<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Vara Jambak &#187; PKS</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/tag/pks/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 20:30:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.5.3" -->
	<copyright>2006-2007 </copyright>
	<managingEditor>vjambak@varajambak.com (Vara Jambak)</managingEditor>
	<webMaster>vjambak@varajambak.com (Vara Jambak)</webMaster>
	<category>posts</category>
	<image>
		<url>http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>Vara Jambak &#187; PKS</title>
		<link>http://www.varajambak.com</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
	<itunes:summary>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</itunes:summary>
	<itunes:keywords></itunes:keywords>
	<itunes:category text="Society &amp; Culture" />
	<itunes:author>Vara Jambak</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>Vara Jambak</itunes:name>
		<itunes:email>vjambak@varajambak.com</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<item>
		<title>Mengapa Buya Syafii Maarif Tolak Bertemu SBY?</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 01:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[tokoh Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Arief]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Syafii]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[inisiator Pansus]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua PP Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[L/C fiktif Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[lengser keprabon]]></category>
		<category><![CDATA[letter of credit]]></category>
		<category><![CDATA[M Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Centruy]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pembaharuan Pemikiran Islam]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan Magsaysay]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PPI]]></category>
		<category><![CDATA[presiden SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden World Conference on Religion for Peace]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Nurcholish Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Staf Khusus Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[staf khusus SBY]]></category>
		<category><![CDATA[the Maarif Institute]]></category>
		<category><![CDATA[WCRP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1708</guid>
		<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. Cendekiawan muslim dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu Presiden SBY soal Bank Century. Mengapa? Buya Syafii menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://inilah.com/news/read/politik/2010/02/25/367011/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/"><em><span style="color:#ff00ff;">INILAH.COM</span></em></a>, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. <span style="color:#ff0000;"><em>Cendekiawan muslim</em></span> dan mantan <em><span style="color:#ff0000;">Ketua PP Muhammadiyah</span></em> Buya <em><span style="color:#ff0000;">Ahmad Syafii Maarif</span></em>, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Presiden SBY</span></em> soal <em><span style="color:#ff0000;">Bank Century</span></em>. Mengapa?</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Buya Syafii</span></em> menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita kepada <em><span style="color:#ff0000;">Presiden Soeharto</span></em> yang meminta bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Prof Nurcholish Madjid</span></em>, cendekiawna Muslim, menjelang <span style="color: #0000ff;"><em>lengser keprabon</em></span> dari istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Staf khusus<em><span style="color:#ff0000;"> SBY</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Andi Arief</span></em>, mendekati Buya Syafii dengan mengajaknya bertemu di sebuah hotel. &#8220;Dia bilang Presiden SBY mau ketemu, saya bilang nggaklah. Sebagai warga negara saya mau bertemu, tapi kalau terkait <em><span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span></em> saya nggak mau,&#8221; tegas Buya Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Buya menambahkan, dengan bertanya apa tujuan <em><span style="color:#ff0000;">Istana</span></em> mengundangnya terkait Pansus Century, Andi pun mengatakan, &#8216;SBY ingin meminta nasihat dari Buya&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa yang dinasihati? Dia (SBY) itu kan lebih tahu dari saya. Pansus itu harus dituntaskan. Century harus kita bongkar penuh. Kalau <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> masih punya hati nurani, hasil paripurna nanti akan sesuai harapan rakyat,&#8221; kata Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Syafii mengatakan sikapnya sudah kukuh terkait dengan kasus Bank Century. Kasus ini harus diungkap habis. Bila bersedia bertemu SBY, sikap Syafii bisa ditafsirkan sebagai inkonsistensi.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief, Selasa malam, membenarkan melakukan pertemuan dengan Syafii. Andi mengaku mengungkapkan data soal<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">L/C fiktif Bank Century</span></span></em> yang salah satunya menyeret nama <span style="color: #0000ff;"><em>inisiator Pansus</em> </span><em><span style="color:#ff0000;">M Misbakhun</span></em>. Syafii, kata Andi, kaget dengan data-data terkait Misbakhun yang disodorkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu kecewa dan kesal terhadap<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Staf Khusus Presiden</span></span></em> Andi Arief. Pasalnya, Andi Arief menyatakan bahwa Buya Syafii terkejut setelah mengetahui kasus <span style="color: #0000ff;"><em>letter of credit</em></span> politisi <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em> <em><span style="color:#ff0000;">Muhammad Misbakhun</span></em> di Bank Century yang mengalami gagal bayar.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ini tidak sehat, anak ini (Andi Arief-red) menyalahgunakan. Saya nggak ngerti soal itu,” kata Syafii kepada pers.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya itu, Buya Syafii, panggilan akrabnya, juga mengatakan Andi Arief tidak bermoral. “<span style="color: #0000ff;"><em>Ini tidak sehat, anak ini tidak bermoral</em></span>,” kesalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya, Buya Syafii merasa dijadikan tumbal oleh Andi Arief untuk menekan PKS. Sehingga Buya menilai sosok Andi Arief ini tidak bermoral.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief merupakan staf khusus SBY yang melobi ke sejumlah elite parpol, termasuk <em><span style="color:#ff0000;">PDIP</span></em>. &#8220;Namun cara dan kelakuan Andi tidak simpatik sehingga menimbulkan sinisme publik,&#8221; kata seorang pengamat politik.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Prof. Dr. Syafii Maarif </span></em>adalah seorang <em><span style="color:#ff0000;">c</span><span style="color:#ff0000;">endekiawan Muslim Minangkabau</span></em> yang pernah menjabat sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah</em></span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>Presiden World Conference on Religion for Peace</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">WCRP</span></em>). Syafii Ma&#8217;rif, penerima <em><span style="color:#ff0000;">penghargaan Magsaysay</span></em> pada tahun 2008,  mendirikan the Maarif Institute pada tahun 2002 sebagai bagian daripada jaringan gerakan <span style="color: #0000ff;"><em>Pembaruan Pemikiran Islam</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">PPI</span></em>). Lebih lanjut mengenai Prof. Syafii Maarif bisa dibaca di situs web dari <a href="http://www.maarifinstitute.org/"><em><span style="color:#ff00ff;">the Maarif Institute</span></em></a>.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKS &#8212; Partai Kasihan Sekali</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 11:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[anti-korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[blok Cepu]]></category>
		<category><![CDATA[cicak vs buaya]]></category>
		<category><![CDATA[DPP PKS]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Exxon]]></category>
		<category><![CDATA[F-PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[fraksi PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Hilman Rosyad Syihab]]></category>
		<category><![CDATA[Islam fundamentalis]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[keberpihakan kepada kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan dan keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[orang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[paedofilia]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Perilaku politik dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan &#8220;kesejahteraan dan keadilan&#8220;, &#8220;bersih dan santun&#8220;, &#8220;anti-korupsi&#8221; dan lain sebagainya, telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia. Ini terlihat dari banyaknya istilah yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan dari singkatan nama partai yang bisa ditemukan di dunia maya. Berikut beberapa alasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perilaku politik dari <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em> (<span style="color: #0000ff;"><em>Partai Keadilan Sejahtera</em></span>) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kesejahteraan dan keadilan</em></span>&#8220;, &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>bersih dan santun</em></span>&#8220;, &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>anti-korupsi</em></span>&#8221; dan lain sebagainya, telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia.  Ini terlihat dari banyaknya istilah yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan dari singkatan nama partai yang bisa ditemukan di dunia maya. Berikut beberapa  alasan yang menjadi pemicunya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em><span style="color:#ff0000;">Poligami</span></em> kader-kader dan petinggi partainya dan sikap PKS sendiri mengenai poligami</li>
<li>Syahwat kekuasaannya yang ditunjukkan dengan dukungan membabi-buta terhadap kepemimpinan <em><span style="color:#ff0000;">SBY-Boediono</span></em></li>
