<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Vara Jambak &#187; SBY-Boediono</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/tag/sby-boediono/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 14:34:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>vjambak@varajambak.com ()</managingEditor>
		<webMaster>vjambak@varajambak.com()</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>vjambak@varajambak.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Vara Jambak</title>
			<link>http://www.varajambak.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Jilat-jilat Pantat SBY-Boediono dan Akhir Karir Tidak Terhormat Goenawan Mohamad</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/12/09/jilat-jilat-pantat-sby-boediono-dan-akhir-karir-tidak-terhormat-goenawan-mohamad/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/12/09/jilat-jilat-pantat-sby-boediono-dan-akhir-karir-tidak-terhormat-goenawan-mohamad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 13:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[anti-komunisme]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Bondan Gunawan]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Karno]]></category>
		<category><![CDATA[Christianto Wibisono]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Frans Aba MA]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>
		<category><![CDATA[IMF/World Bank]]></category>
		<category><![CDATA[imperialisme]]></category>
		<category><![CDATA[Marsilam Simanjuntak]]></category>
		<category><![CDATA[Marxisme]]></category>
		<category><![CDATA[National University of Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan pilkada Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[pemuja Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pramudya Ananta Tour]]></category>
		<category><![CDATA[Robert Tantular]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[skandal Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<category><![CDATA[Washington DC]]></category>
		<category><![CDATA[World Bank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1565</guid>
		<description><![CDATA[


Berikut essay dari pendukung fanatik SBY dan Boediono sejak pilpres lalu, Goenawan Mohamad. Goenawan Mohamad adalah orang Jawa pendukung fanatik pasangan pilkada Jawa Timur yang dikenal sebagai SBY-Boediono. Goenawan Mohamad mulai dikenal sebagai &#8220;intelektual&#8221; pada akhir zaman Sukarno dan di zaman Suharto karena posisinya sebagai tokoh kanan, dan tokoh anti-komunisme yang kebetulan  segaris dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;margin: 12px;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4808480940768749";
/* 468x60, created 4/9/09 */
google_ad_slot = "2872038909";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></div><p style="text-align:justify;">Berikut essay dari pendukung fanatik <em><span style="color:#ff0000;">SBY</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> sejak pilpres lalu,<em><span style="color:#ff0000;"> Goenawan Mohamad</span></em>. Goenawan Mohamad adalah <span style="color: #0000ff;"><em>orang Jawa</em></span> pendukung fanatik<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">pasangan pilkada Jawa Timur</span></span></em> yang dikenal sebagai<em><span style="color:#ff0000;"> SBY-Boediono</span></em>. Goenawan Mohamad mulai dikenal sebagai &#8220;intelektual&#8221; pada akhir zaman <em><span style="color:#ff0000;">Sukarno</span></em> dan di zaman <em><span style="color:#ff0000;">Suharto</span></em> karena posisinya sebagai tokoh kanan, dan tokoh <em><span style="color:#ff0000;">anti-komunisme</span></em> yang kebetulan  segaris dengan kebijakan Suharto yang &#8220;anti komunisme&#8221;. Tulisan kedua dari <span style="color: #0000ff;"><em>inilah.com</em></span> memuat skenario penyelamatan Boediono oleh tokoh pemuja Barat Goenawan Mohamad lewat tangan <em><span style="color:#ff0000;">IMF</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika banyak kelompok menyebut orang-orang beragama sebagai &#8220;kanan&#8221;, maka Goenawan Mohamad yang disebut oleh <em><span style="color:#ff0000;">Pramudya Ananta Tour</span></em> sebagai &#8220;kanan&#8221;, adalah tokoh &#8220;kanan&#8221; dalam arti lainnya yaitu <span style="color: #0000ff;"><em>pemuja Barat</em></span> terutama AS.</p>
<p style="text-align:justify;">Pidato Goenawan ini, tidak jelas ujung pangkalnya walaupun penuh kata-kata keren dan berbunga seperti <em><span style="color:#ff0000;">Marxisme </span></em>dan <em><span style="color:#ff0000;">imperialisme</span></em> ataupun kata-kata Inggris seperti <span style="color: #0000ff;"><em>vote-getter</em> </span>ataupun <span style="color: #0000ff;"><em>last but not least</em></span> (yang bagi seorang pemuja Barat kurang afdol kalau tidak diselipkan satu atau dua). Pidato ini juga hampir hanya berisi hanya puja-puji dan pembelaan tanpa dasar, bahkan bernada fanatik, terhadap Boediono dan  SBY.</p>
<p style="text-align:center;">***</p>
<p style="text-align: center;">
<object width="560" height="340"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/K1wX-cG-cTw&#038;hl=de_DE&#038;fs=1&#038;"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/K1wX-cG-cTw&#038;hl=de_DE&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="560" height="340"></embed></object></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #0000ff;">Goenawan Mohamad, pembela Boediono (dan IMF/World Bank?)</span></p>
<p style="text-align:justify;">***<br />
<span style="color: #0000ff;"><em>Politik 2009, Keganjilan dan Harapan</em></span></p>
<p style="text-align:justify;">Assalamuaikum wr.wb.<br />
Salam sejahtera bagi kita semua.</p>
<p style="text-align:justify;">Merdeka!</p>
<p style="text-align:justify;">Para hadirin sekalian, kita ingat, di gedung ini, antara 22 Agustus sampai dengan 22 Desember di tahun 1930, <em><span style="color:#ff0000;">Bung Karno</span></em> diadili.  Kita tahu, di bangunan yang dulu tempat peradilan negeri kota Bandung ini, Bung Karno membacakan pleidoinya yang kemudian jadi dokumen sejarah perjuangan kemerdekaan nasional:  sebuah teks yang berjudul Indonesia Menggugat.</p>
<p style="text-align:justify;">Teks itu adalah uraian yang tajam dan menggugah hati tentang apa itu “<em><span style="color:#ff0000;">imperialisme</span></em>”,  khususnya “imperialisme” yang membelenggu rakyat Indonesia.  Dalam kesempatan sore ini,  saya tak bermaksud mengulang tesis-tesis termashur itu. Saya hanya ingin memakai kejadian 79 tahun yang silam itu untuk jadi pangkal percakapan tentang apa yang melibatkan perhatian kita di Indonesia hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hari ini adalah hari-hari pemilihan umum: kita hampir rampung menyelesaikan pemilihan anggota dewan legislatif, dan kita sedang akan memasuki tahap awal pemilihan presiden Republik dan wakilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi yang penting bukan itu semata-mata.  Kita bertemu di sini karena kita merasa sesuatu yang ganjil tengah terjadi.  Sesuatu yang ganjil dan mengandung harap.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ganjil adalah bahwa hari ini kita menemukan seorang yang akan dicalonkan jadi wakil presiden – dan orang itu tidak datang dari kancah partai politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Boediono – tamu kehormatan kita sore ini — adalah seorang ekonom; ia ekonom yang bekerja dalam pengelolaan perekonomian Indonesia; ia seorang teknokrat.  Ia bukan pemimpin partai. Ia bukan anggota dinasti pemimpin partai.  Ia bukan tokoh terkenal dalam pasaran media seperti para bintang sinetron, komedian dan penyanyi. Ia bukan seorang vote-getter.</p>
