-today.com/?today=news&amp;id=12745"><span style="color: #ff00ff;">Foto dan tulisan dari Padang Today</span></a></em></p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya peruntukkan untuk <em><span style="color: #ff0000;">para Bundo Kanduang Minangkabau</span></em> yang telah berjasa dalam membangun kebudayaan, dalam mendidik anak-anak menjadi orang yang berjiwa merdeka dan peduli terhadap masyarakat, serta yang telah membangun hubungan dalam rumah gadang dan kaum.</p>
<p>Tulisan ini juga ditujukan untuk para <em><span style="color: #ff0000;">Bundo Kanduang-Bundo Kanduang</span></em> lain di Indonesia dan seluruh dunia yang dipanggil dengan sebutan <em><span style="color: #ff0000;">Inang</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Bunda</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Ibu</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Buk’e</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Simbok</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Umi</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mama</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Omak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mande</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mandeh</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mother</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amma</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amai</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mamak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mami</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mamih</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Induak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Induah</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mutter</span></em>,<em> <span style="color: #ff0000;">Mutti</span>, <span style="color: #ff0000;">Ande</span>, <span style="color: #ff0000;">Madre</span>, <span style="color: #ff0000;">Maika</span></em><em>,</em><em> <span style="color: #ff0000;">Maman</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mom</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mère</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mommy</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Um</span></em> dan <em><span style="color: #ff0000;">Mata</span></em>. Ini hanyalah sebagian saja dari nama-nama yang dipakai untuk menyebut perempuan yang telah mengandung dan melahirkan seluruh manusia yang ada di dunia ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #ff0000;">Puti Reno Oesman</span></em>, sebagaimana banyak <em><span style="color: #ff0000;">perempuan Minangkabau </span></em>lainnya, menunjukkan kepedulian kepada masyarakat, kemampuan dan kemauan perempuan Minangkabau pada umumnya dalam memimpin keluarga dan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan mengenai Bundo Kanduang <em><span style="color: #ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">calon gubernur Sumbar</span> </span></em>ini adalah salah satu dari rangkaian tulisan yang khusus menampilkan <em><span style="color: #ff0000;">perempuan-perempuan Minangkabau</span></em> beserta karya-karya mereka ataupun kiprah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Baca juga tulisan-tulisan berikut ini mengenai <em>perempuan Minangkabau</em>:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/21/saya-bangga-jadi-perempuan-minangkabau/"><em><span style="color:#ff00ff;">Saya Bangga Jadi Perempuan Minangkabau</span></em></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/25/emakku-hj-nurma-abubakar-piliang-perempuan-minang-tulen/"><em><span style="color:#ff00ff;">Emakku Hj. Nurma Abubakar Piliang-Perempuan Minang Tulen</span></em></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2010/01/20/meiy-piliang-negeri-nurani-mati/"><em><span style="color:#ff00ff;">Meiy Piliang: Negeri Nurani Mati</span></em></a></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2010/02/11/hanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya/"><em><span style="color: #ff00ff;">Hanifah Damanhuri Oayobada: Lapau Maya</span></em></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/04/21/daftar-politikus-berpoligami-dan-pendukung-poligami/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Daftar Politikus Berpoligami dan Pendukung Poligami</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://moendg07.wordpress.com/2009/10/16/poligami-bagian-4/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Poligami-Bagian 4</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Perempuan Minangkabau sebagai Mamak dan Penghulu</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/06/17/hanifah-damanhuri-oayobada-bersatulah-perempuan-minang/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Hanifah Damanhuri Oayobada: Bersatulah Perempuan Minang</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/01/20/mamak-mamak-tidak-tahu-diuntung-bagian-1/"><em><span style="color: #ff00ff;">Mamak-mamak tidak tahu diuntung-Bagian 1</span></em></a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Puti%20Reno%20Oesman%26%238211%3BMantan%20Diplomat%20Wanita%20Siap%20Pimpin%20Sumbar&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F02%2F16%2Fputi-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/16/puti-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hanifah Damanhuri Oayobada: Lapau Maya</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/11/hanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/11/hanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 17:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[pantun/puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang-Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Hanifah Damanhuri]]></category>
		<category><![CDATA[Hanifah Damanhuri Oayobada]]></category>
		<category><![CDATA[Hanifah Oayobada]]></category>
		<category><![CDATA[Hj. Nurma Abu Bakar Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[lapau maya]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat matriarkal Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[matriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[Meiy Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Oayobada]]></category>
		<category><![CDATA[pantun]]></category>
		<category><![CDATA[para Bundo Kanduang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan-perempuan Minangkababau]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Uni Hanifah Oayobada]]></category>
		<category><![CDATA[warung maya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1655</guid>
		<description><![CDATA[Sajak ado lapau maya &#8212; Sejak ada lapau/warung maya
Sajak awak jadi anggota &#8212; Sejak saya jadi anggota
Awak barubah jadi paota &#8212; Saya berubah jadi tukang ngobrol
Namono paota &#8212; Yang namanya tukang ngobrol
Ado sajo bahan ota &#8211; Ada saja bahan obrolannya
Tema ota &#8212; Tema obrolan
Tagantuang jo sia ma ota &#8212; Tergantung kepada siapa yang mengobrol
Atau tagantuang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Sajak ado lapau maya &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sejak ada lapau/warung maya</span><br />
Sajak awak jadi anggota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sejak saya jadi anggota</span><br />
Awak barubah jadi paota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Saya berubah jadi tukang ngobrol</span></p>
<p style="text-align:center;">Namono paota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Yang namanya tukang ngobrol</span><br />
Ado sajo bahan ota &#8211;<span style="color:#ff0000;"> Ada saja bahan obrolannya</span><br />
Tema ota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Tema obrolan</span><br />
Tagantuang jo sia ma ota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Tergantung kepada siapa yang mengobrol</span><br />
Atau tagantuang apo nan takana &#8212; <span style="color:#ff0000;">Atau tergantung apa yang teringat</span></p>
<p style="text-align:center;">Kampuang takana &#8212; <span style="color:#ff0000;">Kampung teringat</span><br />
Kampuang jadi ota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Kampung jadi bahan obrolan</span><br />
Rantau tampek tingga &#8212; <span style="color:#ff0000;">Rantau tempat tinggal</span><br />
Indak luput dari ota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Tidak luput dari obrolan</span></p>
<p style="text-align:center;">Sambia maota &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sambil ngobrol</span><br />
Sambia baraja &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sambil belajar</span><br />
Sambia basuo jo saudara &#8212; <span style="color:#ff0000;">Sambil bersua dengan saudara</span><br />
Namono lapau maya &#8212; <span style="color:#ff0000;">Namanya lapau/warung maya</span><br />
Kok ado nan babeda &#8212; <span style="color:#ff0000;">Kalau ada yang berbeda</span><br />
Ah itu kan biasa &#8212; <span style="color:#ff0000;">Ah itu kan biasa</span></p>
<p style="text-align:center;">Lapau maya &#8212; <span style="color:#ff0000;">Lapau/warung maya</span><br />
Indak tampek maota saja &#8212; <span style="color:#ff0000;">Bukan tempat mengobrol saja</span><br />
Jadi tampek manyusun rencana &#8212; <span style="color:#ff0000;">Jadi tempat menyusun rencana</span><br />