<li>Pemberian penghargaan kepada <em><span style="color:#ff0000;">Tutut</span></em>, anak perempuan <span style="color:#ff0000;">Suharto</span></li>
<li>Penyebutan Suharto sebagai pahlawan</li>
<li>Komentar dari anggota <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> dari PKS <em><span style="color:#ff0000;">Fahri Hamzah</span></em> di masa perseteruan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Cicak</span></em>&#8221; melawan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Buaya</span></em>&#8221; yang telah menyulut kegeraman banyak orang dan bahkan menghasilkan satu grup di jejaring sosial facebook seperti &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Desak DPP PKS/F-PKS PAW-kan Fahri Hamzah, politikus oportunis pembela koruptor!!!</em></span>&#8221; dan grup-grup senada lainnya</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sikap anggota DPS dari fraksi PKS mengenai pemberian <span style="color: #0000ff;"><em>blok Cepu</em></span> kepada <em><span style="color:#ff0000;">Exxon</span></em></li>
<li>Sikap dari petinggi PKS seperti <em><span style="color:#ff0000;">Hilman Rosyad Syihab</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Tifatul Sembiring </span></em>yang malahan mendukung kasus <em><span style="color:#ff0000;">paedofilia</span></em> dari<em> <span style="color:#ff0000;">Syech Puji</span></em></li>
<li>Gerakan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring yang mengusahakan<em><span style="color:#ff0000;"> PP</span></em> mengenai penyadapan untuk melemahkan kinerja <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em></li>
<li>Gerakan men-&#8221;jenggotkan&#8221; kaum laki-laki muslim Indonesia dan men-&#8221;jilbabkan&#8221; kepala perempuan muslim Indonesia</li>
<li style="text-align: justify;">Diterimanya mobil baru untuk mentri PKS seperti Tifatul Sembiring yang menyiratkan suap terselubung dari pemerintah kepada para mentri dan para pejabat negara lainnya dan ketidakpekaan terhadap keadaan masyarakat banyak</li>
</ul>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">PARTAI KEMUNAFIKAN SEJAHTERA<br />
Partai Kelamin Sekali<br />
Pejuang Kesejahteraan Syahwat<br />
Partai Kebanyakan Spanduk<br />
Partai Kotor Sekali<br />
Punya Kesan Sombong<br />
Partai Klaim Sekali<br />
Partai Kasian Sekali<br />
Partai Makan Kenyang Sekali [sehari? seminggu? sebulan?]<br />
Partai Kebingungan Sekali<br />
PARTAI KAMBINGERS &amp; JILBABERS SEJAHTERA<br />
Partai Kontroversial Sekali<br />
PARTAI KAFIR SEKALI (banyak kader PKS yang hafal Al qur&#8217;an tapi punya pimpinan kaya SETAN)<br />
Partai Kebanyakan Singkatan<br />
Poligami yuk Ketimbang Selingkuh<br />
PARTAI KETERLALUAN SEKALI (Elitenya suka jilat ludah sendiri)<br />
PARTAI KEENAKAN SLALU (selalu nunut menang)<br />
Partai Komunis Sekali<br />
Partai Kejar jabatan dan Sejahtera<br />
Partai Kasep Sekali<br />
Partai Komunis Sosialis<br />
Partai Kesatuan Setan (Benarkah PKS pro rakyat Indonesia?)<br />
Partai Koleng Sementara (Koleng=Linglung; kenapa Sementara? Karena Kader PKS masih berharap banyak utk partai ini)<br />
Partai Keluarga Soeharto<br />
Partai Kesen sekali<br />
Partai Kampungan sekali<br />
Partai Konyol Sekali</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Dari istilah-istilah di atas bisa terlihat pandangan masyarakat luas mengenai PKS. Tampaknya PKS perlu merubah strategi politiknya jika masih ingin hidup dalam percaturan politik di Indonesia. Selayaknyalah PKS menghentikan perilaku-perilaku yang meresahkan masyarakat  seperti poligami dan perilaku-perilaku yang pro kekuasaan seperti mendesakkan PP mengenai penyadapan dan hal-hal lain yang tersirat dalam kepanjangan istilah PKS di atas. Hal ini selayaknya juga diikuti dengan mulai melakukan apa yang selama ini menjadi jargon-jargon yang dikumandangkan oleh PKS sendiri yaitu &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kesejahteraan</em></span>&#8221; dan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>keadilan</em></span>&#8220;. Mulai menerima semua golongan dalam masyarakat Indonesia bisa menjadi pilihan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerak-gerik PKS mengenai <em><span style="color:#ff0000;">poligami</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">paedofilia</span></em>, kebencian yang teramat sangat kepada tubuh perempuan dan kekuatan perempuan untuk menghasilkan dan memperanakkan manusia baru a(baik laki-laki maupun perempuan), kan tetapi bersikap mendua terhadap bahkan mendukung ataupun mengedepankan perilaku homoseksualitas di kalangan laki-laki, <span style="color: #0000ff;"><em>kekuasaan</em></span>, <em><span style="color: #0000ff;"><em>keberpihakan kepada</em> kaum penguasa</span></em> dan lainnya,  mencerminkan nilai-nilai dari <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat patriarkat</span></em> yang tetap bertahan hidup di tengah-tengah <span style="color:#ff0000;"> </span><em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Islam</span></em>. Nilai-nilai patriarkat dalam Islam inilah yang selama ini dikenal sebagai &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Islam Fundamentalis</span></em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Islam</span></em>, sebagaimana istilah-istilah lainnya yang melambangkan pandangan hidup masyarakat lainnya, tidak lepas dari penterjemahan para penganutnya yang disebut sebagai <em><span style="color:#ff0000;">orang Islam</span></em>.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekalahan SBY di Depan Mata</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/06/30/kekalahan-sby-di-depan-mata/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/06/30/kekalahan-sby-di-depan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 20:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Yani]]></category>
		<category><![CDATA[aktifis HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Alvin Lie]]></category>
		<category><![CDATA[Amelia Yani]]></category>
		<category><![CDATA[Amien Rais]]></category>
		<category><![CDATA[Anas Urbaningrum]]></category>
		<category><![CDATA[APINDO]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Asosiasi Pengusaha Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[autokratik]]></category>
		<category><![CDATA[Ayu Utami]]></category>
		<category><![CDATA[Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[Ci'il]]></category>
		<category><![CDATA[Danjen Kopassus]]></category>
		<category><![CDATA[deklarasi Obama]]></category>
		<category><![CDATA[Denni JA]]></category>
		<category><![CDATA[Dita Indah Sari]]></category>
		<category><![CDATA[diva-diva politik]]></category>
		<category><![CDATA[DOM]]></category>
		<category><![CDATA[Drajad Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[elektabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[elektabilitas kubu SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Fadel Muhamad]]></category>
		<category><![CDATA[fasisme Islam]]></category>
		<category><![CDATA[feminis-feminis Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Fox Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Freeport]]></category>
		<category><![CDATA[Fuad Bawazier]]></category>
		<category><![CDATA[Gamawan Fauzi]]></category>
		<category><![CDATA[Goenawan Muhamad]]></category>
		<category><![CDATA[GOLKAR]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[Hatta Rajasa]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayat Nur Wahid]]></category>
		<category><![CDATA[HMI]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Pertiwi]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi uang]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia bagian Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Islam brand tertentu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam-Nasionalis]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Jendral Sarwo Edhi Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab loro]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[JK Win]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalis]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalis Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalis rambut hitam]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalis rambut pirang]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini Syahrir]]></category>
		<category><![CDATA[kemajemukan]]></category>
		<category><![CDATA[kepentingan neoliberalisme AS di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[koalisi SBY]]></category>
		<category><![CDATA[kubu SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Lanjutkan]]></category>
		<category><![CDATA[Lapindo]]></category>
		<category><![CDATA[LSM]]></category>
		<category><![CDATA[Malarangeng bersaudara]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Marzuki Alie]]></category>
		<category><![CDATA[masalah-masalah rakyat Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Mega-Pro]]></category>
		<category><![CDATA[Meutia Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Muhamadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[multilateral]]></category>
		<category><![CDATA[negara-negara Arab]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[non-Islam]]></category>
		<category><![CDATA[non-Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[orang Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Orba]]></category>
		<category><![CDATA[PAN]]></category>
		<category><![CDATA[Pangkostrad]]></category>
		<category><![CDATA[Pangti]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[PArtai Perjuangan Indonesia Baru]]></category>
		<category><![CDATA[partai-partai doyan poligami]]></category>
		<category><![CDATA[partai-partai Islam]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[PD]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pelacuran]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku poligami]]></category>
		<category><![CDATA[peleceh tubuh perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pembenci tubuh perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pemboman rakyat Afghanistan]]></category>
		<category><![CDATA[pemboman rakyat Irak]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009. JK]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[penyiksaan di penjara Guantanamo]]></category>