<p style="text-align:justify;">Presiden <em><span style="color:#ff0000;">Susilo Bambang Yudhoyono</span></em> memilihnya sebagai calon wakilnya karena Boediono  memenuhi sejumlah syarat.  Bagi saya, yang lebih penting ketimbang syarat-syarat itu adalah kenyataan bahwa Boediono dikenal sebagai seorang yang telah membuktikan dedikasinya untuk perbaikan kehidupan perekonomian bangsa;  dan tak kurang dari itu, ia dikenal sebagai seorang pejabat dan pribadi yang bersih.</p>
<p style="text-align:justify;">Di atas saya sebut, itulah sebuah “keganjilan” – dan di atas saya sebut juga, “keganjilan” itu membawa harap. Diakui atau tidak, ada yang merisaukan dalam kegaliban kehidupan politik kita. Kini <em><span style="color:#ff0000;">SBY</span></em>, dengan memilih Boediono, menunjukkan langkah kepemipinan yang berani – dan itu indikasi bahwa kita, sebagai bangsa, sanggup memperbaiki keadaan yang merisaukan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Telah luas diketahui, hari-hari ini orang berpolitik dengan semacam sinisme yang gelap: di sebuah zaman ketika semua dapat diperjual-belikan,  orang cenderung percaya bahwa  bahkan partai harus juga dianggap sebagai komoditi.</p>
<p style="text-align:justify;">Para calon anggota legislatif yang berkampanye ke daerah bisa bercerita, bagaimana ratusan juta rupiah dihabiskan untuk memperoleh suara. Sebaliknya  ada juga cerita bagaimana para pemilih mengorgansiir  diri jadi kelompok dan menawarkan dukungan agar dibeli.</p>
<p style="text-align:justify;">Walhasil, ikatan yang terjadi bukanlah ikatan agenda dan cita-cita, melainkan ikatan antara penjaja dan pembeli.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tingkat elite politik, sinisme yang lebih gelap  berlaku.  Koalisi antarpartai dibentuk atau ditiadakan bukan berdasarkan program ataupun ideologi, bukan karena apa yang akan diperbuat bagi pemilih dan dengan prinsip yang jelas.  Koalisi antar partai hampir sepenuhnya berkisar di sekitar kedudukan apa untuk siapa. Atau, lebih buruk lagi, rembugan koalisi berkisar di sekitar siapa yang membayar dan siapa yang dibayar.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah sinisme itu, di antara berisiknya tawar menawar yang seperti pasar ternak itu, pertanyaan pun tumbul:  memang tidak adakah perilaku yang bukan jual-beli dalam politik? Adakah dalam politik prinsip tentang kebaikan dan kebenaran Benarkah semuanya untuk kepentingan subyektif, dan tak ada sesuatu nilai universal yang menggugah hati dan membentuk kesepakatan?</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara Boediono dan hadirin yang saya hormati.</p>
<p style="text-align:justify;">79 tahun yang lalu, di ruangan ini, Bung Karno memulai pleidoinya dengan sebuah statement yang menarik.  Sebuah statement yang menunjukkan betapa bisa palsunya klaim pemerintah kolonial, bahwa kebenaran dan keadilan yang hendak ditegakkannya – dalam tubuh hukum – adalah kebenaran dan keadilan yang universal.</p>
<p style="text-align:justify;">Bung Karno menyebut apa yang salah dalam hukum yang dipergunakan hari itu.  “Tuan-tuan Hakim”, katanya, “kami di sini didakwa bersalah menjalankan hal-hal, yang sangat sekali memberi kesempatan lebar pada pendapat subyektif….”</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun jaksa menyatakan Bung Karno bersalah berdasarkan pasal tentang “pemberontakan”.  Tapi Bung Karno menunjukkan, pasal itu, seperti pasal yang menyebut diri “pencegah penyebaran rasa benci” (haatzai-artikelen), mengandung kata-kata yang bisa ditafsirkan seenaknya oleh yang membacanya, terutama para jaksa dan hakim kolonial.  Bung Karno mengulang apa yang sering dikatakan tentang pasal-pasal seperti itu – yakni “aturan karet yang keliwatan kekaretannya.”  Artinya aturan yang dapat direntang dan dikerutkan sesuai dengan kepentingan sepihak, atau apa yang disebut Bung Karno sebagai “subyektif”.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang tersirat dari pernyataan Bung Karno ialah bahwa keadilan dan kebenaran, yang seharusnya bersifat universal, telah direduksi jadi pasal-pasal.  Dengan kata lain,  yang universal, yang tak terhingga, telah dikuasai oleh bahasa yang berkuasa, oleh sistem simbolik yang terbatas kepentingannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Bung Karno pada akhirnya dinyatakan bersalah.  Ia dihukum empat tahun penjara dan dikurung di Sukamiskin.  Tapi tak mudah menerima keputusan itu sebagai ekspresi keadilan.  Pada saat palu diketuk, terasa benarlah  apa yang selalu ditandaskan oleh <em><span style="color:#ff0000;">Marxisme</span></em> – bahwa keadilan dan kebenaran selamanya adalah keadilan dan kebenaran dari kelas yang bekrkuasa. Dengan kata lain, dalam rumusan tentang nilai-nilai selalu ada dimensi politik, pertarungan kekuasaan, dan perebutan hegemoni.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang, Marxisme adalah suara jaman modern, bagian dari apa yang disebut hermeneutics of suspiscion, yang meragukan bahwa ada kebenaran yang tak memihak, yang tak subyektif.   Tetapi harus pula diingat, bahwa bahkan dalam Marxisme, kita senantiasa dirundung pertanyaan: benarkah politik hanyalah pergulatan kepentingan “subyektif” atau sepihak? Jika demikian, apa makna perjuangan kaum buruh untuk membebaskan manusia dari ikatan kepentingan kelas-kelas? Bila perjuangan politik tak bisa berangkat dari kebenaran dan keadilan yang berlaku bagi siapa saja, bagaimana ia bisa menggugah banyak orang, mengajak banyak orang, untuk bergerak?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya termasuk orang yang percaya, bahwa perjuangan politik justru perjuangan yang terdorong untuk melawan kepentingan-kepentingan yang sempit.  Politik  jelas berbeda dari  pasar ternak.  Ada yang universal dalam nilai-nilai yang membuat kita memenuhi panggilan politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi yang universal bukanlah sesuatu yang sudah dirumuskan sepenuhnya. Menurut hemat saya, yang universal adalah apa yang justru dirasakan sebagai kekurangan.  Keadilan jadi sesuatu yang seakan-akan hadir, memanggil-manggil, ketika ketidak-adilan merajalela.  Kebenaran jadi mendesak semua orang ketika dusta menguasai percakapan.  Dalam Indonesia Menggugat, Bung Karno  mengutarakan ini dengan retorika yang memukau:</p>
<p style="text-align:justify;">….Diberi hak-hak atau tidak diberi hak-hak; diberi pegangan atau tidak diberi pegangan; diberi penguat atau tidak diberi penguat, — tiap-tiap machluk, tiap-tiap ummat, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti achirnja berbangkit, pasti achirnja bangun, pasti achirnja menggerakkan tenaganja, kalau ia sudah terlalu sekali merasakan tjelakanja diri teraniaja oleh suatu daja angkara murka!!”</p>
<p style="text-align:justify;">Kebangkitan mereka yang teraniaya untuk mencapai keadilan dan kebebasan, itulah yang membuat sejarah.  Tapi penting untuk kita ingat, bahwa sejarah tak pernah selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara Boediono dan hadirin yang terhormat,</p>
<p style="text-align:justify;">Kita berada di awal abad ke-21, di sebuah zaman yang mengharuskan kita tabah dan juga berendah hati. Abad yang lalu telah menyaksikan ide-ide besar yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, namun akhirnya gagal membangun sebuah masyarakat yang dicita-citakan.  Abad yang penuh harapan, tapi juga penuh korban. Abad sosialisme yang datang dengan agenda yang luhur, tapi kemudian melangkah surut.  Abad kapitalisme yang membuat beberapa negara tumbuh cepat, tapi memperburuk ketimpangan sosial dan ketakadilan internasional. Abad Perang Dingin yang tak ada lagi, tapi tapi tak lepas dari  konflik dengan darah dan besi. Abad ketika arus informasi terbuka luas, tapi tak selalu membentuk sikap toleran terhadap yang beda.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian memang sejarah tak berhenti, bahkan berjalan semakin cepat. Teknologi, pengetahuan tentang manusia dan lingkungannya,  kecenderungan budaya dan politik, berubah begitu tangkas,  hingga persoalan baru timbul sebelum jawaban buat persoalan lama ditemukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini makin jelaslah, tak ada doktrin yang mudah dan mutlak untuk memecahkan problem manusia.  Tak ada formula yang tunggal dan kekal bagi kini dan nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang ada, yang dibutuhkan, justru sebuah sikap yang menampik doktrin yang tunggal dan kekal.  Kita harus selalu terbuka untuk langkah alternatif. Kita harus selalu bersedia mencoba cara yang berbeda, dengan sumber-sumber kreatif yang beraneka.</p>
