<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Vara Jambak &#187; Politik</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/tag/politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 14:34:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>vjambak@varajambak.com ()</managingEditor>
		<webMaster>vjambak@varajambak.com()</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>vjambak@varajambak.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Vara Jambak</title>
			<link>http://www.varajambak.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Mengapa Buya Syafii Maarif Tolak Bertemu SBY?</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 01:03:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[tokoh Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Arief]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Syafii]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[cendekiawan Muslim Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[inisiator Pansus]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Istana]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua PP Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[L/C fiktif Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[lengser keprabon]]></category>
		<category><![CDATA[letter of credit]]></category>
		<category><![CDATA[M Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Misbakhun]]></category>
		<category><![CDATA[Pansus Centruy]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pembaharuan Pemikiran Islam]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan Magsaysay]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PPI]]></category>
		<category><![CDATA[presiden SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden World Conference on Religion for Peace]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Nurcholish Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Staf Khusus Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[staf khusus SBY]]></category>
		<category><![CDATA[the Maarif Institute]]></category>
		<category><![CDATA[WCRP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1708</guid>
		<description><![CDATA[


INILAH.COM, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. Cendekiawan muslim dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu Presiden SBY soal Bank Century. Mengapa?
Buya Syafii menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;margin: 12px;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4808480940768749";
/* 468x60, created 4/9/09 */
google_ad_slot = "2872038909";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></div><p style="text-align:justify;"><a href="http://inilah.com/news/read/politik/2010/02/25/367011/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/"><em><span style="color:#ff00ff;">INILAH.COM</span></em></a>, Jakarta &#8211; Bangsa ini masih punya tokoh panutan berintegritas tinggi. <span style="color:#ff0000;"><em>Cendekiawan muslim</em></span> dan mantan <em><span style="color:#ff0000;">Ketua PP Muhammadiyah</span></em> Buya <em><span style="color:#ff0000;">Ahmad Syafii Maarif</span></em>, sang tokoh itu, menolak memenuhi undangan bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Presiden SBY</span></em> soal <em><span style="color:#ff0000;">Bank Century</span></em>. Mengapa?</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Buya Syafii</span></em> menolak memenuhi undangan Presiden SBY yang ingin meminta nasihat terkait penyelesaian kasus Bank Century. Kisah ini mengingatkan kita kepada <em><span style="color:#ff0000;">Presiden Soeharto</span></em> yang meminta bertemu <em><span style="color:#ff0000;">Prof Nurcholish Madjid</span></em>, cendekiawna Muslim, menjelang <span style="color: #0000ff;"><em>lengser keprabon</em></span> dari istana.</p>
<p style="text-align:justify;">Staf khusus<em><span style="color:#ff0000;"> SBY</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Andi Arief</span></em>, mendekati Buya Syafii dengan mengajaknya bertemu di sebuah hotel. &#8220;Dia bilang Presiden SBY mau ketemu, saya bilang nggaklah. Sebagai warga negara saya mau bertemu, tapi kalau terkait <em><span style="color:#ff0000;">Pansus Century</span></em> saya nggak mau,&#8221; tegas Buya Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Buya menambahkan, dengan bertanya apa tujuan <em><span style="color:#ff0000;">Istana</span></em> mengundangnya terkait Pansus Century, Andi pun mengatakan, &#8216;SBY ingin meminta nasihat dari Buya&#8217;.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa yang dinasihati? Dia (SBY) itu kan lebih tahu dari saya. Pansus itu harus dituntaskan. Century harus kita bongkar penuh. Kalau <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> masih punya hati nurani, hasil paripurna nanti akan sesuai harapan rakyat,&#8221; kata Syafii.</p>
<p style="text-align:justify;">Syafii mengatakan sikapnya sudah kukuh terkait dengan kasus Bank Century. Kasus ini harus diungkap habis. Bila bersedia bertemu SBY, sikap Syafii bisa ditafsirkan sebagai inkonsistensi.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief, Selasa malam, membenarkan melakukan pertemuan dengan Syafii. Andi mengaku mengungkapkan data soal<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">L/C fiktif Bank Century</span></span></em> yang salah satunya menyeret nama <span style="color: #0000ff;"><em>inisiator Pansus</em> </span><em><span style="color:#ff0000;">M Misbakhun</span></em>. Syafii, kata Andi, kaget dengan data-data terkait Misbakhun yang disodorkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu kecewa dan kesal terhadap<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Staf Khusus Presiden</span></span></em> Andi Arief. Pasalnya, Andi Arief menyatakan bahwa Buya Syafii terkejut setelah mengetahui kasus <span style="color: #0000ff;"><em>letter of credit</em></span> politisi <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em> <em><span style="color:#ff0000;">Muhammad Misbakhun</span></em> di Bank Century yang mengalami gagal bayar.</p>
<p style="text-align:justify;">“Ini tidak sehat, anak ini (Andi Arief-red) menyalahgunakan. Saya nggak ngerti soal itu,” kata Syafii kepada pers.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya itu, Buya Syafii, panggilan akrabnya, juga mengatakan Andi Arief tidak bermoral. “<span style="color: #0000ff;"><em>Ini tidak sehat, anak ini tidak bermoral</em></span>,” kesalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepertinya, Buya Syafii merasa dijadikan tumbal oleh Andi Arief untuk menekan PKS. Sehingga Buya menilai sosok Andi Arief ini tidak bermoral.</p>
<p style="text-align:justify;">Andi Arief merupakan staf khusus SBY yang melobi ke sejumlah elite parpol, termasuk <em><span style="color:#ff0000;">PDIP</span></em>. &#8220;Namun cara dan kelakuan Andi tidak simpatik sehingga menimbulkan sinisme publik,&#8221; kata seorang pengamat politik.</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Prof. Dr. Syafii Maarif </span></em>adalah seorang <em><span style="color:#ff0000;">c</span><span style="color:#ff0000;">endekiawan Muslim Minangkabau</span></em> yang pernah menjabat sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah</em></span> dan <span style="color: #0000ff;"><em>Presiden World Conference on Religion for Peace</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">WCRP</span></em>). Syafii Ma&#8217;rif, penerima <em><span style="color:#ff0000;">penghargaan Magsaysay</span></em> pada tahun 2008,  mendirikan the Maarif Institute pada tahun 2002 sebagai bagian daripada jaringan gerakan <span style="color: #0000ff;"><em>Pembaruan Pemikiran Islam</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">PPI</span></em>). Lebih lanjut mengenai Prof. Syafii Maarif bisa dibaca di situs web dari <a href="http://www.maarifinstitute.org/"><em><span style="color:#ff00ff;">the Maarif Institute</span></em></a>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Mengapa%20Buya%20Syafii%20Maarif%20Tolak%20Bertemu%20SBY%3F&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F02%2F28%2Fmengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/28/mengapa-buya-syafii-maarif-tolak-bertemu-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puti Reno Oesman&#8211;Mantan Diplomat Wanita Siap Pimpin Sumbar</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/02/16/puti-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/02/16/puti-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 13:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang-Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[calon gubernur Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Departemen Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Deplu]]></category>
		<category><![CDATA[H. Soetan Oesman]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[M. Yamin]]></category>
		<category><![CDATA[Minister Counsellor]]></category>
		<category><![CDATA[Moscow]]></category>
		<category><![CDATA[Muhamad Yamin]]></category>
		<category><![CDATA[One]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[para Bundo Kanduang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggungjawab Bidang Pensosbud KBRI]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan-perempuan Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamator]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Reno Usman]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmah El Yunusiyah]]></category>
		<category><![CDATA[raja perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[ranah Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar pascagempa]]></category>
		<category><![CDATA[Thailand]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1663</guid>
		<description><![CDATA[

Setelah menjadi seorang diplomat dan mengembara diberbagai negara karena ditugaskan pemerintah pusat, Puti Reno Oesman pulang untuk membangun Ranah Minang. Puti Reno Oesman yang akrab dipanggil &#8220;One&#8221; adalah diplomat senior di Depertemen Luar Negeri (Deplu) yang telah memiliki pengalaman selama 31 tahun. Ia merupakan Bundo Kanduang yang dilahirkan di Padang, tahun 1947  lalu. Putri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div style="margin: 2px 5px 3px 3px; float: left; width: 300px;"><a href="http://www.varajambak.com/wp-content/uploads/2010/02/thumb_puti-reno-usman.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1558" title="thumb_Puti Reno Usman" src="http://www.varajambak.com/wp-content/uploads/2010/02/thumb_puti-reno-usman.jpg" alt="" width="279" height="219" /></a></div>