		<category><![CDATA[perbudakan modern]]></category>
		<category><![CDATA[Permesta]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres 2009]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Poso]]></category>
		<category><![CDATA[PPP]]></category>
		<category><![CDATA[pro-Asing]]></category>
		<category><![CDATA[PRRI]]></category>
		<category><![CDATA[Rachmawati Soekarno Putri]]></category>
		<category><![CDATA[rona PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Ruhut Sitompul]]></category>
		<category><![CDATA[saudagar]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[sifat ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sipil-Militer]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Sofyan Wanandi]]></category>
		<category><![CDATA[Solidaritas Perempuan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SPI]]></category>
		<category><![CDATA[srikandi politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sukarno]]></category>
		<category><![CDATA[supranasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suryadharma Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Syahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Syaiful Mujani]]></category>
		<category><![CDATA[Tifatul Sembiring]]></category>
		<category><![CDATA[tim sukses SBY]]></category>
		<category><![CDATA[UU Anti Pronografi]]></category>
		<category><![CDATA[Yeni Rosa Damayanti]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkieflimansyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1449</guid>
		<description><![CDATA[Serangan-serangan yang tidak santun serta blunder yang dilakukan oleh kubu SBY, disengaja ataupun tidak, bisa dilihat sebagai tanda-tanda akan kalahnya SBY. Tanpa mukjizat dan kecurangan yang diperkirakan akan terjadi dalam pilpres mendatang terkait DPT yang bermasalah, SBY mustahil bisa memenangkan pilpres 2009 ini. Mimpi pilpres satu putaran yang dimotori hanya oleh segelintir lembaga survei, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Serangan-serangan yang tidak santun serta blunder yang dilakukan oleh kubu <span style="color:#ff0000;"><strong>SBY</strong></span>, disengaja ataupun tidak, bisa dilihat sebagai tanda-tanda akan kalahnya SBY. Tanpa mukjizat dan kecurangan yang diperkirakan akan terjadi dalam pilpres mendatang terkait DPT yang bermasalah, SBY mustahil bisa memenangkan <em><span style="color: #0000ff;">pilpres 2009</span></em> ini. Mimpi pilpres satu putaran yang dimotori hanya oleh segelintir lembaga survei, yang pada gilirannya dibiayai oleh <em><span style="color: #0000ff;">Fox Indonesia</span></em> yang menjadi konsultan SBY, tampaknya hanya tinggal mimpi. SBY sangat mungkin terhempas, bahkan pada putaran pertama. Kalaupun sampai pada putaran kedua, maka sudah bisa dipastikan akan tergusur lewat koalisi besar dari kubu <em><span style="color:#ff0000;">JK-Win</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Mega-Pro</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Koalisi SBY yang tampaknya wah dan besar, adalah koalisi &#8220;kosong&#8221;. Pemilihan <em><span style="color:#ff0000;">Boediono </span></em>sebagai cawapres ditengarai sebagai pemicunya. <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Partai-partai Islam</span> </span></em>yang merupakan pendukung koalisi SBY yang paling terpenting dan paling setia, tampak sekali tidak dipandang oleh SBY. Reaksi keras yang ditunjukkan oleh <em><span style="color:#ff0000;">Amien Rais </span></em>dan orang-orang dari <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">partai PKS</span></em></span> seperti <em><span style="color:#ff0000;">Tifatul Sembiring</span></em> selepas pencawapresan Boediono, telah membuat kader-kader dan pendukung-pendukung daripada partai-partai pendukung SBY memikir ulang kembali pilihan mereka yang telah tetap dan pasti sebelumnya kepada SBY.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendukung-pendukung dari PKS yang sejak jauh-jauh hari mewacanakan duet SBY dan <em><span style="color:#ff0000;">Hidayat Nur Wahid</span></em> terpaksa harus menelan pil pahit dan rasa terhina karena hanya dipandang sebelah mata oleh SBY walaupun mereka adalah pendukung setia dari wacana SBY sebagai presiden. Perasaan terhina karena telah &#8220;kecolongan&#8221; dan hanya dijadikan alat untuk memenangkan SBY, serta &#8220;penghianatan&#8221; demi &#8220;kursi&#8221; yang ditengarai dilakukan tokoh-tokoh partai PKS selepas reaksi keras menyusul pencalonan Boediono sebagai capres dari kubu SBY, telah membelah suara kader PKS yang sebelumnya telah bulat untuk mendukung SBY. Pernyataan dari <em><span style="color:#ff0000;">Zulkieflimansyah</span></em> mengenai jilbab daripada istri-istri pasangan capres dan cawapres <em><span style="color:#ff0000;">JK-Win</span></em>, malah menyebabkan bertambahnya dukungan kader dan pendukung PKS dari kubu SBY ke kubu JK-Win. Pada forum-forum di dunia maya, pernyataan pendukung-pendukung PKS mengenai penyesalannya akan suara yang mereka berikan kepada pileg lalu kepada PKS, rasa malu akan tindak-tanduk <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">petinggi partai PKS</span>,</span></em> serta dukungan yang akan mereka pindahkan pada pasangan capres dan cawapres yang lain, menunjukkan bahwa dugaan akan koalisi <em><span style="color:#ff0000;">kubu SBY</span></em> dengan PKS adalah koalisi kosong bukan isapan jempol saja. Petinggi-petinggi PKS memang tetap berkoalisi dengan kubu SBY, tapi sebagain kader-kader dan pendukung-pendukung fanatik PKS telah &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">lari ke lain hati</span></em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Pernyataan Amien Rais dari kubu <em><span style="color:#ff0000;">PAN</span></em> yang kecewa lantaran tidak terpilihnya <em><span style="color:#ff0000;">Hatta Rajasa</span></em> sebagai cawapres SBY, juga merupakan pemicu daripada terbelahnya suara PAN. Amien Rais memang telah mengeluarkan pernyataan membebaskan pendukung-pendukung partai PAN mendukung capres dan cawapres yang lain. Hal ini menjadi penyebab larinya dukungan PAN kepada pasangan capres dan cawapres yang lain. Sejak terpilihnya Boediono, kader-kader partai PAN disebut-sebut bermain &#8220;dua kaki&#8221; atau &#8220;tiga kaki&#8221;. Peringatan Amien Rais sendiri terhadap SBY mengenai pasangan JK-Win yang mewakili pasangan nusantara dan kombinasi <em><span style="color:#ff0000;">Islam-Nasionalis</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Sipil-Militer</span></em>, yang tidak digubris oleh SBY, membuat semakin banyak dukungan dari PAN yang berpindah dari SBY. Ini dinyatakan dengan keterlibatan tokoh-tokoh PAN seperti <em><span style="color:#ff0000;">Alvin Lie</span></em> dan <span style="color:#ff0000;">Drajat Wibowo </span>sebagai pendukung pasangan <em><span style="color:#ff0000;">JK-Win</span></em> dan dukungan kelompok muda PAN yang  juga diberikan kepada kubu JK-Win.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hari ke hari dukungan kepada SBY terus berkurang, dan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres lainnya terutama JK-Win terus bertambah. Banyak pernyataan-pernyataan tidak santun dari tim sukses dari kubu SBY yang mengklaim menjalankan politik &#8220;santun&#8221; ini, ditengarai sebagai penyebab kebulatan tekad sekelompok masyarakat untuk mengalihkan dukungan mereka kepada pasangan lainnya. Pernyataan <em><span style="color:#ff0000;">Ruhut  Sitompul </span></em>misalnya mengenai bahwa &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">orang Arab tidak pernah membantu Indonesia, dan bahwa yang membantu Indonesia adalah Barat</span></em>&#8220;, dianggap sebagai pernyataan rasis yang menyebabkan bulatnya dukungan masyarakat Arab kepada JK-Win yang menjadi kubu di mana <em><span style="color:#ff0000;">Fuad Bawazier</span></em>, yang menjadi sasaran hinaan Ruhut Sitompul ini, menjadi anggota tim sukses. Pernyataan Ruhut ini, adalah pernyataan tidak berdasar yang hanya menunjukkan minimnya pengetahuan sejarah daripada anggota <em><span style="color: #0000ff;">tim sukses SBY</span></em>, menunjukkan pemujaan kepada Barat yang berlebihan, serta tidak santunnya gerakan politik SBY. <em><span style="color: #0000ff;">Negara-negara Arab</span></em> mewakili negara-negara pertama yang mendukung dan mengakui kemerdekaan Indonesia. Negara-negara Arab juga menjadi lambang daripada tempat di mana orang-orang Indonesia, yang merupakan perwakilan kelompok Islam yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini, belajar. Sedangkan <em><span style="color:#ff0000;">Barat </span></em>adalah representasi dari penjajah di Indonesia, gaya lama maupun  gaya baru, lewat serangan bersenjata ataupun lewat utang dan <em><span style="color: #0000ff;">penjajahan ekonomi</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Isu <em><span style="color:#ff0000;">neoliberalisme</span></em> dan pembahasan mengenai <em><span style="color:#ff0000;">ekonomi kerakyatan yang lebih mewakili <em><span style="color: #0000ff;">sifat ekonomi Indonesia</span></em></span></em> yang menyusul sesudahnya, jelas mempengaruhi turunnya tingkat<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">elektabilitas kubu SBY</span></span></em>. Hal ini juga merupakan salah satu sumber terpenting daripada menurunnya dukungan terhadap <em><span style="color:#ff0000;">kubu SBY</span></em> dari banyak kelompok, terutama pendukung dari partai-partai, kelompok muda dan terpelajar, kelompok <em><span style="color:#ff0000;">LSM</span></em> dan aktivis <em><span style="color:#ff0000;">HAM</span></em>,  kelompok-kelompok intelektual lainnya serta para ahli ekonomi yang menolak neoliberalisme di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Label <em><span style="color:#ff0000;">pro-Asing</span></em> tampaknya tidak dicoba untuk ditutup-tutupi oleh kubu SBY. Kubu SBY misalnya terkesan bangga bahwa deklarasi Sabuga misalnya adalah meniru <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">deklarasi Obama</span>.