<p style="text-align:justify;">Saudara Boediono tentu sangat akrab dengan kesadaran itu. Seorang ekonom adalah seorang yang sangat dekat dengan kekurangan dan kelangkaan, dan seorang teknokrat adalah seorang yang harus bersua tiap kali dengan kerumitan.  Itu sebabnya Boediono tahu, doktrin seperti “neo-liberalisme”  tak akan pernah akan berhasil, sebagaimana “ekonomi yang etatis”  tak akan pernah sampai di tujuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi sikap pragmatik itu, sebagai sebuah keniscayaan, tak berarti sikap yang hanya mengutamakan hasil, dan tak mempedulikan nilai-nilai, tak mengacuhkan apa yang baik dan yang benar.  Seorang ekonom, terutama di Indoensia, tak mungkin mengabaikan persoalan  korupsi,  ketidak-adilan dalam aturan main, kemandirian lembaga yudikatif – dan last but not least — modal sosial yang dibangun dari sikap percaya mempercayai di masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Modal sosial itu hanya bisa dibangun dengan kesetiaan yang tak habis-habis kepada cita-cita negeri ini – kesetiaan untuk tak mementingkan diri sendiri. Kita berbahagia, dan kita bangga, bahwa di antara kita ada Boediono, yang dalam hidup sehari-harinya tak pernah mementingkan diri sendiri dalam kerja – dengan keras tapi juga dengan rendah hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Maafkanlah jika tuntutan kami  berlebihan.  Tapi Indonesia  — yang kadang-kadang membanggakan dan kadang-kadang merisaukan  — bukan hanya tempat kita lahir dan menutup mata.  Indonesia adalah sebuah amanat. Kami percaya, Mas Boed, bersama kami, anda tak akan menyia-nyiakan amanat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka di ruang ini, di hari ini, izinkanlah kami mengucapkan selamat bertugas.</p>
<p style="text-align:justify;">Merdeka,</p>
<p style="text-align:justify;">Wassalamulaikum wr.wb.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari <a href="http://blog.tempointeraktif.com/portal/pidato-gm-politik-2009-keganjilan-dan-harapan/"><span style="color:#ff00ff;"><em>Tempo Interaktif</em></span></a></p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Skenario Baru Penyelamatan Boediono-Sri Mulyani!</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"> </span>INILAH.COM &#8211; Berbagai upaya dilakukan oleh kelompok-kelompok kepentingan guna mencegah jangan sampai Wapres <em><span style="color:#ff0000;">Boediono</span></em> mengalami pembatalan akibat <span style="color: #0000ff;">skandal Bank Century</span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Aktivis senior <em><span style="color:#ff0000;">Bondan Gunawan</span></em> mengungkapkan, pihaknya mendengar berbagai pertemuan dilakukan oleh kelompok intelektual tertentu untuk menjaga agar <em><span style="color:#ff0000;">Boediono-Sri Mulyani</span></em> tidak dibatalkan dari jabatannya akibat isu Century. &#8220;Saya mendengar <em><span style="color:#ff0000;">Goenawan Mohamad</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Marsilam Simanjuntak</span></em> dan lainnya kumpul-kumpul untuk itu,&#8221; kata mantan sekretaris negara era Presiden <em><span style="color:#ff0000;">Gus Dur</span></em> itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan ada rumor bahwa seorang jurnalis senior Majalah Mingguan terkemuka melalui Boediono mencoba melobi ke Presiden SBY agar bisa jadi dubes di<em><span style="color:#ffcc00;"> Washington DC</span></em>. &#8220;Jika benar rumor itu, sangat disesalkan, mungkin juga sia-sia. Saya mendengar rumor bahwa jurnalis senior mingguan ibukota itu melobi istana untuk menjadi dubes di Amerika Serikat, guna melobi <em><span style="color:#ff0000;">AS</span></em> dan<em><span style="color:#ff0000;"> IMF/World Bank</span></em> guna membantu Boediono dan Sri Mulyani agar didukung IMF dan AS untuk bertahan. Rumor itu perlu klarifikasi dari beliau sendiri, benar atau tidak. Namun rumor itu merebak di kalangan wartawan dan aktivis prodemokrasi. Kami kecewa, semoga rumor itu tak benar,&#8221; kata <em><span style="color:#ff0000;">Frans Aba MA</span></em>, kandidat PhD <em><span style="color:#ffcc00;">National Universify of Malaysia</span></em> dan aktivis <em><span style="color:#ff0000;">GMNI</span></em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Boediono dan Sri Mulyani merupakan dua pejabat tinggi yang disebut-sebut media, terseret kasus Century. Kesalahan kebijakan terkait pengucuran dana Rp6,7 triliun ke Bank Century bisa saja dimasukkan dalam kategori tindak pidana tetapi keduanya pantas dicopot.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut pengamat ekonomi <em><span style="color:#ff0000;">Chistianto Wibisono</span></em> dalam diskusi publik di Jakarta, Senin (7/12), kondisi Century sebelum diselamatkan sudah penuh dengan masalah, termasuk kasus penipuan yang dilakukan <em><span style="color:#ff0000;">Robert Tantular </span></em>selaku pemilik. Dan dia menilai, <span style="color: #0000ff;"><em>Bank Indonesia</em></span> (<em><span style="color:#ff0000;">BI</span></em>) minim dalam mengawasi pengelolaan bank tersebut. &#8220;Ini ketidaksengajaan dalam pengawasan. BI ketipu sama Robert. Mekanisme pengawasan BI ke depan harus ditingkatkan dan kontinyu,&#8221; ujarnya. [ahl/cms]</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.inilah.com/berita/politik/2009/12/07/207911/skenario-baru-penyelamatan-boediono-sri-mulyani/"><span style="color:#ff00ff;"><em> </em></span></a></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Jilat-jilat%20Pantat%20SBY-Boediono%20dan%20Akhir%20Karir%20Tidak%20Terhormat%20Goenawan%20Mohamad&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F12%2F09%2Fjilat-jilat-pantat-sby-boediono-dan-akhir-karir-tidak-terhormat-goenawan-mohamad%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/12/09/jilat-jilat-pantat-sby-boediono-dan-akhir-karir-tidak-terhormat-goenawan-mohamad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rekam Jejak Boediono, cawapres SBY</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/06/17/rekam-jejak-boediono-cawapres-sby/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/06/17/rekam-jejak-boediono-cawapres-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 02:03:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Al Haq Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[APBN]]></category>
		<category><![CDATA[B.J. Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[BI]]></category>
		<category><![CDATA[BLBI]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Rekap Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur 1 Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi & keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[hak asasi dan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[IMF]]></category>
		<category><![CDATA[IMF Board of Governors]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalis]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bappenas]]></category>
		<category><![CDATA[kewenangan luar biasa]]></category>
		<category><![CDATA[Kwik Kian Gie]]></category>
		<category><![CDATA[Menko Ekuin]]></category>
		<category><![CDATA[model ekonomi neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[Neolib sejati]]></category>
		<category><![CDATA[obligor BLBI]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[pemodal global]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan utang]]></category>
