<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Vara Jambak &#187; Yahudi</title>
	<atom:link href="http://www.varajambak.com/tag/yahudi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.varajambak.com</link>
	<description>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 14:34:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>vjambak@varajambak.com ()</managingEditor>
		<webMaster>vjambak@varajambak.com()</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>On Minangkabau, matriarchy, Islam, patriarchy, politics and culture</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>vjambak@varajambak.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Vara Jambak</title>
			<link>http://www.varajambak.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Hubungan cinta antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat Minangkabau</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/05/09/hubungan-cinta-antara-laki-laki-dan-perempuan-dalam-masyarakat-minangkabau/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/05/09/hubungan-cinta-antara-laki-laki-dan-perempuan-dalam-masyarakat-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 22:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Matri/Patri]]></category>
		<category><![CDATA[agama-agama patriarkal]]></category>
		<category><![CDATA[agama-agama semitis]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Arab/Islam]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Hindu/Budha India]]></category>
		<category><![CDATA[budaya Kristen/Barat]]></category>
		<category><![CDATA[budaya matriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[budaya patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[Budha]]></category>
		<category><![CDATA[controlling]]></category>
		<category><![CDATA[derajat kepatriarkalan]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi budaya]]></category>
		<category><![CDATA[gender equality]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa]]></category>
		<category><![CDATA[jihad Islam]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok Padri]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok-kelompok penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[kontrol]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[manipulasi]]></category>
		<category><![CDATA[maskulinis]]></category>
		<category><![CDATA[matriarki]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[niscaya alam]]></category>
		<category><![CDATA[patriarkalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[patriarki]]></category>
		<category><![CDATA[patriarki-maskulinis]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa agama]]></category>
		<category><![CDATA[percampuran budaya]]></category>
		<category><![CDATA[persaingan]]></category>
		<category><![CDATA[Suharo]]></category>
		<category><![CDATA[Sukarno]]></category>
		<category><![CDATA[superioritas laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[terpatriarkalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.varajambak.com/?p=1234</guid>
		<description><![CDATA[


Saudara Adhiguna Mahendra yang orang Jawa dan yang bekerja di negara Perancis sebagai Insinyur, mengajukan pertanyaan berikut kepada saya. Saudara Adhiguna ini juga yang pernah mengajukan pertanyaan mengenai apakah Eropa itu berbudaya patriarkat atau matriarkat.
Berikut pertanyaannya:
Hello mbak Vara,
Saya yang dulu tanya mengenai  matriarki di Eropa. Anda memang memiliki pengetahuan yang luar biasa sekali  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;margin: 12px;"><script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4808480940768749";
/* 468x60, created 4/9/09 */
google_ad_slot = "2872038909";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script></div><p style="text-align:justify;">Saudara <a href="http://www.machine-vision-adhiguna.blogspot.com/"><em><span style="color:#ff00ff;">Adhiguna Mahendra</span> </em></a>yang orang Jawa dan yang bekerja di negara Perancis sebagai Insinyur, mengajukan pertanyaan berikut kepada saya. Saudara Adhiguna ini juga yang pernah mengajukan pertanyaan mengenai <a href="http://moendg07.wordpress.com/2008/08/09/eropa-dan-amerika-serikat-di-antara-patriarchat-dan-matriarchat/"><em><span style="color:#ff00ff;">apakah Eropa itu berbudaya patriarkat atau matriarkat</span></em></a>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #3366ff;"><em>Berikut pertanyaannya:</em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hello mbak Vara,</p>
<p style="text-align: justify;">Saya yang dulu tanya mengenai  <span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#ff0000;"><em>matriarki</em></span> </span>di Eropa. Anda memang memiliki pengetahuan yang luar biasa sekali  mengenai <span style="color:#ff0000;"> <em>matriarki</em></span>/<span style="color:#ff0000;"><em>patriarki</em> </span>ini. Saya ingin sekali ngobrol dan bertanya banyak pada anda. Saya pingin tanya, saya itu orang Jawa asli, dari keluarga  <span style="color:#ff0000;">p<em>atriarki-maskulinis-sejat</em></span><em><span style="color:#ff0000;">i</span></em>. Ayah dan paman-paman saya semuanya <em><span style="color:#ff0000;">maskulinis</span></em> sejati yang menjunjung tinggi <span style="color:#ff0000;"><em>superioritas pria</em></span>.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini punya tunangan (di Indonesia), <em><span style="color:#ff0000;">Minangkabau</span></em> sejati seperti anda, mandiri dan cerdas. Menurut anda, apakah perempuan Minangkabau itu cenderung <span style="color: #3366ff;"><em>controlling</em></span> nggak? soalnya saya penasaran sama budaya Minangkabau.  Dimana saya dengar-dengar  pria-nya banyak yang sengsara disana.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau tunangan saya sih bilangnya, dia menyerahkan saya sebagai Imamnya (Islamnya dia kuat sekali). But <em>who knows</em> siapa tau dia jadi <span style="color: #3366ff;"><em>controlling</em></span>, kan nakutin juga. Saya nggak biasa aja dengan kondisi dikontrol wanita. Sebagai cowok Jawa, mau ditaruh dimana muka saya (terutama sama keluarga, ibu dan bapak saya). Saya pribadi menjunjung tinggi <span style="color: #3366ff;"><em>gender equality</em></span>. Tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #3366ff;"><em>Dan berikut ini adalah tanggapan saya:</em></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin tampak luar laki-laki Jawa sepertinya sangat <span style="color:#ff0000;"><em>patriarchal</em> </span>dan <em><span style="color:#ff0000;">maskulinis</span></em>, seperti yang anda bilang. Tapi tidak semua orang Jawa demikian. Laki-laki Jawa dan budaya Jawa memang jelas jauh lebih  <em><span style="color:#ff0000;">patriarchal</span></em> daripada orang ataupun budaya Minangkabau. Tapi jangan salah, orang Jawapun dulunyapun adalah masyarakat matriarchal juga. Setelah dijajah India (dengan <em><span style="color:#ff0000;">kebudayaan Hindu/Budhanya</span></em>) yang dibarengi dengan peristiwa penyerangan dan pembantaian yang jauh lebih dahsyat dari <span style="color: #3366ff;"><em>jihad Islam kelompok Padri</em></span> terhadap orang Minangkabau, dan yang diikuti dengan bermunculannya kerajaan Hindu/budha di pulau Jawa, mulailah sedikit demi sedikit  budaya Jawa (zaman itu) berubah meniru <span style="color: #3366ff;"><em>budaya Hindu/Budha India</em></span> tersebut. Sebagaimana layaknya budaya Minangkabau yang berubah sedikit demi sedikit mengikuti <span style="color: #3366ff;"><em>budaya Arab/Islam</em></span>, yang masih kita bisa saksikan sekarang ini. Akan tetapi perubahannya sampai sekarang masih belum sepenuhnya dan setiap daerah di pulau Jawa belum terpatriarkalisasi secara sama rata. Masih terlihat perbedaan-perbedaan dalam <span style="color: #3366ff;"><em>derajat kepatriarkalannya</em></span>. Akan tetapi, secara umum kita bisa katakan bahwa masyarakat Jawa adalah masyarakat patriarkal dan merupakan masyarakat yang paling patriarkal di Indonesia. Seorang <span style="color: #3366ff;"><em>diktator</em></span> seperti <em><span style="color:#ff0000;">Sukarno</span></em> atau <em><span style="color:#ff0000;">Suharto</span></em> tidak akan muncul dari <span style="color: #3366ff;"><em>budaya matriarkat</em></span> seperti budaya Minangkabau, melainkan dari <span style="color: #3366ff;"><em>budaya patriarkat</em></span>. Hal ini disebabkan oleh konsep kekuasaan yang begitu kental pada masyarakat Jawa yang dalam hal ini sangat patriarkal.