Sia nan kajadi apa &#8212; <span style="color:#ff0000;">Siapa yang akan jadi apa</span><br />
Apa untuk siapa<br />
Dimana dibangun apa<br />
Darimana dana untuk apa<br />
Apa rencana kerja<br />
Boleh-boleh aja<br />
Untuk yang bisa dan suka</p>
<p style="text-align:center;">Bagiku lapau maya<br />
Lebih banyak untuk pelipur lara<br />
Bagiku lapau maya<br />
Lebih banyak untuk baraja (belajar)</p>
<p style="text-align:center;">Siapa tau suatu masa<br />
Berkat rajin baraja (belajar)<br />
Tulisanku beredar dimana-mana<br />
Rantaunet pasti bangga</p>
<p style="text-align:center;">Bengkulu, 11 Desember 2009</p>
<p style="text-align:center;">Hanifah</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang penulis : <em><span style="color:#ff0000;">Hanifah Damanhuri Oayobada</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Hanifah Damanhuri</span></em> yang <em><span style="color:#ff0000;">orang Oayobada</span></em> ini adalah <em><span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang Minangkabau</span></em> yang selain mempunyai kesibukan membesarkan anak, juga bekerja sebagai dosen Matematika di salah satu universitas di <em><span style="color:#ff0000;">Bengkulu</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Sumatra</span></em>. Menulis pantun dan merangkai kata-kata adalah salah satu hobi dari <em><span style="color:#ff0000;">Uni Hanifah Oayobada</span></em> disamping berjalan-jalan, membaca dan memasak.</p>
<p style="text-align:justify;">Pantun Uni Hanifah Oayobada ini sangat rancak menggambarkan pandangan <em><span style="color:#ff0000;">orang Minangkabau</span></em> mengenai <em><span style="color:#ff0000;">warung-warung maya</span><span style="color:#ff0000;"> </span></em> seperti <span style="color:#ff0000;"><em>facebook</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini saya peruntukkan untuk <em><span style="color:#ff0000;">para Bundo Kanduang Minangkabau</span></em> yang telah berjasa dalam membangun kebudayaan, dalam mendidik anak-anak menjadi orang yang berjiwa merdeka dan peduli terhadap masyarakat, serta yang telah membangun hubungan dalam rumah gadang dan kaum.</p>
<p>Tulisan ini juga ditujukan untuk para <em><span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang</span></em>-<em><span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang</span></em> lain di Indonesia dan seluruh dunia yang dipanggil dengan <em><span style="color:#ff0000;">Inang</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Bunda</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Ibu</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Buk’e</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Simbok</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Umi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mama</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Omak</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mande</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mandeh</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mother</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Amma</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Amai</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Amak</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mamak</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mami</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mamih</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Induak</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Induah</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mutter</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Maman</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mom</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;" lang="fr">Mère</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mommy</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Um</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Mata</span></em>. Ini hanyalah sebagian saja dari nama-nama yang dipakai untuk menyebut perempuan yang telah mengandung dan melahirkan seluruh manusia yang ada di dunia ini.</p>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Hanifah Oayobada</span></em>, sebagaimana yang dilakukan oleh banyak <em><span style="color:#ff0000;">orang Minangkabau</span></em> lainnya, adalah salah seorang perempuan Minangkabau yang ditengah kesibukannya yang bertimbun, masih tetap bersibuk diri dengan apa yang menjadi kekuatan <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat matriarkal Minangkabau</span></em>; bukan senjata, otot ataupun perang melainkan <span style="color: #0000ff;"><em>kepandaian merangkai kata-kata</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pantun</span></em> ini adalah tulisan kedua dari rangkaian tulisan yang khusus menampilkan <em><span style="color:#ff0000;">perempuan-perempuan Minangkabau </span></em>beserta karya-karya mereka ataupun kiprah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Baca juga:</p>
<p style="padding-left:30px;"><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/21/saya-bangga-jadi-perempuan-minangkabau/"><em><span style="color:#ff00ff;">Saya Bangga Jadi Perempuan Minangkabau</span></em></a></p>
<p style="padding-left:30px;"><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/25/emakku-hj-nurma-abubakar-piliang-perempuan-minang-tulen/"><em><span style="color:#ff00ff;">Emakku Hj. Nurma Abubakar Piliang-Perempuan Minang Tulen</span></em></a></p>
<p style="text-align:justify;padding-left:30px;"><a href="http://www.varajambak.com/2010/01/20/meiy-piliang-negeri-nurani-mati/"><em><span style="color:#ff00ff;">Meiy Piliang: Negeri Nurani Mati</span></em></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Hanifah%20Damanhuri%20Oayobada%3A%20Lapau%20Maya&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F02%2F11%2Fhanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/11/hanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Restianrick Bachsjirun Chaniago: SKANDAL BANK CENTURY DAN KEMUNGKINAN PEMAKZULAN PRESIDEN-WAKIL PRESIDEN</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/01/25/restianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/01/25/restianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 14:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bailout Bank Century Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[bailout Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century Tbk]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Perwakilan Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Faisal Basri]]></category>
		<category><![CDATA[Irman Gusman]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPD]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MK]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR]]></category>
		<category><![CDATA[Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KSSK]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Permusyawaratn Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Marzuki Alie]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pertahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minagkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Century]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 7A]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 7B]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 7C]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 8]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat publik]]></category>
		<category><![CDATA[pemakzulan]]></category>
		<category><![CDATA[penghianatan terhadap negara]]></category>
		<category><![CDATA[penyuapan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan lembaga tinggi negara]]></category>
		<category><![CDATA[pimpinan tertinggi pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[presiden SBY]]></category>
		<category><![CDATA[sidang paripurna]]></category>
		<category><![CDATA[Taufik Kiemas]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan pidana berat]]></category>
		<category><![CDATA[UUD tahun 1945]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1641</guid>