		<category><![CDATA[Privatisasi & Divertasi]]></category>
		<category><![CDATA[Release & Discharge]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>
		<category><![CDATA[Urusan Analisa Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[utang]]></category>
		<category><![CDATA[utang asing]]></category>
		<category><![CDATA[utang lura negri]]></category>
		<category><![CDATA[UU Keuangan Negara]]></category>
		<category><![CDATA[UU Keuangan Negara No 17/2003]]></category>
		<category><![CDATA[UU No 25/2004]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[YLBHI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1430</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Al Haq Ramadhan
09/06/2009 &#8211; 15:57
inilah.com, Tambahan Rekam Jejak Boediono
Digempur isu utang luar negeri, calon wakil presiden Boediono tampak tenang. Pendamping SBY ini malah mengimbau masyarakat tidak alergi terhadap utang asing, sepanjang hal tersebut digunakan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia serta dalam batas aman dalam melunasinya. Luar biasa.
“Jangan alergi terhadap utang. Itu akan mencekik diri kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <span style="color:#ff0000;"><em><span style="color: #0000ff;">Al Haq Ramadhan</span></em></span></p>
<p>09/06/2009 &#8211; 15:57<br />
<a href="http://indie.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/06/09/113959/tambahan-rekam-jejak-boediono/"><span style="color:#ff00ff;"><em>inilah.com</em></span></a>, Tambahan Rekam Jejak Boediono</p>
<p style="text-align:justify;">Digempur isu utang luar negeri, calon wakil presiden <span style="color:#ff0000;"><em><span style="color: #ff0000;">Boediono</span></em></span> tampak tenang. Pendamping <span style="color:#ff0000;"><em><span style="color: #0000ff;">S<span style="color: #ff0000;">BY</span></span></em></span> ini malah mengimbau masyarakat tidak alergi terhadap <span style="color:#ff0000;"><em>utang asing</em></span>, sepanjang hal tersebut digunakan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia serta dalam batas aman dalam melunasinya. Luar biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">“<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Jangan alergi terhadap utang. Itu akan mencekik diri kita sendiri</span></em></span>,” ujar Boediono pada diskusi mengenai <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">hak asasi dan ekonomi</span></em></span> di Aula Ali Sadikin Gedung <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia</span></em></span> (<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">YLBHI</span></em></span>), Jakarta, Rabu (3/6).</p>
<p style="text-align:justify;">Boediono memang pandai bertutur dan tekun bekerja untuk kepentingan para <span style="color:#ff0000;"><em>kapitalis</em></span> dan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color:#ff0000;">pemodal global</span></em></span>. Tahun 1996-1998 Boediono menjabat sebagai <span style="color:#ff0000;"><em>Direktur 1 Bank Indonesia</em></span> (BI) <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Urusan Analisa Kredit</span></em></span>. Pada 1997-1998, dikucurkan <span style="color:#ff0000;"><em>BLBI</em></span> sebesar <span style="color:#ff0000;"><em>Rp 400 triliun</em></span> (untuk bank swasta Rp 144,8 triliun &amp; bank pemerintah Rp 267 triliun). Dan ini melibatkan Boediono secara mendalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Di era <span style="color:#ff0000;">BJ </span><em><span style="color:#ff0000;">Habibie</span></em>, Boediono (<span style="color:#ff0000;"><em>Kepala Bappenas</em></span>) menyetujui <span style="color:#ff9900;"><em><span style="color: #0000ff;">Dana Rekap Perbankan</span></em></span> <span style="color:#ff0000;"><em>Rp 600 triliyun</em></span>. <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Akibatnya rakyat Indonesia harus menanggung Rp 80 triliun setiap tahun di APBN hingga tahun 2032</span></em></span>. Di Tahun 2001-2004, Boediono (<span style="color:#ff0000;"><em>Menkeu</em></span>), mengeluarkan kebijakan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Privatisasi &amp; Divestasi</span></em></span>. Akibatnya 13 <span style="color:#ff0000;"><em>BUMN</em></span>, yang merupakan aset strategis, dijual dan <span style="color:#ff0000;"><em>obligor BLBI</em></span> diberi status ‘<span style="color:#ff0000;"><em>Release &amp; Discharge</em></span>’ (Dibebaskan dari aspek hukum).</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga saat ini Boediono masih menjabat sebagai <span style="color:#ff0000;"><em>IMF Board of Governors</em></span>. Atas pesanan <span style="color:#ff0000;"><em>Bank Dunia</em></span>, di era Menteri Keuangan Boediono, dikeluarkan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">UU Keuangan Negara No 17/2003</span></em></span>. Undang-undang tersebut memberikan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">kewenangan luar biasa</span></em></span> kepada Menteri Keuangan dan mengurangi peranan “perencanaan”, sesuai <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">model ekonomi Neoliberal</span></em></span>. Untung kemudian <span style="color:#ff0000;"><em>Kwik Kian G</em></span><em><span style="color:#ff0000;">ie</span></em> sedikit mengoreksinya lewat <span style="color:#ff0000;"><em>UU No 25/2004</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Di era Boediono menjabat <span style="color:#ff0000;"><em>Menko Ekuin</em></span>,yang kemudian digantikan <span style="color:#ff0000;"><em>Sri Mulyani</em></span>, utang pemerintah sudah mencapai level tertinggi, yakni 149,67 miliar dolar AS per Desember 2008. Meski begitu, tipe kebijakan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">pengelolaan utang</span></em></span> dari <span style="color:#ff0000;"><em>SBY-Boediono</em></span> tidak menunjukkan keberpihakan untuk lepas dari cengkeraman utang. SBY telah memilih Boediono dan kini dalam dilema: maju kena, mundur kena.</p>
<p style="text-align:justify;">Boediono jelas seorang <span style="color:#ff0000;"><em>Neolib sejati</em></span> yang berusaha selalu santun dan elegan. Itulah sekelumit rekam jejak Boediono yang berhasil memikat SBY.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Rekam%20Jejak%20Boediono%2C%20cawapres%20SBY&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F06%2F17%2Frekam-jejak-boediono-cawapres-sby%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/06/17/rekam-jejak-boediono-cawapres-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Revrisond Baswir: Hasil Survei LSI Alihkan Isu Neolib</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/06/13/revrisond-baswir-hasil-survei-lsi-alihkan-isu-neolib/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/06/13/revrisond-baswir-hasil-survei-lsi-alihkan-isu-neolib/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 18:38:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[FE UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Fox Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Bank Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[JK Win]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Survei Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[LSI]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[neolib]]></category>
		<category><![CDATA[pakar ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Revrisond Baswir]]></category>
		<category><![CDATA[SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Soni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1364</guid>
		<description><![CDATA[Detiknews.com, Jakarta &#8211; Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan perolehan suara yang bakal diraup pasangan SBY-Boediono dalam pilpres mendatang ternyata membuat heboh. Karena itu pilpres diprediksi cukup berjalan satu putaran. LSI mencatat pasangan SBY-Boediono memeroleh 71%, Mega-Prabowo 18 %, dan JK-Win hanya 7%.