</span></em> Padahal, kubu JK-Winlah yang menjadi simbol dari <em><span style="color:#ff0000;">Obama</span></em> di Indonesia. Lebih lanjut lagi, deklarasi yang diselenggarakan dengan penuh kemewahan tersebut malah menuai kecaman karena tidak menunjukkan kepedulian yang hanya bersifat unjuk kemewahan, ketika banyak orang Indonesia yang mati kelaparan karena kurang makan dan banyak anak-anak Indonesia yang kurang gizi. Pernyataan SBY mengenai Amerika Serikat yang dianggap sebagai negara keduanya dengan segala kekurangannya tidak bisa diterima akal sehat karena menerima segala kekurangan AS berarti menerima <em><span style="color: #0000ff;">pemboman rakyat Irak</span></em> dan <em><span style="color: #0000ff;">rakyat Afghanistan</span></em>, <em><span style="color: #0000ff;">penyiksaan di penjara Guantanamo</span></em>, masalah-masalah rakyat Palestina, pembantaian masyarakat Indian dan diskriminasi masyarakat kulit hitam dan keturunan Amerika latin di AS, gerakan-gerakan politik AS di Amerika Latin yang membawa kesengsaraan puluhan juta manusia di belahan selatan benua Amerika tersebut, serta <em><span style="color: #0000ff;">kepentingan neoliberalisme AS di Indonesia</span></em> yang menyebabkan Indonesia terjerat utang dan larinya sumber-sumber ekonomi Indonesia ke tangan asing. Padahal isu utang sendiri merupakan salah satu penyebab turunnya dukungan kepada SBY.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok perempuan adalah kelompok yang kemungkinan paling sedikit memilih kubu SBY. Kubu SBY mengklaim mewakili perempuan atau merupakan partai yang mewakili perempuan. Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Walaupun SBY telah berusaha mendapatkan dukungan dari 4 orang perempuan yang disebut sebagai &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">srikandi politik</span></em>&#8221; atau &#8220;<em><span style="color: #0000ff;"><span style="color: #0000ff;">diva-diva politi</span>k</span></em>&#8221; seperti <em><span style="color:#ff0000;">Meutia Hatta</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Kartini Syahrir</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Amelia Yani,</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Rachmawati Soekarno Putri</span></em>, keempat perempuan ini adalah kelompok elit, yang tidak mewakili suara perempuan Indonesia. Mereka memang anak tokoh atau orang yang mewakili partai, tapi kenyataan bahwa mereka mewakili perempuan Indonesia sangatlah diragukan. Meutia Hatta walaupun anak daripada tokoh Minang <em><span style="color:#ff0000;">Bung Hatta</span></em>, tetaplah bukan Bung Hatta. Rachmawati Soekarnoputri adalah anak <em><span style="color:#ff0000;">S</span><span style="color:#ff0000;">ukarno</span></em>, tapi juga bukan <em><span style="color:#ff0000;">Bung Karno</span></em>. Amelia Yani adalah anak <em><span style="color:#ff0000;">Ahmad Yani</span></em> akan tetapi bukanlah Ahmad Yani. <em><span style="color:#ff0000;">Kar­tini Sjahrir </span></em>walaupun sekarang menjadi <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Ketua Umum Partai Perjuangan Indonesia Baru</span> </span></em>(Partai PIB), hanyalah mewarisi jabatan tersebut dari suaminya, orang Minang bernama <em><span style="color:#ff0000;">Syahrir</span></em> atau yang lebih dikenal dengan panggilan <em><span style="color:#ff0000;">Ci&#8217;il</span></em> yang merupakan pendiri partai PIB. Keempat perempuan ini mendukung SBY karena pertimbangan-pertimbangan tertentu seperti pernah menjabat mentri pada pemerintahan SBY-JK, seperti Meutia Hatta atau pertimbangan lainnya. Kepentingan perempuan yang katanya mereka dan kubu SBY wakili, tidak jelas kepentingan apa saja. Padahal kubu SBY mewakili partai-partai <em><span style="color: #0000ff;">pendukung poligami </span></em>dan pelaku poligami terutama <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">PPP</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">PD</span></em>. PKS misalnya ditengarai sebagai partai yang mengusahakan <em><span style="color: #0000ff;">UU Anti-Pornografi</span></em> yang mengebohkan tersebut dibantu partai-partai lainnya termasuk diantaranya PD. UU ini jelas ditujukan terutama untuk mengontrol tubuh perempuan Indonesia dan budaya Indonesia, dan secara bersamaan membebaskan dan mendukung laki-laki untuk berpoligami. Klaim kubu SBY sebagai partai yang &#8220;mendukung perempuan&#8221; serta pernyataan Meutia Hatta, bahwa SBY peduli terhadap perempuan karena memilih beberapa perempuan sebagai mentri adalah tidak beralasan. Pertama, mentri-mentri perempuan merupakan pilihan SBY dan JK bersama-sama. Meutia Hatta sendiri ditengarai sebagai orang &#8220;yang dibawa&#8221; oleh <em><span style="color:#ff0000;">JK</span></em> untuk menjadi mentri. Kedua, dengan jadinya beberapa perempuan menjadi mentri, yang masih tergolong sedikit itu, tidak menjamin membaiknya posisi perempuan ketika yang didukung oleh &#8220;diva-diva politik&#8221; ini adalah kubu dan partai-partai yang berisi <em><span style="color: #0000ff;">pelaku poligami</span></em>, <em><span style="color: #0000ff;">peleceh dan pembenci tubuh perempuan</span></em> serta pendukung <em><span style="color:#ff0000;">neoliberalisme</span></em>. Keadaan ekonomi, di semua negara, termasuk di negara-negara Barat yang dipuja-puja oleh kubu SBY tersebut, adalah penyebab termiskinkannya perempuan, penyebab terpaksanya perempuan-perempuan bekerja di sektor-sektor yang mewakili apa yang disebut sebagai <em><span style="color: #0000ff;">perbudakan modern</span></em>, serta sektor yang mewakili ekonomi &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">tidak resmi</span></em>&#8221; yang melecehkan harga diri perempuan, yaitu <em><span style="color:#ff0000;">pelacuran</span></em>. <em><span style="color:#ff0000;">Yeni Rosa Damayanti,</span></em> koordinator <em><span style="color:#ff0000;">S</span><span style="color:#ff0000;">PI </span></em>(Solidaritas Perempuan Indonesia) yang mengeluarkan daftar caleg berpoligami dan pendukung poligami sebelum pileg lalu dan <em><span style="color:#ff0000;">Dita Indah Sari</span></em>, wakil buruh yang keduanya pernah dipenjarakan oleh Suharto, lebih layak menyandang gelar diva-diva politik. Mereka juga jelas-jelas menyuarakan kepentingan perempuan Indonesia. Dan suara mereka jelas tidak diwakili oleh kubu SBY yang mewadahi <em><span style="color: #0000ff;">partai-partai doyan poligami </span></em>seperti PKS, PPP dan PD. Dita Indah Sari sebagai wakil buruh termasuk buruh perempuan, yang merupakan buruh dengan kondisi yang paling buruk di Indonesia, telah menyuarakan dukugannya kepada kubu JK-Win.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernyataan kubu SBY mengenai &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kapitalis rambut hitam</em></span>&#8221; malah menuai kecaman. Pernyataan ini jelas berasal dari ketidakpahaman kubu SBY dan SBY sendiri tentunya mengenai istilah &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">kapitalis</span></em>&#8221; serta kerancuan yang didasarkan atas disamakannya istilah &#8220;kapitalis&#8221; dengan semua istilah-istilah yang mengacu kepada profesi-profesi yang berhubugnan dengan perdagangan, seperti istilah pedagang, saudagar dan pengusaha. Istilah ini juga dianggap merupakan bukti dukungan kubu SBY terhadap &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">kapitalis-kapitalis rambut pirang</span></em>&#8221; alias &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">kapitalis Barat</span></em>&#8220;. Istilah ini malah hanya memperburuk kesan pro-Asing yang telah dilabelkan kepada kubu SBY. Karena pernyataan ini pulalah, Ketua <em><span style="color:#ff0000;">APINDO</span></em> (Asosiasi Pengusaha Indonesia) <em><span style="color:#ff0000;">Sofyan Wanandi </span></em>menyatakan dukungannya yang terbuka kepada kubu JK-Win.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun SBY didukung oleh kalangan seniman dan &#8220;intelektual&#8221; yang diwakili misalnya oleh <em><span style="color:#ff0000;">Goenawan Muhamad </span></em>dan <em><span style="color:#ff0000;">A</span><span style="color:#ff0000;">yu Utami</span></em>, mereka tidaklah mewakili kelompok intelektual Indonesia yang amat sangat banyak jumlahnya. Mereka mungkin bisa menarik orang-orang di sekitar mereka saja. Tapi kelompok-kelompok cerdik pandai di Indonesia, seperti telah disebut sebelumnya, tidak terhitung banyaknya. Goenawan Muhamad bukan representasi intelektual Indonesia. Ia adalah &#8220;intelektual&#8221; dari kelompok tertentu dan kelompok tua, yang masanya sudah selesai. <em><span style="color:#ff0000;">Ayu Utami</span></em>, yang dianggap mewakili kelompok perempuan Indonesia, jelas bukan representasi perempuan Indonesia dan kepentingan perempuan Indonesia. Jika ia dikatakan mewakili sekelompok perempuan Indonesia di perkotaan yang memuja perempuan-perempuan Barat sebagai &#8220;teladan&#8221;, mungkin ya. Menulis novel tentang seks, datang dari dan besar dalam budaya patriarkal yang melecehkan dan merendahkan perempuan, membaca beberapa literatur dari &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">feminis-feminis Barat</span></em>&#8221; serta hanya &#8220;mengintil&#8221; Goenawan Muhamad, tidak menjanjikan apa-apa untuk perempuan Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok-kelompok muda, terpelajar dan kritis jelas tidak akan memilih kubu yang mewakili <em><span style="color:#ff0000;">neoliberalisme</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">fasisme Islam</span></em>, kelompok pilkada Jawa Timur dan kelompok-kelompok yang menggelontorkan <em><span style="color:#ff0000;">UU Anti-Pornografi</span></em>, yang merupakan elemen utama koalisi besar SBY, yaitu partai-partai Islam terutama PKS.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelompok-kelompok perkotaan yang tidak menyetujui <em><span style="color:#ff0000;">UU Anti-Pornografi </span></em>jelas tidak akan memilih kubu SBY, karena di kubu SBY-lah orang-orang ini berada. Jumlah mereka tidak sedikit.  