		<description><![CDATA[Isu kriminalisasi KPK sukses membebaskan Bibit dan Chandra dari tuntutan hukum dan mengembalikan keduanya ke kursi pimpinan KPK. Sekarang isu kriminalisasi digunakan kembali oleh Faisal Basri ketika di undang oleh Pansus Century dalam kapasitas sebagai ahli ekonomi – Faisal Basri menggunakan isu kriminalisasi dalam konteks bailout Bank Century Tbk. Kebijakan yang berpotensi merugikan Negara Rp. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Isu kriminalisasi <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em> sukses membebaskan <em><span style="color:#ff0000;">Bibit</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Chandra</span></em> dari tuntutan hukum dan mengembalikan keduanya ke kursi pimpinan KPK. Sekarang isu kriminalisasi digunakan kembali oleh <em><span style="color:#ff0000;">Faisal Basri</span></em> ketika di undang oleh <span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span> dalam kapasitas sebagai ahli ekonomi – Faisal Basri menggunakan isu kriminalisasi dalam konteks <span style="color: #3366ff;"><em>bailout Bank Century Tbk</em></span>. Kebijakan yang berpotensi merugikan Negara Rp. 6,7 triliun itu, tidak bisa dipersalahkan karena hal itu adalah kebijakan yang melekat pada pejabat Negara. Akankah isu kriminalisasi kebijakan Century mampu meyakinkan masyarakat? Mahasiswa dan kelas menengah Indonesia umumnya berpendapat bahwa ada yang keliru dan salah dalam kebijakan <span style="color: #3366ff;"><em>bailout Century</em></span>. Kebijakan itu harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya oleh <em><span style="color:#ff0000;">Menkeu</span></em> selaku ketua <em><span style="color:#ff0000;">KSSK</span></em>, melainkan juga <span style="color:#ff0000;"><em>Presiden</em></span> sebagai pimpinan tertinggi pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Isu kriminalisasi kebijakan ini yang juga dikemukakan<em><span style="color:#ff0000;"> Presiden SBY</span></em> pada pertemuan dengan tujuh <span style="color: #3366ff;"><em>pimpinan lembaga tinggi Negara</em></span> di Bogor, Kamis (21/1). Mereka antara lain <span style="color: #3366ff;"><em>Ketua MPR</em> </span><em><span style="color:#ff0000;">Taufik Kiemas</span></em>,<span style="color: #3366ff;"> <em>Ketua MK</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Mahfud MD</span></em>, <span style="color: #3366ff;"><em>Ketua DPR</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Marzuki Alie</span></em> dan <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #3366ff;">Ketua DPD</span> </span><span style="color:#ff0000;">Irman Gusman</span></em> .</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color: #3366ff;"><em>Berbagai bukti, menunjukkan bahwa Century bangkrut atau gagal operasi karena dirampok oleh pemiliknya</em></span>. Kegagalan Century sama sekali tidak berdampak sistemik. Century terlalu kecil untuk membuat efek domino yang dahsyat. Penyelamatan Century lebih didasari kepentingan tertentu, yang kini tengah diselidiki <em><span style="color:#ff0000;">Pansus</span></em> dan KPK. Psikologi Pasar yang dijadikan alasan utama bailout Century sulit diterima karena ketika dana penyelamatan digelontorkan, tidak ada antrean nasabah yang menarik dananya. Dana bailout Century justru ditarik oleh sejumlah nasabah besar dan untuk menyiasati aturan, dananya dipecah ke rekening yang lebih kecil, sampai-sampai seorang sopir taksi memperoleh Rp. 200 miliar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar saksi dan ahli yang diundang Pansus menyatakan, Century tidak layak diselamatkan. Ada pelanggaran hukum serius dalam bailout Century. Pada 21 November 2008, angka bailout sebesar Rp. 6,7 triliun sesungguhnya sudah diketahui <em><span style="color:#ff0000;">BI</span></em> dan para petinggi KSSK. Dari kesimpulan sementara ini, sebagian anggota <em><span style="color:#ff0000;">Dewan</span></em> merencanakan untuk meminta pertanggungjawaban langsung dari Presiden SBY. Ada anggota Dewan dan sebagian pengamat yang melihat peluang pemakzulan atau mosi tidak percaya kepada pimpinan tertinggi pemerintahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">JIKA TERBUKTI MELANGGAR HUKUM</span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika pada akhirnya bailout Century terbukti melanggar hukum dan <span style="color:#ff0000;"><em>K</em><em>onstitusi</em></span>, dan itu melibatkan <span style="color: #3366ff;"><em>pimpinan tertinggi pemerintahan</em></span> maka hal ini memungkinkan untuk dilakukan <em><span style="color:#ff0000;">pemakzulan</span></em> atas mereka sebagaimana telah diatur dalam <em><span style="color:#ff0000;">UUD Tahun 1945</span></em> sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 7A</span></em>:<br />
Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatnnya oleh <span style="color: #3366ff;"><em>Majelis Permusyawaratan Rakyat</em></span> atas usul <span style="color: #3366ff;"><em>Dewan Perwakilan Rakyat</em></span>, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa <span style="color: #3366ff;"><em>pengkhianatan terhadap Negara</em></span>, <span style="color: #3366ff;"><em>korupsi</em></span>, <span style="color: #3366ff;"><em>penyuapan</em></span>, <span style="color: #3366ff;"><em>tindak pidana berat</em></span> lainnya, atau <span style="color: #3366ff;"><em>perbuatan tercela</em></span> maupun apabila <span style="color: #3366ff;"><em>terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden</em></span>***).</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 7B</span></em>:</p>
<p style="text-align:justify;">(1) Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada <em><span style="color:#ff0000;">Mahkamah Konstitusi</span></em> untuk memeriksa, mengadili, dan memutus Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(2) Pendapat <em><span style="color:#ff0000;">Dewan Perwakilan Rakyat</span></em> bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(3) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam <span style="color: #3366ff;"><em>sidang paripurna</em></span> yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(4) Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan seadil-adilnya terhadap Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan puluh hari setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi.***)</p>
<p style="text-align:justify;">(5) Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat.*** )</p>
<p style="text-align:justify;">(6) Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut. ***)</p>
<p style="text-align:justify;">(7) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir, setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat.***)</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 7C</span></em>:</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat.*** )</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Pasal 8</span></em>:</p>
<p style="text-align:justify;">(1) Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya.*** )<br />
(2) Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden.*** )</p>
<p style="text-align:justify;">(3) Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksanaan tugas Kepresidenan adalah <em><span style="color:#ff0000;">Menteri Luar Negeri</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Menteri Dalam Negeri</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Menteri Pertahanan</span></em> secara bersama-sama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya, sampai berakhir masa jabatannya.****)</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai anak bangsa tentu kita setuju dengan semangat yang sedang bergelora dalam tubuh <em><span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span></em> untuk membongkar secara tuntas skandal tersebut. Kebijakan yang salah, yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan, harus dikenakan tindakan hukum. Bukan kriminalisasi kebijakan, tapi memberikan pelajaran kepada <span style="color: #3366ff;"><em>pejabat publik</em></span> untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan. Proses pengambilan keputusan harus transparan dan tidak melanggar hukum yang berlaku. Nah akhirnya, apakah Pansus Century dapat menuntaskan skandal yang telah jelas fakta-faktanya ini sesuai dengan UUD Tahun 1945 atau malah Pansus Century ikut-ikutan melanggar UUD Tahun 1945? Mari kita semua tunggu?!</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Restianrick%20Bachsjirun%20Chaniago%3A%20SKANDAL%20BANK%20CENTURY%20DAN%20KEMUNGKINAN%20PEMAKZULAN%20PRESIDEN-WAKIL%20PRESIDEN&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F01%2F25%2Frestianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/01/25/restianrick-bachsjirun-chaniago-skandal-bank-century-dan-kemungkinan-pemakzulan-presiden-wakil-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meiy Piliang: Negeri Nurani Mati</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/01/20/meiy-piliang-negeri-nurani-mati/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/01/20/meiy-piliang-negeri-nurani-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 07:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[pantun/puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Adat Matriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkulu]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Fauna & Flora International]]></category>
		<category><![CDATA[FFI]]></category>
		<category><![CDATA[Harmita Desmerry Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kaum]]></category>
		<category><![CDATA[matriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[Medan]]></category>
		<category><![CDATA[Meiy Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan-perempuan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[Program Konservasi Gajah Sumatera & Habitatnya]]></category>
		<category><![CDATA[rumah gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Seblat]]></category>
		<category><![CDATA[suku]]></category>
		<category><![CDATA[suku Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatran Elephant Conservation Programme]]></category>
		<category><![CDATA[Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Tangkahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1627</guid>
		<description><![CDATA[Kututup mata, kutulikan telinga,
pada berita-berita sengsara di media
tak kubaca berita-berita hangat
yang katanya hebat
yang dijual di mana saja!
aku tak mau muntah
muak!