Banyak pihak yang menanggapi miring hasil survei LSI. Sebab ditengarai lembaga penyurvei [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/10/190755/1145746/727/revrisond-baswir-hasil-survei-lsi-alihkan-isu-neolib"><em><span style="color:#ff00ff;">Detiknews.com</span></em></a>, Jakarta &#8211; Hasil survei <em><span style="color:#ff0000;">Lembaga Survei Indonesia</span></em> (<em><span style="color:#ff0000;">LSI</span></em>) menempatkan perolehan suara yang bakal diraup pasangan <em><span style="color:#ff0000;">SBY-Boediono</span></em> dalam pilpres mendatang ternyata membuat heboh. Karena itu pilpres diprediksi cukup berjalan satu putaran. LSI mencatat pasangan <em><span style="color:#ff0000;">SBY-Boediono</span></em> memeroleh 71%, <em><span style="color:#ff0000;">Mega-Prabowo</span></em> 18 %, dan <em><span style="color:#ff0000;">JK-Win </span></em>hanya 7%.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak pihak yang menanggapi miring hasil survei LSI. <span style="color: #0000ff;"><em>Sebab ditengarai lembaga penyurvei tidak independen</em></span>. Salah satu faktornya, pendanaan survei  ditanggung <em><span style="color:#ff0000;">Fox Indonesia</span></em> yang notabene <span style="color: #0000ff;"><em>konsultan kampanye</em> </span>SBY-Boediono. LSI lalu dituding <span style="color: #0000ff;"><em>mengerjakan survei berdasarkan keinginan pemesan</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi, <em><span style="color:#ff0000;">Revrisond Baswir</span></em>, <span style="color: #0000ff;"><em>pakar ekonomi kerakyatan FE UGM</em></span>, Yogyakarta  menilai survei LSI dengan perspektif berbeda.  Menurutnya, ketika dihubungi  Rabu sore (10/6), &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Itu sengaja dilempar untuk menepis isu neolib</em></span>.&#8221;<br />
Lanjutnya, boleh saja kita kritisi hasil survei itu. Baguslah publik ternyata kritis.  Hanya saja, pintanya mengingatkan, kita perlu pula mewaspadai jangan sampai publik terprovokasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi ekonom yang biasa dipanggil <span style="color: #0000ff;"><em>Soni</em></span>, pasangan SBY-Boediono sangat terpukul ketika isu neolib menerpa mantan <span style="color: #0000ff;"><em>Gubernur Bank Indonesia</em></span> itu. Sekalipun tim sukses SBY-Boediono mencoba menepis, cap <em><span style="color:#ff0000;">neolib </span></em>yang mengganggu mereka terus bergulir. &#8220;Jelas, jelas sekali SBY-Boediono terpukul dengan isu neolib,&#8221;  pungkasnya.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Revrisond%20Baswir%3A%20Hasil%20Survei%20LSI%20Alihkan%20Isu%20Neolib&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F06%2F13%2Frevrisond-baswir-hasil-survei-lsi-alihkan-isu-neolib%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/06/13/revrisond-baswir-hasil-survei-lsi-alihkan-isu-neolib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fadli Zon: Rizal Belajar Ekonomi Dulu</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/06/12/fadli-zon-rizal-belajar-ekonomi-dulu/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/06/12/fadli-zon-rizal-belajar-ekonomi-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 20:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi jalan tengah]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[isu ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[konstitusi negara]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[krisis ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberal]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[Rizal Malarangeng]]></category>
		<category><![CDATA[SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Umum Timkamnas Mega-Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[swasta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1360</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Raden Trimutia Hatta
INILAH.COM, Jakarta - Tudingan jubir tim sukses BY-Boediono, Rizal Mallarangeng, soal konsep ekonomi yang diusung Mega-Prabowo adalah ekonomi komando dibantah oleh Fadli Zon. Sekretaris Umum Timkamnas Mega-Prabowo ini meminta Rizal belajar pengantar ekonomi dahulu.