Dukungan kemungkinan akan mereka alihkan kepada kubu <em><span style="color:#ff0000;">Mega-Pro</span></em>, karena partai <em><span style="color:#ff0000;">GOLKAR</span></em> yang diwakili JK juga termasuk ke dalam partai yang menyetujui UU Anti-Pornografi ini. Orang-orang ini termasuk kedalam kelompok orang-orang yang peduli dengan budaya masyarakat Indonesia serta dengan kemajemukan yang menjadi ciri dari bangsa Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">SBY dan kelompok kecilnya telah memperlihatkan sifat kekuasaan yang <em><span style="color:#ff0000;">autokratik</span></em>. Kelompok ini terdiri dari kekuatan militer -karena posisinya sebagai seorang militer dan presiden yang sedang menjabat, serta posisi keluarganya dan orang dekatnya dalam jabatan-jabatan militer seperti <em><span style="color:#ff0000;">Pangkostrad, </span></em><em><span style="color:#ff0000;">Danjen Kopassus</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Pangti</span></em>-, <em><span style="color:#ff0000;">Malarangeng bersaudara </span></em>yang lebih dikenal sebagai &#8220;si kumis bersaudara&#8221; yang sudah mulai tidak disukai masyarakat, <em><span style="color:#ff0000;">Hatta Rajasa</span></em> yang hanya merupakan pendukung setia dari SBY tanpa basis dukungan PAN yang jelas, <em><span style="color:#ff0000;">Boediono </span></em>yang telah menuai penolakan bertubi-tubi dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, <em><span style="color:#ff0000;">Anas Urbaningrum</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Marzuki Alie</span></em> serta kelompok-kelompok survei bayaran yang dimotori oleh <em><span style="color:#ff0000;">Syaiful Mujani</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Denni JA</span></em>.  Nama-nama ini telah menuai kecaman dari banyak pihak, karena mereka telah menunjukkan keangkuhan dan klaim-klaim kosong selama jalannya pilpres 2009 ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color: #0000ff;">Kubu SBY tampaknya terlalu meremehkan begitu banyaknya kelompok intelektual di Indonesia serta kader-kader dan pendukung-pendukung setia dari partai-partai yang menjadi tulang punggung SBY sendiri, yaitu partai-partai Islam.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Selain dari kader-kader PKS yang masih fanatik untuk mendukung SBY, sudah hampir dipastikan bahwa lebih banyak orang-orang yang mewakili kelompok Islam, entah dari PKS, <em><span style="color:#ff0000;">NU</span></em> ataupun <em><span style="color:#ff0000;">Muhamadiyah</span></em>, yang akan mendukung kubu JK-Win. Hal ini terjadi disamping karena kekecewa danengan &#8220;ulah&#8221; petinggi-petinggi PKS, &#8220;ulah&#8221; Amien Rais, issu &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">jilbab loro&#8221;</span></em> di kubu JK-Win, juga karena kedekatan JK dengan kelompok NU, Muhamadiyah dan <em><span style="color:#ff0000;">HMI.</span></em> Dari kelompok-kelompok agama-agama non Islam dan nasionalis, pada umumnya diperkirakan akan memilih kubu Mega-Pro karena kubu SBY yang pekat dengan rona Islamnya terutama <em><span style="color: #0000ff;">rona PKS</span></em> yang ditengarai sebagai &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">tidak hanya tidak ramah terhadap kelompok non-Islam bahkan dengan kelompok-kelompok Islam dari brand-brand tertentu</span></em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Isu Jawa dan <em><span style="color: #0000ff;">non-Jawa</span></em> serta isu pasangan pilkada Jawa Timur yang diwakili oleh kubu SBY jelas suatu faktor yang penting. Harapan masyarakat di luar Jawa akan pemerataan pembangunan misalnya, tidak diwakili oleh kubu SBY. Masyarakat-masyarakat di daerah-daerah &#8220;bermasalah&#8221; yang umumnya terdapat di luar Jawa seperti <em><span style="color:#ff0000;">Aceh</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Maluku</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Poso</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Papua</span></em> misalnya, jelas bukan kelompok yang diwakili oleh kubu SBY. Masyarakat dari daerah-daerah ini sudah dapat dipastikan akan lebih condong ke pasangan JK-Win. Daerah-daerah tertinggal di Indonesia yang lagi-lagi berada di luar Jawa, pada umumnya akan memilih pasangan JK-Win terutama di daerah bagian timur yang mewakili pulau-pulau seperti pulau Sulawesi darimana Jk berasal, pulau Kalimantan dan Papua. Pasangan Mega-Pro juga ditengarai bisa mengambil suara di bagian Timur Indonesia ini walaupun tidak akan terlalu signifikan seperti kubu JK-Win. Kelompok-kelompok masyarakat yang mewakili kelompok-kelompok yang merupakan korban kezaliman <em><span style="color:#ff0000;">fasisme Jawa</span></em>, seperti <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Minang</span></em> (peristiwa <em><span style="color:#ff0000;">PRRI</span></em>), <em><span style="color:#ff0000;">Aceh </span></em>(<em><span style="color:#ff0000;">DOM</span></em> dan <span style="color: #ff0000;"><em>GAM</em></span>), Ambon, Poso dan Sulawesi (peristiwa <em><span style="color:#ff0000;">Permesta</span></em>), masyarakat Papua -yang dibiarkan tertinggal dan miskin sementara emas mereka diberikan kepada <em><span style="color:#ff0000;">Freeport-,</span></em> serta kelompok perempuan Indonesia yang menjadi korban pemerkosaan dan lain-lain perbuatan biadab daripada tentara-tentara yang mewakili fasisme Jawa di daerah-daerah konflik di Indonesia seperti Aceh, Minangkabau, Lampung, Ambon, Sulawesi dan lainnya, jelas bukan kelompok yang akan mendukung SBY yang merupakan bagian dari dinasti politik militer daripada jendral yang membangun <span style="color: #ff0000;"><em>ORBA</em></span> bersama-sama <span style="color: #ff0000;"><em>Suharto</em></span>, yaitu dinasti daripada <em><span style="color:#ff0000;">Jendral Sarwo Edhi Wibowo</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Usaha SBY untuk menguasai suara lewat para Gubernur tampaknya juga menemui jalan buntu. <em><span style="color:#ff0000;">Fadel Muhamad</span></em> yang diharapkan bisa menguasai suara di <em><span style="color:#ff0000;">Gorontalo </span></em>akhirnya berbalik mendukung JK-Win. <em><span style="color:#ff0000;">Gamawan Fauzi</span></em>, yang diharapkan untuk bisa menguasai suara orang Minang, akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil cuti pada saat kampanye, karena pernyataan-pernyataan yang keras mengenai posisinya sebagai Gubernur yang dihadapkan pada hak masyarakat Minang yang demokratis untuk memilih pasangan capres dan cawapres yang mereka kehendaki tanpa intervensi dari &#8220;pemda&#8221; yang merupakan perpanjangan tangan dari kubu SBY. Walaupun beberapa walikota dan wakil walikota Sumbar berbondong-bondong mendukung SBY, orang-orang Minang tidaklah begitu saja mudah terpengaruh. Gerakan tersebut malah menuai ketidaksimpatian terhadap kubu SBY, yang pada gilirannya malah menguatkan dukungan-dukungan masyarakat Minang kepada kedua pasangan capres cawapres yang lain, di mana tokoh-tokoh Minang yang mewakili tim sukes dari kedua kubu lainnya tersebut memainkan peranan penting, dan bukannya hanya menjadi pelengkap penderita saja seperti pada kubu SBY.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata &#8220;Lanjutkan&#8221; sendiri yang menjadi label SBY malah memberikan kecaman yang lebih lanjut lagi. Apa yang hendak dilanjutkan itulah yang menjadi perdebatan. Berhutang kepada <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">lembaga-lembaga supranasional</span> </span></em>atau istilah kerennya <em><span style="color:#ff0000;">multilateral</span></em>-kah? Melanjutkan lumpur <em><span style="color:#ff0000;">Lapindo</span></em>-kah, melanjutkan bencanakah, melanjutkan <em><span style="color:#ff0000;">DOM</span></em> di Acehkah? Dan lain-lain tafsiran dari kata &#8220;Lanjutkan&#8221; yang menjadi trade-mark kubu SBY ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendukung-pendukung SBY adalah orang-orang yang berasal dari kelompok-kelompok tua yang sudah habis masanya seperti <em><span style="color:#ff0000;">Amien Rais</span></em> dari PAN, <em><span style="color:#ff0000;">Suryadharma Ali </span></em>dari PP, <em><span style="color:#ff0000;">Goenawan Muhamad</span></em>, dan <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em>. Kelompok muda yang mendukung SBY tidak jelas keintelektualannya karena tidak jelas pemikiran apa yang telah dihasilkan. Akan tetapi mereka, dengan keangkuhannya, telah meremehkan begitu banyaknya orang-orang intelektual di Indoneisa. Malarangeng bersaudara malah telah menuai kecaman sebagai orang-orang berideologi uang. Rizal Malarangeng yang berambisi menjadi presiden, dengan aksinya dan komentar-komentarnya  selama pilpres ini, malah telah mengubur  kesempatannya, -yang memang juga tidak berapa banyak. Kubu SBY tampaknya lupa bahwa restu dari pihak asing, tidak cukup untuk &#8220;mengakali&#8221; sekitar 240 juta rakyat Indonesia serta begitu banyak orang-orang cerdik pandai yang telah dilahirkan oleh <em><span style="color:#ff0000;">Ibu Pertiwi </span></em>tercinta ini.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/06/30/kekalahan-sby-di-depan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Boediono = IMF</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/05/25/boediono-imf/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/05/25/boediono-imf/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 12:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[alat kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[antek IMF]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Board of Governors]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[capres]]></category>
		<category><![CDATA[capres-cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[check and recheck]]></category>
		<category><![CDATA[deklasi SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Rizal Ramli]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Sri Edi Swasono]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklopedia web]]></category>
		<category><![CDATA[faham neoliberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Stability Forum]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Stabilitas Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[globalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[governor]]></category>
		<category><![CDATA[governor alternate]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur alternate]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur IMF]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan internet]]></category>
		<category><![CDATA[kekhalifahan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Tingkat Tinggi London]]></category>
		<category><![CDATA[KTT]]></category>
		<category><![CDATA[kubu SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Mafia Berkeley]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[neolin]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi dunia]]></category>