Bah!
Namun
zaman bablas informasi ini
mereka datang sendiri
memaksaku
Membuka surel, berita sensasi bertebaran
Aku melengos
televisi tetangga berbunyi
berita selebriti, mencari sensasi
ramai-ramai orang menonton sambil ngerumpi
Ada yang bangga, membuka aurat, menjual aib, demi popularitas
Naik kendaraan umum
radio berbunyi
berita negeri
rakyat menangis
yang mati kena bencana
banjir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Kututup mata, kutulikan telinga,<br />
pada berita-berita sengsara di media<br />
tak kubaca berita-berita hangat<br />
yang katanya hebat<br />
yang dijual di mana saja!</p>
<p style="text-align:center;">aku tak mau muntah<br />
muak!<br />
Bah!</p>
<p style="text-align:center;">Namun<br />
zaman bablas informasi ini<br />
mereka datang sendiri<br />
memaksaku</p>
<p style="text-align:center;">Membuka surel, berita sensasi bertebaran</p>
<p style="text-align:center;">Aku melengos<br />
televisi tetangga berbunyi<br />
berita selebriti, mencari sensasi<br />
ramai-ramai orang menonton sambil ngerumpi<br />
Ada yang bangga, membuka aurat, menjual aib, demi popularitas</p>
<p style="text-align:center;">Naik kendaraan umum<br />
radio berbunyi<br />
berita negeri<br />
rakyat menangis<br />
yang mati kena bencana<br />
banjir longsor<br />
puting beliung</p>
<p style="text-align:center;">Wakil rakyat melakukan tinjauan<br />
jalan-jalan ke luar negeri<br />
mengurangi subsidi negeri<br />
Bocah-bocah kurang gizi.<br />
Dinding sekolah doyong atapnya bocor<br />
Bangku siswa bolong-bolong<br />
Perempuan pekerja mati di luar negeri</p>
<p style="text-align:center;">Masih saja kudengar dengan terpaksa<br />
berita-berita<br />
walau tak ingin<br />
Mestikah kumatikan juga nurani<br />
serupa yang dicontohkan para tetua negeri?</p>
<p style="text-align:center;">RumahCinta, Ayahanda Medan—8 Januari 2010</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang penulis<em> <span style="color:#ff0000;">Meiy Piliang</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Nama lengkap: <em><span style="color:#ff0000;">Harmita Desmerry</span></em> dari suku <em><span style="color:#ff0000;">Piliang</span></em>. Pencinta lingkungan, penyuka embun, bunga, gunung, rimba dan isinya, lukisan, bacaan, tulisan, musik, anak-anak, dll. Tinggal di Medan, bersama suami dan 3 anak (2 lelaki dan 1 perempuan). Bersyukur dilahirkan sebagai <em><span style="color:#ff0000;">perempuan Minangkabau</span></em> dan dididik secara<em><span style="color:#ff0000;"> Islam</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">adat matriakat</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepuluh tahun terakhir aktif bekerja untuk <span style="color: #0000ff;"><em>Program Konservasi Gajah Sumatera &amp; Habitatnya</em></span> pada <span style="color: #0000ff;"><em>Divisi Education and Awareness</em></span>, <span style="color: #0000ff;"><em>Fauna &amp; Flora International</em></span> &#8211; <span style="color: #0000ff;"><em>Sumatran Elephant Conservation Programme</em></span>, Medan. Bekerja mobile ke Tangkahan, Sumut, kadang-kadang ke Aceh, Seblat (Bengkulu), dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Menulis bagi Meiy yang orang Piliang adalah untuk kebahagiaan dan keseimbangan jiwa raga.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini saya peruntukkan untuk para <em><span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang Minangkabau</span></em> yang telah berjasa dalam membangun kebudayaan, dalam mendidik anak-anak yang berjiwa merdeka dan peduli terhadap masyarakat, serta yang telah membangun hubungan dalam <em><span style="color:#ff0000;">rumah gadang</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">kaum</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan ini juga ditujukan untuk para<em><span style="color:#ff0000;"> Bundo Kanduang-Bundo Kanduang</span></em> lain di Indonesia dan seluruh dunia yang dipanggil dengan <em><span style="color:#ff0000;">Inang</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Bunda</span></em>,<em><span style="color:#ff0000;"> Ibu</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Buk&#8217;e</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Simbok</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Umi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mama</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mother</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Amma</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Amai</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mamak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mami</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mamih</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Induak</span></em>,<em><span style="color:#ff0000;"> Induah</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mutter</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mutti</span></em>,  <em><span style="color:#ff0000;">Maman</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mom</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Mommy</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Umm</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Mata</span></em>. Ini hanyalah sebagian dari nama-nama yang dipakai untuk menyebut seorang perempuan yang telah mengandung, melahirkan, menyusui  dan membesarkan setiap manusia di dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Puisi ini adalah tulisan pertama dari rangkaian tulisan yang khusus menampilkan <em><span style="color:#ff0000;">perempuan-perempuan Minangkabau</span></em> beserta karya-karya mereka ataupun kiprah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Baca juga:</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/21/saya-bangga-jadi-perempuan-minangkabau/"><span style="color:#ff00ff;"><em>Saya Bangga Jadi Perempuan Minangkabau</em></span></a></p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/25/emakku-hj-nurma-abubakar-piliang-perempuan-minang-tulen/"><span style="color:#ff00ff;"><em>Emakku Hj. Nurma Abubakar Piliang-Perempuan Minang Tulen</em></span></a></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Meiy%20Piliang%3A%20Negeri%20Nurani%20Mati&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F01%2F20%2Fmeiy-piliang-negeri-nurani-mati%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/01/20/meiy-piliang-negeri-nurani-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RIZAL RAMLI: Ini Perampokan Bank Difasilitasi BI dan Menkeu</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/21/rizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/21/rizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 11:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anggodo]]></category>
		<category><![CDATA[audit investigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Pohan]]></category>
		<category><![CDATA[B.J. Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[BPK]]></category>
		<category><![CDATA[Burhanuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Century]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fox Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur bank sentral]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur BI]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[impeachment]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bank Bali]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Century]]></category>
		<category><![CDATA[KBI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Komite Indonesia Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KSSK]]></category>
		<category><![CDATA[Komite Indonesia Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Menko Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[Mentri Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan bank]]></category>
		<category><![CDATA[PPATK]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[proses bail out]]></category>
		<category><![CDATA[Rizal Ramli]]></category>
		<category><![CDATA[sanksi pidana]]></category>
		<category><![CDATA[skandal Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[skandal keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[tim kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[tindak kriminal pidana]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>
		<category><![CDATA[UU Antikorupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1606</guid>
		<description><![CDATA[&#8212; Ibarat main catur, kalau Presiden tidak mau mengorbankan ster atau menteri, maka raja yang akan kena.