&#8220;Mestinya dia belajar dulu buku pengantar ekonomi. Ekonomi kerakyatan itu jelas berdasarkan konstitusi negara, koperasi, BUMN dan swasta. Kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh: <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Raden Trimutia Hatta</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff00ff;">INILAH.COM, Jakarta</span> </em>- Tudingan<span style="color: #0000ff;"> <em>jubir tim sukses BY-Boediono</em></span>, <span style="color:#ff0000;"><em>Rizal Mallarangeng</em></span>, soal konsep ekonomi yang diusung <span style="color:#ff0000;"><em>Mega-Prabowo</em></span> adalah ekonomi komando dibantah oleh <span style="color:#ff0000;"><em>Fadli Zon</em></span>. <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Sekretaris Umum Timkamnas Mega-Prabowo</span></em></span> ini meminta Rizal belajar pengantar ekonomi dahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mestinya dia belajar dulu buku pengantar ekonomi. <span style="color:#ff0000;"><em>Ekonomi kerakyatan</em></span> itu jelas berdasarkan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">konstitusi negara</span></em></span>, <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">koperasi</span></em></span>, <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">BUMN</span></em></span> dan<span style="color: #0000ff;"> <em>swasta</em></span>. Kalau<span style="color:#ff0000;"><em> ekonomi komando</em></span> itu 100 persen di tangan negara,&#8221; kata Fadli di Mega-Prabowo Media Center, Jakarta, Selasa (9/6).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Fadli, Rizal saat ini sedang mengalami kegalauan membantah <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">isu ekonomi kerakyatan</span></em></span> yang memang saat ini ternyata dibutuhkan rakyat. Fadli juga sempat menyindir soal <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">konsep ekonomi</span></em></span> jalan tengah yang diusung <span style="color:#ff0000;"><em>SBY-Boediono</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<span style="color:#ff0000;"><em>Ekonomi jalan tengah</em></span> itu merupakan perpanjangan dari <em><span style="color:#ff0000;">neoliberal</span></em>. Konsep itu hanya akan memperkuat ketergantungan Indonesia terhadap asing,&#8221; ungkap Fadli.</p>
<p style="text-align:justify;">Fadli mengingatkan, konsep ekonomi jalan tengah yang diusung SBY Boediono telah terbukti tidak berhasil diterapkan di Inggris untuk mengatasi <span style="color:#ff0000;"><em>krisis ekonomi</em></span>. Atas dasar itulah antara ekonomi jalan tengah dengan <span style="color:#ff0000;"><em>ekonomi neoliberal</em></span> adalah adik kakak.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Fadli%20Zon%3A%20Rizal%20Belajar%20Ekonomi%20Dulu&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F06%2F12%2Ffadli-zon-rizal-belajar-ekonomi-dulu%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/06/12/fadli-zon-rizal-belajar-ekonomi-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Main Mata&#8221; LSI-SBY Berboedi</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/06/11/main-mata-lsi-sby-berboedi/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/06/11/main-mata-lsi-sby-berboedi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 18:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[CSIS]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Riset LSI]]></category>
		<category><![CDATA[Fox]]></category>
		<category><![CDATA[Fox Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indra J Piliang]]></category>
		<category><![CDATA[JK-Wiranto]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan kampanye SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Kuskrido Ambardi]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Survei Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[LIPI]]></category>
		<category><![CDATA[LSI]]></category>
		<category><![CDATA[M Nurhasim]]></category>
		<category><![CDATA[margin of error]]></category>
		<category><![CDATA[Maruarar Sirait]]></category>
		<category><![CDATA[Mega Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati-Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[multistage random sampling]]></category>
		<category><![CDATA[opini pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[opini pilpres satu putaran]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[pengamat politik]]></category>
		<category><![CDATA[penggiringan opini]]></category>
		<category><![CDATA[positioning citra capres/cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[SBY Berboedi]]></category>
		<category><![CDATA[SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[simple random sampling]]></category>
		<category><![CDATA[tim konsultan SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Pemenangan JK-Wiranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1356</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;Main Mata&#8217; LSI-SBY Berboedi, Menyoal Independensi Hasil Survei
Oleh: Julian Edward &#38; Windi Widia Ningsih
INILAH.COM, Jakarta &#8211; Sigi Lembaga Survei Indonesia (LSI) terbaru melansir kemenangan buat pasangan SBY-Boediono. Angkanya pun fantastis untuk memenangi pilpres satu putaran yakni 70 persen. Ndilalahnya, LSI pun mengaku biaya survei ini ditanggung penuh konsultan kampanye SBY-Boediono, Fox Indonesia.
Survei LSI kali ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">&#8216;Main Mata&#8217; LSI-SBY Berboedi, Menyoal Independensi Hasil Survei</span><br />
Oleh: <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Julian Edward</span> </em></span>&amp; <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Windi Widia Ningsih</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://inilah.com/berita/politik/2009/06/05/112704/main-mata-lsi-sby-berboedi/"><span style="color:#ff00ff;"><em>INILAH.COM, Jakarta</em></span></a> &#8211; Sigi <span style="color:#ff0000;"><em>Lembaga Survei Indonesia</em></span> (<span style="color:#ff0000;"><em>LSI</em></span>) terbaru melansir kemenangan buat pasangan <span style="color:#ff0000;"><em>SBY-Boediono</em></span>. Angkanya pun fantastis untuk memenangi pilpres satu putaran yakni <span style="color:#ff0000;"><em>70 persen</em></span>. Ndilalahnya, LSI pun mengaku biaya survei ini ditanggung penuh <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">konsultan kampanye SBY-Boediono</span></em></span>, <span style="color:#ff0000;"><em>Fox Indonesia</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Survei LSI kali ini memang bertujuan mengungkap <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">positioning citra capres/cawapres</span></em></span>. Ada 8 kategori yang disusun yakni integritas (40%), empati (22%), kompetensi (20%), kecepatan (7%), variasi agama (3%), kombinasi latar belakang sipil-militer (3%), variasi kedaerahan (2%) dan aspek kepartaian (2%).</p>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya, pasangan <span style="color:#ff0000;"><em>SBY-Boediono</em></span> dinilai responden sebanyak 71% mendekati kriteria tersebut. Tempat kedua dan ketiga ditempati <span style="color:#ff0000;"><em>Megawati-Prabowo</em></span> 16% serta <span style="color:#ff0000;"><em>JK-Wiranto</em></span> 8%. Hanya 5 persen responden mengaku belum tahu. &#8220;Dari hasil survei terlihat kalau pemilu diadakan hari ini SBY-Boediono 70%, Mega-Prabowo 18%, JK-Wiranto 7%,&#8221; jelas <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Direktur Riset LSI</span></em></span>, <span style="color:#ff0000;"><em>Kuskrido Ambardi</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Penelitian ini dilakukan pada 25-30 Mei dengan mengambil tema ‘Isu-isu paling mendesak dan positioning citra capres-cawapres’. Sampel survei sebanyak 3.000 responden dengan teknik <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">multistage random sampling</span></em></span>. Sampel yang berhasil dan bisa dianalisis 2999. Dengan jumlah sampel ini, asumsi <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">simple random sampling</span></em></span>, <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">margin of error</span></em></span> sebesar +/-1,8% pada tingkat kepercayaan 95%.</p>