		<category><![CDATA[paham neolib]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<category><![CDATA[pemegang kekuasaan IMF]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[pendukung PKS]]></category>
		<category><![CDATA[pengagum PKS]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Perusahaan Listrik Negara]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[PLN]]></category>
		<category><![CDATA[pro-IMF]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Meutia Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmat Waluyanto]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[search engine]]></category>
		<category><![CDATA[situs web]]></category>
		<category><![CDATA[situs web IMF]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>
		<category><![CDATA[syariat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[the London Summit]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[wikipedia]]></category>
		<category><![CDATA[World Bank]]></category>
		<category><![CDATA[World Trade Organization]]></category>
		<category><![CDATA[WTO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1305</guid>
		<description><![CDATA[Berita mengenai Boediono tampak sekali dibuat simpang siur oleh banyaknya istilah-istilah berbau asing yang hanya bisa dimengerti oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang ekonomi. Boediono diantaranya disebut-sebut sebagai seorang neolib, Mafia Berkeley, penganut faham neoliberalisme, antek IMF, dan lain sebagainya. Banyak sudah tulisan mengenai Boediono dan keterlibatannya dalam lembaga yang merupakan salah satu lambang daripada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berita mengenai <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> tampak sekali dibuat simpang siur oleh banyaknya istilah-istilah berbau asing yang hanya bisa dimengerti oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang ekonomi. <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> diantaranya disebut-sebut sebagai seorang <span style="color: #0000ff;"><em>neolib</em></span>, <span style="color: #0000ff;">Mafia Berkeley</span>, penganut <span style="color: #0000ff;"><em>faham neoliberalisme</em></span>, <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">antek IMF</span>,</span></em> dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak sudah tulisan mengenai <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> dan keterlibatannya dalam lembaga yang merupakan salah satu lambang daripada <span style="color: #0000ff;"><em>neoliberalisme</em></span> ini yaitu  <span style="color:#ff0000;"><em>IMF</em></span>. Tidak kurang banyaknya pakar ekonomi yang dikenal berpihak kepada rakyat Indonesia mengutarakan hal yang sama sejak lama. Sebut saja nama-nama seperti <em><span style="color:#ff0000;">Dr. Rizal Ramli</span></em> (orang Minang yang menjadi salah seorang capres dari kalangan independen untuk pemilu 2009), <em><span style="color:#ff0000;">Revrisond Baswir</span></em> (orang Minang ekonom FE UGM), <em><span style="color:#ff0000;">Dr. Sri Edi Swasono</span></em> (suami daripada <span style="color:#ff0000;"><em>Prof. Meutia Hatta</em></span> yang sekarang mendukung <em><span style="color:#ff0000;">SBY</span></em>) serta <em><span style="color:#ff0000;">Dr. Kwik Kian Gie</span></em>. Hal itu tampaknya tidak menggamangkan kubu SBY untuk tetap bertahan dengan pencalonan Boediono. <span style="color: #0000ff;"><em>Kubu SBY</em></span> juga tetap saja berkelit mengenai <span style="color: #0000ff;"><em>isu Boediono dan IMF-nya</em></span>. Berbagai macam alasan dikemukan oleh tim pencitraan SBY. Salah satunya adalah &#8220;alasan&#8221; yang tampaknya diberikan khusus untuk &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>pengagum PKS</em></span>&#8221; yang dikait-kaitkan dengan kata &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>syariat</em></span>&#8220;. Kata &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>syariat</em></span>&#8221; ini ditengarai sangat ampuh untuk &#8220;menenangkan&#8221; para pendukung <span style="color: #0000ff;"><em>PKS</em></span> yang mulai resah pasca pencalonan Boediono sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>cawapres</em></span> dari kubu SBY.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang banyak dibingungkan dengan simpang-siurnya informasi yang ada di surat-surat kabar maupun media, karena informasi yang ada di media yang umumnya bersifat mengambang (hanya memberitakan kulit-kulitnya). Kecenderungan menampilkan informasi yang setengah-setengah, tidak lengkap ataupun mengambang adalah ciri khas pemberitaan media zaman sekarang. Para pembaca berita yang merupakan konsumen daripada media modern, hendaknya bersikap bijaksana dalam menyikapi berita-berita media ini. Berita-berita di media sangat berguna sebagai &#8220;pengetahuan awal&#8221; mengenai sesuatu hal. Terlepas dari pro kontra sesuatu hal di media, yang penting akhirnya adalah dilakukannya <span style="color: #0000ff;"><em>proses check dan recheck</em></span> sesudah informasi awal ini didapat (dari media).</p>
<p style="text-align:justify;">Di masa keterhubungan informasi dunia lewat<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">jaringan internet</span></span></em> ini, proses check dan recheck berita ini bisa diperoleh dari proses pencarian entah lewat <span style="color: #0000ff;"><em>search engine</em></span> yang terkenal seperti <span style="color: #0000ff;"><em>google</em></span> ataupun <span style="color: #0000ff;"><em>ensiklopedia web</em></span> yang dikenal sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>wikipedia</em></span>. Bagi mereka yang memiliki akses internet entah di rumah atau lewat warnet bisa melakukan pencarian dan proses check dan rechek ini dengan mudah. Yang perlu diingat adalah agar supaya mencari informasi &#8220;langsung ke akarnya&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata kunci yang penting daripada <em><span style="color: #0000ff;">Boediono dan paham neolibnya</span><span style="color:#ffcc00;"> </span></em> diantaranya adalah <em><span style="color:#ff0000;">IMF</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">neoliberalisme</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">keuangan</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">ekonomi</span></em>, dan <em><span style="color:#ff0000;">bank</span></em>. Informasi yang paling penting tentunya akan didapat lewat <span style="color: #0000ff;"><em>riwayat hidup Boediono</em></span>. Di Indonesia, riwayat hidup daripada tokoh-tokoh Indonesia bisa dibaca misalnya lewat situs web <a href="http://www.tokohindonesia.com"><em><span style="color:#ff00ff;">www.tokohindonesia.com</span></em></a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pencarian ke kata kunci berikutnya hendaknya diteruskan. Akar daripada pro kontra masalah Boediono ini terletak pada <em><span style="color:#ff0000;">IMF</span></em>. Maka tampaknya perlu kita check di <em><span style="color: #0000ff;">situs web daripada IMF</span></em>. Hampir seluruh organisasi dunia memiliki situs web. Kepemilikan situs web sudah menjadi bagian kebijakan penting bagi organisasi maupun bisnis. Kebutuhan ini menjadi mutlak bagi <span style="color: #0000ff;"><em>organisasi-organisasi dunia</em></span> seperti <em><span style="color:#ff0000;">IMF</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">World Bank</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">PBB</span></em> dan lainnya. Ternyata pencarian mengenai Boediono di situs web ini menemukan hasilnya. Boediono, berdasarkan data yang ada di <span style="color:#ff00ff;">situs web IMF</span> ini, ternyata bukan hanya <em><span style="color:#ff0000;">antek IMF </span></em>(alat daripada IMF di Indonesia) seperti yang diberitakan selama ini.  <em><span style="color: #0000ff;">Boediono adalah IMF itu sendiri</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Di situs web IMF ini tertulis posisi Boediono di lembaga keuangan dunia ini adalah sebagai salah satu &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">governor</span></em>&#8221; (gubernur) pada <span style="color: #0000ff;"><em>Board of Governors</em> </span>(Dewan Gubernur) IMF. Sedangkan <span style="color: #0000ff;"><em>governor alternate</em></span> untuk Indonesia adalah <em><span style="color:#ff0000;">Rahmat Waluyanto</span></em>. Dewan Gubernur IMF berfungsi untuk menentukan kebijakan IMF. Lebih lanjut lagi, governor dan governor alternate dari tiap-tiap negara inilah yang menjalankan kebijakan-kebijakan IMF di tiap-tiap negara yang menjadi &#8220;sasaran kebijakan&#8221; IMF. Berikut adalah pengertian daripada <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">governor</span> </span></em>dan <span style="color: #0000ff;"><em>governor alternate</em></span> dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di situs web IMF itu sendiri yang terakhir di-update pada tanggal 21 Mei 2009 atau sekitar 6 hari setelah <span style="color: #0000ff;"><em>deklarasi SBY-Boediono di Bandung</em></span>.</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>The Board of Governors, the highest decision-making body of the IMF, consists of one governor and one alternate governor for each member country. The governor is appointed by the member country and is usually the minister of finance or the governor of the central bank. All powers of the IMF are vested in the Board of Governors. The Board of Governors may delegate to the Executive Board all except certain reserved powers. The Board of Governors normally meets once a year.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berikut terjemahan bebas dari saya:</p>