<div style="padding-left: 120px; text-align: justify; margin: 2px 5px 3px 3px;">Setelah menjadi seorang diplomat dan mengembara diberbagai negara karena ditugaskan pemerintah pusat, <em><span style="color: #ff0000;">Puti Reno Oesman</span></em> pulang untuk membangun <em><span style="color: #ff0000;">Ranah Minang</span></em>. Puti Reno Oesman yang akrab dipanggil &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">One</span></em>&#8221; adalah diplomat senior di <span style="color: #0000ff;"><em>Depertemen Luar Negeri</em></span> (<em><span style="color: #ff0000;">Deplu</span></em>) yang telah memiliki pengalaman selama 31 tahun. Ia merupakan <em><span style="color: #ff0000;">Bundo Kanduang</span></em> yang dilahirkan di <em><span style="color: #ff0000;">Padang</span></em>, tahun 1947  lalu. Putri dari <em><span style="color: #ff0000;">H. Soetan Oesman</span></em> (alm) ini telah membulatkan tekad akan ikut bertarung dalam <em><span style="color: #ff0000;">Pilkada Sumbar</span></em> pada Juni 2010 ini.</div>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya pulang dan ingin membangun kembali Ranah Minang. <span style="color: #0000ff;"><em>Saatnya Minangkabau merasakan sentuhan tangan perempuan dalam memimpin</em></span>, ungkapnya. Dikatakannya, sudah cukup lama dorongan untuk ia maju sebagai gubernur di <em><span style="color: #ff0000;">Sumbar</span></em>, namun <em><span style="color: #ff0000;">Minister Counsellor</span></em> ini masih memilih menyelesaikan tugas di Deplu. Terakhir One adalah <span style="color: #0000ff;"><em>Penanggungjawab Bidang Pensosbud KBRI</em></span> <em><span style="color: #ff0000;">Moscow</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Rusia</span></em>. Sebelumnya ia pernah ditugaskan di <em><span style="color: #ff0000;">Thailand</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Jerman</span></em>, dan <em><span style="color: #ff0000;">Australia</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Melihat langsung kondisi Sumbar pascagempa, saya bertekad harus membangun kembali berbagai sarana yang rusak, memulihkan mental masyarakat agar mereka tetap semangat menjalani hidup. Kini saya sudah pensiun dari Deplu dan ingin fokus membangun kampung halaman</em></span>, &#8220;ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakannya, dulu <em><span style="color: #ff0000;">Minangkabau</span></em> pernah memiliki<em><span style="color: #ff0000;"> raja perempuan</span></em>.<em><span style="color: #ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Seorang Bundo Kanduang dengan segala potensi yang dimiliki dan perasaan yang halus akan bisa memberikan ketentraman bagi masyarakat</span></span></em>. Hingga saat ini Minangkabau menjadi terkenal di seluruh dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya telah berkeliling dunia dalam melaksanakan tugas kenegaraan, orang di luar tahu kalau Minangkabau adalah suku bangsa yang unik dan sangat menghargai perempuan. Kini saatnya Minangkabau mengembalikan itu semua, &#8220;ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan One, Minangkabau juga terkenal melahirkan banyak tokoh nasional yang berjuang untuk bangsa. Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran besar orang Minangkabau, sebut <em><span style="color: #ff0000;">Bung Hatta</span></em> sebagai <em><span style="color: #ff0000;">Proklamator</span></em>. Lahirnya <em><span style="color: #ff0000;">Pancasila</span></em> dari pemikiran <em><span style="color: #ff0000;">M Yamin</span></em>. <em><span style="color: #ff0000;">Perempuan Minangkabau</span></em> juga telah memberikan kontribusi besar dalam perjuangan dan pendidikan, seperti <em><span style="color: #ff0000;">Rahmah El Yunusiah</span></em> di <em><span style="color: #ff0000;">Padang Panjang</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya yakin kalau kita komit dalam membangun kembali Minangkabau ini, kita akan jauh lebih baik dari kondisi yang ada sekarang. Apalagi kalau sumberdaya manusia  kita digali dengan bijak,  &#8220;katanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><a href="http://padang-today.com/?today=news&amp;id=12745"><span style="color: #ff00ff;">Foto dan tulisan dari Padang Today</span></a></em></p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan ini saya peruntukkan untuk <em><span style="color: #ff0000;">para Bundo Kanduang Minangkabau</span></em> yang telah berjasa dalam membangun kebudayaan, dalam mendidik anak-anak menjadi orang yang berjiwa merdeka dan peduli terhadap masyarakat, serta yang telah membangun hubungan dalam rumah gadang dan kaum.</p>
<p>Tulisan ini juga ditujukan untuk para <em><span style="color: #ff0000;">Bundo Kanduang-Bundo Kanduang</span></em> lain di Indonesia dan seluruh dunia yang dipanggil dengan sebutan <em><span style="color: #ff0000;">Inang</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Bunda</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Ibu</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Buk’e</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Simbok</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Umi</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mama</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Omak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mande</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mandeh</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mother</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amma</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amai</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Amak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mamak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mami</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mamih</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Induak</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Induah</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mutter</span></em>,<em> <span style="color: #ff0000;">Mutti</span>, <span style="color: #ff0000;">Ande</span>, <span style="color: #ff0000;">Madre</span>, <span style="color: #ff0000;">Maika</span></em><em>,</em><em> <span style="color: #ff0000;">Maman</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mom</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mère</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Mommy</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Um</span></em> dan <em><span style="color: #ff0000;">Mata</span></em>. Ini hanyalah sebagian saja dari nama-nama yang dipakai untuk menyebut perempuan yang telah mengandung dan melahirkan seluruh manusia yang ada di dunia ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #ff0000;">Puti Reno Oesman</span></em>, sebagaimana banyak <em><span style="color: #ff0000;">perempuan Minangkabau </span></em>lainnya, menunjukkan kepedulian kepada masyarakat, kemampuan dan kemauan perempuan Minangkabau pada umumnya dalam memimpin keluarga dan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan mengenai Bundo Kanduang <em><span style="color: #ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">calon gubernur Sumbar</span> </span></em>ini adalah salah satu dari rangkaian tulisan yang khusus menampilkan <em><span style="color: #ff0000;">perempuan-perempuan Minangkabau</span></em> beserta karya-karya mereka ataupun kiprah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Baca juga tulisan-tulisan berikut ini mengenai <em>perempuan Minangkabau</em>:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/21/saya-bangga-jadi-perempuan-minangkabau/"><em><span style="color:#ff00ff;">Saya Bangga Jadi Perempuan Minangkabau</span></em></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/03/25/emakku-hj-nurma-abubakar-piliang-perempuan-minang-tulen/"><em><span style="color:#ff00ff;">Emakku Hj. Nurma Abubakar Piliang-Perempuan Minang Tulen</span></em></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2010/01/20/meiy-piliang-negeri-nurani-mati/"><em><span style="color:#ff00ff;">Meiy Piliang: Negeri Nurani Mati</span></em></a></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2010/02/11/hanifah-damanhuri-oayobada-lapau-maya/"><em><span style="color: #ff00ff;">Hanifah Damanhuri Oayobada: Lapau Maya</span></em></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/04/21/daftar-politikus-berpoligami-dan-pendukung-poligami/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Daftar Politikus Berpoligami dan Pendukung Poligami</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://moendg07.wordpress.com/2009/10/16/poligami-bagian-4/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Poligami-Bagian 4</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Perempuan Minangkabau sebagai Mamak dan Penghulu</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/06/17/hanifah-damanhuri-oayobada-bersatulah-perempuan-minang/"><span style="color: #ff00ff;"><em>Hanifah Damanhuri Oayobada: Bersatulah Perempuan Minang</em></span></a></li>
</ul>
<ul>
<li><a href="http://www.varajambak.com/2009/01/20/mamak-mamak-tidak-tahu-diuntung-bagian-1/"><em><span style="color: #ff00ff;">Mamak-mamak tidak tahu diuntung-Bagian 1</span></em></a></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Puti%20Reno%20Oesman%26%238211%3BMantan%20Diplomat%20Wanita%20Siap%20Pimpin%20Sumbar&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F02%2F16%2Fputi-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/02/16/puti-reno-oesman-mantan-diplomat-wanita-siap-pimpin-sumbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKS &#8212; Partai Kasihan Sekali</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 11:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[anti-korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[blok Cepu]]></category>
		<category><![CDATA[cicak vs buaya]]></category>
		<category><![CDATA[DPP PKS]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Exxon]]></category>
		<category><![CDATA[F-PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[fraksi PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Hilman Rosyad Syihab]]></category>
		<category><![CDATA[Islam fundamentalis]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[keberpihakan kepada kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan dan keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Islam]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[orang Islam]]></category>
		<category><![CDATA[paedofilia]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[PP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1646</guid>
		<description><![CDATA[Perilaku politik dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan &#8220;kesejahteraan dan keadilan&#8220;, &#8220;bersih dan santun&#8220;, &#8220;anti-korupsi&#8221; dan lain sebagainya, telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia.  Ini terlihat dari banyaknya istilah yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan dari singkatan nama partai yang bisa ditemukan di dunia maya. Berikut beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Perilaku politik dari <em><span style="color:#ff0000;">PKS</span></em> (<span style="color: #0000ff;"><em>Partai Keadilan Sejahtera</em></span>) yang berlawanan dengan klaim-klaimnya tentang memperjuangkan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kesejahteraan dan keadilan</em></span>&#8220;, &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>bersih dan santun</em></span>&#8220;, &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>anti-korupsi</em></span>&#8221; dan lain sebagainya, telah menyulut banyak gugatan dari masyarakat Indonesia.  Ini terlihat dari banyaknya istilah yang diberikan untuk PKS dalam bentuk kepanjangan dari singkatan nama partai yang bisa ditemukan di dunia maya. Berikut beberapa  alasan yang menjadi pemicunya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><em><span style="color:#ff0000;">Poligami</span></em> kader-kader dan petinggi partainya dan sikap PKS sendiri mengenai poligami</li>
<li>Syahwat kekuasaannya yang ditunjukkan dengan dukungan membabi-buta terhadap kepemimpinan <em><span style="color:#ff0000;">SBY-Boediono</span></em></li>
<li>Pemberian penghargaan kepada <em><span style="color:#ff0000;">Tutut</span></em>, anak perempuan <span style="color:#ff0000;">Suharto</span></li>