<p style="text-align:justify;">Fakta baru juga ikut dipaparkan pria yang akrab dipanggil Dodi itu. Menurutnya, <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">seluruh biaya ditanggung Fox Indonesia</span></em></span>. &#8220;Untuk survei ini, setahu saya dibiayai oleh Fox. Tapi lebih jauhnya bukan urusan saya. Saya mengurusi risetnya,&#8221; beber Dodi.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun dirinya menampik bila ada unsur campur tangan Fox dalam hasil penelitian lembaganya. Baginya, proses perencanaan dan penentuan instrumen survei tidak dipengaruhi oleh si pembiaya. &#8220;Jadi kita tidak mau diintervensi masalah data. Jadi kita hanya cari kekuatan dan kelemahan masing-masing pasangan calon. Karena sekarang elit yang paling membahas itu,&#8221; tuturnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Cukupkah dalih itu? Tidak. Tim sukses pasangan Mega Prabowo menilai survei tersebut jelas pesanan dari kubu jago Demokrat, SBY. &#8220;Kita harus tahu bahwa survei LSI ini dibiayai oleh Fox (Indonesia) dan Fox itu tim konsultan SBY. Saya melihat ada kecenderungan penggiringan opini oleh lembaga-lembaga survei yang mayoritas ada di tim SBY,&#8221; ucap anggota tim sukses Megawati-Prabowo, Maruarar Sirait.</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Survei ini dibiayai oleh Fox Indonesia, sedangkan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">fox itu kan mendukung SBY</span></em></span>. Jadi ini semacam <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">penggiringan opini</span></em></span>. Sementara kita tahu kalau konsistensi dan independensi dari lembaga survei itu penting,&#8221; ungkap anggota DPR itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dirinya mengakui survei ini akan menjadi masukan tim Mega Pro. Tetapi, skenario penggiringan <em><span style="color: #0000ff;">opini pilpres satu putaran</span></em> jelas terlihat dalam survei ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Pilpres masih ada 30 hari lagi, tetapi opini untuk menggiring satu putaran itu kuat sekali. Kenapa ini bisa terjadi? Pasti ada sinergisitas dari pihak-pihak tertentu yang kemudian berusaha mensosialisasikan ini ke masyarakat</span></em></span>,&#8221; ketus <span style="color:#ff0000;"><em>Maruarar</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal serupa juga dilontarkan <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Tim Pemenangan JK-Wiranto</span></em></span>. <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Jubir JK Win</span></em></span>, <span style="color:#ff0000;"><em>Indra J Piliang</em></span> berpendapat hasil survei LSI tidak lebih dari akal-akalan memenangkan SBY. &#8220;Hasil survei ini ada kamuflase. Karena ini dipesan Fox, kami curiga mereka ingin mengkondisikan, mengubah strategi kampanye yang kita pakai,&#8221; papar Indra.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Mantan peneliti CSIS</span></em></span> ini menilai <span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">sigi LSI</span></em></span> tidak lebih sebagai serangan yang akan meningkatkan elektabilitas. Meski dirinya menyayangkan ada lembaga survei yang mengaku kredibel malah mau melansir hasil penelitian pesanan. &#8220;Kita harus cerdas melihatnya, dan kami menyayangkan lembaga-lembaga survei di salah satu pihak tim sukses,&#8221; tegas Indra.</p>
<p style="text-align:justify;">Di mata<span style="color:#ffcc00;"><em> <span style="color: #0000ff;">pengamat politik dari LIPI</span></em></span> <span style="color:#ff0000;"><em>M Nurhasim</em></span>, faktor pendanaan memang tidak bisa dikesampingkan dalam survei. &#8220;<span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Ada kecenderungan untuk menyenangkan pihak yang memberi dana. Selain itu ada faktor lain, terkait strategi agar bisa menang pada pilpres dan hasil survei seperti ini bisa juga untuk melemahkan lawan-lawannya</span></em></span>,&#8221; urai Hasim.</p>
<p style="text-align:justify;">Ia menjelaskan sebelum SBY-Boediono deklarasi, LSI memang melakukan survei dan hasilnya &#8216;menyenangkan&#8217;. Kala itu, lanjut Hasim, hasilnya kontroversial dan terjadi perdebatan. &#8220;LSI ternyata memiliki survei tentang pasangan ini (SBY-Boediono) sebelum deklarasi dan elektabilitasnya 25 persen. Ini dapat membuat hasil surveinya tidak bisa dipercaya,&#8221; tandas dia.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffcc00;"><em><span style="color: #0000ff;">Pastinya, survei ini akan lebih meringankan kerja Fox dalam mengampanyekan SBY-Boediono.</span></em></span> Sebab, kesimpulan riset LSI ini setidaknya memberi penjelasan kenapa orang tidak mau memilih. &#8220;Dengan hasil survei ini, Fox dapat memasang strategi untuk memenangkan pasangan yang didukung,&#8221; tukas Hasim.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=%26%238220%3BMain%20Mata%26%238221%3B%20LSI-SBY%20Berboedi&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F06%2F11%2Fmain-mata-lsi-sby-berboedi%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/06/11/main-mata-lsi-sby-berboedi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Achmad Mubarok dan Klaim Politik &#8220;Santun&#8221; SBY</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/06/10/achmad-mubarok-dan-klaim-politik-santun-sby/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/06/10/achmad-mubarok-dan-klaim-politik-santun-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 00:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Gafur Sangaji]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Mubarok]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Muzani]]></category>
		<category><![CDATA[Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[capres incumbent]]></category>
		<category><![CDATA[good governance]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar UIN]]></category>
		<category><![CDATA[kubu Mega-Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[kubu SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Marzuki Alie]]></category>
		<category><![CDATA[Mubarok]]></category>
		<category><![CDATA[partai]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[partai santun]]></category>
		<category><![CDATA[PD]]></category>
		<category><![CDATA[Pegawai Negeri Sipil]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintahan bersih]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>
		<category><![CDATA[pengamat politik]]></category>
		<category><![CDATA[pengurus parpol]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[PNS]]></category>
		<category><![CDATA[Poempida Hidayatulloh]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen DPP PD]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen Partai Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[status PNS]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[Timkamnas Mega-Pro]]></category>
		<category><![CDATA[Undang-undang Parpol]]></category>
		<category><![CDATA[Undang-undang Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Undang-undang PNS]]></category>
		<category><![CDATA[UU Parpol]]></category>
		<category><![CDATA[UU Pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[wakil ketua umum]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Ketua Umum Demokrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1351</guid>
		<description><![CDATA[PD Terselip (Lagi) Soal Mubarok
Raden Trimutia Hatta &#38; Windi Widia Ningsih
INILAH.COM, Jakarta &#8211; Boleh jadi nama Achmad Mubarok dalam kancah perpolitikan Partai Demokrat di pentas nasional bisa disebut tokoh fenomenal. Tidak hanya karena komentar yang lugas, kali ini Mubarok bisa menyebabkan PD terselip langkah. Tak tanggung-tanggung, kini PD terancam masalah hukum.