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulu orang Jawa dan Minangkabau (entah dulu apa namanya) adalah sama-sama matriarchal. Sampai kini di banyak tempat di Jawa, masih saya lihat orang Jawa yang menganut nilai-nilai matriarchal itu walaupun tidak sekuat orang Minangkabau ataupun sudah tinggal kulit-kulitnya. Banyak praktek-praktek ataupun satuan-satuan budaya yang masih ada yang belum <em><span style="color:#ff0000;">terpatriarkalisasi</span></em>, walaupun sepertinya tidak terlihat di permukaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Perempuan Minangkabau cenderung mandiri dan berdiri sendiri (tegar). Kalau soal <span style="color: #3366ff;"><em>controlling</em></span> dan/atau manipulasi tidak. Orang Minangkabau baik laki-laki maupun perempuannya sebenarnya tidak terbiasa denga <span style="color: #3366ff;"><em>kontrol-mengontrol</em></span> ataupun <span style="color: #3366ff;"><em>manipulasi</em></span>. Karena hubungan antara setiap satuan masyarakat atau keluarga tidaklah berdasarkan pada kekuasaan, persaingan maupun penguasaan. Budaya matriarchal bukan budaya &#8220;<em>perempuan menguasai (mengontrol) laki-laki</em>&#8221; atau budaya &#8220;<em>kekuasaan Ibu</em>&#8221; seperti banyak disalahartikan selama ini, melainkan budaya yang mengedepankan hubungan kasih antara Ibu dan anak (<span style="color:#ff0000;"><em>matri</em></span> dari kata <em><span style="color: #ff0000;">matriarchat</span></em> berarti Ibu). Ini dalam hubungannya dengan anak. Dan bukannya dengan Bapak atau pada ketertundukan pada Bapak. Entah Bapak di dalam keluarga patriarkal yang berlaku seperti Raja dan Tuhan yang harus disembah dan dituruti oleh istri dan anakanaknya, atau Bapak dalam fungsinya sebagai raja/diktator/penguasa yang harus disembah oleh semua orang yang berada di bawah kekuasaannya, ataupun Bapak sebagai Bapak pendeta/Bapak Da&#8217;i/Bapak Kyai/Buya (kata Minangkabau yang berasal dari bahasa Arab yang juga berarti Bapak) dalam fungsinya sebagai <span style="color: #3366ff;"><em>penguasa agama</em></span> yang harus disembah dan dituruti oleh orang yang berada di bawah kekuasaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Budaya kontrol-mengontrol dan manipulasi adalah budaya patriarchal, entah itu budaya Hindu/Budha India, Kristen/Barat, Islam Arab, ataupun budaya Jawa yang sangat kental pengaruh Hindunya. Dalam budaya patriarkal, setiap orang ingin memanipulasi atau mengontrol orang lainnya, karena pandangan hidupnya yang berdasarkan pada kekuasaan, persaingan dan kontrol. Sifat ini tidak hanya berlaku untuk laki-laki, melainkan juga untuk perempuan. Tidak hanya laki-laki ingin mengontrol dan memanipulasi perempuan. Perempuan juga melakukan hal yang sama terhadap laki-laki, walaupun dalam batas-batas yang mungkin bisa mereka dapatkan, karena budaya patriarkal yang jelas-jelas merendahkan, menistakan dan meminggirkan kaum perempuan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai tunangan anda yang mengatakan anda adalah Imamnya. Yah, memang sudah banyak orang Minang yang sudah sangat terpengaruh dengan Islam dan mulai menerapkan konsep dari <span style="color: #3366ff;"><em>agama-agama semitis</em></span> (Yahudi, Kristen, Islam) bahwa laki-laki adalah &#8220;<em>kepala</em>&#8221; daripada perempuan sebagai Istri yang dalam bentuk ekstrimnya harus disembah layaknya Tuhan dan raja oleh perempuan yang disebut sebagai &#8220;sang istri&#8221; ini. Konsep ini juga ada pada agama Hindu dan Budha bahkan sangat kental, karena asal muasal <span style="color: #3366ff;"><em>agama-agama patriarchal </em></span>itu memang sama, hanya mengalami <span style="color: #3366ff;"><em>evolusi dan proses percampuran budaya</em></span> dengan budaya setempat yang &#8220;dikunjunginya&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Soal kontrol-mengontrol, seperti saya sudah saya katakan sebelumnya, tidak usah ditakutkan. Masyarakat Minang masih sangat matriarkal, walaupun sudah mengalami patriarkalisasi di sana-sini. Hanya satu yang tidak bisa anda ganggu gugat, hubungan si Dia (sebagai Ibu) kepada anak kalian berdua nantinya. Dalam budaya Minangkabau dan budaya matriarkat pada umunya, laki-laki terutama dari pihak Ibu diharapkan untuk mendukung kaum Ibu (perempuan) dalam membesarkan anak-anak, tapi bukan sebagai penguasa keluarga atau sebagai penguasa daripada anak-anak ataupun istri. Hubungan antara Ibu dan anak-anaknya serta hubungan kasih sayang dan cinta berahi antara laki-laki dan perempuan dalam budaya matriarkal adalah dua jenis hubungan yang berbeda dan terpisah, dan tidak bercampur-campur seperti dalam budaya patriarkal, di mana Bapak berlaku sebagai penguasa daripada perempuan yang berlaku sebagai istri, dan anak-anaknya. Para perempuan ini, dalam hubungan kekuasaan ini, diputuskan hubungan alaminya dengan anak-anak mereka yang merupakan darah daging mereka, yang telah dikandungnya, dilahirkannya, disusuinya dan dibesarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Urusan anak-anak adalah urusan perempuan sebagai Ibu, dan karenanya keluarga dari pihak Ibu, karena alam yang telah mengatur begitu. Seperti telah dikatakan di atas, perempuanlah yang mengandung anak-anak dan yang melahirkan mereka, dan karenanya anak adalah selalu bagian daripada Ibu, secara fisik maupun psikis. Itu inti daripada budaya matriarchal, pengakuan atas hal-hal yang alami. Dan satu lagi, karena budaya Minangkabau yang tidak mengenal kontrol-mengontrol, perempuan Minang juga tidak suka dikontrol oleh laki-laki. Jadi anda harus hargai kebebasaannnya. Bagi orang Minangkabau hubungan laki-laki dan perempuan adalah hubungan kasih sayang dan cinta berahi dan bukan hubungan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">raja</span></em>&#8221; dengan &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">kawulo</span></em>&#8220;nya seperti banyak terjadi dalam hubungan laki-laki dan perempuan dalam budaya patriarchal. Itu saja. Tidak lebih tidak kurang. Tentu saja konsep ini sedikit demi sedikit sudah mengalami pergeseran, karena banyaknya budaya-budaya patriarkal dari bermacam-macam agama dan ideologi yang telah dan terus berusaha menggantikan ataupun menghapuskan budaya Minangkabau dari muka bumi. Jadi tampaknya andalah yang harus belajar untuk tidak mengontrol si Dia <img src='http://www.varajambak.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Mengenai cerita-cerita mengenai betapa malangnya laki-laki Minangkabau, anda tidak perlu percaya kisah itu. Anda bisa baca dan lihat bagaiman peran laki-laki Minang di segala bidang dan di banyak negara. Hal itu tidak akan mungkin terjadi kalau laki-laki benar-benar &#8220;ditindas&#8221;. Coba saja anda lihat keadaan perempuan dalam budaya patriarkal yang direndahkan, dihina, diperkosa, dipukuli, dipoligami, dan lain-lain perbuatan biadab. Laki-laki Minang dan orang-orang bukan Minang, memang banyak menyebarkan cerita mengenai betapa &#8220;malangnya laki-laki Minang&#8221;, tanpa melihat dan mengkaji apa yang telah dilakukan oleh budaya Minangkabau yang matriarkal terhadap kaum laki-lakinya dan juga perempuannya dan bagaiman laki-laki dan perempuan diperlakukan dalam budaya patriarkal.</p>
