Tan Malaka: Communism and Pan-Islamism

This is a speech presented by Tan Malaka from the Simabua clan at the Fourth Congress of the Communist International in November 12, 1922 to refute the theses drafted by Lenin, the leader of the fundamentalist factions of  “the communist atheism“, on the struggle against Pan-Islamism.  Tan Malaka was the chairman of PKI (the [...]

Share

Pengaruh Nazisme pada fasisme Jawa di Indonesia

Tulisan berikut merupakan ulasan atas buku yang ditulis oleh Wilson yang berjudul “Orang dan Partai Nazi di Indonesia” yang dimuat di KOMPAS.COM. Pengaruh fasisme Jerman yang dikenal dengan Nazisme ini masuk lewat pengaruh Belanda di Indonesia lewat partai fasis yang pada awalnya didirikan oleh orang-orang Belanda di tanah Hindia-Belanda (nama Indonesia pada zaman Belanda [...]

Share

Antara SARA, rasisme dan gugatan terhadap fasisme Jawa

Berbicara mengenai fasisme Jawa, yang lebih banyak dikenal sebagai Jawanisme atau Jawaisme di Indonesia, adalah suatu keharusan dan tanggung jawab moral bagi seluruh masyarakat Indonesia. Gugatan kepada fasisme Jawa harus dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab orang Indonesia terhadap korban-korban daripada fasisme Jawa itu sendiri. Selama ini, gugatan terhadap fasisme Jawa ataupun terhadap pelaku daripada tatanan [...]

Share

Fasisme Jawa-Bagian 2

Menurut kamus Inggris Merriam-Webster, fasisme berarti dua hal berikut ini:

1. pandangan hidup, gerakan ataupun rejim (seperti rejim Fascisti di Italia) yang mengedepankan “bangsa” (suku bangsa) dan “ras” di atas pribadi dan yang menggambarkan pemerintahan terpusat yang autokratik dan dipimpin oleh seorang diktator, pengorganisasian dan kontrol yang ekstrim dalam masalah-masalah sosial dan ekonomi, serta [...]

Share

Emakku Hj. Nurma Abubakar Piliang-Perempuan Minang Tulen

Aku mulai epic dari Bundoku ini tahun 1965, ketika aku berumur 5 tahun. Di sebelah tangan kiri dijinjingnya dalam tas rotan sabun ATK 50 batang, tangan kanan membawa 5 kaleng susu bagian tentara, dikepala dijunjungnya garam, gula, kopi, sardencis dll seberat 25 Kg. Semuanya dia dapatkan dari ibu-ibu asrama di Cicalengka untuk minta tolong [...]

Share

Fasisme Jawa-Bagian 1

Berikut adalah kritik atas fasisme Jawa dari seorang pemikir dan sastrawan Jawa terkenal Pramudya Ananta Tour. Pramudya telah menghasilkan banyak sekali karya sastra yang diantaranya adalah tetraloginya yang terkenal yaitu Bumi manusia. Pramudya selain dikenal sebagai sastrawan juga dikenal karena keterlibatannya dalam LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) yang ditengarai sebagai pro PKI (Partai Komunis Indonesia) [...]

Share

Mamak-mamak tidak tahu diuntung-Bagian 1

Ternyata selain masalah matrilinealitas (keturunan dari garis ibu) dan “warisan” (baca: harta bersama kaum), ulah-ulah para mamak yang tidak tahu diuntung, merupakan alasan daripada banyak orang Minangkabau untuk “membenci” budayanya atau bahkan untuk “keluar” dari budaya Bundanya tersebut.

Syech Achmad Chatib adalah contoh orang Minangkabau yang memilih keluar dari budaya Minangkabau dan masuk ke budaya Arab/Islam dan [...]

Share