<p style="padding-left:30px;text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Dewan gubernur, lembaga pengambil keputusan tertinggi IMF, terdiri dari satu orang gubernur dan satu orang gubernur alternate untuk tiap-tiap negara anggota. Gubernur ditunjuk oleh negara anggota IMF itu sendiri dan biasanya adalah mentri keuangan atau gubernur sentral bank. Seluruh kekuasaan daripada IMF terletak pada Dewan Gubernur ini. Dewan Gubernur dapat mendelegasikan seluruh kekuasaan ini kepada Dewan Eksekutif kecuali beberapa kekuasaan yang telah ditentukan. Dewan Gubernur pada umumnya melakukan meeting satu kali dalam setahun.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Di situs web bisa dibaca bahwa <span style="color: #0000ff;"><em>gubernur IMF</em></span> untuk Indonesia adalah <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> (namanya bahkan ditulis dengan huruf besar semua), dan <em><span style="color:#ff0000;">Rahmat Waluyanto</span></em> sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>gubernur alternate</em></span>. Dengan demikian selesailah tanda tanya besar mengenai <span style="color: #0000ff;"><em>keterlibatan Boediono dalam IMF</em></span>. Indonesia dengan ini resmi kembali menjadi negara anggota IMF. Pencarian mengenai siapa Rahmat Waluyanto berakhir di situs web daripada <span style="color: #0000ff;"><em>PLN (Perusahaan Listrik Negara)</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang apa hubungan SBY dan IMF? Lewat pencarian mengenai Konferensi Tingkat Tinggi (the London Summit) di London pada bulan maret tahun ini, ditemukan nama-nama negara dan organisasi daripada peserta konferensi. Negara-negara itu adalah negara-negara besar yang ditengarai bisa mengontrol dan akan mengontrol seluruh dunia -bisa dibaca pada  situs web daripada <a href="http://www.londonsummit.gov.uk/en/summit-aims/faqs/general-questions/who-will-attend"><em><span style="color:#ff00ff;">the London Summit</span></em></a>. Indonesia termasuk diantaranya. Wakil dari Indonesia pada konferensi ini, seperti telah dimuat oleh media Indonesia,  adalah <em><span style="color:#ff0000;">Susilo Bambang Yudhoyono</span></em> (<em><span style="color:#ff0000;">SBY</span></em>). Ada 5 organisasi besar internasional yang hadir. Satu diantaranya adalah <em><span style="color:#ff0000;">IMF</span></em> (baca: organisasi <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em>). Lainnya adalah lembaga-lembaga seperti <em><span style="color:#ff0000;">PBB</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Bank Dunia</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">WTO (World Trade Organization)</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Financial Stability Forum</span></em> (Forum Stabilitas Keuangan).</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff00ff;">The London Summit ini</span></em>, tampak sekali sebagai upaya lebih lanjut daripada globalisasi dan oleh karenanya  sebagai upaya untuk mengontrol seluruh dunia. Keputusan mengenai Boediono sebagai wakil presiden tampaknya matang setelah kepulangan SBY dari konferensi tingkat tinggi di London ini dan dideklarasikan pada 15 Mei 2009 lalu. Pendukung-pendukung PKS tampaknya harus memikirkan kembali dukungannya kepada SBY. Dilihat dari komposisi peserta daripada<span style="color: #0000ff;"> <em>the London Summit</em></span> ini, cita-cita untuk mendirikan <span style="color: #0000ff;"><em>kekhalifahan Islam</em></span> itu tampaknya harus mulai dilupakan <img src='http://www.varajambak.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Tempat orang Islam dan tentara Islam selama ini memang sudah ditentukan, yaitu sebagai alat kontrol dan alat kekuasaan daripada &#8220;negara-negara berdasar Islam&#8221; dan globalisasi. Tidak terkecuali di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kenyataan ini, selama 5 tahun terakhir ini Indonesia utamanya dipimpin oleh <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">satu orang pro IMF</span></em> </span>dan <span style="color: #0000ff;"><em>dua orang IMF</em></span>: yaitu <em><span style="color:#ff0000;">SBY</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Rahmat Waluyanto</span></em>. Dan kecenderungan ini akan diteruskan dan disempurnakan apabila pasangan <span style="color: #0000ff;"><em>capres-cawapres</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">SBY-Boediono</span></em> ini dipilih kembali oleh rakyat Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">IMF adalah lembaga-lembaga yang termasuk ke dalam kategori lembaga &#8220;<em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">supranasional</span><span style="color: #000000;">&#8220;</span></span></em><span style="color: #000000;"> </span>dalam artian &#8220;berada di atas negara&#8221;. Kalau kita telaah lebih lanjut lagi, jika dilihat secara internasional, maka posisi Boediono sebenarnya berada di atas SBY. Dan Boedionolah, <span style="color: #0000ff;"><em>sebagai pemegang kekuasaan di IMF</em></span>, yang akan mengatur segala kebijakan mengenai masalah yang paling penting dalam hidup setiap orang dalam setiap negara yaitu ekonomi.  SBY, sebagai seorang militer dan pemimpin militer dalam fungsinya sebagai presiden Indonesia, akan berperan sebagai pendukung dan pelaksana daripada kebijakan-kebijakan apapun yang akan ditetapkan nantinya oleh Boediono dan juga sebagai alat untuk menindas para oposisi yang mungkin akan menolak menjalankan kebijakan &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">presiden sebenarnya</span></em>&#8220;, yaitu Boediono. Karena itulah presiden bisa berganti, sejak zaman Suharto sampai SBY, akan tetapi Boediono tetap akan selalu ada. <img src='http://www.varajambak.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color: #0000ff;">Catatan:</span></em></p>
<p style="text-align: justify;">Baca juga tulisan lain mengenai Boediono berikut ini:</p>
<p style="text-align: justify;">
<ul>
<li><em><a href="http://www.varajambak.com/2009/05/13/antara-sby-budiono-dan-kepentingan-neoliberalisme-as-di-indonesia/"><span style="color: #ff00ff;">Antara SBY, Budiono dan kepentingan neoliberalisme AS di Indonesia</span></a></em></li>
<li style="text-align: justify;"><a href="http://www.varajambak.com/2009/05/22/boediono-oh-boediono/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Boediono, oh Boediono…</em></span></a></li>
<li><em>Boediono di tokohindonesia.com:</em> <span style="color: #0000ff;"><em>http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/boediono/index.shtml</em></span></li>
<li><em>Situs web daripada IMF:</em> <span style="color: #ff00ff;"><em> </em></span><span style="color: #0000ff;"><em>http://www.imf.org</em></span></li>
<li><em>Boediono sebagai gubernur IMF:</em> <span style="color: #0000ff;"><em>http://www.imf.org/external/np/sec/memdir/members.htm</em></span></li>
<li><em>Rahmat Waluyanto komisaris PLN yang juga gubernur alternate (cadangan/pengganti) di IMF:</em> <span style="color: #0000ff;"><em>http://www.pln.co.id/InfoKorporat/Management/Komisaris/RahmatWaluyanto/tabid/253/language/id-ID/Default.aspx</em></span></li>
<li><em>The London Summit:</em> <span style="color: #0000ff;"><em>http://www.londonsummit.gov.uk/en/summit-aims/faqs/general-questions/who-will-attend</em></span></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/05/25/boediono-imf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gamawan Fauzi, alat kekuasaan SBY untuk menjegal faktor &#8220;M&#8221;</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/05/15/gamawan-fauzi-alat-kekuasaan-sby-untuk-menjegal-faktor-m/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/05/15/gamawan-fauzi-alat-kekuasaan-sby-untuk-menjegal-faktor-m/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 05:23:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ABSSBK]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Adat Bersendi Syarak dan Syarak bersendi Kitabullah]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Minang]]></category>
		<category><![CDATA[faktor "M"]]></category>
		<category><![CDATA[faktor Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[fasisme global]]></category>
		<category><![CDATA[fasisme Islam]]></category>
		<category><![CDATA[fasisme Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fitra Haris]]></category>
		<category><![CDATA[Gamawan Fauzi]]></category>
		<category><![CDATA[globalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Mahasiswa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Mahasiswa Minang UI]]></category>
		<category><![CDATA[jihad Islam]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[kabinet SBY]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan oposisi]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok muda Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok Padri]]></category>
		<category><![CDATA[kepedulian terhadap nasib orang banyak]]></category>
		<category><![CDATA[khtama AL-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[mambangkik batang tarandam]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[mencoreng muko urang awak]]></category>
		<category><![CDATA[meng-Islam-kan Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[menjilat pantat SBY]]></category>
		<category><![CDATA[militeristik]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[otoriter]]></category>
		<category><![CDATA[PDI-P]]></category>
		<category><![CDATA[pembantaian orang Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah daerah Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[perpolitikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres 2009]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[ranah Minang]]></category>
		<category><![CDATA[roh budaya Minang]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[struktur kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[yang paling Arabi]]></category>
		<category><![CDATA[yang paling benar]]></category>
		<category><![CDATA[zaman pergerakan kemerdekaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1265</guid>