<p style="text-align:justify;">Cerita-cerita miring memang sudah banyak dibuat dan disebarkan dengan tujuan yang sama saja dari dulu, sejak beribu-ribu tahun yang lalu, yaitu menghancurkan budaya matriarkal dan menghilangkannya dari muka bumi. Dari hasil penelitian saya mengeai budaya patriarkat dan matriarkat, dalam budaya patriarkat sebenarnya kaum laki-lakilah, yang tidak termasuk dalam kelompok yang disebut sebagai &#8220;<em><span style="color:#ff0000;">kelompok elit</span></em>&#8220;, yang menjadi korban paling utama dari tatanan masyarakat ini. Hal ini terutama berlaku bagi anak laki-lakinya maupun laki-laki remajanya. Dan perlu diingat juga <span style="color: #3366ff;"><em>kelompok bukan elit</em></span> adalah kelompok terbesar dari keseluruhan kaum laki-laki.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam budaya patriarkal, laki-laki diberi ilusi sebagai Tuhan dan raja daripada perempuan (yang disebut sang istri) dan anak-anaknya di dalam keluarga patriarkal yang terdiri dari keluarga kecil ini, untuk menutupi bahwa sesungguhnya merekalah yang ditindas oleh kelompok laki-laki yang merupakan &#8220;<span style="color:#ff0000;"><em>kelompok elit</em></span>&#8220;, yang merupakan kelompok-kelompok penguasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Budaya matriarkal menjunjung &#8220;<span style="color: #3366ff;"><em>gender equality</em></span>&#8220;, tapi tidak dalam hal urusan antara perempuan sebagai Ibu dan anak-anaknya, karena itu soal peran yang sudah diberikan alam yang merupakan salah satu dari sedikit hal-hal yang &#8220;tidak sama (not equal)&#8221; dalam <em><span style="color:#ff0000;">niscaya alam</span></em>, yang membuat dua jenis manusia yang dikenal sebagai laki-laki dan perempuan ini berbeda. Kalau anda katakan anda menjunjung &#8220;<span style="color: #3366ff;"><em>gender equality</em></span>&#8221; dan sudah menunjukkan bahwa anda telah memahami perbedaan-perbedaan daripada  budaya matriarkat dan patriarkat ini, maka anda itu sebenarnya itu sudah mulai menjadi matriarkal. <img src='http://www.varajambak.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Hubungan%20cinta%20antara%20laki-laki%20dan%20perempuan%20dalam%20masyarakat%20Minangkabau&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F05%2F09%2Fhubungan-cinta-antara-laki-laki-dan-perempuan-dalam-masyarakat-minangkabau%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/05/09/hubungan-cinta-antara-laki-laki-dan-perempuan-dalam-masyarakat-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bulgaria dan Para Dewi</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/03/16/bulgaria-dan-para-dewi/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/03/16/bulgaria-dan-para-dewi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 01:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[culture]]></category>
		<category><![CDATA[Anelia]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Balkan]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Bulgaria]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[Chalga]]></category>
		<category><![CDATA[Desi Slava]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Ilmu Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dewi Sofia]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa Timurr]]></category>
		<category><![CDATA[Eurasia]]></category>
		<category><![CDATA[imperium]]></category>
		<category><![CDATA[Jahwe]]></category>
		<category><![CDATA[Jehovah]]></category>
		<category><![CDATA[kekaisaran]]></category>
		<category><![CDATA[kekhalifahan Usmaniah]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[laut hitam]]></category>
		<category><![CDATA[matriarkal]]></category>
		<category><![CDATA[matrilineal]]></category>
		<category><![CDATA[Niniak]]></category>
		<category><![CDATA[pegunungan Balkan]]></category>
		<category><![CDATA[pegunungan Rila]]></category>
		<category><![CDATA[pegunungan Rodopen]]></category>
		<category><![CDATA[Sofi Marinova]]></category>
		<category><![CDATA[Turki]]></category>
		<category><![CDATA[Valia Balkanska]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah lagu-lagu menarik yang saya pilihkan dari budaya Bulgaria dari Desi Slava, Anelia, Sofi Marinova dan Valia Balkanska.

Valia Balkanska &#8211; Izlel e Delio Haidutin
Bulgaria adalah negara kecil yang indah di wilayah Balkan di Eropa Timur yang berpenduduk hanya 7,8 juta jiwa. Meskipun begitu mereka tidaklah termasuk negara miskin. Dengan letak negaranya yang strategis di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berikut adalah lagu-lagu menarik yang saya pilihkan dari budaya Bulgaria dari Desi Slava, Anelia, Sofi Marinova dan Valia Balkanska.</p>
<p style="text-align: center;"><object width="425" height="344" data="http://www.youtube.com/v/Ipb_xzcCs6I&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/Ipb_xzcCs6I&amp;hl=en&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffcc00;">Valia Balkanska &#8211; Izlel e Delio Haidutin</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bulgaria adalah negara kecil yang indah di wilayah Balkan di Eropa Timur yang berpenduduk hanya 7,8 juta jiwa. Meskipun begitu mereka tidaklah termasuk negara miskin. Dengan letak negaranya yang strategis di Laut Hitam, Bulgaria mendapat pemasukan yang besar dari sektor pariwisatanya yang menawarkan tempat-tempat liburan yang beraneka ragam mulai dari pantai-pantai indah sepanjang laut hitam, daerah pegunungan seperti pegunungan Rila, Rodopen dan pegunungan Balkan, sungai-sungai maupun danau serta tempat-tempat untuk olahraga musim dingin seperti ski.</p>
<p style="text-align: center;"><object width="425" height="344" data="http://www.youtube.com/v/5r6-o1lpJHU&amp;hl=de&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/5r6-o1lpJHU&amp;hl=de&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffcc00;">Aneliq &#8211; Vsichko vodi kim teb</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bulgaria merupakan pusat daripada budaya matriarkal Eropa Kuno sebelum datangnya berlapis-lapis penyerangan bangsa-bangsa patriarkal dari berbagai masa. Bulgaria berada di bawah kekuasaan kekhalifahan Usmaniah selama kurang lebih 500 tahun. Kekhalifahan Usmaniah dibangga-banggakan oleh orang-orang Islam dunia sebagai &#8220;masa keemasan Islam&#8221;. Entah apa yang dimaksud dengan &#8220;keemasan&#8221; itu tampaknya harus diperjelas. &#8220;Zaman Keemasan&#8221; untuk siapa dan &#8220;zaman keemasan&#8221; seperti apakah yang dimaksud?</p>
<p style="text-align: justify;">Kekhalifahan dalam bahasa Arab adalah bentuk kekuasaan yang sama dengan istilah-istilah lainnya seperti kekaisaran, imperium, kerajaan dan lainnya. Kekuasaan ini ditopang oleh perbuatan-perbuatan biadab dan tidak manusiawi seperti pembunuhan, pembantaian, peperangan, pemerkosaan, penghancuran, pemaksaan pandangan hidup dan lain-lain, yang sekali lagi adalah merupakan perilaku daripada budaya patriarkal apapun namanya dan bangsa manapun yang melakukannya. Kalau kita mendengarkan orang Bulgaria berbicara akan terlihat kebencian daripada orang-orang ini terhadap orang-orang Turki yang telah menjajah tanah Bulgaria selama 500 tahun, memperkosai perempuan-perempuan Bulgaria, dan lain-lain perbuatan biadab.</p>