<li>Penyebutan Suharto sebagai pahlawan</li>
<li>Komentar dari anggota <em><span style="color:#ff0000;">DPR</span></em> dari PKS <em><span style="color:#ff0000;">Fahri Hamzah</span></em> di masa perseteruan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Cicak</span></em>&#8221; melawan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Buaya</span></em>&#8221; yang telah menyulut kegeraman banyak orang dan bahkan menghasilkan satu grup di jejaring sosial facebook seperti &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Desak DPP PKS/F-PKS PAW-kan Fahri Hamzah, politikus oportunis pembela koruptor!!!</em></span>&#8221; dan grup-grup senada lainnya</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Sikap anggota DPS dari fraksi PKS mengenai pemberian <span style="color: #0000ff;"><em>blok Cepu</em></span> kepada <em><span style="color:#ff0000;">Exxon</span></em></li>
<li>Sikap dari petinggi PKS seperti <em><span style="color:#ff0000;">Hilman Rosyad Syihab</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Tifatul Sembiring </span></em>yang malahan mendukung kasus <em><span style="color:#ff0000;">paedofilia</span></em> dari<em> <span style="color:#ff0000;">Syech Puji</span></em></li>
<li>Gerakan mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring yang mengusahakan<em><span style="color:#ff0000;"> PP</span></em> mengenai penyadapan untuk melemahkan kinerja <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em></li>
<li>Gerakan men-&#8221;jenggotkan&#8221; kaum laki-laki muslim Indonesia dan men-&#8221;jilbabkan&#8221; kepala perempuan muslim Indonesia</li>
<li style="text-align: justify;">Diterimanya mobil baru untuk mentri PKS seperti Tifatul Sembiring yang menyiratkan suap terselubung dari pemerintah kepada para mentri dan para pejabat negara lainnya dan ketidakpekaan terhadap keadaan masyarakat banyak</li>
</ul>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">PARTAI KEMUNAFIKAN SEJAHTERA<br />
Partai Kelamin Sekali<br />
Pejuang Kesejahteraan Syahwat<br />
Partai Kebanyakan Spanduk<br />
Partai Kotor Sekali<br />
Punya Kesan Sombong<br />
Partai Klaim Sekali<br />
Partai Kasian Sekali<br />
Partai Makan Kenyang Sekali [sehari? seminggu? sebulan?]<br />
Partai Kebingungan Sekali<br />
PARTAI KAMBINGERS &amp; JILBABERS SEJAHTERA<br />
Partai Kontroversial Sekali<br />
PARTAI KAFIR SEKALI (banyak kader PKS yang hafal Al qur&#8217;an tapi punya pimpinan kaya SETAN)<br />
Partai Kebanyakan Singkatan<br />
Poligami yuk Ketimbang Selingkuh<br />
PARTAI KETERLALUAN SEKALI (Elitenya suka jilat ludah sendiri)<br />
PARTAI KEENAKAN SLALU (selalu nunut menang)<br />
Partai Komunis Sekali<br />
Partai Kejar jabatan dan Sejahtera<br />
Partai Kasep Sekali<br />
Partai Komunis Sosialis<br />
Partai Kesatuan Setan (Benarkah PKS pro rakyat Indonesia?)<br />
Partai Koleng Sementara (Koleng=Linglung; kenapa Sementara? Karena Kader PKS masih berharap banyak utk partai ini)<br />
Partai Keluarga Soeharto<br />
Partai Kesen sekali<br />
Partai Kampungan sekali<br />
Partai Konyol Sekali</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Dari istilah-istilah di atas bisa terlihat pandangan masyarakat luas mengenai PKS. Tampaknya PKS perlu merubah strategi politiknya jika masih ingin hidup dalam percaturan politik di Indonesia. Selayaknyalah PKS menghentikan perilaku-perilaku yang meresahkan masyarakat  seperti poligami dan perilaku-perilaku yang pro kekuasaan seperti mendesakkan PP mengenai penyadapan dan hal-hal lain yang tersirat dalam kepanjangan istilah PKS di atas. Hal ini selayaknya juga diikuti dengan mulai melakukan apa yang selama ini menjadi jargon-jargon yang dikumandangkan oleh PKS sendiri yaitu &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kesejahteraan</em></span>&#8221; dan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>keadilan</em></span>&#8220;. Mulai menerima semua golongan dalam masyarakat Indonesia bisa menjadi pilihan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerak-gerik PKS mengenai <em><span style="color:#ff0000;">poligami</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">paedofilia</span></em>, kebencian yang teramat sangat kepada tubuh perempuan dan kekuatan perempuan untuk menghasilkan dan memperanakkan manusia baru a(baik laki-laki maupun perempuan), kan tetapi bersikap mendua terhadap bahkan mendukung ataupun mengedepankan perilaku homoseksualitas di kalangan laki-laki, <span style="color: #0000ff;"><em>kekuasaan</em></span>, <em><span style="color: #0000ff;"><em>keberpihakan kepada</em> kaum penguasa</span></em> dan lainnya,  mencerminkan nilai-nilai dari <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat patriarkat</span></em> yang tetap bertahan hidup di tengah-tengah <span style="color:#ff0000;"> </span><em><span style="color:#ff0000;">masyarakat Islam</span></em>. Nilai-nilai patriarkat dalam Islam inilah yang selama ini dikenal sebagai &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">Islam Fundamentalis</span></em>&#8220;.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Islam</span></em>, sebagaimana istilah-istilah lainnya yang melambangkan pandangan hidup masyarakat lainnya, tidak lepas dari penterjemahan para penganutnya yang disebut sebagai <em><span style="color:#ff0000;">orang Islam</span></em>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=PKS%20%26%238212%3B%20Partai%20Kasihan%20Sekali&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2010%2F01%2F28%2Fpks-partai-kasihan-sekali%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2010/01/28/pks-partai-kasihan-sekali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersatulah Kaum Demonstran!</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/23/bersatulah-kaum-demonstran/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/23/bersatulah-kaum-demonstran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 04:41:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[pantun/puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Wahib]]></category>
		<category><![CDATA[Boven Digul]]></category>
		<category><![CDATA[Chairil Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[demonstran]]></category>
		<category><![CDATA[Gombloh]]></category>
		<category><![CDATA[Indra J Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[Karawang-Bekasi]]></category>
		<category><![CDATA[Massa Actie]]></category>
		<category><![CDATA[mbah Surip]]></category>
		<category><![CDATA[Menteng 31]]></category>
		<category><![CDATA[merah-putih]]></category>
		<category><![CDATA[nasi bungkus kaum Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Kambangan]]></category>
		<category><![CDATA[panser-panser manipulasi]]></category>
		<category><![CDATA[para demonstran]]></category>
		<category><![CDATA[Persatuan Koruptor Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Prapatan 10]]></category>
		<category><![CDATA[predator-predator kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Buru]]></category>
		<category><![CDATA[Rendra]]></category>
		<category><![CDATA[Rengas Dengklok]]></category>
		<category><![CDATA[Soe Hok Gie]]></category>
		<category><![CDATA[Tan Malaka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1546</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Indra J Piliang
Seruling waktu telah ditiup.
Malaekat sejarah bangun.
Tan Malaka tidak lagi berteriak di dalam kuburnya.
Massa actie! Massa actie! Massa actie!
Kamu kemanakan Rendra?
Masihkah kamu simpan rambut gimbal mbah Surip?
&#8220;Kebyar! Kebyar!&#8221; Gombloh apakah sudah kau petik pada dawai gitar?
Ada kelewang patah di sana, Karawang-Bekasi. Asap rokok Chairil Anwar mengepul melindapkannya.
Buku-buku Ahmad Wahib yg dimakan rayap.
Abu jenazah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh: <em><span style="color:#ff0000;">Indra J Piliang</span></em></p>
<p style="text-align:center;">Seruling waktu telah ditiup.<br />
Malaekat sejarah bangun.<br />
<em><span style="color:#ff0000;">Tan Malaka</span></em> tidak lagi berteriak di dalam kuburnya.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color: #0000ff;"><em>Massa actie</em></span>! Massa actie! Massa actie!</p>
<p style="text-align:center;">Kamu kemanakan <em><span style="color:#ff0000;">Rendra</span></em>?<br />
Masihkah kamu simpan rambut gimbal <em><span style="color:#ff0000;">mbah Surip</span></em>?<br />
&#8220;Kebyar! Kebyar!&#8221; <em><span style="color:#ff0000;">Gombloh</span></em> apakah sudah kau petik pada dawai gitar?</p>
<p style="text-align:center;">Ada kelewang patah di sana, <span style="color: #0000ff;"><em>Karawang-Bekasi</em></span>. Asap rokok <em><span style="color:#ff0000;">Chairil Anwar</span></em> mengepul melindapkannya.<br />
Buku-buku <em><span style="color:#ff0000;">Ahmad Wahib</span></em> yg dimakan rayap.<br />
Abu jenazah <em><span style="color:#ff0000;">Soe Hok Gie</span></em> di puncak Mandala Wangi.</p>
<p style="text-align:center;">Kemana, kemana, kemana kamu simpan sajak2 perjuangan itu?<br />
Kemana, kemana, kemana kau tumpuk ikat2 kepala itu?</p>
<p style="text-align:center;">Bongkar gudangmu!<br />
Keluarkan spanduk2 dan poster2 itu!<br />
Hiasi kota ini dengan grafiti!<br />
Kepalkan tangan kirimu, serentak menghentak zaman!</p>
<p style="text-align:center;">Bersatulah kalian <em><span style="color:#ff0000;">para demonstran</span></em>!<br />
Bersatulah!<br />
Hadang <span style="color: #0000ff;"><em>panser2 manipulasi</em></span> itu yang bergerak melindas masa depanmu!<br />
Hentikan upacara kebohongan yang dibiayai oleh pajak2mu yg dikorup!</p>
<p style="text-align:center;">Berpestalah, dengan daun-daun teh dari Boston.<br />
Linting lagi sebatang lisong dari daun2 jagung.<br />
<span style="color: #0000ff;"><em>Prapatan 10</em></span>, <span style="color: #0000ff;"><em>Menteng 31</em></span>, bawa ia dalam darah mudamu.<br />
<span style="color: #0000ff;"><em>Rengas Denglok</em></span>, culik Ia bersama nyalimu!</p>
<p style="text-align:center;">Nyalakan lampu teplok di <span style="color: #0000ff;"><em>Pulau Buru</em></span>.<br />
Bangunkan buaya2 di sungai2 Tanah Merah <span style="color: #0000ff;"><em>Boven Digul</em></span>!<br />
Buat jeruji baja di <span style="color: #0000ff;"><em>Nusa Kambangan</em></span>!</p>
<p style="text-align:center;">Perkuat barisanmu!<br />
Perkuat ideologimu!<br />
Cari pemimpinmu!</p>
<p style="text-align:center;">Bersatulah, kaum demonstran.<br />
Gelandang <em><span style="color:#ff0000;">Persatuan Koruptor Negara</span></em> itu ke penjara2!</p>
<p style="text-align:center;">Bersatulah, kaum demonstran.<br />
Hidupkan operasi pagar betis!<br />
Hidupkan serangan fajar dengan simbol janur kuning!<br />
Jangan lupakan <em><span style="color:#ff0000;">merah-putih</span></em>.<br />
Terbangkan garuda2 itu di dalam dadamu!</p>
<p style="text-align:center;">Kita atau mereka yg masuk pintu besi itu.<br />
Kita atau mereka yg menulis sejarah negeri ini.<br />
Mereka berhasil memiuh mimpi kita menjadi kusta2 yg diludahi bangsa2 lain.<br />
Mereka semai benih2 kematian dengan menjadi benalu2 di dlm ruang2 kekuasaan.</p>
<p style="text-align:center;">Kalau bukan kalian yg adalah kita, siapa lagi?<br />
Negara ini telah dipertukarkan mereka dengan uang segobang.<br />
40 Juta anak bangsa hanya punya 2 dollar utk menu harian.<br />
Jerangkong2 hidup ada di ufuk fajar! Anak2mu, cucu2mu, dan masa depanmu!</p>
<p style="text-align:center;">Bersatulah, kaum demonstran!<br />