		<description><![CDATA[Kubu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya memahami benar mengenai pentingnya menjegal faktor &#8220;M&#8221;, atau faktor Minangkabau. Orang Minangkabau dalam sejarah, entah berada dalam kekuasaan, atau di luar kekuasaan, adalah kekuatan oposisi yang paling menentukan dalam perpolitikan Indonesia. Jusuf Kalla (JK) yang mempunyai status sebagai urang sumando karena beristrikan Mufidah, seorang perempuan Minangkabau ditengarai mempunyai kesempatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kubu <em><span style="color:#ff0000;">Susilo Bambang Yudhoyono</span></em> (<span style="color:#ff0000;"><em>SBY</em></span>) tampaknya memahami benar mengenai pentingnya menjegal<span style="color: #0000ff;"> faktor &#8220;M&#8221;</span>, atau <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">faktor Minangkabau</span></em></span>.<span style="color:#ffcc00;"><em> <span style="color: #0000ff;">Orang Minangkabau</span></em></span> dalam sejarah, entah berada dalam kekuasaan, atau di luar kekuasaan, adalah kekuatan oposisi yang paling menentukan dalam <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">perpolitikan Indonesia</span></em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color:#ff0000;">Jusuf Kalla</span></em></span> (<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color:#ff0000;">JK</span></em></span>) yang mempunyai status sebagai urang sumando karena beristrikan <span style="color:#ff0000;"><em>Mufidah</em></span>, seorang <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">perempuan Minangkabau</span></em></span> ditengarai mempunyai kesempatan lebih besar dalam meraup suara orang Minang. <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Orang Sumando</span></em></span> adalah istilah yang diberikan kepada laki-laki bukan Minangkabau yang menjadi menantu dari masyarakat Minangkabau/beristrikan orang Minangkabau. Jusuf Kalla juga ditengarai sebagai orang yang mempunyai pengetahuan yang lebih dari memadai mengenai sejarah dan budaya Minangkabau dan juga memiliki kepedulian yang tinggi kepada masyarakat-masyarakat di Sumatra seperti <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Aceh</span></em></span> dan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Minangkabau</span></em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Peran <span style="color:#ff0000;"><em>Gamawan Fauzi</em></span> sebagai pembaca daripada pidato dukungan politik untuk &#8220;<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">SBY berbudi</span></em></span>&#8221; di gedung ITB, Bandung, dikritik oleh <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">kelompok muda Minangkabau</span></em></span> sebagai &#8220;<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">mencoreng muko urang awak</span></em></span>&#8221; (mencoreng muka orang awak/orang Minang). Pernyataan ini dikemukanan oleh <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Ketua Ikatan Mahasiswa Minang UI</span></em></span>, <span style="color:#ff0000;"><em>Fitra Haris</em></span>. Kelompok-kelompok muda Minang lainnya, menyatakan pendapat yang senada.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernyataan Gamawan Fauzi (<span style="color:#ff0000;"><em>GF</em></span>) sendiri yang kini sedang menjabat sebagai <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">gubernur Sumatra Barat</span></em></span>, adalah sangat tidak etis secara politik mengingat kedudukannya yang dipegangnya sekarang berasal dari <span style="color:#ff0000;"><em>PDI-P</em></span>. Tambahan lagi, GF masih menjabat sebagai gubernur, dan oleh karenanya, perbuatannya termasuk ke dalam penghianatan politik terhadap PDI-P yang menjadikannya gubernur Sumbar. Berdasarkan etika politik, selayaknyalah GF mendukung PDI-P atau bersikap netral apabila GF hendak memberikan dukungannya kepada SBY. Dukungan inipun layaknya diberikannya  setelah dia tidak lagi menjabat sebagai gubernur Sumbar. GF ditengarai sedang mengincar jabatan mentri dalam kabinet yang akan dibentuk jika SBY menang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pendukung gerakan politik daripada GF sendiri diantaranya adalah orang-orang Minang dari kalangan tua, orang-orang Minang pendukung partai <span style="color:#ff0000;"><em>PKS</em></span>, orang-orang Minangkabau yang berpandangan akan kekuasaan dan orang-orang pendukung <span style="color:#ff0000;"><em>jargon ABSSBK</em></span> (<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah</span></em></span>). ABSSBK ini sendiri merupakan jargon yang dipakai kelompok-kelompok dalam masyarakat Minang baik yang di ranah maupun di rantau yang umunya merupakan kelompok elit dengan tujuan untuk <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">meng-Islam-kan Sumatra Barat</span></em></span> lebih jauh lagi,<span style="color: #0000ff;"> </span><span style="color: #000000;">mentransformasi pemahaman Islam orang Minang yang &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>dianggap tidak benar</em></span>&#8221; atau &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>tidak menurut pakem tertentu</em></span>&#8221; ke pemahaman yang diklaim sebagai &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">yang paling Arabi</span></em>&#8221; atau &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">yang paling benar</span></em>&#8220;</span><span style="color: #0000ff;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Gerakan ABSSBK ini dipakai untuk memaksa orang Minang untuk &#8220;<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">khatam Al-Quran</span></em></span>&#8221; dengan ganjaran hukuman oleh <span style="color: #0000ff;"><em>pemerintah daerah Sumba</em><em>r</em></span>, untuk menjilbabkan kepala setiap perempuan Minangkabau  dan memperlakukan perempuan Minangkabau yang tidak memakai jilbab secara semena-mena, untuk mensamarkan buruknya kinerja <span style="color: #0000ff;"><em>pemda Sumba</em><em>r</em></span> dan untuk meletakkan seluruh kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh pemda Sumbar kepada <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">bagian-bagian tubuh perempuan Minangkabau</span></em></span>, untuk menghilangkan budaya Minangkabau dari muka bumi, untuk mengalihkan kepemilikan bersama kaum ke tangan laki-laki Minang yang lagi-lagi pengaturannya dilakukan oleh Pemda. Gerakan ABSSBK ini adalah sisa-sisa gaung daripada <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">penyerangan dan pembantaian oleh kelompok jihad Islam di ranah Minang</span></em></span> yang dikenal sebagai <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">kelompok Padri</span></em></span>, yang diperkuat kembali seiring dengan terbentuknya <span style="color: #0000ff;"><em>fasisme Islam global</em> </span>yang terbentuk di seluruh dunia. Fasisme Islam global ini pada gilirannnya juga adalah bagian daripada <span style="color: #0000ff;"><em>fasisme global</em> </span>itu sendiri yang dikenal sebagai <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">globalisasi</span></em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang Minang yang menginginkan kue kekuasaan dalam pemerintahan SBY lupa, bahwa orang Minangkabau tidak pernah benar-benar masuk dalam <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">struktur kekuasaan</span></em></span>. Kedudukan mereka sebagai perdana mentri, wakil presiden, atau mentri, seperti pada zaman setelah kemerdekaan, diperoleh karena fungsi mereka sebagai pemimpin rakyat, orang yang peduli terhadap rakyat, serta sebagai pemikir. Bukan untuk kekuasaan itu sendiri. Tampaknya hal ini yang sudah dilupakan oleh orang Minangkabau yang sebenarnya sudah harus dipertanyakan ke-<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Minangkabau</span></em></span>-annya. Menjadi mentri dalam <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">kabinet SBY</span></em></span> tidak akan merubah apapun dalam kehidupan orang Minang. Mengingat kubu SBY sendiri sudah mulai menampakkan elemen-elemen haus kekuasaannya yang <span style="color:#ff0000;"><em>otoriter</em></span> dan <span style="color:#ff0000;"><em>militeristik</em></span>, yang berdasarkan pada <span style="color:#ff0000;"><em>fasisme Jawa</em></span>, <span style="color:#ff0000;"><em>fasisme Islam</em></span> dan <span style="color:#ff0000;"><em>neoliberalisme</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Adalah naif sekali menganggap bahwa dengan jadinya GF sebagai mentri, maka <span style="color:#ff0000;"><em>orang Minangkabau</em></span> bisa &#8220;<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">mambangkik batang tarandam</span></em></span>&#8221; (membangkit batang (yang) terendam). Istilah &#8220;membangkik batang tarandam&#8221; ini digunakan oleh orang Minangkabau untuk kembali menghasilkan tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh dan bisa berbuat untuk orang banyak, seperti orang-orang Minang <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">zaman pergerakan kemerdekaan</span></em></span> dulu. Akan tetapi mereka lupa,<span style="color: #0000ff;"> <em>tokoh-tokoh Minang</em></span> ini lahir dari <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">roh budaya Minang</span></em></span> yang berdasarkan pada <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">kebebasan</span></em></span> dan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">kepedulian terhadap nasib orang banyak</span></em></span>, dan bukannya pada jabatan mentri.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #ff0000;">Kekuasaan tidak pernah menjadi dasar lahirnya tokoh-tokoh Minangkabau yang terkenal itu, melainkan pemikiran serta jiwa yang bebas dari penindasan dan dari konsep kekuasaan.</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tokoh-tokoh Minang itu menjadi &#8220;tokoh&#8221; dengan sendirinya, lewat proses pergulatan hidup dan interaksi dengan banyak budaya dan masyarakat, dan bukannya dengan &#8220;<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">menjilat pantat SBY</span></em></span>&#8221; yang ditengarai akan menjadi tokoh paling berkuasa selepas <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color:#ff0000;">pilpres 2009</span></em></span> ini. Itupun kalau menang. SBY tidak akan dengan mudah menang tanpa perlawanan dari banyak pihak yang menjadi lambang daripada korban kezaliman daripada fasisme Jawa di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika orang Minang mengeluhkan akan ketidakadaannya &#8220;<span style="color:#ff0000;"><em>tokoh Minangkabau</em></span>&#8220;, seharusnya mereka bercermin kepada diri masing-masing mengapa hal itu terjadi. <span style="color:#ff0000;"><em>Tokoh Minangkabau</em></span> tidak muncul dari proses &#8220;jilat-menjilat pantat penguasa&#8221;, seperti yang diperankan oleh Gamawan Fauzi ini, melainkan dari pergulatan hidup. Itu yang tampaknya sudah dilupakan oleh <span style="color:#ff0000;"><em>masyarakat Minangkabau</em></span> zaman kini.</p>
<p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/05/15/gamawan-fauzi-alat-kekuasaan-sby-untuk-menjegal-faktor-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