<p style="text-align: center;"><object width="425" height="344" data="http://www.youtube.com/v/5r6-o1lpJHU&amp;hl=de&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/5r6-o1lpJHU&amp;hl=de&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffcc00;">Desi Slava &#8212; Prosto Zabravi</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bulgaria sebagai sebuah satuan budaya tidaklah benar-benar tercerabut dari warisan budaya matriarkalnya yang berasal dari budaya matriarkal Eropa kuno. Jejak-jejak kekuasaan yang datang silih berganti ke tanah Bulgaria memang terlihat bercampurnya budaya patriarkal dari banyak bangsa di Eurasia yang bercampur dengan jejak-jejak budaya matriarkal Eropa kuno ini. Sofia, ibukota Bulgaria, diberi nama berdasarkan nama Dewi Sofia, yaitu Dewi Ilmu Pengetahuan dalam budaya Eropa yang juga dikenal sebagai nenek (niniak) daripada Jehovah atau Jahwe yang dikenal oleh banyak orang sebagai Tuhan daripada orang Yahudi. <img src='http://www.varajambak.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Di pusat kota Sofia dapat dilihat patung Dewi Sofia yang menjadi lambang negara  ini.</p>
<p style="text-align: center;"><object width="425" height="344" data="http://www.youtube.com/v/5r6-o1lpJHU&amp;hl=de&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/5r6-o1lpJHU&amp;hl=de&amp;fs=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ffcc00;">Sofi Marinova &#8211; Buryta v Sirceto Mi</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Para Diva Bulgaria di atas adalah dewi-dewi modern di mata saya, yang melambangkan dewi kecantikan, dewi keindahan maupun dewi cinta. Dewi-dewi bersuara emas dari dua generasi dan dua jenis musik, tradisional dan modern. Chalga adalah jenis musik di Bulgaria serupa dengan dangdut yang merupakan musik pop tradisional yang terasa pengaruh Turkinya dan oleh karenanya pengaruh Arabnya. Pengaruh budaya Arab di Bulgaria masuk lewat penjajahan Turki. Akan tetapi Bulgaria sebagai satuan budaya berdiri sendiri dan tidak berusaha menjiplak budaya Turki tidak seperti segelintir orang Indonesia yang menunduk-nunduk dan membungkuk-bungkuk di depan budaya Arab dan orang Arab.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Bulgaria%20dan%20Para%20Dewi&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F03%2F16%2Fbulgaria-dan-para-dewi%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/03/16/bulgaria-dan-para-dewi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deklarasi Balfour</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/02/11/deklarasi-balfour/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/02/11/deklarasi-balfour/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 16:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Arab vs Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Arthur James Balfour]]></category>
		<category><![CDATA[Balfour]]></category>
		<category><![CDATA[Balfour Declaration]]></category>
		<category><![CDATA[Deklarasi Balfour]]></category>
		<category><![CDATA[divide and conquer]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam vs Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[kerajaan Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Walter Rothschild]]></category>
		<category><![CDATA[para patriarch]]></category>
		<category><![CDATA[patriarch]]></category>
		<category><![CDATA[patriarch Rothschild]]></category>
		<category><![CDATA[patriarchal]]></category>
		<category><![CDATA[raja George V]]></category>
		<category><![CDATA[Rothschild]]></category>
		<category><![CDATA[Serikat Zionis]]></category>
		<category><![CDATA[tanah Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Zionis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[Deklarasi Balfour (Ing. Balfour Declaration) adalah dokumen resmi yang ditengarai sebagai dukungan resmi atau &#8220;lampu hijau&#8221; bagi terbentuknya negara Israel. Ditandatangani pada tanggal 2 Nopember 1917  oleh Mentri Luar Negeri Inggris pada masa itu yaitu Arthur James Balfour, surat pernyataan ini disampaikan kepada Lionel Walter Rotschild seorang bangsawan Inggris yang merupakan salah seorang anggota daripada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Deklarasi Balfour</strong></span> (Ing. <span style="color:#ff0000;"><em>Balfour Declaration</em></span>) adalah dokumen resmi yang ditengarai sebagai dukungan resmi atau &#8220;lampu hijau&#8221; bagi terbentuknya negara <em><span style="color:#ff0000;">Israel</span></em>. Ditandatangani pada tanggal 2 Nopember 1917  oleh Mentri Luar Negeri <em><span style="color:#ff0000;">Inggris</span></em> pada masa itu yaitu <span style="color: #0000ff;"><em>Arthur James Balfour</em></span>, surat pernyataan ini disampaikan kepada <span style="color: #0000ff;"><em>Lionel Walter Rotschild</em></span> seorang bangsawan <em><span style="color:#ff0000;">Inggris</span></em> yang merupakan salah seorang anggota daripada dinasti perbankan Inggris yaitu <span style="color: #0000ff;"><em>keluarga Rothschild</em> </span>(baca: <strong><span style="color:#ff0000;">para patriarch Rothschild</span></strong>).</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah kutipan surat tersebut dalam bahasa Inggris (bisa dibaca di website <em><a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/in_depth/middle_east/israel_and_the_palestinians/key_documents/1682961.stm"><span style="color: #ff9900;">BBC</span></a></em>):</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #0000ff;"><em>Foreign Office</em></span></p>
<p><em>November 2nd, 1917 </em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #0000ff;"><em>Dear Lord Rothschild, </em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>I have much pleasure in conveying to you. on behalf of His Majesty&#8217;s Government, the following declaration of sympathy with Jewish Zionist aspirations which has been submitted to, and approved by, the Cabinet: </em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>His Majesty&#8217;s Government view with favour the establishment in Palestine of a national home for the Jewish people, and will use their best endeavours to facilitate the achievement of this object, it being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country. </em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>I should be grateful if you would bring this declaration to the knowledge of the Zionist Federation. </em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Yours,</em></span></p>
<p><em>Arthur James Balfour </em></p>
<p>Dan berikut adalah terjemahan bebas dari saya:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #0000ff;"><em>Kantor kementrian Luar Negri</em></span></p>
<p><em>2 Nopember 1917</em></p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #0000ff;"><em>Yang terhormat Bapak Bangsawan Rothschild,</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Dengan senang hati saya sampaikan, atas nama pemerintahan kerajaan daripada Yang Dipertuan Agung Raja Inggris (pada saat itu Raja George V), pernyataan simpati berikut atas harpan para Zionis Yahudi yang telah diserahkan kepada dan telah disetujui oleh Kabinet:</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Pemerintahan yang Dipertuan Agung Raja Inggris memandang perlu dan menyetujui pembentukan kampung halaman bagi orang Yahudi di tanah Palestina, dan akan berusaha sebaik-baiknya untuk mempermudah pencapaian tujuan ini, dengan pengertian bahwa hal-hal yang membangkitkan prasangka-prasangka buruk terhadap terhadap hak-hak sipil dan keagamaan masyarakat bukan Yahudi di Palestina serta hak-hak dan status politik yang dimiliki orang Yahudi di negara-negara lainnya selayaknya tidak dilakukan.</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Saya akan berterima kasih sekali apabila anda memberitahukan surat pernyataan ini kepada Serikat Zionis.</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Dengan hormat,</em></span></p>