Siapapun kamu, berapapun umurmu, apapun keyakinanmu!</p>
<p style="text-align:center;">Mereka, di sana, telah lama bersatu! Mereka, disana, telah lama bersarang. <em><span style="color:#ff0000;">Predator2 kemanusiaan</span></em> yg berwajah senyum, bertopeng santun!</p>
<p style="text-align:center;">Bersatulah! Bergeraklah! Dan yakinilah,<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">nasi2 bungkus kaum ibu dengan menu ikan2 asin</span></span></em> akan berderet2 masuk ke tenda2 yg kalian bikin!</p>
<p style="text-align:center;">Jakarta, 21 November 2009</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Bersatulah%20Kaum%20Demonstran%21&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F23%2Fbersatulah-kaum-demonstran%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/23/bersatulah-kaum-demonstran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara SBY, Raja Jawa dan Fasisme Jawa</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/22/antara-sby-raja-jawa-dan-fasisme-jawa/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/22/antara-sby-raja-jawa-dan-fasisme-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:15:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[atribut kebesaran]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Sanskrit]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Budha]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah Istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[emperor]]></category>
		<category><![CDATA[fasisme]]></category>
		<category><![CDATA[fasisme Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[genosida]]></category>
		<category><![CDATA[golongan]]></category>
		<category><![CDATA[golongan benar-benar raja]]></category>
		<category><![CDATA[golongan-golongan dalam masarakat]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[hirarki]]></category>
		<category><![CDATA[hirarki kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[hirarki kekuasaan dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Ikrar Nusa Bakti]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[Istana Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Jawaisme]]></category>
		<category><![CDATA[Jawanisme]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[kasta-kasta]]></category>
		<category><![CDATA[ke-raja-an]]></category>
		<category><![CDATA[kebudayaan Hindu dan Budha]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan asing]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan tanpa batas]]></category>
		<category><![CDATA[kelas-kelas]]></category>
		<category><![CDATA[keniscayaan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep raja]]></category>
		<category><![CDATA[LIPI]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat yang egaliter]]></category>
		<category><![CDATA[Nazisme]]></category>
		<category><![CDATA[niscaya]]></category>
		<category><![CDATA[orang awak]]></category>
		<category><![CDATA[orang Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[orang Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[orang Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Pandangan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pandangan hidup Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[pelengkap kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[peneliti LIPI]]></category>
		<category><![CDATA[pengamat politik]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku bak raja]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[produk budaya Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[proses menjadi]]></category>
		<category><![CDATA[proses menjadi raja]]></category>
		<category><![CDATA[raja]]></category>
		<category><![CDATA[raja Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[raja-raja Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah raja-raja Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sultan-sultan Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Suharto]]></category>
		<category><![CDATA[Sukarno]]></category>
		<category><![CDATA[sultan]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Hamengku Buwono]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatan-tingkatan]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1542</guid>
		<description><![CDATA[Pengamat politik Ikrar Nusa Bakti pernah menyatakan bahwa &#8220;SBY berlaku layaknya raja padahal bukan raja&#8220;. Pernyataan Ikrar ini menjadi menarik karena memperlihatkan pemahaman kedua orang yang sama-sama berasal dari Jawa Timur mengenai konsep &#8220;raja&#8220;.  Pernyataaan Ikrar menyiratkan adanya keinginan atau usaha daripada SBY untuk menjadi &#8220;raja&#8221;. Lebih lanjut lagi, usaha daripada SBY untuk menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pengamat politik <em><span style="color: #ff0000;">Ikrar Nusa Bakti</span></em> pernah menyatakan bahwa &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>SBY berlaku layaknya raja padahal bukan raja</em></span>&#8220;. Pernyataan Ikrar ini menjadi menarik karena memperlihatkan pemahaman kedua orang yang sama-sama berasal dari <em><span style="color: #ff0000;">Jawa Timur</span></em> mengenai konsep &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">raja</span></em>&#8220;.  Pernyataaan Ikrar menyiratkan adanya keinginan atau usaha daripada <em><span style="color: #ff0000;">SBY</span></em> untuk menjadi &#8220;raja&#8221;. Lebih lanjut lagi, usaha daripada SBY untuk menjadi &#8220;raja&#8221; ini diikuti dengan &#8220;penyesuaian&#8221; tindak-tanduk ataupun perilakunya agar menjadi &#8220;seperti raja&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ikrar Nusa Bakti yang juga berasal dari daerah yang sama seperti SBY, yaitu Jawa Timur, lewat pernyataannya ini telah memperlihatkan pemahaman pribadi nya mengenai siapa yang layak disebut &#8220;raja&#8221; dan siapa yang tidak. Dari pernyataannya tersebut, terlihat jelas bahwa SBY tidak termasuk ke dalam golongan &#8220;raja&#8221;. &#8220;Raja&#8221;, menurut Ikrar Nusa Bakti, yang berasal dari <span style="color: #0000ff;"><em>budaya Jawa</em></span> yang terbiasa hidup dengan &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">konsep raja</span></em>&#8220;, adalah suatu &#8220;golongan&#8221; yang sudah &#8220;ditentukan&#8221;. Untuk peneliti <em><span style="color: #ff0000;">LIPI</span></em> ini, &#8220;raja&#8221; hanya berlaku untuk orang-orang yang termasuk ke dalam &#8220;golongan benar-benar raja&#8221; saja. <em><span style="color: #ff0000;">S</span><span style="color: #ff0000;">ultan Hamengku Buwono</span></em>, tampaknya adalah orang-orang yang termasuk ke dalam &#8220;golongan&#8221; yang &#8220;benar-benar raja&#8221; dalam pengertian Ikrar Nusa Bakti dan banyak lagi <span style="color: #0000ff;"><em>masyarakat Jawa</em></span> di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #ff0000;">Bahasa Indonesia</span></em> yang berasal dari bahasa orang-orang didaerah <em><span style="color: #ff0000;">Sumatra Tengah</span></em> yang menyebut dirinya sebagai <em><span style="color: #ff0000;">orang awak</span></em>, yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh banyak orang awak yang dikenal sebagai <em><span style="color: #ff0000;">orang Minangkabau</span></em> atau <em><span style="color: #ff0000;">orang Padang</span></em>, tidak mempunyai kata yang sepadan untuk &#8220;raja&#8221;. Hal ini dikarenakan, orang-orang awak ini tidak mengenal &#8220;konsep raja&#8221;. Masyarakat yang tidak mengenal konsep &#8220;raja&#8221; atau &#8220;penguasa&#8221; ini, disebut juga sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>masyarakat yang egaliter</em></span>, atau masyarakat yang tidak mengenal <span style="color: #0000ff;"><em>tingkatan-tingkatan</em></span>, <span style="color: #0000ff;"><em>kelas-kelas</em></span> atau <span style="color: #0000ff;"><em>kasta-kasta</em></span>.  Oleh karena itulah, ketika pengaruh <em><span style="color: #ff0000;">budaya Hindu</span></em> dan <em><span style="color: #ff0000;">Budha</span></em> yang mengenal konsep &#8220;raja&#8221; ini, kata &#8220;raja&#8221; yang berasal dari <em><span style="color: #ff0000;">bahasa Sanskrit </span></em>yang merupakan bahasa dari <span style="color: #0000ff;"><em>kebudayaan Hindu dan Budha</em></span> yang berasal dari daerah yang dikenal sebagai <em><span style="color: #ff0000;">India</span></em> sekarang ini, masuk ke dalam kosa kata bahasa orang awak. Kata ini kemudian juga menjadi bagian daripada Bahasa Indonesia yang merupakan turunan daripada bahasa daripada orang-orang yang menyebut dirinya <em><span style="color: #ff0000;">orang awak</span></em> di Sumatra.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut <em><span style="color: #ff0000;">orang Jawa</span></em>, &#8220;raja&#8221; adalah suatu <em><span style="color: #ff0000;">keniscayaan</span></em>, bukan suatu konsep. Sejarah mereka memang adalah sejarah raja-raja, sejarah penaklukan, intrik-intrik kekuasaan, pembantaian, penggulingan, perebutan kekuasaan, perang. Sampai kinipun, mereka tetap tidak terlepas dari konsep &#8220;raja&#8221; ini dengan tidak tergoyangkannya kekuasaan daripada <em><span style="color: #ff0000;">Sultan Hamengku Buwono</span></em>, yang walaupun dalam <span style="color: #0000ff;"><em>Republik Indonesia</em></span> hanya mempunyai status sebagai gubernur &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Daerah Istimewa Yogyakarta</em></span>&#8221; seumur hidup, akan tetapi bagi orang Jawa, ia adalah tetap &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">raja Jawa</span></em>&#8220;. Karena itulah, tidaklah mengeherankan ketika seorang Ikrar Nusa Bakti mempertanyakan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>perilaku bak raja</em></span>&#8221; dari seorang <em><span style="color: #ff0000;">SBY</span></em>. Akan tetapi sebaliknya, ia menganggap bahwa <em><span style="color: #ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">raja-raja Jawa</span> </span></em>dalam <em><span style="color: #ff0000;">sejarah Jawa</span></em> maupun <span style="color: #0000ff;"><em>Sultan Yogyakarta</em></span> sebagai &#8220;keniscayaan&#8221;. Tidaklah mengherankan, walaupun Sultan Hamengku Buwono boleh dikata telah merenggut hak setiap penduduk Yogyakarta, baik laki-laki dan perempuan, untuk bisa bermimpi menjadi <span style="color: #0000ff;"><em>gubernur Yogyakarta</em></span>, hampir tidak ada usaha-usaha dari seorang pengamat politik seperti Ikrar Nusa Bakti ataupun anggota <span style="color: #0000ff;"><em>masyarakat Jawa</em></span> lainnya untuk menggugat &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">ke-raja-an</span></em>&#8221; seorang &#8220;Sultan Hamengku Buwono&#8221;. Sama halnya dengan tidak adanya usaha menggugat hak dari <span style="color: #0000ff;"><em>anggota masyarakat Yogyakarta</em></span> itu sendiri untuk bisa menjadi gubernur di daerahnya sendiri ataupun hak <span style="color: #0000ff;"><em>masyarakat Indonesia</em></span> lainnya untuk bisa menjadi gubernur dari salah satu propinsi Indonesia ini. Dibalik tameng &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">Daerah Istimewa</span></em>&#8220;, kekuasaan Sultan Hamengku Buwono atas daerah yang bernama Yogyakarta yang tidak terbatas, hampir tidak mungkin digugat.