MANTAN Menko Perekonomian Rizal Ramli membandingkan skandal Bank Century dengan kasus Bulog yang menjatuhkan Presiden Gus Dur dan kasus Bank Bali yang meruntuhkan pemerintahan Habibie. Menurutnya, kasus Century lebih dahsyat dan menyeramkan dibanding dua kasus itu. “Ini perampokan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em>&#8212; Ibarat main catur, kalau Presiden tidak mau mengorbankan ster atau menteri, maka raja yang akan kena.</em></p>
<p style="text-align:justify;">MANTAN <span style="color: #0000ff;"><em>Menko Perekonomian</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Rizal Ramli</span></em> membandingkan <span style="color: #0000ff;"><em>skandal Bank Century</em></span> dengan <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bulog</em></span> yang menjatuhkan <em><span style="color:#ff0000;">Presiden Gus Dur</span></em> dan <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bank Bali</em></span> yang meruntuhkan pemerintahan <em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em>. Menurutnya, <em>kasus Century</em> lebih dahsyat dan menyeramkan dibanding dua kasus itu. “<span style="color: #0000ff;"><em>Ini perampokan yang difasilitasi BI dan Menteri Keuangan</em></span>,” ujar Rizal Ramli kepada Sri Widodo dari <a href="http://www.indonesia-monitor.com/main/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3787&amp;Itemid=33"><em><span style="color:#ff00ff;">Indonesia Monitor</span></em></a>, Selasa (24/11). Berikut ini petikan wawancara dengan <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Komite Bangkit Indonesia</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">KBI</span></em>) itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Bagaimana Anda melihat hasil <span style="color: #0000ff;"><em>audit investigasi</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">BPK</span></em>?</p>
<p style="text-align:justify;">Agak mengecewakan karena tidak ada aliran dana. Padahal, harusnya ada laporan audit sampai lima lapis seperti halnya <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bank Bali</em></span>. Dari situ bisa ketahuan siapa saja yang menarik manfaat dari skandal yang sangat besar ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jadi, menurut Anda betul ada rekayasa?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita baca hasil laporan BPK, sulit untuk membantah bahwa <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Sri Mulyani </span></em>telah melakukan<span style="color: #0000ff;"><em> tindak kriminal pidana</em></span> yang memperkaya orang lain dan melanggar berbagai aturan dan <em><span style="color:#ff0000;">UU</span></em> yang berlaku. Dalam banyak kesempatan,<em><span style="color:#ff0000;"> Sri Mulyani</span></em> selalu berkelit.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Siapa yang paling bertanggung jawab?</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak bisa dihindarkan, <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> sebagai <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">gubernur bank sentral</span> </span></em>dan <em><span style="color:#ff0000;">Sri Mulyani</span></em> sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>menteri keuangan</em></span>. Saya yakin Boediono tidak terima uang, tapi dalam berbagai <span style="color: #0000ff;"><em>skandal keuangan</em></span> biasanya ada motif lain, terutama kekuasaaan. Dulu waktu kasus Bank Bali, gubernur yang kena pidana waktu itu tidak terima uang sepeser pun, tapi ia dibujuk oleh tim sukses, diiming-imingi bahwa kalau <em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em> terpilih, ia akan ditunjuk kembali sebagai <em><span style="color:#ff0000;">Gubernur BI </span></em>selama lima tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jadi, motifnya apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Motifnya kekuasaan, bukan uang. Sama juga dengan <em><span style="color:#ff0000;">Burhanuddin</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Aulia Pohan</span></em>, mereka tidak terima uang satu rupiah pun, tapi mereka ingin mengamankan kekuasaan <em><span style="color:#ff0000;">BI</span></em> dalam <span style="color: #0000ff;"><em>pengawasan bank</em></span>. Apa yang dilakukan Boediono dan Sri Mulyani adalah mengamankan beberapa orang yang terkait dengan kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Sri Mulyani berkali-kali mengatakan bahwa <span style="color: #0000ff;"><em>proses bail out</em></span> sudah sesuai prosedur?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini jawaban tipikal birokrat, berkilah telah sesuai prosedur. Pertanyaan saya prosedur yang mana, wong jelas-jelas <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> hanya menyetujui Rp 1,3 triliun, tidak ada UU atau kesepakatan dengan DPR untuk mengajukan lebih lanjut, dan mereka lakukan ini secara sembunyi-sembunyi, baru ketahuan oleh publik setelah beberapa bulan kemudian. Padahal, kalau betul sesuai prosedur, ngapain disembunyikan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Apakah kasus ini hanya akan mentok kepada Boediono dan Sri Mulyani?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya kira ada beberapa pejabat level di bawahnya yang juga bisa menghadapi <span style="color: #0000ff;"><em>sanksi pidana</em></span>, karena dalam <em><span style="color:#ff0000;">UU Antikorupsi</span></em> tidak perlu memperkaya diri sendiri, tapi membantu memperkaya orang lain dan merugikan negara, bisa kena.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Apakah Presiden tidak tahu dengan keputusan yang diambil Boediono dan Sri Mulyani?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak bisa membuktikan, karena harus ada verifikasi. Tapi dalam hal seperti ini, Menteri Keuangan apalagi sekaligus sebagai <em><span style="color:#ff0000;">Ketua KSSK</span></em>, sepenuhnya sering mengambil keputusan sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Mungkinkah<span style="color: #0000ff;"> <em>kasus Century</em></span> terungkap tuntas?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita baca laporan <em><span style="color:#ff0000;">BPK</span></em>, memang bahasanya teknis. Tapi kalau dijelaskan dalam bahasa sederhana kepada rakyat biasa, ini jauh lebih dahsyat dari kasus <em><span style="color:#ff0000;">Anggodo</span></em>. Anggodo kan Cuma sekitar Rp 5 miliar, kalau <em><span style="color:#ff0000;">Century</span></em> kan Rp 6,7 triliun. Kalau dijelaskan bagaimana perampokan dilakukan bank tersebut, baik oleh manajemen, pemilik, dan <span style="color: #0000ff;"><em>difasilitasi oleh BI dan Menteri Keuangan</em></span>, saya rasa rakyat akan lebih kaget lagi. Saya menyarankan agar kasus ini ditangani oleh <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Bagaimana kasus ini jika dibandingkan dengan skandal yang menjatuhkan <em><span style="color:#ff0000;">Gus Dur</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em>?</p>
<p style="text-align:justify;">Gus Dur dituduh dalam kasus Bulog. Ternyata yang nimpe itu tukang pijatnya, senilai Rp 35 miliar. Saya waktu itu <em><span style="color:#ff0000;">Ketua Bulog</span></em>. Waktu saya tangkap ternyata tukang pijatnya punya mobil Ford dan Mercedes beberapa buah. Meski tuduhan tidak benar, tapi Gus Dur jatuh. <em><span style="color:#ff0000;">Bank Bali</span></em> cuma Rp 900 miliar pemerintahan Habibie jatuh. Jadi, kasus ini kalau dibandingkan dengan dua kasus yang menyangkut kekuasaan, kasus ini jauh lebih dahsyat, jauh lebih berat, dan jauh lebih menyeramkan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jadi, apa yang harus dilakukan Presiden?</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden bisa meminta <em><span style="color:#ff0000;">PPATK</span></em> melakukan <span style="color: #0000ff;"><em>audit finansial</em></span> sebanyak lima lapis. Kalau Presiden sungguh-sungguh, tolong juga diaudit <span style="color:#ff0000;"><em>Fox Indonesia</em></span>,<span style="color: #0000ff;"> <em>tim kampanye</em></span>, dan <span style="color: #0000ff;"><em>yayasan-yayasan</em></span>, dari situ semua akan ketahuan apakah ada aliran dana yang masuk.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212; Jika kasus ini terbongkar, apakah bisa berdampak kepada<span style="color: #0000ff;"> <em>impeachment</em></span> terhadap Presiden?</p>