<p style="padding-left: 30px; text-align: justify;"><span style="color: #0000ff;"><em>Arthur James Balfour</em></span></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Catatan:</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Surat pernyataan ini sebaiknya tidak dipahami sebagaimana tertulis. Melainkan sebagai pernyataan politik dengan tujuan-tujuan politik yang berdasarkan kepada kepentingan ekonomi. Hal ini terlihat dari siapa yang menandatangani dan memberi persetujuan atas surat pernyataan ini. Pernyataan ini ditandatangani oleh dan sepengetahuan dari pihak yang paling berkuasa di Inggris yaitu mentri luar negeri Inggris <span style="color:#ff0000;"><em>Arthur James Balfour</em></span> dan raja Inggris <span style="color:#ff0000;"><em>George V</em></span>. Pada saat itu <span style="color:#ff0000;"><em>Palestina</em></span> telah jatuh ke tangan kekuasaan <em><span style="color:#ff0000;">Inggris</span></em> atau dengan kata lain telah menjadi jajahan <span style="color:#ff0000;">Inggris</span>. Jadi adalah sesuatu yang alami apabila <em><span style="color:#ff0000;">kerajaan Inggris</span></em> menganggap <span style="color:#ff0000;"><em>tanah Palestina</em></span> sebagai &#8220;miliknya&#8221; yang berada di bawah kekuasaannya dan berhak diperlakukan sebagaimana mereka kehendaki dan &#8220;diberikan&#8221; kepada pihak manapun yang dikehendaki.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil yang kita lihat sekarang, bukanlah suatu hal yang kebetulan. Permusuhan daripada &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Islam vs. Yahudi</em></span>&#8220;, &#8220;<span style="color: #0000ff;"><em>Arab vs. Yahudi</em></span>&#8220;, &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">Arab vs. Israel</span></em>&#8220;, &#8220;<em><span style="color: #0000ff;">Israel vs. Palestina</span></em>&#8221; dan lainnya sudah diperhitungkan. <span style="color:#ff0000;"><strong>Divide and Conquer</strong></span> (pecah-belah dan hancurkan) adalah pandangan hidup yang mendasari kekuasaan yang selayaknya dipahami dalam mengkaji suatu peristiwa politik dalam masyarakat patriarchal.</p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Deklarasi%20Balfour&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F02%2F11%2Fdeklarasi-balfour%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/02/11/deklarasi-balfour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zeitgeist-the movie</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/02/04/zeitgeist-the-movie/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/02/04/zeitgeist-the-movie/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 19:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Patriarchaat]]></category>
		<category><![CDATA[9/11]]></category>
		<category><![CDATA[agama langit]]></category>
		<category><![CDATA[agama-agama masyarakat patriarchat]]></category>
		<category><![CDATA[agama-agama patriarchat]]></category>
		<category><![CDATA[astrologi]]></category>
		<category><![CDATA[bapak-bapak penguasa dunia]]></category>
		<category><![CDATA[budaya matriarchat Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Budha]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda]]></category>
		<category><![CDATA[ciri-ciri budaya patriarchat]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa/Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[divide and conquer]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi agama-agama patriarkat]]></category>
		<category><![CDATA[global village]]></category>
		<category><![CDATA[heaven]]></category>
		<category><![CDATA[Himmel]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[kartel perbankan internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kekaisaran Romawi]]></category>
		<category><![CDATA[Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat matriarchat dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Matriarchat]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[mikrochip RFID]]></category>
		<category><![CDATA[pandangan hidup patriarchat]]></category>
		<category><![CDATA[patriarch]]></category>
		<category><![CDATA[pecah-belah dan hancurkan]]></category>
		<category><![CDATA[pemujaan alam/bumi]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa budaya patriarchat]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa 11 September]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa 9/11]]></category>
		<category><![CDATA[ritual mencium bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Sanskrit]]></category>
		<category><![CDATA[sarugo]]></category>
		<category><![CDATA[sumber kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[svarga]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Yunani Kuno]]></category>
		<category><![CDATA[Zeitgeist]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/?p=754</guid>
		<description><![CDATA[Berikut bisa disaksikan video dari youtube yang berjudul Zeitgeist yang berkisah mengenai asal-usul agama langit yang merupakan agama-agama masyarakat patriarchat, 9/11, kritik terhadap lembaga-lembaga keagamaan, pandangan hidup Kristen, kartel perbankan internasional dan mengenai perang, perampokan, pembantaian, penghancuran, penindasan, pembunuhan, dan penjajahan yang merupakan ciri-ciri budaya patriarchat yang bertumpu pada cara-cara divide and conquer (pecah-belah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berikut bisa disaksikan video dari <span style="color:#ffcc00;"><span style="color:#ffcc00;"><a href="http://www.youtube.com"><em>youtube</em></a></span> </span>yang berjudul <strong><span style="color:#ff0000;">Zeitgeist</span></strong> yang berkisah mengenai asal-usul agama langit yang merupakan <span style="color:#ff0000;"><em>agama-agama masyarakat patriarchat</em></span>, <em><span style="color:#ff0000;">9/11</span></em>, kritik terhadap lembaga-lembaga keagamaan, pandangan hidup <em><span style="color:#ff0000;">Kristen</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">kartel perbankan internasional</span></em> dan mengenai perang, perampokan, pembantaian, penghancuran, penindasan, pembunuhan, dan penjajahan yang merupakan <span style="color: #ff9900;"><a href="http://moendg07.wordpress.com/2008/06/24/ciri-ciri-masyarakat-patriarchal/">ciri-ciri budaya patriarchat</a></span> yang bertumpu pada cara-cara <em><span style="color:#ff0000;">divide and conquer</span></em> (pecah-belah dan hancurkan).</p>