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini hanya dimungkinkan oleh <span style="color: #0000ff;"><em>pandangan hidup</em></span> yang menganggap bahwa <span style="color: #0000ff;"><em>golongan-golongan dalam masyarakat</em></span> yang dikenal sebagai &#8220;raja&#8221; atau &#8220;penguasa&#8221; sebagai suatu yang &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>suci</em></span>&#8220;, sesuatu yang &#8220;<em><span style="color: #ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">berasal dari Tuh<span style="color: #0000ff;">a</span></span><span style="color: #0000ff;">n</span></span></em>&#8220;,suatu &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>yang niscaya</em></span>&#8221; atau sesuatu &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>yang diturunkan</em></span>&#8221; ataupun  &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>yang diwahyukan</em></span>&#8220;. Padahal, kalau kita menyimak sejarah &#8220;<em><span style="color: #ff0000;">g</span><span style="color: #ff0000;">olongan raja-raja</span></em>&#8221; di dunia, maka akan kita lihat bahwa &#8220;raja&#8221; tidak lain adalah <span style="color: #0000ff;"><em>kekuasaan tanpa batas</em></span>. Setiap &#8220;raja&#8221; yang pernah hidup di dunia ini, mencapai puncak daripada kekuasaan yang diwakili oleh kata &#8220;raja&#8221; ini melalui jalur kehidupan yanhg memang ditujukan untuk mencapai kekuasaan puncak itu sendiri. Proses kehidupan ini, bisa lewat penggulingan dan pembunuhan ayah, ibu, istri, kekasih,suami, anak, saudara, raja yang sedang berkuasa ataupun orang-orang lainnya. Proses ini juga bisa lewat <span style="color: #0000ff;"><em>pembantaian suku bangsa</em></span> atatu yang lebih dikenal sebagai <em><span style="color: #ff0000;">genosida</span></em>, perang, pemerkosaam, dengan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>menjilat pantat raja ataupun penguasa</em></span>&#8221; yang sedang berkuasa, membungkuk-bungkuk, di hadapan orang yang dianggap lebih berkuasa, berhianat terhadap bangsa sendiri atau keluarga sendiri, bekerja sama dengan bangsa asing untuk menindas bangsa sendiri hanya agar mendapatkan bantuan asing dan lain-lain perbuatan serupa. Ini semua adalah proses-proses yang umumnya dilalui oleh setiap orang atau kelompok yang dikenal sebagai &#8220;golongan raja-raja&#8221; atau &#8220;penguasa&#8221; untuk memperoleh kekuasaan yang diwakili oleh kata &#8220;raja&#8221; atau kata-kata lainnya yang serupa seperti <em><span style="color: #ff0000;">kaisar</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">emperor</span></em>, ataupun <em><span style="color: #ff0000;">sultan</span></em>. Hal ini dilakukan untuk dapat mencapai kekuasaan yang menjadi tujuan hidup daripada orang-orang yang hidup dalam <span style="color: #0000ff;"><em>masyarakat patriarkat</em></span> yang mengutamakan kekuasaan. Segala hal menjadi boleh atau halal, demi kekuasaan itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">SBY dan Ikrar Nusa Bakti, dalam hal ini, adalah <span style="color: #0000ff;"><em>produk budaya Jawa</em></span>, yang masih mengagungkan &#8220;raja&#8221;. Hanya cara mereka dalam memandang konsep ini yang berbeda. Bagi SBY, setiap orang Jawa bisa menjadi &#8220;raja&#8221;, dan berusaha untuk menjadi dan betingkah laku layaknya &#8220;raja&#8221;. Sedangkan Ikrar mengangap bahwa &#8220;raja&#8221; adalah suatu &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>yang niscaya</em></span>&#8221; dan bukan suatu &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>proses menjadi</em></span>&#8220;. SBY, seperi juga pendahulunya seperti raja-raja Jawa, sultan-sultan Jawa, Sukarno dan Suharto, bisa dikatakan berhasil dalam menjalankan pandangan hidup yang mendasari budaya Jawa ini; yaitu untuk memperoleh tempat di puncak daripada <span style="color: #0000ff;"><em>hirarki kekuasaan</em></span> dengan segala cara yang mungkin. Oleh karena itulah, sepak terjang daripada SBY bisa dilihat dalam bingkai proses &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>menjadi raja</em></span>&#8220;, layaknya &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>raja Jawa</em></span>&#8221; dengan segala atribut kebesarannya dan<em> <span style="color: #0000ff;">pelengkap</span></em><em><span style="color: #ffcc00;"><span style="color: #0000ff;"> kekuasaan</span> </span></em>yang gemerlap dan wah, seperti mobil seharga milyaran rupiah, deklarasi pencalonan presiden yang mewah, perayaan yang diselenggarakan di <em><span style="color: #ff0000;">Istana Negara</span></em>,  dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekuasaan, apapun itu, adalah bagian daripada kekuasaan yang lebih besar lagi. Apabila hal ini dipahami, maka posisi SBY yang memuja-muja <em><span style="color: #ff0000;">Amerika Serikat</span></em> sebagai negara keduanya bisa dilihat dalam konteks &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>bertingkah laku yang sepantasnya</em></span>&#8220;, di hadapan &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>kekuasaan yang lebih besar lagi</em></span>&#8220;, dalam hal ini kekuasaan yang lebih besar lagi ruang lingkupnya dalam <em><span style="color: #ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">hirarki kekuasaan du<span style="color: #0000ff;">n</span></span><span style="color: #0000ff;">ia</span></span></em>. Oleh karena itulah, di dalam <span style="color: #0000ff;"><em>sejarah para raja</em></span>, hampir selalu ada <span style="color: #0000ff;"><em>kekuasaan asing</em></span> yang mendukung seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi &#8220;raja&#8221; atau menjadi &#8220;penguasa&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Sejarah raja-raja Jawa</em></span> ataupun <span style="color: #0000ff;"><em>sultan-sultan Jawa</em></span>, sebagaimana sejarah raja-raja dan penguasa lainnya di dunia adalah sejarah yang berdarah-darah, penuh air mata, kesengsaraan dan penderitaan banyak orang, yang menjadi korban daripada seseorang atau sekelompok orang ini dalam menjalani proses  untuk menjadi &#8220;raja&#8221; atau &#8220;penguasa&#8221;. Kisah <em><span style="color: #ff0000;">Sukarno</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Suharto</span></em> dan <em><span style="color: #ff0000;">Susilo Bambang Yudhoyono</span></em> (<em><span style="color: #ff0000;">SBY</span></em>) sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>produk budaya Jawa</em></span> juga tidak ada bedanya. Hanya suatu pengulangan kisah yang sama sejak beribu-ribu tahun yang lalu yang terjadi di berbagai belahan dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Kekuasaan, apapun bentuknya, menjadi dasar daripada <em><span style="color: #ff0000;">fasisme</span></em>. Di Indonesia sebagaimana layaknya di Jerman, fasisme ini mempunyai pijakan yang hampir sama yaitu budaya &#8220;raja-raja&#8221; yang berasal dari <span style="color: #0000ff;"><em>pandangan hidup Hindu</em></span>. Di Indonesia, fasisme ini dikenal sebagai <em><span style="color: #ff0000;">Jawaisme</span></em>, <em><span style="color: #ff0000;">Jawanisme</span></em> atau <em><span style="color: #ff0000;">fasisme Jawa</span></em>. Di negara Jerman fasisme ini dikenal sebagai <em><span style="color: #ff0000;">Nazisme</span></em> atau <em><span style="color: #ff0000;">fasisme Jerman</span></em>.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Antara%20SBY%2C%20Raja%20Jawa%20dan%20Fasisme%20Jawa&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F22%2Fantara-sby-raja-jawa-dan-fasisme-jawa%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/22/antara-sby-raja-jawa-dan-fasisme-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Chandra M Hamzah: Tiada Kata Jera Dalam Perjuangan!!!</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/06/chandra-m-hamzah-tiada-kata-jera-dalam-perjuangan/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/06/chandra-m-hamzah-tiada-kata-jera-dalam-perjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 13:36:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Adnan Buyung Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Anthasari Azhar]]></category>
		<category><![CDATA[B.J. Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Widjojanto]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Likuiditas Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit Samad Rianto]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Nur]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra M Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi Mahasiswa Tentang Tinggal Landas]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Eep Saefulloh Fatah]]></category>
		<category><![CDATA[Erry Riyana Hardjapamengkas]]></category>
		<category><![CDATA[failed state]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ilmu Keperawatan UI]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran UI]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Sastra UI]]></category>
		<category><![CDATA[FISIP UI]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Indonesia Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Gang Kober]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung MPR-DPR]]></category>
		<category><![CDATA[HAri Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Harian Senat Mahasiswa UI]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan Mahasiswa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[HMI]]></category>
		<category><![CDATA[Indra J Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[Kahlil Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[KBUI]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga besar UI]]></category>
		<category><![CDATA[Kitab UU Hukum Perdata]]></category>
		<category><![CDATA[KKB]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Konstitusi Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga swadaya masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Mabes Polri]]></category>
		<category><![CDATA[MPR]]></category>
		<category><![CDATA[Nadia Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[negar gagal]]></category>
		<category><![CDATA[Nurcholis Madjid]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Kemahasiswaan UI]]></category>
		<category><![CDATA[Pance]]></category>
		<category><![CDATA[PHSK]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Studi Hukum dan Kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Resimen Mahasiswa UI]]></category>
		<category><![CDATA[Ruhut Sitompul]]></category>
		<category><![CDATA[Simposium Nasional Angkatan Muda]]></category>
		<category><![CDATA[SMUI.Fakultas Hukum UI]]></category>
		<category><![CDATA[teloh]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Paramadina]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>
		<category><![CDATA[UU 1945]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1508</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Indra J Piliang
Mantan Aktivis Organisasi Kemahasiswaan UI 1990-an
Kemaren, tanggal 29 Oktober 2009, tepat sehari setelah Hari Sumpah Pemuda, Chandra M Hamzah dan Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto ditahan di Mabes Polri. Keduanya dikenakan tuduhan telah menyalahgunakan wewenang sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagi saya, ini adalah masalah hukum yang pelik dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh:<em><span style="color:#ff0000;"> Indra J Piliang</span></em><br />
Mantan Aktivis<span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;"><em>Organisasi Kemahasiswaan UI</em></span></span> 1990-an</p>