<p style="text-align:justify;">Ini ibarat main catur, kalau presiden tidak mau mengorbankan ster atau menteri, maka raja yang akan terkena.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Rizal Ramli adalah <em><span style="color:#ff0000;">orang Minangkabau</span></em> kelahiran <em><span style="color:#ff0000;">Padang</span></em> yang pernah menjabat sebagai<span style="color: #0000ff;"> <em>Menko Perekonomian</em></span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>Mentri Keuangan</em></span>. Pada pilpres lalu Rizal Ramli mencalonkan diri menjadi presiden lewat jalut independen dan kini memimpin <em><span style="color:#ff0000;">Komite Indonesia Bangkit</span></em>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=RIZAL%20RAMLI%3A%20Ini%20Perampokan%20Bank%20Difasilitasi%20BI%20dan%20Menkeu&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F12%2F21%2Frizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/21/rizal-ramli-ini-perampokan-bank-difasilitasi-bi-dan-menkeu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fadli Zon: Jangan Berharap Banyak dari Angket Century</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/19/fadli-zon-jangan-berharap-banyak-dari-angket-century/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/19/fadli-zon-jangan-berharap-banyak-dari-angket-century/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 05:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[audit investigatif]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Pemeriksa Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mutiara]]></category>
		<category><![CDATA[BPK]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[GERINDRA]]></category>
		<category><![CDATA[HKTI]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme vs Neoliberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minang]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Panitia Khusus Hak Angket Century]]></category>
		<category><![CDATA[pansus angket BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerakan Indonesia Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Payakumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Umum Tim Kampanye Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1601</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 30 November 2009 &#124; 17:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menilai Panitia Khusus Hak Angket Century tidak akan mampu mengungkap kasus Bank Century. Menurutnya, Hak Angket ini hanya bersifat mengawal agar kasus yang meyedot uang negara hingga Rp 6,7 triliun ini, dapat terurai nantinya.
&#8220;Kita jangan terlalu berharap banyak dari pansus. Dulu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Senin, 30 November 2009 | 17:17 WIB</p>
<p style="text-align:justify;">JAKARTA, <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/30/17173228/Fadli.Zon.Jangan.Berharap.Banyak.dari.Angket.Century"><em><span style="color:#ff00ff;">KOMPAS.com</span></em></a> &#8211; Politisi <span style="color: #0000ff;"><em>Partai Gerindra</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Fadli Zon</span></em> menilai <span style="color: #0000ff;"><em>Panitia Khusus Hak Angket Century</em></span> tidak akan mampu mengungkap<span style="color: #0000ff;"> <em>kasus Bank Century</em></span>. Menurutnya, Hak Angket ini hanya bersifat mengawal agar kasus yang meyedot uang negara hingga Rp 6,7 triliun ini, dapat terurai nantinya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita jangan terlalu berharap banyak dari pansus. Dulu ada <span style="color: #0000ff;"><em>pansus angket BBM</em></span> tetapi tidak jelas kan kemana hasilnya. Pansus itu tetap diperlukan sebagai mekanisme tetapi sifatnya mengawal,&#8221; ujarnya, saat diskusi &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Nasionalisme vs Neoliberalisme</em></span>&#8221; di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Senin (30/11).</p>
<p style="text-align:justify;">Fadli mengatakan <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> seharusnya fokus untuk menindaklanjuti hasil <span style="color: #0000ff;"><em>audit investigatif</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Bank Century</span></em> yang telah dilakukan oleh <span style="color: #0000ff;"><em>Badan Pemeriksa Keuangan</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">BPK</span></em>). Sebab, dalam hasil auditnya BPK jelas mengungkapkan bahwa terdapat indikasi tindak pidana dalam pengucuran dana talangan ke bank yang kini telah berganti nama menjadi <em><span style="color:#ff0000;">Bank Mutiara</span></em> ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Laporan BPK itu sangat penting dan menjadi fokus utama. Karena disitu jelas ada dugaan rekayasa dan disinyalir ada pelanggaran hukum sehingga laporan BPK ini harus di follow-up,&#8221; tandasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Fadli Zon adalah <em><span style="color:#ff0000;">orang Minangkaba</span><span style="color:#ff0000;">u</span></em> asal <em><span style="color:#ff0000;">Payakumbuh</span></em> yang kini menjabat sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">GERINDRA</span></em>) serta <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">HKTI</span></em>). Pada Pilpres lalu Fadli Zon memegang jabatan <span style="color: #0000ff;"><em><em>Sekretaris</em> Umum Tim <em>Kampanye</em> Nasional</em></span> <em><span style="color:#ff0000;"><em>Mega</em>-</span></em><em><span style="color:#ff0000;">Prabowo</span></em>. Lebih lanjut mengenai Fadli Zon bisa dibaca <a href="http://fadlizon.com/index.php?page=profil.html"><em><span style="color:#ff00ff;">di website pribadinya</span></em></a>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Fadli%20Zon%3A%20Jangan%20Berharap%20Banyak%20dari%20Angket%20Century&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F12%2F19%2Ffadli-zon-jangan-berharap-banyak-dari-angket-century%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/19/fadli-zon-jangan-berharap-banyak-dari-angket-century/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahmat Wartira: Beri KPK Hak Istimewa dalam Penyadapan</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/16/rahmat-wartira-beri-kpk-hak-istimewa-dalam-penyadapan/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/16/rahmat-wartira-beri-kpk-hak-istimewa-dalam-penyadapan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 09:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[extra ordinary crime]]></category>
		<category><![CDATA[hak-hak yang extraordinary]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[LBH]]></category>
		<category><![CDATA[LBH Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[penyadapan]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat Wartira]]></category>
		<category><![CDATA[Rancangan Peraturan Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[RPP]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[tindakan pidana korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1592</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 14 Desember 2009 &#124; 21:01 WIB
PADANG, KOMPAS.com — Praktisi hukum senior asal Sumbar, Rahmat Wartira, mengharapkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK diberi hak istimewa dalam penyadapan.