<p style="text-align: center;"><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UHiuaGJ46zo&#038;hl=de&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/UHiuaGJ46zo&#038;hl=de&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color:#ff0000;">Agama langit</span></em> adalah penyembahan benda-benda langit yang bertumpu pada ilmu mengenai benda-benda langit (<em><span style="color:#ff0000;">astrologi</span></em>). <em><span style="color:#ff0000;">Surga</span></em> atau <span style="color:#ff0000;"><em>sarugo</em></span> (Minang) dalam bahasa Inggris adalah <span style="color: #0000ff;"><em>heaven</em></span> yang berarti langit dan dalam bahasa Jerman <span style="color: #0000ff;"><em>Himmel</em> </span>yang juga berarti langit. Kata <em><span style="color:#ff0000;">surga</span></em> sendiri berasal dari bahasa<span style="color: #0000ff;"> <em>sanskrit</em></span> <strong><span style="color:#ff0000;">svarga </span></strong>yang juga berarti langit. Bahasa <em><span style="color:#ff0000;">Sanskrit</span></em> itu sendiri adalah bahasa yang dipakai oleh agama <em><span style="color:#ff0000;">Hindu</span></em>/<em><span style="color:#ff0000;">Budha India</span></em>. Di video ini dijelaskan mengenai <em><span style="color:#ff0000;">evolusi agama-agama patriarkat</span></em> dari penyembahan benda-benda langit terutama matahari dari masa <em><span style="color:#ff0000;">Mesir Kuno</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Yahudi, </span></em><em><span style="color:#ff0000;">Kristen</span></em> (yang dimulai pada masa <em><span style="color:#ff0000;">kekaisaran Romawi</span></em>), sampai sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Di film dijelaskan mengenai bagaimana para <em><strong><span style="color:#ff0000;">patriarch</span></strong></em> (<span style="color: #0000ff;"><em>bapak-bapak penguasa dunia</em></span>) merencanakan peristiwa peledakan gedung <em><span style="color:#ff0000;">WTC</span></em> atau yang lebih dikenal sebagai <em><span style="color:#ff0000;">peristiwa 9/11</span></em> (<em><span style="color:#ff0000;">peristiwa 11 September</span></em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut lagi dijelaskan bagaimana <em><span style="color:#ff0000;">globalisasi</span></em> atau pembentukan satu pemerintahan dunia di bawah para <em><span style="color:#ff0000;">patriarch </span></em>(<span style="color: #0000ff;"><em>penguasa budaya patriarchat</em></span>) yang utamanya terdiri dari para <em><span style="color:#ff0000;">patriarch</span></em> daripada <em><span style="color:#ff0000;">kartel perbankan internasional</span></em> dengan tujuan akhir: kendali mutlak atas tiap manusia di dunia lewat penguasaan media dan cuci otak lewat televisi serta penanaman <strong><em><span style="color:#ff0000;">mikrochip RFID</span></em></strong> (<span style="color: #0000ff;"><em>Radio  Frequency Identification</em></span>) di tubuh tiap anggota masyarakat desa dunia atau yang lebih dikenal lewat jargon <strong><em><span style="color:#ff0000;">global village</span></em></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Agama <em><span style="color:#ff0000;">Islam</span></em> dalam hal ini tidaklah merupakan <em><span style="color:#ff0000;">agama langit</span></em> sepenuhnya melainkan merupakan campuran daripada <span style="color:#ff0000;"><em>agama-agama</em></span> atau <em><span style="color:#ff0000;">pandangan hidup patriarchat</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">budaya matriarchat Arab</span></em>, karena pada saat masyarakat Eropa telah lama menganut budaya patriarchat seperti di <em><span style="color:#ff0000;">Yunani Kuno</span></em> dan <em><span style="color:#ff0000;">kekaisaran Romawi</span></em>, masyarakat Arab masih berbudaya <em><span style="color:#ff0000;">matriarchat</span></em>. <em><span style="color:#ff0000;">Masyarakat Arab</span></em> pada masa itu sebagaimana layaknya <em><span style="color:#ff0000;">masyarakat matriarchat dunia</span></em> lainnya memuja <em><span style="color:#ff0000;">alam</span></em>/<span style="color:#ff0000;"><em>bumi</em></span> bukan sebagai Dewa/Tuhan yang bersifat menghukum melainkan alam/bumi yang merupakan <em><span style="color:#ff0000;">sumber kehidupan</span></em> yang memberi segalanya untuk manusia sebagaimana layaknya <strong><span style="color:#ff0000;">Bunda</span></strong> yang menyayangi seluruh anak-anaknya dan yang memberikan segala yang dibutuhkan oleh anak-anaknya. Oleh karena itulah masih banyak ajaran-ajaran dalam <em><span style="color:#ff0000;">Islam</span></em> ataupun pandangan-pandangan hidup dalam Islam yang sama dan mirip-mirip dengan pandangan hidup masyarakat <span style="color:#ff0000;"><em>matriarchat</em></span>. <span style="color:#ff0000;">Ritual mencium tanah</span>/<em><span style="color:#ff0000;">bumi</span></em> pada saat sembahyang adalah ritual yang biasa dilakukan oleh masyarakat Arab sebelum pengaruh dari <em><span style="color:#ff0000;">agama-agama</span></em>/<em><span style="color:#ff0000;">pandangan hidup patriarchat</span></em> seperti <em><span style="color:#ff0000;">Yahudi</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Nasrani</span></em>, <em><span style="color:#ff0000;">Yunani Kuno</span></em> dan lainnya datang dan menguasai tanah Arab.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff9900;"><em>Catatan:</em></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><em>Walaupun video ini berbahasa Inggris dan pembaca tidak menguasai bahasa Inggris, dicoba saja untuk menontonnya. Bisa diulang bagian mana yang tidak terlalu mengerti. Kalau memang sudah berusaha, dan tetap tidak mengerti, bisa dituliskan di komentar, pada menit ke berapa sampai menit ke berapa yang pembaca tidak bisa mengerti. Saya akan tuliskan ringkasannya. Selamat menonton <img src='http://www.varajambak.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></span></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Zeitgeist-the%20movie&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F02%2F04%2Fzeitgeist-the-movie%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/02/04/zeitgeist-the-movie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mamak-mamak tidak tahu diuntung-Bagian 1</title>
		<link>http://www.varajambak.com/2009/01/20/mamak-mamak-tidak-tahu-diuntung-bagian-1/</link>
		<comments>http://www.varajambak.com/2009/01/20/mamak-mamak-tidak-tahu-diuntung-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 14:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda]]></category>
		<category><![CDATA[Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[garis bapak]]></category>
		<category><![CDATA[garis ibu]]></category>
		<category><![CDATA[harta pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[kaum]]></category>
		<category><![CDATA[mafia]]></category>
		<category><![CDATA[Mamak]]></category>
		<category><![CDATA[mamak laki-laki]]></category>
		<category><![CDATA[mamak perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[matrilineal]]></category>
		<category><![CDATA[matrilinealitas]]></category>
		<category><![CDATA[nenek]]></category>
		<category><![CDATA[Niniak]]></category>
		<category><![CDATA[Niniak Mamak]]></category>
		<category><![CDATA[ninik mamak]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Komunis Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[patrilinealitas]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa fasis Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[penguasa Inggris dan AS]]></category>
		<category><![CDATA[PKI]]></category>
		<category><![CDATA[ranah Bundo Kanduang]]></category>
		<category><![CDATA[ranah Minang]]></category>
		<category><![CDATA[rantau]]></category>
		<category><![CDATA[rapat agung]]></category>
		<category><![CDATA[Syech Achmad Chatib]]></category>
		<category><![CDATA[tanah kaum]]></category>
		<category><![CDATA[tanah Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[tanah pusaka]]></category>
		<category><![CDATA[tanah ulayat]]></category>
		<category><![CDATA[Uni Sabina Lucia]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://moendg07.wordpress.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata selain masalah matrilinealitas (keturunan dari garis ibu) dan &#8220;warisan&#8221; (baca: harta bersama kaum), ulah-ulah para mamak yang tidak tahu diuntung, merupakan alasan daripada banyak orang Minangkabau untuk &#8220;membenci&#8221; budayanya atau bahkan untuk &#8220;keluar&#8221; dari budaya Bundanya tersebut.