<p style="text-align:justify;">Kemaren, tanggal 29 Oktober 2009, tepat sehari setelah Hari Sumpah Pemuda, Chandra M Hamzah dan Chandra M Hamzah dan <em><span style="color:#ff0000;">Bibit Samad Rianto</span></em> ditahan di<span style="color: #0000ff;"> <em>Mabes Polri</em></span>. Keduanya dikenakan tuduhan telah menyalahgunakan wewenang sebagai pimpinan <span style="color: #0000ff;"><em>Komisi Pemberantasan Korupsi</em> </span>(<em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em>). Bagi saya, ini adalah masalah hukum yang pelik dan rumit. Dan saya merasa tidak tahu apa-apa tentang itu, selain hanya membaca perdebatan hukum di media dan bertanya lewat para ahlinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ingin saya tulis adalah Chandra M Hamzah. Kami menyebutnya dengan nama <em><span style="color:#ff0000;">Pance</span></em>. Dulu, ketika masuk UI tahun 1991, dia adalah Ketua<span style="color: #0000ff;"> <em>Harian Senat Mahasiswa UI</em></span>. Dalam balairung besar <em><span style="color:#ff0000;">UI</span></em>, Pance bersuara lantang menyambut para mahasiswa UI yang berjumlah ribuan. Slogan yang dipakai oleh <em>SMUI<span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">Tiada Kata Jera dalam Perjuangan</span></span></em> waktu itu adalah . Chandra juga Komandan <span style="color: #0000ff;"><em>Resimen Mahasiswa UI</em></span> yang bermarkas di pintu masuk UI, dekat para mahasiswa menunggu bis kuning.</p>
<p style="text-align:justify;">Pance kuliah di <span style="color: #0000ff;"><em>Fakultas Hukum UI</em></span>. Dia berhasil menjadikan Menwa sebagai organisasi yang tidak sesangar di kampus lain. Hubungannya begitu dekat dengan kelompok atau organisasi mahasiswa lain. Begitu juga dengan SMUI, Pance berhasil menjadikan sebagai organisasi yang padu, ketika berhadapan dengan aturan organisasi mahasiswa yang berubah-ubah. Pance menggantikan <em><span style="color:#ff0000;">Eep Saefullah Fatah</span></em> (<em>FISIP UI</em>) sebagai Ketua Harian SMUI. Di kemudian hari, <em><span style="color:#ff0000;">Bagus Hendraning</span></em> menggantikan Pance. Proses pemilihan waktu itu dilakukan oleh Ketua-ketua Senat Mahasiswa Pakultas. Setelah itu, baru diadakan pemilihan raya (pemira) dengan ketua terpilih Zulkiefliemansyah (FEUI). Baru berturut-turut Komaruddin (FISIP UI), Selamat Nurdin (FISIP UI) dan Rama Pratama (FEUI). Saya pernah maju jadi Ketua SMUI tahun 1995, namun kalah dari Komaruddin.</p>
<p style="text-align:justify;">Pance adalah organisatoris yang baik. Dia juga aktif di<span style="color: #0000ff;"> <em>Himpunan Mahasiswa Islam</em> </span>(<em><span style="color:#ff0000;">HMI</span></em>). Saya masih mengingat bagaimana dia mendekati para yunior satu demi satu, lalu memberikan pemahaman tentang kemahasiswaan. Seingat saya – ada dalam catatan harian saya &#8211;, Pance menilai saya sebagai yunior yang susah berbicara. Kalau berbicara, sulit dimengerti. Mungkin karena logat atau memang karena sejak kecil saya “<em><span style="color:#ff0000;">teloh</span></em>” (bahasa Minang) alias gagap berbicara. Aktivitas di UI memang membuat saya mulai membiasakan diri, pertama lewat catatan di buku sebelum berbicara, lalu pelan-pelan mulai mengandalkan ingatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Pance menjadi Ketua Harian SMUI, kami sempat mengadakan kegiatan nasional dengan tajuk <span style="color: #0000ff;"><em>Diskusi Mahasiswa Tentang Tinggal Landas</em> </span>(DMTL). Waktu itu saya kebagian sebagai seksi acara. <em><span style="color:#ff0000;">BJ Habibie</span></em> hadir waktu itu, juga pimpinan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sebagian dari pimpinan mahasiswa itu kini menjadi pemimpin dalam dunianya masing-masing, terutama di bidang pendidikan,<span style="color: #0000ff;"> </span><em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">lembaga swadaya masyaraka</span>t</span></em>, kaum profesional, intelektual dan lain-lain. Terlalu banyak nama untuk disebutkan. Pada tahun berikutnya, di masa kepemimpinan Bagus Hendraning, diadakan juga <span style="color: #0000ff;"><em>Simposium Nasional Angkatan Muda</em></span> 1990-an: Menjawab Tantangan Abad 21. Kebetulan saya sendiri yang menjadi Ketua Panitia Pelaksana. Eep dan Pance menjadi narasumber dalam kegiatan kemahasiswaan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga hadir ketika Pance menikah dengan istri pertamanya: <em><span style="color:#ff0000;">Nadia Madjid</span></em>. Mbak Nadia adalah mahasiswa <span style="color: #0000ff;"><em>Fakultas Sastra UI</em></span> jurusan Bahasa Inggris dan putri <em><span style="color:#ff0000;">Nurcholis Madjid.</span></em> Masih ada foto perkawinan itu, ketika setiap orang ingin berdiri berdekatan dengan <em><span style="color:#ff0000;">Cak Nur</span></em>. Selama periode itu, kami beberapa kali bertemu, terutama dalam forum-forum diskusi mahasiswa. Dibandingkan dengan Eep Saefullah Fatah, tentu saya lebih banyak bertemu dengan Eep, baik sebagai nutulis, moderator, sampai kemudian sebagai pembicara pendamping dan pembicara pengganti tentang gerakan mahasiswa. Skripsi saya juga tentang gerakan mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika aksi-aksi mahasiswa 1998 meledak, saya ketemu Pance di pagar halaman kampus UI Salemba. Waktu itu tanggal 2 Mei 1998. Keluarga Besar UI mengerahkan massanya waktu itu, ketika senat-senat mahasiswa justru tidak bergerak. Di kampus terpasang penguruman dari Ketua-Ketua Senat Mahasiswa <span style="color: #0000ff;"><em>Fakultas Kedokteran UI</em></span>, <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Fakultas Ilmu Keperawatan UI</span> </span></em>dan <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Fakultas Kedokteran Gigi U</span>I</span></em> bahwa mereka tidak bertanggungjawab atas aksi mahasiswa hari itu. Saya lihat beberapa tokoh luar kampus hadir di panggung orasi, seperti <em><span style="color:#ff0000;">Ali Sadikin</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Adnan Buyung Nasution</span></em>, dan <em><span style="color:#ff0000;">Rohut Sitompul</span></em>. Saya sempat mengusir Rohut Sitompul dari atas mimbar.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebetulan, para mahasiswa dari luar kampus bergerak di jalanan Salemba dan ingin agar mahasiswa UI ikut turun ke jalan. Para mahasiswa UI sedikit terpancing, tetapi ditahan oleh aparat keamanan bersenjata lengkap di pagar kampus. Saya dan Pance ada di tengah-tengah aparat dan mahasiswa UI itu, mencegah agar mahasiswa tidak keluar kampus dan juga menghalangi aparat yang mendekat langkah demi langkah mendekati mahasiswa. Memang sempat terjadi aksi dorong-dorongan, tetapi tidak sampai menjadi bentrokan. Kepada saya Pance mengatakan bahwa Ia mendapatkan informasi betapa mahasiswa UI akan dikorbankan. Dia mewanti-wanti agar saya menghubungi pimpinan aksi mahasiswa untuk tidak membuat massa mahasiswa UI turun ke jalan. Saya menyampaikan informasi itu di posko yang kami buat di <span style="color: #0000ff;"><em>Gang Kober</em></span> (Kuburan), Depok. Pimpinan <em><span style="color:#ff0000;">KBUI </span></em>memang berkumpul di sana dan kini sebagian sudah mendapatkan gelar doktor dan masih banyak yang mengambil gelar doktor di luar negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika menduduki <em><span style="color:#ff0000;">Gedung MPR-DPR</span></em>, Pance juga terlihat di luar pagar. Menurut informasi yang saya dapat, dia berusaha mencegah kalau terjadi penyerbuan atas mahasiswa yang menduduki gedung itu. Pance menyediakan sejumlah bis untuk evakuasi, kalau tiba-tiba terjadi penyerbuan. Isu penyerbuan itu menyebabkan kami tidak bisa tidur. Pada dini hari, pukul 03.00, kami sempat terbangun dan berlari sekencang-kencangnya menuju halaman belakang, karena ada info sweeping dan penyerbuat dari pasukan militer di luar gedung. Gedung DPR-MPR itu tidak jadi diserbu, justru dimasuki oleh banyak sekali tokoh yang kemudian disekanal sebagai tokoh-tokoh reformasi. Peran Pance yang paling besar menurut saya adalah dalam berhubungan dengan ayah mertuanya, Cak Nur.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah semuanya berakhir, Pance saya dengar lebih banyak aktif di law-firm yang dia pimpin. Kebetulan saya juga kenal para tetua di sana yang dikenal sebagai genk <em><span style="color:#ff0000;">Erry Riyana Hardjapamengkas</span></em>. Dia juga berinisiatif membentuk lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang advokasi hukum. Salah satunya adalah <span style="color: #0000ff;"><em>Pusat Studi Hukum dan Kebijakan</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">PSHK</span></em>). Ada beberapa teman yang aktif disana. Ketika konflik horizontal meledak di banyak daerah, seperti di <em><span style="color:#ff0000;">Ambon</span></em>, kelompok itu juga aktif mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat yang kemudian membentuk <span style="color: #0000ff;"><em>Forum Indonesia Damai</em></span>. Saya juga aktid di kelompok itu dan beberapa kali ikut rapat di kawasan Kebayoran Baru. Belakangan, kelompok inilah yang menjadi salah satu pihak yang aktif dalam amandemen Konstitusi, paling tidak dalam mendorong dari belakang. Saya juga terlibat menjadi anggota dari <span style="color: #0000ff;"><em>Koalisi Konstitusi Baru</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">KKB</span></em>). Adegan paling heroik adalah ketika <em><span style="color:#ff0000;">Bambang Widjojanto</span></em> merobek naskah pembentukan Komisi Konstitusi versi <em><span style="color:#ff0000;">MPR</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Para pengacara lain setahu saya sibuk dengan menjadi pengacara bagi para tersangka <span style="color: #0000ff;"><em>Bantuan Likuiditas Bank Indonesia</em></span>, terutama yang perusahaannya masuk ke dalam <span style="color:#ff0000;"><em>BPPN</em></span>. BPPN waktu itu memiliki aset ratusan trilyun rupiah. Rata-rata mereka kemudian menjadi kaya raya. BLBI, kita tahu, telah menghabiskan uang negara sebanyak lebih dari <em><span style="color:#ff0000;">Rp. 600 Trilyun</span></em>, hampir 100 kali lipat skandal <em>Bank Century</em>. Tetapi tidak ada artinya dibandingkan dengan dana tanggap darurat yang hanya Rp 100 Milyar untuk gempa di Sumatera Barat. Butuh lebih dari 60 gempa bumi lagi berkekuatan 7,9 scala richer agar dana turun Rp. 6 Trilyun. Atau butuh 600 gempa bumi lagi berkekuatan 7,9 scala richer agar dana turun Rp. 600 Trilyun.</p>
<p style="text-align:justify;">Nama Chandra muncul lagi sebagai kandidat pimpinan KPK yang diseleksi di <em><span style="color:#ff0000;">DPR RI</span></em>. Saya sendiri gagal lolos ke DPR RI sebagai calon anggota <em><span style="color:#ff0000;">KPU</span></em>. Suara yang diperoleh Chandra berada di urutan atas. Tapi dalam pemilihan Ketua <em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em>, dia kalah dari <em><span style="color:#ff0000;">Anthasari Azhar</span></em>. Saya beberapa kali saja mengirimkan sms kepada Chandra atau Pance ini. Sms terakhir saya kirimkan menjelang deklarasi saya sebagai politisi di <span style="color: #0000ff;"><em>Universitas Paramadina</em></span>, Jakarta, tanggal 6 Agustus 2008. Chandra datang dan memberikan kesaksian (lihat di <a href="http://www.indrapiliang.com"><em><span style="color:#ff00ff;">www.indrapiliang.com</span></em></a> bagian testimony):</p>