Kisruh bermula ketika Tim Kampanye [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color:#ff0000;">PD Terselip (Lagi) Soal Mubarok</span><br />
Raden Trimutia Hatta &amp; Windi Widia Ningsih</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://indie.inilah.com/berita/politik/2009/06/10/114350/pd-terselip-(lagi)-soal-mubarok/"><em><span style="color:#ff00ff;">INILAH.COM, Jakarta</span></em></a> &#8211; Boleh jadi nama <em><span style="color:#ff0000;">A</span><span style="color:#ff0000;">chmad Mubarok</span></em> dalam kancah perpolitikan <em><span style="color:#ff0000;">Partai Demokrat</span></em> di pentas nasional bisa disebut tokoh fenomenal. Tidak hanya karena komentar yang lugas, kali ini Mubarok bisa menyebabkan PD terselip langkah. Tak tanggung-tanggung, kini PD terancam masalah hukum.</p>
<p style="text-align: justify;">Kisruh bermula ketika <span style="color: #0000ff;"><em>Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono</em></span> mencopot nama <span style="color: #0000ff;"><em>Wakil Ketua Umum PD</em></span> dari daftar. Hal itu tertuang dalam surat bernomor <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">08/TIMKAMNAS/VI/2009</span> </span></em>tertanggal 1 Juni 2009. Terhitung 2 Juni, posisi Mubarok dalam daftar anggota Tim Kampanye SBY-Boediono digantikan <em><span style="color:#ff0000;">Achdari</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Sekjen DPP PD</em></span> <em><span style="color:#ff0000;">Marzuki Alie </span></em>mengakui pihaknya mencoret nama Mubarok. Alasannya, <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Guru Besar UIN</span> </span></em>itu masih berstatus <span style="color: #0000ff;"><em>Pegawai Negeri Sipil (PNS)</em></span>. &#8220;Kalau Pak Mubarok itu kan masih PNS, jadi karena takut melanggar jadi kita tidak masukan tapi hanya mendampingi dari luar saja,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, dirinya membantah bila keberadaan Mubarok melanggar <span style="color: #0000ff;"><em>UU Parpol</em></span>. Langkah ini diambil untuk menghindari adanya pelanggaran terhadap <span style="color: #0000ff;"><em>UU Pilpres</em></span>. &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Undang-Undang pilpres secara nyata menegaskan PNS tidak boleh jadi tim sukses makanya Mubarok diganti. Tapi kalau Undang-Undang parpol itu tidak melarang PNS masuk parpol</em></span>,&#8221; cetusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setahu Marzuki, keberadaan Mubarok dalam partai besutan <em><span style="color:#ff0000;">SBY</span></em> itu <em><span style="color:#ff0000;">hanyalah melanggar</span></em> <span style="color: #0000ff;"><em>UU 43/1999 tentang PNS</em></span>. Sebab, aturan hukum itu memang jelas melarang PNS menjadi anggota parpol. &#8220;Persoalan PNS menjadi pengurus parpol itu kan <span style="color: #0000ff;"><em>Undang-Undang PNS</em></span> yang melarang. Kalau <span style="color: #0000ff;"><em>Undang-Undang Parpol</em></span> tidak ada larangan itu. Artinya Demokrat sebagai parpol mengacu pada Undang-Undang Parpol. Kalau soal Mubarok langgar UU PNS itu urusan pribadinya,&#8221; dalihnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain <span style="color: #0000ff;"><em>UU 43/1999</em></span>, <span style="color: #0000ff;"><em>Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2004</em></span> juga tegas <span style="color: #0000ff;"><em>melarang PNS menjadi anggota maupun pengurus parpol</em></span>. Menurut ketentuan tersebut, <span style="color: #0000ff;"><em>PNS yang menjadi anggota maupun pengurus parpol dapat diberhentikan sebagai PNS</em></span>. Pemberhentian tersebut dapat dilakukan dengan tidak hormat.</p>
<p style="text-align: justify;">Mubarok sendiri berkilah sudah pensiun dari status PNS. Ketika ditanya kapan akhir masa tugas sebagai abdi negara, ia tidak menjawab tegas. &#8220;Saya sudah pensiun,&#8221; ujarnya singkat sebelum mengakhiri percakapan melalui telepon.</p>
<p style="text-align: justify;">Sontak saja, fakta terbaru ini membuat <em><span style="color:#ff0000;">kubu SBY</span></em> dihujani kritik. Status PNS yang melekat kepada Mubarok seakan menjadi pembenaran kubu SBY selama ini telah melanggar hukum. &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Achmad Mubarok mundur sebagai tim kampanye karena sebagai PNS, kalau demikian berarti selama ini sudah lama sekali melanggar hukum karena menjadi Wakil Ketua Umum Demokrat. Padahal undang-undang melarang PNS menjadi pengurus Parpol</em></span>,&#8221; kata <em><span style="color:#ffcc00;"><span style="color: #0000ff;">Jubir JK-Wiranto</span> </span><span style="color:#ff0000;">Poempida Hidayatulloh.</span></em></p>
<p style="text-align: justify;">Ia mengaku miris mendengar bukti menghebohkan dari kubu Demokrat. Sebab, selama ini Demokrat menyitrakan diri sebagai <span style="color: #0000ff;"><em>partai santun</em></span> dengan <span style="color: #0000ff;"><em>menjunjung good governance</em></span>. &#8220;Demokrat adalah partai yang berkuasa dan selama ini gembar-gembor menegakkan pemerintahan bersih. Tapi kok ternyata ada PNS yang jadi pengurus di partainya, Sungguh tragis,&#8221; ketus Poempida.</p>
<p style="text-align: justify;">Kubu Mega-Prabowo pun angkat bicara. Demokrat diminta bertanggung jawab dengan terkuaknya <span style="color: #0000ff;"><em>status PNS Mubarok</em></span>. &#8220;Mestinya presiden itu tahu. Kita saja baru tahu, masak presiden tidak tahu,” ujar<em><span style="color:#ffcc00;"> <span style="color: #0000ff;">anggota Timkamnas Mega-Pro</span></span></em> <em><span style="color:#ff0000;">Ahmad Muzani</span></em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Sekjen Partai Gerindra</em></span> itu juga mengaku heran mengapa PD baru menyadari status PNS Mubarok. Apalagi, jabatannya pun tidak sembarang di tubuh partai yakni <span style="color: #0000ff;"><em>wakil ketua umum</em></span>. “Saya nggak tahu siapa yg harus dipidanakan. Mestinya bisa, karena ini melanggar undang-undang,” tandasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut pengamat politik <em><span style="color:#ff0000;">Abdul Gafur Sangaji</span></em>, kasus Mubarok tidak lagi bisa dianggap main-main. Seharusnya, SBY sebagai kepala negara sekaligus ketua dewan penasihat memecat Mubarok. &#8220;Ini yang harus bertanggung jawab adalah SBY karena dia sebagai kepala negara yang harusnya menegakkan disiplin para PNS. Ini tidak etis, SBY membiarkan anak buahnya menjabat 2 jabatan sekaligus,&#8221; tegas Gafur.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Mencuatnya kasus ini, di mata Gafur, menunjukkan SBY tidak jujur kepada publik.</em></span> Karena itu, <span style="color: #0000ff;"><em>capres incumbent</em></span> itu harus segera mengklarifikasi kasus ini. &#8220;Ini luar biasa fatalnya, <span style="color: #0000ff;"><em>SBY sudah berbohong dan melanggar UU</em></span>,&#8221; cetusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mubarok memang cukup fenomenal. Ia terkenal gara-gara prediksinya yang menyebut Golkar hanya akan mendapat 2,5 persen suara dalam Pemilu legislatif. Setelah itu, ia juga menuai kritik ketika menyebut hanya 1 persen di tangan Tuhan terkait kemungkinan adanya perubahan nama cawapres SBY.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Dan kali ini, Mubarok kembali menyandung partainya. Akankah kasus ini hanya berlalu bak angin bertiup atau akan ada keputusan tegas terkait status keanggotaan baik di Demokrat maupun PNS? Jawabannya kita lihat saja nanti. </em></span></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Achmad%20Mubarok%20dan%20Klaim%20Politik%20%26%238220%3BSantun%26%238221%3B%20SBY&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F06%2F10%2Fachmad-mubarok-dan-klaim-politik-santun-sby%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/06/10/achmad-mubarok-dan-klaim-politik-santun-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