&#8220;Kalau KPK tidak diberi hak istimewa, sementara pekerjaannya istimewa, berarti kita tidak mendukung pembentukan KPK untuk memberantas korupsi,&#8221; kata Rahmat di Padang, Senin (14/12/2009).
Pendiri LBH Padang itu mengatakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin, 14 Desember 2009 | 21:01 WIB</p>
<p>PADANG, <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/12/14/21014544/beri.kpk.hak.istimewa.dalam.penyadapan"><em><span style="color:#ff00ff;">KOMPAS.com</span></em></a> — Praktisi hukum senior asal <span style="color: #0000ff;"><em>Sumbar</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">Rahmat Wartira</span></em>, mengharapkan agar<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Komisi Pemberantasan Korupsi</span></span></em> atau <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em> diberi hak istimewa dalam penyadapan.</p>
<p>&#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Kalau KPK tidak diberi hak istimewa, sementara pekerjaannya istimewa, berarti kita tidak mendukung pembentukan KPK untuk memberantas korupsi</em>,</span>&#8221; kata Rahmat di <span style="color: #0000ff;"><em>Padang</em></span>, Senin (14/12/2009).</p>
<p>Pendiri <span style="color: #0000ff;"><em>LBH Padang</em></span> itu mengatakan, apabila KPK dalam melakukan penyadapan disamaratakan dengan lembaga lain, hal itu jelas-jelas bertentangan dengan niat mendirikan KPK.</p>
<p>Artinya, bila KPK termasuk lembaga yang harus minta izin dalam melakukan penyadapan sebagaimana diatur dalam<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Rancangan Peraturan Pemerintah</span></span></em> (<em><span style="color:#ff0000;">RPP</span></em>) soal Penyadapan, itu berarti niat membangun KPK dihalangi oleh RPP.</p>
<p>Menurut dia, KPK dibolehkan melakukan penyadapan karena kasus korupsi yang dikerjakan KPK sudah dinyatakan sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>extra ordinary crime</em></span>.</p>
<p>Oleh karena itu, KPK harus mendapatkan <span style="color: #0000ff;"><em>hak-hak yang extra ordinary</em></span> pula. Ia berpendapat, boleh-boleh saja pemerintah membuat RPP tentang penyadapan, tetapi di dalamnya tidak termasuk mengatur kewenangan KPK dalam menyadap.</p>
<p>&#8220;KPK tidak sembarangan dalam melakukan penyadapan. KPK menyadap karena ada dugaan <em><span style="color: #0000ff;">tindakan pidana korupsi</span></em>,&#8221; kata dia.</p>
<p>Rahmat menganalogikan kewenangan menyadap bagi KPK seperti legitimasi hukuman mati oleh negara terhadap pelaku tindak pidana tertentu.</p>
<p>&#8220;Tidak ada salah satu komunitas atau agama pun yang membolehkan membunuh orang. Tapi karena kepentingan umum, negara membolehkan membunuh orang melalui putusan hukuman mati di pengadilan dengan syarat-syarat yang jelas,&#8221; kata dia.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Rahmat%20Wartira%3A%20Beri%20KPK%20Hak%20Istimewa%20dalam%20Penyadapan&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F12%2F16%2Frahmat-wartira-beri-kpk-hak-istimewa-dalam-penyadapan%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/16/rahmat-wartira-beri-kpk-hak-istimewa-dalam-penyadapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prof Dr Elfindri: KPK Tidak Perlu Minta Izin Melakukan Penyadapan</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/14/prof-dr-elfindri-kpk-tidak-perlu-minta-izin-melakukan-penyadapan/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/14/prof-dr-elfindri-kpk-tidak-perlu-minta-izin-melakukan-penyadapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 01:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Intelijen Negara]]></category>
		<category><![CDATA[BIN]]></category>
		<category><![CDATA[Departemen ICT]]></category>
		<category><![CDATA[Deppkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Bibit-Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepolisian]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Menkominfo]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[pakar perundang-undangan]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[PP]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Dr Elfindri]]></category>
		<category><![CDATA[RPP]]></category>
		<category><![CDATA[RPP tentang Penyadapan]]></category>
		<category><![CDATA[Tifatul Sembiring]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 10 Desember 2009 &#124; 22:30 WIB
PADANG, KOMPAS.com — Pakar perundang-undangan Universitas Andalas Padang, Prof Dr Elfindri, berpendapat, sebagai lembaga yang mempunyai kewenangan lebih, KPK tidak perlu izin dalam melakukan penyadapan.
&#8220;Kalau KPK minta izin lagi ke lembaga lain, penyadapan diyakini akan gagal dilaksanakan,&#8221; kata Elfindri di Padang, Kamis (10/12/2009).