Syech Achmad Chatib adalah contoh orang Minangkabau yang memilih keluar dari budaya Minangkabau dan masuk ke budaya Arab/Islam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata selain masalah <em><span style="color:#ff0000;"><strong>matrilinealitas </strong></span></em>(keturunan dari garis ibu) dan &#8220;warisan&#8221; (baca: harta bersama kaum),<span style="color:#ffcc00;"><em> ulah-ulah para mamak yang tidak tahu diuntung</em></span>, merupakan alasan daripada banyak orang Minangkabau untuk &#8220;membenci&#8221; budayanya atau bahkan untuk &#8220;keluar&#8221; dari budaya Bundanya tersebut.</p>
<p><em><span style="color:#ff0000;"><strong>Syech Achmad Chatib</strong></span></em> adalah contoh orang Minangkabau yang memilih keluar dari budaya Minangkabau dan masuk ke budaya <em><strong><span style="color:#ff0000;">Arab</span></strong>/<span style="color:#ff0000;"><strong>Islam</strong></span></em> dan memilih untuk hidup di <em><span style="color:#ff0000;"><strong>Arab Saudi</strong></span></em> dan tidak kembali lagi ke <span style="color:#ff0000;">ranah Bundo Kanduang</span> karena &#8220;jijik&#8221; dengan budaya <span style="color:#ff0000;">matrilineal</span> dan &#8220;pewarisan&#8221; <span style="color:#ff0000;">matrilineal</span> yang berlaku di <span style="color:#ff0000;">ranah Bundo Kanduang</span>.</p>
<p>Seorang bekas anggota <span style="color:#ff0000;">Partai Komunis Indonesia</span> (<span style="color:#ff0000;">PKI</span>) dan wartawan di masa Sukarno berkuasa menyatakan kebenciannya kepada budaya Minangkabau karena tidak sesuai dengan budaya<strong><span style="color:#ff0000;"> <em>patrilineal</em></span></strong><em> </em>(keturunan dari garis bapak) yang menurutnya merupakan budaya yang &#8220;modern&#8221; yang menjadi dasar acuan <span style="color:#ff0000;">PKI</span> dan karena mamaknya, tambahnya lagi,  bukannya membantunya malah menipunya.</p>
<p>Pernyataan serupa mengenai mamak yang tidak membantu diutarakan oleh <span style="color:#ff0000;">dr. Hardy</span> seperti tertulis dalam tulisan saya terdahulu yaitu <span style="color: #0000ff;"><a href="http://moendg07.wordpress.com/2008/10/10/kebanggaan-orang-minang-di-ranah/"><em>Kebanggaan orang Minang di ranah</em></a></span>. Berikut adalah kutipannya:</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span style="color: #0000ff;"><em>seberapa banyak mamak mamak kita yang mengaku kemenakan hanya jika kita berhasil dirantau, tanpa peduli sebelumnya bagaimana keadaan kita, bagaimana perjuangan kita.  menurut uni bagaimana?</em></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Mamak-mamak</span> yang menjual <em><strong><span style="color:#ff0000;">tanah ulayat</span></strong> </em>(tanah kaum), yang semestinya dikelola oleh pihak perempuan dalam kaum, tanpa izin dari <em><strong><span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang</span></strong></em> dan pihak anggota kaum yang lain adalah kenyataan lain yang harus dihadapi oleh budaya dan orang Minangkabau dan yang menyebabkan berkurangnya kepercayaan kepada budaya mereke sendiri.</p>
<p>Mamak-mamak yang berlaku sewenang-wenang dan kejam terhadap kemenakannya adalah cerita lain lagi yang menambah ketidaksukaan dan kekecewaan orang Minangkabau terhadap para mamak. Yang dimaksud dengan mamak dalam hal ini adalah mamak laki-laki dalam keluarga yang semestinya membantu <em><strong><span style="color:#ff0000;">Niniak</span></strong></em> dan keluarga besar dalam masalah-masalah keluarga besar dan kaum dan melindungi harta keluarga besar/kaum (termasuk didalamnya <em><strong><span style="color:#ff0000;">harta pusaka</span></strong></em>). Mengenai <span style="color:#ff0000;">mamak perempuan</span> bisa dibaca dalam tulisan mengenai <span style="color: #0000ff;"><em><a href="http://moendg07.wordpress.com/2008/12/05/perempuan-minangkabau-sebagai-mamak-dan-penghulu/">Perempuan Minangkabau sebagai Mamak dan Penghulu</a></em></span>.</p>
<p>Berikut adalah kisah <span style="color:#ff0000;">Uni Sabina Lucia</span> mengenai bagaimana para mamak telah menipu dan menjual paksa <span style="color:#ff0000;">tanah ulayat</span>, dan kekecewaannya mengenai hal tersebut. Kisah ini dipostingkan di grup dengan nama <em><strong><span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang </span></strong></em>di facebook.</p>
<p><strong><em><span style="color:#ff0000;">Bunda</span></em></strong>, saya mempunyai seorang nenek asli dari minang kabau yang sejak kecil sampai berangkat tua beliau (alm) tinggal di kampung halamanya. Beliau adalah anak perempuan satu-satunya yang dihasilkan dari kedua orang tuanya.</p>
<p>Kemudian lahir Ibu saya yang juga merupakan anak perempuan satu-satunya dari empat bersaudara. Ibu saya hanya tinggal di kampung semasa kanak-kanak saja, selanjutnya Ibu merantau utk bersekolah dan berkeluarga ke tanah Jawa.</p>
<p>Dari Ibu dan Ayah saya lahirlah saya yang kebetulan juga merupakan anak perempuan satu-satunya dalam keluarga dan saya sekeluarga juga menetap di tanah Jawa.<br />
Alhamdulillah sekarang saya dikaruniai dua anak perempuan dan satu anak laki-laki.</p>
<p><em><strong><span style="color:#ff0000;">Bunda</span></strong></em>, dua tahun sebelum Nenek wafat, beliau ingin menyumbangkan tanahnya untuk keperluan masyarakan . Dari hasil musyawarah dengan <span style="color:#ff0000;">orang yang dituakan </span>dikampung kami dan <span style="color:#ff0000;">ninik mamak-ninik mamak</span> (baca: mamak-mamak laki-laki) yang berada disana maka di putuskan akan didirikan sebuah puskesmas karena kebetulan tanah tersebut berlokasi di tempat yang strategis/pinggir jalan.</p>
<p>Maka pada suatu kesempatan ada upacara <span style="color:#ff0000;">penobatan para ninik ma<span style="color:#ff0000;">ma</span></span><span style="color:#ff0000;">k</span> di kampung kami, kami sekeluarga menyempatkan datang untuk melihat upacara tersebut sekaligus menyerahkan tanah kepada pemerintah daerah. Saya ingat pada saat upacara itu juga , penyerahan tanah dilakukan yang di wakilkan oleh kakak saya yang tertua dengan memberikan sepatah dua patah kata menyampaikan amanah nenek untuk menyerahkan tanah tersebut. Hebat semua hadirin meberikan tepuk tangan applause..</p>
<p><em><strong><span style="color:#ff0000;">Bunda</span></strong></em>, setelah kami kembali ke pulau jawa.. apa yang terjadi?&#8230;.,</p>
<p>Orang yang kami tuakan di kampung kami meninggal dunia.., selanjutnya<br />
Para <span style="color:#ff0000;">ninik mamak</span> (baca: mamak laki-laki) yang sudah memberikan kesaksian dan menyetujui serta menerima tanah <span style="color:#ff0000;">nenek</span> kami untuk keperluan mayarakat, semua berubah haluan !!!!!&#8230;,</p>
<p>Hanya karena iming2 uang dan menurut kabar tanah tersebut bisa di beli oleh siapa (kami tidak jelas), mereka/beberapa <span style="color:#ff0000;">ninik-mamak</span> (baca: mamak laki-laki) mengadakan persekongkolan serta mengadakan pertemuan dan pertemuan (rapat-rapat adat)yang semuanya tidak bisa kami hadiri karena kami di pulau jawa</p>
<p>Mereka menghasut seseorang yang ketika <span style="color:#ff0000;">nenek</span> masih hidup, orang tersebut itu sebetulnya di beri izin tinggal di tanah tersebut hanya untuk mengurus kebun/tanah tersebut saja. Sebetulnya penjaga kebun tersebut sudah menyerahkan kembali kembali hak mengurus tanah kepada nenek kami dan mengatakan terimakasihnya kepada nenek.</p>
<p>Hebatnya dan ajaib sekali, para <span style="color:#ff0000;">n</span><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#ff0000;">i</span>nik mamak</span> (baca: mamak laki-laki) bisa merubah dan mempengaruhi pengurus kebun tersebut untuk mengakui bahwa dialah sebenarnya pemilik tanah itu..?!.</p>