<p style="text-align:justify;">“Terima kasih. Pada dasarnya Saya kenal Indra ini 15 tahun yang lalu. Jadi kebetulan waktu itu saya Ketua Senat Mahasiswa UI dan kemudian Beliau ini masuk dalam seksi kepengurusan. Sejak pertama saya kenal yang namanya Indra itu memang tukang kritik, tukang ribut, apapun dipertanyakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehubungan dengan niat Indra untuk masuk ke DPR, jadi kami di KPK memang menganggap ada korupsi di pengadaan badan dan jasa, ada korupsi di beberapa sektor lain. Tetapi satu hal yang paling sukses adalah korupsi dalam pembuatan peraturan perundang-undangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai saat ini katakanlah <em><span style="color:#ff0000;">UU</span></em> kita <em><span style="color:#ff0000;">UUD 1945</span></em>, itu umurnya sebelum di amandemen masih berlaku sampai tahun 1999. 55 tahun UUD 1945 itu berlaku dan yang membuat sudah meninggal. Berarti kita dikuasai oleh orang-orang mati. <span style="color: #0000ff;"><em>Kitab UU Hukum Perdata</em></span> di Indonesia itu itu dibuat pada tahun 1930 dan sekarang sudah 2008, berarti sudah 78 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi seandainya proses pembuatan legislasi undang-undang ini diwarnai dengan nuansa korupsi, maka bisa dibayangkan generasi ke depan akan di kekang atau hidup dalam suasana yang korup. Jadi korupsi yang ada di pengadilan hanya satu orang, satu keluarga atau sekelompok orang, tetapi korupsi yang ada di legislatif menjadi kolektif. Itu adalah sumber permasalahan kenapa bangsa ini menjadi demikian terpuruk. Dan hadirnya Indra mudah-mudahan tidak larut, karena ada beberapa asumsi, mudah-mudahan tidak benar kalau kita masuk ke sarang penyamun, jadi penyamun juga. Terima kasih.</p>
<p style="text-align:justify;">(<em><span style="color:#ff0000;">Chandra M Hamzah</span></em>, Wakil Ketua, <span style="color: #0000ff;"><em>Komisi Pemberantasan Korupsi</em></span>)”</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir jumpa Chandra saya lupa, barangkali dalam suatu malam di sebuah cafe di TIM ketika sejumlah teman bertemu. Tapi yang jelas, Chandra alias Pance ini adalah <span style="color: #0000ff;"><em>produk murni dari reformasi</em></span>. Almarhum Cak Nur mengatakan bahwa yang dibutuhkan dalam zaman reformasi ini adalah kaum reformis yang otentik. Saya bersaksi bahwa Chandra alias Pance ini adalah produk dari<span style="color: #0000ff;"> <em>kaum reformis yang otentik</em></span> itu. Apakah karena itu ia ditahan? Apakah karena itu ia diperiksa? Atau adakah drama-drama lain yang terlihat semakin hebat dipertontonkan dalam produk kemasan seperti sekarang ini? Indonesia jelas berada di tubir jurang <em><span style="color:#ff0000;">negara gagal</span></em> (<span style="color: #0000ff;"><em>failed state</em></span>). Apakah penahanan Chandra bagian dari sangkakala kematian sebuah bangsa itu, seperti yang pernah ditangisi oleh <em><span style="color:#ff0000;">Kahlil Gibran</span></em>?</p>
<p style="text-align:justify;">Yang jelas, seperti Chandra yang berucap di hadapan ribuan mahasiswa UI tahun 1991 lalu itu, saya hanya bisa katakan: <em><span style="color:#ff0000;">TIADA KATA JERA DALAM PERJUANGAN</span></em>!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta, 30 Oktober 2009.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Chandra%20M%20Hamzah%3A%20Tiada%20Kata%20Jera%20Dalam%20Perjuangan%21%21%21&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F06%2Fchandra-m-hamzah-tiada-kata-jera-dalam-perjuangan%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/06/chandra-m-hamzah-tiada-kata-jera-dalam-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saldi Isra: Wacana Kurangi Kewenangan KPK Bertentangan Harapan Rakyat</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/04/saldi-isra-wacana-kurangi-kewenangan-kpk-bertentangan-harapan-rakyat/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/04/saldi-isra-wacana-kurangi-kewenangan-kpk-bertentangan-harapan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 13:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Al Muzzammil Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Legislasi DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang]]></category>
		<category><![CDATA[FPKS]]></category>
		<category><![CDATA[Fraksi Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Tata Negara]]></category>
		<category><![CDATA[instansi pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[institusi penegak hukum]]></category>
		<category><![CDATA[keadillan]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[parlemen]]></category>
		<category><![CDATA[PUSaKO]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Studi Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Saldi Isra]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Unand]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>
		<category><![CDATA[UU]]></category>
		<category><![CDATA[UU KPK]]></category>
		<category><![CDATA[UU tentang Informasi dan Traansaksi Elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1502</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ulasan dari pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas (Unand) di Sumatra Barat yaitu Saldi Isra yang dimuat oleh kantor berita Antara tertanggal Sabtu, 19 April 2008 21:17 WIB (sekitar satu setengah tahun yang lalu) mengenai usaha pengurangan kewenangan KPK.
***
Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Saldi Isra, menilai, mengapungnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ulasan dari pengamat<span style="color: #0000ff;"> <em>Hukum Tata Negara</em></span> dari<span style="color: #0000ff;"> <em>Universitas Andalas</em></span> (<span style="color:#ff0000;"><em>Unand</em></span>) di <span style="color: #0000ff;"><em>Sumatra Barat</em></span> yaitu <em><span style="color:#ff0000;">Saldi Isra</span></em> yang dimuat oleh kantor berita <a href="http://www.antara.co.id/view/?i=1208614665&amp;c=NAS&amp;s="><em><span style="color:#ff00ff;">Antara</span></em></a> tertanggal Sabtu, 19 April 2008 21:17 WIB (sekitar satu setengah tahun yang lalu) mengenai usaha pengurangan kewenangan <span style="color:#ff0000;"><em>KPK</em></span>.</p>
<p>***</p>
<p>Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Saldi Isra, menilai, mengapungnya wacana untuk mengurangi kewenangan <span style="color: #0000ff;"><em>Komisi Pemberantasan Korupsi</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">KPK</span></em>) sangat bertentangan dengan keinginan dan harapan rakyat dalam perang melawan korupsi di negeri ini.</p>
<p>&#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Kewenangan KPK tak mesti dikurangi, tetapi gerakannya dalam membongkar kasus korupsi yang harus didorong semua pihak, guna membersihkan instansi pemerintah dari praktek yang merugikan keuangan negara itu</em></span>,&#8221; kata Saldi Isra, ketika diminta tanggapannya di<em><span style="color:#ff0000;"> Padang</span></em>, Sabtu, terkait wacana untuk mengurangi kewenangan KPK.</p>
<p>Menurut dia, jika ada keinginan parlemen untuk mengurangi kewenangan KPK dengan membuat ketentuan hukumnya, satu bentuk tidak komit dengan program pemberantasan korupsi.</p>
<p>Selain itu, wacana mengurangi kewenangan KPK, juga satu indikasi kekhawatiran anggota parlemen atau kelompok tertentu dengan gencarnya KPK mengungkap tindak pidana korupsi.</p>
<p>Saldi Isra juga<span style="color: #0000ff;"> <em>Direktur Pusat Studi Konstitusi</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">PUSaKO</span></em>), <span style="color: #0000ff;"><em>Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang</em></span>, mengatakan, kewenangan KPK sudah diatur dalam <em><span style="color:#ff0000;">UU</span></em> dan tak perlu diubah lagi.</p>
<p>Kendati berkaitan dengan akses KPK dalam membongkar kasus-kasus suap melalui penggunaan penyadapan komunikasi dan penjebakan, sudah umum diterapkan negara-negara yang maju penegakan hukumnya.</p>
<p>Jika akses KPK tak memadai, dia menilai, tentu sulit mengungkap kasus-kasus suap pada tingkat<span style="color: #0000ff;"> <em>parlemen</em></span> dan<span style="color: #0000ff;"><em> instansi pemerintahan</em></span>, karena sistem tindakan korupsi yang selama ini cukup rapi.</p>
<p>&#8220;Masyarakat cukup menumpangkan harapan terhadap KPK dalam pemberantasan korupsi di negeri ini,&#8221; kata Saldi.</p>
<p>Sebelumnya, <span style="color: #0000ff;"><em>Fraksi Partai Keadilan Sejahtera</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">FPKS</span></em>)<em><span style="color:#ff0000;"> DPR RI</span></em> menilai, munculnya wacana untuk mengurangi kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan langkah yang kontra produktif.</p>
<p>Anggota FPKS DPR RI <em><span style="color:#ff0000;">Al Muzzammil Yusuf</span></em> di Jakarta, Sabtu (19/4), mengaku heran dengan adanya wacana untuk mengurangi kewenangan KPK.</p>
<p>&#8220;FPKS khawatir, wacana tersebut akan kontra produktif dengan program dan kampanye anti korupsi yang sudah kita lakukan sejak Reformasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Muzzammil yang juga <span style="color: #0000ff;"><em>Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI</em></span> itu mengatakan, keberhasilan KPK membongkar kasus-kasus suap melalui penyadapan komunikasi dan penjebakan, sudah umum diterapkan di berbagai negara yang lebih maju penegakan hukumnya.</p>
<p>Hal tersebut, kata Muzzammil, sebenarnya sebagian sudah ada dalam <span style="color: #0000ff;"><em>UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik</em></span>, dengan hanya memberi wewenang penyadapan kepada Polisi, Jaksa, dan <span style="color: #0000ff;"><em>institusi penegak hukum</em></span>.</p>
<p>&#8220;Di luar tiga instansi tersebut dikenakan ancaman sanksi maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp800 juta. Mungkin hal semacam ini bisa diatur lebih spesifik di revisi <em><span style="color:#ff0000;">UU KPK</span></em>,&#8221; katanya.(*)</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Saldi%20Isra%3A%20Wacana%20Kurangi%20Kewenangan%20KPK%20Bertentangan%20Harapan%20Rakyat&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F04%2Fsaldi-isra-wacana-kurangi-kewenangan-kpk-bertentangan-harapan-rakyat%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/04/saldi-isra-wacana-kurangi-kewenangan-kpk-bertentangan-harapan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cicak Padang Kibarkan Bendera Setengah Tiang</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/11/03/cicak-padang-kibarkan-bendera-setengah-tiang/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/11/03/cicak-padang-kibarkan-bendera-setengah-tiang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 11:01:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[Cicak]]></category>
		<category><![CDATA[Darurat Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[LSM]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Roni Syahputra]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Teten Masduki]]></category>
		<category><![CDATA[TII]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Andalas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1491</guid>
		<description><![CDATA[Aksi mendukung dua pimpinan non aktif KPK terus bergulir. Tidak hanya di Jakarta, di Padang Sumatera Barat, hari ini Senin 2 Oktober 2009, Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) akan menggelar pengibaran bendera setengah tiang.