Elfindri mengatakan, kalau masih ada prosedural penyadapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 10 Desember 2009 | 22:30 WIB</p>
<p>PADANG,<a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2009/12/10/22304717/KPK.Tidak.Perlu.Minta.Izin.Melakukan.Penyadapan"><em><span style="color:#ff00ff;"> KOMPAS.com</span></em></a> — <span style="color: #0000ff;"><em>Pakar perundang-undangan Universitas Andalas Padang</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">Prof Dr Elfindri</span></em>, berpendapat, sebagai lembaga yang mempunyai kewenangan lebih, <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em> tidak perlu izin dalam melakukan penyadapan.</p>
<p>&#8220;Kalau KPK minta izin lagi ke lembaga lain, penyadapan diyakini akan gagal dilaksanakan,&#8221; kata Elfindri di Padang, Kamis (10/12/2009).</p>
<p>Elfindri mengatakan, kalau masih ada prosedural penyadapan yang dilakukan KPK, sesuai diatur dalam <em><span style="color:#ff0000;">RPP</span></em>, maka penyadapan bakal tidak berfungsi.</p>
<p>&#8220;Bayangkan kalau KPK minta izin menyadap seseorang. Sebelum izin keluar, bisa jadi orang mengubah atau mengganti alat komunikasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Oleh karena itu, penyadapan mesti menjadi wewenang penuh KPK. Sebab, tugas KPK adalah untuk menyelamatkan bangsa.</p>
<p>Ia menyarankan, bila pemerintah ingin membuat <span style="color: #0000ff;"><em>RPP tentang Penyadapan</em></span>, yang diatur semestinya apa yang boleh dan tidak boleh disadap, bukan harus minta izin.</p>
<p>Pada Rabu, pimpinan KPK menolak RPP tentang Penyadapan. Mereka menyatakan akan menyurati <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Menkominfo</span> </span><span style="color:#ff0000;">Tifatul Sembiring</span></em>.</p>
<p>Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan, pengaturan penyadapan penting karena sekarang ditengarai patut dicurigai antara instansi saling melakukan penyadapan.</p>
<p>&#8220;Sekarang yang berwenang melakukan penyadapan ada dua lembaga penegak hukum, yakni KPK dan<em><span style="color:#ff0000;"> Polri</span></em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara kejaksaan punya izin untuk melakukan penyadapan, tetapi tak ada alatnya. Sedangkan <span style="color: #0000ff;"><em>Badan Intelijen Negara</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">BIN</span></em>) mempunyai alat sadap tetapi tak punya hak melakukan penyadapan.</p>
<p>&#8220;Inilah yang harus diatur dalam <em><span style="color:#ff0000;">PP</span></em>, tapi ini semua bukan berkaitan dengan <span style="color: #0000ff;"><em>kasus Bibit-Chandra</em></span>. Tapi sejak 2008 telah dirintis untuk menyusun RPP teknis penyadapan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menkominfo membandingkan, di negara lain seperti Australia, Korea, dan Jepang, penyadapan itu di bawah kendali <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Departemen ICT</span> </span></em>seperti <span style="color: #0000ff;"><em>Depkominfo</em></span>, kalau di Indonesia, untuk menanganinya.</p>
<p>Jadi, hasil sadapan tersebut dilakukan order oleh KPK, BIN, <em><span style="color: #0000ff;">kejaksaan</span></em> atau <em><span style="color: #0000ff;">kepolisian</span></em> sesuai dengan izin pengadilan.</p>
<p>&#8220;Ini bukan sadap karet, tapi menyadap orang yang berbicara. Kalau ada dua orang yang sedang berbicara dan disadap, tentu pelanggaran terhadap<em><span style="color:#ff0000;"> H</span></em><span style="color:#ff0000;"><em><span style="color:#ff0000;">A</span></em>M</span>,&#8221; katanya.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Prof%20Dr%20Elfindri%3A%20KPK%20Tidak%20Perlu%20Minta%20Izin%20Melakukan%20Penyadapan&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F12%2F14%2Fprof-dr-elfindri-kpk-tidak-perlu-minta-izin-melakukan-penyadapan%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/14/prof-dr-elfindri-kpk-tidak-perlu-minta-izin-melakukan-penyadapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Padang: city on a fault line</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/13/padang-city-on-a-fault-line/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/13/padang-city-on-a-fault-line/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 07:57:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh province]]></category>
		<category><![CDATA[Bruce Edmond]]></category>
		<category><![CDATA[Bukittinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerinci Seblat National Park]]></category>
		<category><![CDATA[matrilineal system]]></category>
		<category><![CDATA[matrilineal system of the Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau ethnic group]]></category>
		<category><![CDATA[northern Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[the Aceh Tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[the Batu and Mentawai islands]]></category>
		<category><![CDATA[the Jakarta Post]]></category>
		<category><![CDATA[West Sumatra province]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1581</guid>
		<description><![CDATA[Padang is one of Indonesia&#8217;s major cities, the bustling capital of West Sumatra province.
A relatively prosperous port city with a population of about 900,000, it lies on a coastal plain backed by mountains.
It is a home to the Minangkabau ethnic group, whose traders spread its traditions &#8211; including their famed spicy food &#8211; as they [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Padang is one of Indonesia&#8217;s major cities, the bustling capital of West Sumatra province.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">A relatively prosperous port city with a population of about 900,000, it lies on a coastal plain backed by mountains.</p>
<p style="text-align: justify;">It is a home to the <span style="color: #ff0000;"><em>Minangkabau</em></span> ethnic group, whose traders spread its traditions &#8211; including their famed spicy food &#8211; as they settled across the country.</p>
<p style="text-align: justify;">The city also lies on one of the world&#8217;s most active fault lines, making it vulnerable to the earthquakes and tsunamis that have become an increasing concern to residents in recent years.</p>
<p style="text-align: justify;">Strong earthquakes with epicentres near Padang killed dozens of people in March 2007, and the city was considered to have become more vulnerable after the tsunami that devastated <span style="color: #ff0000;"><em>Aceh province</em></span> in northern Sumatra <em><span style="color: #ffcc00;"> </span></em>in 2004.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Everything changed after<em><span style="color: #ff0000;"> the Aceh tsunami</span></em> &#8211; people were kind of living in fear,&#8221; said <em><span style="color: #ff0000;">Bruce Emond</span></em>, an editor on <em><span style="color: #0000ff;">the Jakarta Post</span></em> newspaper who has lived in Padang and visits regularly.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;We&#8217;ve been waiting for a big quake,&#8221; he said. &#8220;The wealthy areas are right next to the sea so a lot of people have been very concerned that these wealthier areas of the city would be hit &#8211; the commercial enclave.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;I&#8217;m sure there were many who had an escape plan ready.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">He said that once Wednesday&#8217;s earthquake struck, many people immediately started fleeing for the mountains in fear of a tsunami.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Matrilineal system</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Padang is important to Indonesia but it is often a point of transit for travellers.</p>
<p style="text-align: justify;">They leave to go surfing or trekking on <em><span style="color: #0000ff;">the Batu and Mentawai islands</span></em>, or head to the hill town of <em><span style="color: #ff0000;">Bukittinggi</span></em> or to <em><span style="color: #0000ff;">Kerinci Seblat National Park</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">The climate is hot, humid, and very wet, with the area receiving an average of more than 4,300mm (170in) of rain each year.</p>
<p style="text-align: justify;">Culturally, it is known for the unusual<em><span style="color: #ff0000;"> matrilineal system of the Minangkabau</span></em>, whereby inheritance passes from mother to daughter.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #0000ff;">Padang women are seen as being particularly forthright and powerful</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">The region also has strong literary and musical traditions, though it is Padang&#8217;s spicy cuisine that has perhaps won most renown as the city&#8217;s traders set up restaurants across Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">It typically consists of hot curries and other dishes served up in dozens of small bowls.</p>
<p style="text-align: justify;">The area&#8217;s most important businesses include textiles and rubber, and transport of rubber across the province was reported to have been affected by the latest earthquake.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<em><span style="color: #0000ff;">For a city of such importance to Indonesia to be hit so hard is really something</span></em>,&#8221; said Mr Emond.</p>
<p style="text-align: justify;">But he also said <em><span style="color: #0000ff;">a large network of migrants</span></em> who have settled elsewhere in Indonesia could be helpful in efforts to rebuild after the earthquake.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;The money&#8217;s there, and the connection to helping your people.&#8221; (From <a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/8284965.stm"><em><span style="color: #ff00ff;">BBC Online</span></em></a>)</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Padang%3A%20city%20on%20a%20fault%20line&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F12%2F13%2Fpadang-city-on-a-fault-line%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/13/padang-city-on-a-fault-line/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