<p>Saat itu nenek masih hidup, dan dia sangat sedih serta menyesali sekali perbuatan para <span style="color:#ff0000;">ninik mamak</span> (baca: mamak laki-laki) di kampung kami. Dia merasa sedih karena seumur hidupnya dia dan orang tua serta orang tua dari orang tuanya sudah memiliki ,tinggal dan mengelola tanah tersebut. Dan itu sudah diakui oleh seluruh penduduk isi kampung serta orang2 yang dituakan. Oleh karena itu mereka sangat gembira ketika nenek berniat memberikan tanahnya untuk keperluan mereka disana.</p>
<p>Hanya karena ulah sekelompok <span style="color:#ff0000;">ninik mamak</span> (baca: mamak laki-laki) yang baru-baru ini diangkat saja (atau yang mengangkat dirinya sendiri sebagai mamak), kami sekeluarga merasa sedih, dan orang-orang dikampung kami menjadi sangat kecewa .</p>
<p>Kami mendengar kabar bahwa mereka para <span style="color:#ff0000;">ninik mamak</span> (baca: mamak laki-laki) itu telah menerima uang dari hasil penjualan tanah nenek kami tersebut. ( Innalillahi wa innaillaihi rojiun..).</p>
<p>Sebelum <span style="color:#ff0000;">nenek</span> meninggal karena sedih, saya sempat berucap beliau:</p>
<p style="padding-left:30px;">&#8220;<em><span style="color:#ffcc00;">Apapun yang sudah kita berikan kepada orang lain( dalam hal ini diberikan kepada penduduk kampung kami) adalah bukan milik kita lagi, biarlah itu mungkin sudah Tuhan yang mengaturnya , jangan terlalu dirisaukan karena karena kami telah rela melepaskan dan memberikan tanah itu kepada masyarakat dengan niat agar bisa dipergunakan untuk kebaikan.</span></em>&#8220;</p>
<p>Dan itu bukan milik kita lagi.</p>
<p>Terserah lah para penjarah itu, mereka mereka yang menanam mereka pula yang akan menuainya ( itu sepertinya sudah hukum alam)</p>
<p>Kami keluarga besar dari kampung kami yang tinggal di pulau jawa tentunya kecewa dengan peristiwa itu dan kami sudah sepakat bahwa:</p>
<p>&#8220;Jangan ada <span style="color:#ff0000;">ninik mamak</span> (baca: mamak laki-laki) dari kampung kami datang ke pulau jawa dan minta sumbangan untuk pembangunan Puskesmas diatas tanah yang telah diberikan oleh nenek kami secara sukarela kepada penduduk kampung tersebut &#8221;</p>
<p>&#8220;<em><span style="color:#ffcc00;">Dan kami tidak mengakui lagi ninik mamak kami itu</span></em>&#8221; ( tapi nyatanya dia masih menjadi <span style="color:#ff0000;">ninik mamak </span>(baca: mamak laki-laki) tanpa persetujuan kami yang seharusnya menjadi anak buahnya).</p>
<p>Karena kemudian ternyata kami ketahui tanah tersebut telah diperjual belikan oleh sekelompok orang yang rakus yang di setujui dan &#8220;diatur&#8221; oleh &#8220;<span style="color:#ff0000;">rapat agung</span>&#8221; (baca: rapat-rapat rahasia yang tidak melibatkan pihak-pehak terkait dan sama sekali tidak melibatkan <span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang</span>) para <span style="color:#ff0000;">ninik mamak</span> (baca: mamak laki-laki), demi mendapatkan sedikit uang haram.</p>
<p><strong><em><span style="color:#ff0000;">Bunda</span></em></strong>, sebenarnya masih ada banyak lagi <span style="color:#ff0000;">tanah pusako</span> yang diturunkan kepada nenek dan ibu saya dan menurut mereka akan diturunkan kepada saya dan kedua puteri saya.</p>
<p>Tapi saya rasa saya tidak akan mewariskan budaya adat yang sekarang berlaku dikampung kami kepada kedua puteri saya.</p>
<p>Biarlah puteri kami hidup tenang tanpa mengharapkan atau mendapatkan kekecewaan demi kekecewaan lagi dari kampung halamannya.</p>
<p>Kami yang di <strong><span style="color:#ff0000;"><em>rantau</em></span></strong> toh tidak akan dapat berbuat banyak lagi.</p>
<p><em><strong><span style="color:#ff0000;">Bunda</span></strong></em>, sampai sekarang saya masih trauma kalau mendengar istilah &#8220;<span style="color:#ff0000;">ninik mamak</span> (baca: mamak laki-laki)&#8221;, dan anak saya sendiri pernah berucap &#8220;<em>seperti mafia ya?</em>&#8221;<br />
(aha.. saya sendiri tidak tahu apa arti <span style="color:#ff0000;">mafia</span> itu?)</p>
<p><strong><span style="color:#ffcc00;"><em>Catatan</em>:</span></strong></p>
<p>1. <em>Yang dimaksud dengan <span style="color:#ff0000;">ninik mamak</span> di sini adalah &#8220;pengertian umum&#8221; yaitu kelompok para mamak laki-laki dan bukannya pengertian asalnya yaitu <span style="color:#ff0000;">niniak</span> (para nenek/nenek)~ bersama dengan para mamak/mamak sebagai suatu kesatuan).</em></p>
<p>2. <em>Kisah ini memberi gambaran kepada kita betapa sewenang-wenangnya para mamak laki-laki yang semetinya membantu para Bundo Kanduang dalam mempertahankan harta kaum dan bukannya melakukan penipuan untuk isa menjual paksa tanah kaum tersebut untuk kepentingan pribadi. Kekuasaan mamak laki-laki di ranah Bundo Kanduang tampaknya semakin diperbesar dengan berbagai cara. Dalam hal ini tanah cuma diberikan kepada masyarakat sementara untuk pembangunan puskesmas untuk masyarakat, bukan untuk diperjual belikan.</em></p>
<p>3. <span style="color:#ffcc00;"><em>Permasalahan mengenai tanah ulayat di ranah Minang merupakan permasalahan penting yang memerlukan penanganan yang menyeluruh. Tidak hanya para mamak mengambil tanah ulayat melainkan juga militer (untuk kepentingan bisnis mereka), negara atas nama penguasaan tanah, perusahaan swasta dengan bantuan pemerintah dan lain-lain</em></span><em>. Ketika <span style="color:#ff0000;">masyarakat Yahudi </span>harus terhina karena diusir terus-menerus dari daerah manapun mereka tinggal, sampai peristiwa pembantaian besar-besaran di Jerman dan negara-negara lain di Eropa oleh <span style="color:#ff0000;">penguasa fasis Jerman</span>, sampai dijanjikan <span style="color:#ff0000;">negara Israel</span> di <span style="color:#ff0000;">tanah Palestina</span> oleh <span style="color:#ff0000;">penguasa Inggris dan AS</span> karena tidak mempunyai ranah Bundo Kanduang, seharusnya orang Minangkabau berfikir mengenai perjuangan para <span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang</span> untuk mempertahankan <span style="color:#ff0000;">tanah ulayat</span> agar tidak diperjualbelikan, agar supaya kaum selalu memiliki kampung halaman kemana mereka bisa pulang sejauh apapun mereka pergi merantau dan bukannya memberikan kekuasaan kepada penipu-penipu yang bernama mamak (laki-laki) untuk membuat orang Minangkabau di suatu saat tidak lagi memiliki ranah untuk pulang, seperti masyarakat Yahudi. Masyarakat Yahudi sekarang &#8220;memiliki ranah Bundo Kanduang, tapi sebagai imbalannya harus terus-menerus berperang dengan negara-negara Arab dan harus pula dinistakan oleh orang-orang dari seluruh dunia.</em></p>
<p>4. <em><span style="color:#ff0000;">Uni Sabina Lucia</span> adalah seorang <span style="color:#ff0000;">Bundo Kanduang</span> lulusan dari <span style="color:#ff0000;">Universitas Salzburg </span>di Austria dalam bidang Hotel dan Pariwisata dan sekarang mengasuh blog <a href="http://dapursabina.blogspot.com/"><span style="color:#ff0000;">Dapur Sabina</span></a> yang membahas mengenai aneka resep masakan. Sangat cocok untuk para mahasiswa dan mahasiswi yang hidup di kos-kosan ataupun para pekerja kantoran yang ingin memasak dengan cepat dan murah meriah.</em></p>
<p class="addtoany_share_save_container">
    <a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?sitename=Vara%20Jambak&amp;siteurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F&amp;linkname=Mamak-mamak%20tidak%20tahu%20diuntung-Bagian%201&amp;linkurl=http%3A%2F%2Fwww.varajambak.com%2F2009%2F01%2F20%2Fmamak-mamak-tidak-tahu-diuntung-bagian-1%2F"><img src="http://www.varajambak.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Save/Bookmark"/></a>

	</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.varajambak.com/2009/01/20/mamak-mamak-tidak-tahu-diuntung-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