Aksi akan dilaksanakan di sejumlah kampus di Padang, salah satunya Universitas Andalas. &#8220;Langkah awal kami akan deklarasi dulu di masing-masing kampus,&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aksi mendukung dua pimpinan non aktif <em><span style="color: #ff0000;">KPK</span></em> terus bergulir. Tidak hanya di Jakarta, di <em><span style="color: #0000ff;">Padang</span></em> <em><span style="color: #0000ff;">Sumatera Barat</span></em>, hari ini Senin 2 Oktober 2009, <span style="color: #0000ff;">Gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK</span> (<em><span style="color: #ff0000;">Cicak</span></em>) akan menggelar pengibaran bendera setengah tiang.</p>
<p>Aksi akan dilaksanakan di sejumlah kampus di Padang, salah satunya <em><span style="color: #ff0000;">Universitas Andalas</span></em>. &#8220;Langkah awal kami akan deklarasi dulu di masing-masing kampus,&#8221; ujar aktivis Cicak <em><span style="color: #ff0000;">Roni Syahputra</span></em> saat dihubungi VIVAnews.</p>
<p><span style="color: #000000;">Setelah deklarasi yang bernama &#8216;<em><span style="color: #ff0000;">Darurat Keadilan</span></em>&#8216; di kampus-kampus, secara serentak aktivis korupsi di Kota Padang akan turun ke jalan. &#8220;Rencananya kami akan turun hari rabu (4/11) mengikuti langkah Jakarta,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Selain membagi-bagikan pita hitam, para mahasiswa pun akan menggelar aksi penuruan bendera setengah tiang, sebagai bentuk bela sungkawa matinya keadilan di  negeri ini, tambah Roni.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Sementara di Jakarta aksi akan digelar di Bundaran Hotel siang ini pukul 13.00 Wib. ratusan mahasiswa dan sejumlah <em><span style="color: #ff0000;">LSM</span></em> yang berada di Jakarta akan turun ke jalan.</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Menurut <em><span style="color: #ff0000;">Teten Masduki</span></em>, <em><span style="color: #0000ff;">Sekretaris Jenderal Transparansi Internasional Indonesia</span></em> (<em><span style="color: #ff0000;">TII</span></em>), aksi yang digelar dengan membagi-bagikan pita hitam ini, tidak semata-mata bentuk dukungan terhadap <em><span style="color: #ff0000;">Bibit</span></em> dan<em><span style="color: #ff0000;"> Chandra</span></em>, tetapi juga untuk menyelematkan <em><span style="color: #ff0000;">Komisi Pemberantasan Korupsi</span></em> (<em><span style="color: #ff0000;">KPK</span></em>) yang khawatir ada upaya penghancuran.</span></p>
<p>&#8220;Kami membuka mata hati presiden karena khawatir ada upaya menghancurkan KPK,&#8221; ujar Teten.</p>
<p>Karena itu, aksi tersebut bisa ditiru oleh siapa saja yang hatinya tergerak untuk menyelamatkan KPK yang dilanda ketidak adilan dan kondisnya terancam.</p>
<p>***</p>
<p>Tulisan ini bisa dibaca langsung di websie <a href="http://korupsi.vivanews.com/news/read/101723-cicak_padang_kibarkan_bendera_setengah_tiang"><em><span style="color: #ff00ff;">vivanews</span></em></a>. Baca juga berita mengenai <em><span style="color: #ff0000;">Cicak Padang</span></em> berikut dari <a href="http://infokorupsi.com/id/korupsi.php?ac=2912&amp;l=cicak-padang-harap-pemberantasan-korupsi-makin-nyata"><em><span style="color: #ff00ff;">infokorupsi.com</span></em></a>. <a href="http://infokorupsi.com/id/"><em><span style="color: #ff00ff;">Infokorupsi.com</span></em></a> juga memuat berita-berita lainnya mengenai korupsi di Indonesia.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Cicak%20Padang%20Kibarkan%20Bendera%20Setengah%20Tiang&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F11%2F03%2Fcicak-padang-kibarkan-bendera-setengah-tiang%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/11/03/cicak-padang-kibarkan-bendera-setengah-tiang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hanifah Damanhuri Oayobada: BERSATULAH PEREMPUAN MINANG</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/06/17/hanifah-damanhuri-oayobada-bersatulah-perempuan-minang/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/06/17/hanifah-damanhuri-oayobada-bersatulah-perempuan-minang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 22:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[pantun/puisi]]></category>
		<category><![CDATA[egaliter]]></category>
		<category><![CDATA[Hanifah Damanhuri]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Minang]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ranah Minang]]></category>
		<category><![CDATA[rang Sumando]]></category>
		<category><![CDATA[urang Sumando]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1401</guid>
		<description><![CDATA[BERSATULAH PEREMPUAN MINANG
 
 
 
Perempuan Minang adalah
  Pewaris Ranah Minang
  Yang akan melahirkan
  Keturunan yang bersuku Minang
Tak peduli darimanapun asal ayahnya
 
 
 
Salah seorang perempuan Minang
  Telah berhasil mendampingi rang Sumando (JK)
  Baik dalam suka maupun duka
  Hingga menduduki singgasana
  Menjadi orang nomor dua di Indonesia
 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">BERSATULAH PEREMPUAN MINANG</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Perempuan Minang adalah</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Pewaris Ranah Minang</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Yang akan melahirkan</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Keturunan yang bersuku Minang</span><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;">Tak peduli darimanapun asal ayahnya</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Salah seorang perempuan Minang</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Telah berhasil mendampingi rang Sumando (JK)</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Baik dalam suka maupun duka</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Hingga menduduki singgasana</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Menjadi orang nomor dua di Indonesia</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Impian untuk menjadi ibu negara</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Terbuka lebar untuk beliau</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Asalkan kita semua ikut mendukung suaminya (JK)</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Pada PEMILU yang akan datang</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Bersatulah perempuan Minang</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Dukunglah JK</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Bukankah keturunannya</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Bersuku Minang seperti kita</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Saatnya kita menunjukkan kedunia</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Perempuan Minang</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Besar pengaruhnya</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Bersatulah perempuan Minang</span><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;">Dukunglah JK</span><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;">Saatnya kita menunjukkan pada dunia</span><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;">Egaliter yang menjadi ciri khas kita</span><span style="color: #ff0000;"><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;"> </span></span><span style="color: #0000ff;"> Mampu membuat dunia terpesona</span><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;">Sesungguhnya menjadi diri sendiri</span><span style="color: #0000ff;"><br />
</span><span style="color: #0000ff;">Wujud kemerdekaan yang sejati</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Bengkulu, 22 Mei 2009</span></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Hanifah%20Damanhuri%20Oayobada%3A%20BERSATULAH%20PEREMPUAN%20MINANG&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F06%2F17%2Fhanifah-damanhuri-oayobada-bersatulah-perempuan-minang%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/06/17/hanifah-damanhuri-oayobada-bersatulah-perempuan-minang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rizal Ramli: BLT Seperti &#8216;Tensoplast&#8217;</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/06/05/rizal-ramli-blt-seperti-tensoplast/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/06/05/rizal-ramli-blt-seperti-tensoplast/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 14:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Langsung Tunai]]></category>
		<category><![CDATA[BLT]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>
		<category><![CDATA[kedaulatan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[LoI]]></category>
		<category><![CDATA[neokolonialisme]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pasar ugal-ugalan]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Rizal Ramli]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Washington Consensus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1334</guid>
		<description><![CDATA[Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli menilai kebijakan ekonomi pemerintahan SBY cenderung bersifat neoliberal. Salah satunya adalah kebijakan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dianggapnya menyerupai &#8216;Tensoplast&#8217;.
&#8220;Kebijakan pemerintah cenderung neoliberal, BLT itu seperti tensoplast saja untuk menutupi sementara, supaya terlihat kemiskinan ditangani,&#8221; tutur Rizal Ramli.
Hal ini disampaikan Rizal dalam dialog kenegaraan bertajuk &#8220;Neoliberal Vs Kerakyatan&#8220;, di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mantan Menko Perekonomian <span style="color:#ff0000;"><em>Rizal Ramli</em></span> menilai kebijakan ekonomi pemerintahan <span style="color:#ff0000;"><em>SBY</em></span> cenderung bersifat <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">neoliberal</span></em></span>. Salah satunya adalah kebijakan pemberian<span style="color:#ffcc00;"><em> <span style="color: #0000ff;">Bantuan Langsung Tunai (BLT)</span></em></span> yang dianggapnya menyerupai &#8216;Tensoplast&#8217;.</p>
<p>&#8220;<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #ff00ff;">Kebijakan pemerintah cenderung neoliberal, BLT itu seperti tensoplast saja untuk menutupi sementara, supaya terlihat kemiskinan ditangani</span></em></span>,&#8221; tutur Rizal Ramli.</p>
<p>Hal ini disampaikan Rizal dalam dialog kenegaraan bertajuk &#8220;<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Neoliberal Vs Kerakyatan</span></em></span>&#8220;, di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2009).</p>
<p>Rizal kemudian memaparkan garis besar<span style="color:#ffcc00;"><em> <span style="color: #0000ff;">ekonomi neoliberal</span></em></span>. Menurutnya sistem ini membuat Indonesia kehilangan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">kedaulatan ekonomi</span></em></span>.</p>
<p>&#8220;<span style="color:#ff0000;"><em>Neoliberal</em></span> gampangannya sama dengan <span style="color:#ff0000;">neokolonialisme</span>, <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">pasar ugal-ugalan</span></em></span>, <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">membiarkan asing menguasai ekonomi Indonesia</span></em></span>, kita kehilangan kedaulatan ekonomi seperti <span style="color:#ff0000;"><em>Filipina</em></span>,&#8221; tutur Rizal Ramli yang ketika menjadi Menko Perekonomian pernah menandatangani <span style="color:#ff0000;"><em>LoI</em></span> dengan <span style="color:#ff0000;"><em>IMF</em></span> ini.</p>
<p>Lebih lanjut pria yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden ini mengeluhkan lambatnya <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">pertumbuhan ekonomi</span></em></span> di Indonesia. Hal inilah yang membuat Indonesia tidak kunjung tumbuh menjadi negara maju.</p>
<p>&#8220;Kita bukan negara ekonomi yang baik, kita tidak bisa olah apa-apa, hasilnya kita cuma jualan kertas saja,&#8221; tutur Rizal.</p>
<p>Rizal menginginkan Indonesia meninggalkan <span style="color:#ff0000;"><em>Washington concencus</em></span> dan membangun <span style="color:#ff0000;"><em>ekonomi kerakyatan</em></span>.</p>
<p>&#8220;Jepang meninggalkan Washington concencus dan hasilnya menjadi negara yang maju sekalipun berada di Asia,&#8221; tegasnya.</p>
<p><span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Catatan:</span></em></span></p>
<p style="padding-left:30px;">Tulisan ini bisa dibaca langsung di <a href="http://www.detikfinance.com/read/2009/05/29/114458/1139192/4/rizal-ramli-blt-seperti-tensoplast"><em><span style="color:#ff00ff;">detikfinance.com</span></em></a></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Rizal%20Ramli%3A%20BLT%20Seperti%20%26%238216%3BTensoplast%26%238217%3B&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F06%2F05%2Frizal-ramli-blt-seperti-tensoplast%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/06/05/rizal-ramli-blt-seperti-tensoplast/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
